ya setiap orang boleh ambil peran..
Printable View
ya setiap orang boleh ambil peran..
^termasuk CR7 :D
CRISTIANO RONALDO: Sumbang Sepatu Emas Bernilai 1,5 Juta Euro Untuk Gaza
http://www.bisnis.com/articles/crist...uro-untuk-gazaQuote:
JAKARTA - Cristiano Ronaldo telah menyumbangkan Sepatu Emas miliknya yang bernilai 1,5 juta euro untuk anak-anak Palestina.
Pemain Portugal yang menjadi salah satu pemain terbaik dunia ini sudah mengumpulkan uang sumbangan dari penjualan Sepatu Emas miliknya melalui yayasan amal.
Uang penjualan Sepatu Emas yang didapatkan Cristiano Ronaldo pada 2011 tersebut akan didonasikan untuk sekolah-sekolah di Gaza, seperti dikutip laman footballtarget.com, Rabu (21/11).
Menurut beragam laporan, Yayasan Real Madrid sampai sekarang sudah membantu membangun 167 sekolah di 66 negara.
Tahun lalu pada November 2011 dalam sebuah lelang Yayasan Real Madrid yang juga didedikasikan untuk sekolah di Gaza, Ronaldo ikut menjual sepatu miliknya yang paling berharga.
Selama ini, pemain yang pernah merumput bersama Manchester United ini memang tercatat sebagai donatur tetap untuk Palestina. (footballtarget/ija) Foto: thenational.ae
^3 tahun-an donk, selesai 1949lah endonesiah merdekahh.
Sama timeframenya 17.08.1945 dengan perjuangan rakyat Israel (14 Mei 1948).
Sama juga intisari kemerdekaan; menyatukan semua suku di tanah perjanjian, dan mengambil hak atas tanah leluhur dari penjajah asing.
Bahkan sekutu yang sempat jadi ally ataupun lawan juga Inggris/US. Asli, pada nyadar atau gak, lebih banyak poin2 kemiripannya:
Indonesia = Israel banget lah.
Mana ada orang Indonesia kasih tip banyak kalo naik taksi dan makan di restoran? ::ngakak2:: >>>>> Parameter #1 ke-Yahudi-an orang Indon.
Orang Indo selalu cari kesempatan bisnis memanfaatkan peluang dan opportunis ulet di segala medan, kondisi dan cuaca. >>>> Fakta #2 jelas banget reputasi Jewish businessmen di Wallstreet.
Orang Indo selalu kritis cari kesalahan orang2 lain dulu daripada cari solusi kemudian. >>> Fakta #3. Di setiap forum FGD sampai Indonesia Lawyers Club, Chamber of Commerce Annual Meeting.
Orang Indo banyak alasan, ngeles, dan berdalih murahan untuk tidak melakukan sesuatu daripada mengidentifikasi tujuan/target >>> Fakta #4. Membangun perdamaian? ngapain? bikin tembok lebih banyak untungnya.
Orang Indo mayoritas orientasi hidup materalismus maximus dengan status sosial, harta, tahta . >>> Fakta #5. Orang Yahudi rata2 emang tajir / middle class ke atas mirip dengan potret keluarga FTV; ada rumah mewah, edukasi tinggi dan prestis, bokap yang keras kepala, mama penyayang, semuanya naik mobil berkelas, dan yang jelas punya pembantu banyak.
Mayoritas keluarga indonesia mempercayai status istimewa dan hak putra tertua seperti keluarga Israel pada umumnya. >>>> Fakta #6. Loe kalo ngedahuluin kakak sulung loe merit, pasti ada kompensasinya, demikian juga perihal warisan.
Mentalitas combative orang Israel, senggol bacok, mata ganti mata, mirip banget dengan mentalitas orang Indo dengan budaya tawuran genk, sekolah, ormas, sampe kampung dari Betawi-Sidoarjo-Lampung-Poso, indo ueber alles.
Geopolitik Indonesia dipengaruhi Asing; Belanda, Jerman, Negara Arab, Australia, Amerika, China, yang notabene juga mitra bisnis strategis Israel dengan kerjasama multi-bilion $$ di bidang hankam, sains, tech, industry and trade per tahun. >>>>Fakta yang membuat Gus Dur sempat berwacana membuat hubungan bilateral langsung berdasarkan kepentingan bisnis dengan pengusaha ISRAEL. Dan sekarang terealisasi di kantong2 produk rumah tangga anda, tentunya dengan bendera lain. ::hihi::
Yang lebih konyol tentang perang, rezim Indo beli senjata US, buat tembak freedom fighter Kelly Kwalik di Timika, Papua, kemudian US teriak2 HAM. Rezim Israel kemudian beli senjata dari penjual yang sama, tembak freedom fighter bos-nya Hamas di sekitar Gaza, Palestina, kemudian US teriak2 HAM. It's the same s8 !!!
::doh::
Brarti mbok bukan orang Indonesia dong.. ::oops::
Berita di koran hari ini:
Hamas used to be evasive about Iranian weapons support but senior officials in the group recently have openly thanked Tehran. Gaza strongman Mahmoud Zahar said he was confident Iran would increase military and financial support to Hamas and the militant group Islamic Jihad
Iran and its regional rivals, the Sunni Muslim-led states in the Gulf, have been competing in recent months to lure Hamas into their respective camps. Mr Zahar said Hamas was not beholden to anyone, but defended the ties with Iran. "If they don't like it, let them compete with Iran in giving us weapons and money," he said in apparent jab at the Gulf states.
In his book, Forces of Fortune, Middle East scholar Vali Nasr argues the great battle for the soul of the region will not be fought over religion but over business and capitalism. He describes an upwardly mobile middle class of entrepreneurs and investors who have no interest in compromising their prosperity with ideological extremism.
Palestina Menjadi Negara Pemantau Non-Anggota PBB
Jumat, 30 November 2012 08:36 WIB
Metrotvnews.com, New York: Sidang majelis umum PBB akhirnya mengesahkan status baru Palestina di PBB, sebagai negara pemantau non-anggota PBB.
Berdasarkan hasil voting dalam sidang majelis umum PBB yang diikuti 193 negara anggota PBB, Palestina mendapat dukungan mayoritas sebesar 138 negara anggota majelis umum PBB. Sementara itu, hanya sembilan negara yang menyatakan menolak dan 41 di antaranya memilih abstain.
Kanada, Israel dan Amerika Serikat merupakan 3 dari 9 negara lainnya yang menolak resolusi PBB terhadap status baru Palestina. Prancis yang merupakan sekutu AS selama inipun mengambil langkah berbeda dengan memberikan suara dukunganya untuk Palestina.
Dengan status barunya ini Palestina dapat bergabung dengan PBB serta terlibat dalam perjanjian internasional. Presiden Palestina Mahmoud Abbas menilai peningkatan status baru ini dapat menjadi nafas baru menuju negoisasi damai dengan Israel.
Sementara itu, rakyat Palestina merayakan kemenangan di kota Ramallah terhadap pengakuan baru PBB itu. Ratusan warga turun ke jalan membawa bendera negara Palestina dan bersuka cita.
Rakyat Palestina mengaku bangga terhadap Presiden Mahmmoud Abbas yang telah selangkah lebih maju mewujudkan impian mereka diakui sebagai sebuah negara di mata internasional.(DNI)
.....
Alhamdulillah ya sesuatu :D
Taktik Sekutu menghadang Iran kah?
Ronggolawe mana nih..
ada kok Bu.... ngga kemana-mana :)
Kenapa ga pernah ada referendum bagi penduduk asli di tanah tsb ya?
Timtim aja pake referndum..
Mengenai konflik ini, ada dokumen penting yang seolah disembunyikan dan ditutup-tutupi yaitu "Laporan Komisi King-Crane".
Komisi ini dibentuk pada tahun 1919 oleh Woodrow Wilson dan "pecinta demokrasi" lainnya di AS. Komisi ini dikirimkan kebekas propinsi-propinsi Arab di Kekaisaran Ottoman untuk memastikan keinginan penduduknya menyangkut penyelesaian pasca perang di wilayah mereka. Laporan Komisi tersebut menyatakan :
(1) 90% penduduk Palestina adalah non Yahudi dan TIDAK menginginkan negara Yahudi di Palestina
(2) Jika mereka memberikan Palestina, "Zionis pasti akan melucuti seluruh harta benda dan kepemilikan para penduduk non Yahudi di Palestina"
(3) KOmisi King Crane menyatakan adanya negara Yahudi di Palestina akan melanggar hak Bangsa Arab untuk menentukan nasib sendiri. Mereka mengusulkan agar Zionis menghormati keinginan para penduduk Palestina dan mencari tempat lain untuk mendirikan negara Yahudi.
Bagi pecinta demokrasi, pasti akan menganggap Laporan Komisi ini suatu hal yang sangat serius. ::ungg::
Berhasilnya statehood bid Palestina di Majelis Umum PBB membuat sebuah preseden yang sangat signifikan di dunia hukum internasional. Selama ini, status "negara" sebuah entitas politik didasarkan pada Konvensi Montevideo 1933, yang menyebutkan empat syarat terbentuknya negara: rakyat (permanent population), wilayah yang definitif (a defined territory), pemerintahan yang berdaulat (government), dan kemampuan untuk berhubungan negara lain (capacity to enter into relations with the other states).
Dengan keberhasilan Palestina, empat syarat dalam Konvensi ini bisa dikesampingkan dengan "pengesahan" dari Majelis Umum PBB.
Mengapa demikian? Dari empat syarat di atas--yang sifatnya kumulatif--Palestina tidak memenuhi syarat kedua dan ketiga.
Otoritas Palestina, baik yang dipimpin oleh Fatah atau Hamas, tidak menjadi pemerintah yang berdaulat di wilayahnya karena keberadaan militer Israel di berbagai titik pemeriksaan dan permukiman.
Tak hanya itu, Palestina juga tidak memiliki wilayah yang jelas karena--lagi-lagi--keberadaan permukiman Israel di wilayah Tepi Barat.
*jarang-dateng-langsung-nimbrung-di-sini* :iamdead:
Selama Hamas dan Fattah belum satu kata, perjuangan Palestina belum akan kelihatan ujungnya di mana.
Ya memang kalo apa2 dipecah2 jadinya semakin lemah.. itu strategi dari jaman kuno, tapi tetep manjur.
saya sendiri tidak yakin, apakah konflik Fatah-Hamas memang sengaja dibuat oleh intelijen Israel, atau justru memang konflik mendasar dari internal Palestina itu sendiri.
Sudah umum diketahui, Hamas dan Fatah memiliki garis perjuangan yang berbeda. Hamas memilih negara Islam untuk Palestina, mendukung konflik bersenjata untuk kemerdekaan mereka dan menolak eksistensi negara Israel (bisa dilihat di Hamas Charter, atau The Covenant of the Islamic Resistance Movement).
Sedangkan Fatah, seperti yang kita tahu, memilih bentuk sekuler untuk Palestina, lebih moderat, mengupayakan diplomasi, dan mendukung solusi dua negara (two-state solution); meski Fatah memiliki sayap militer (Brigade Al-Aqsa).
Saya semakin yakin bahwa pecahnya Hamas dan Fatah itu bukan karya intelijen Israel--meski itu masuk akal. Saya lebih yakin alasan pecahnya dua faksi terkuat di Palestina itu karena minimnya kharisma dan kepemimpinan dari tokoh-tokoh Palestina pasca kematian Yasser Arafat.
Ismail Haniyah, Mahmoud Abbas, Khaled Meshaal, dan tokoh2 lain tidak mampu menyaingi ketokohan Yasser Arafat untuk mewujudkan persatuan di Palestina.
Pada akhirnya, rakyat Palestina harus dihadapkan dengan konflik elit politik di negara mereka, sekaligus bertahan dari represi Israel.
dari statistik penduduk nya emang iya ya 50% penduduk palestina itu non muslim?
ini fakta yang aneh sih ya.
kalau menurut CIA's The World Factbook, komposisi masyarakat Palestina itu:
Muslim 75% (predominantly Sunni), Jewish 17%, Christian and other 8%
Palestina juga didominasi oleh Arab, yang secara logisnya mayoritas beragama Islam.
Kalau memang 50% penduduk Palestina itu non-muslim, kenapa tidak ada tokoh Palestina yang beragama Kristen hingga saat ini?
---------- Post Merged at 02:11 PM ----------
Pernyataan Fariz Mehdawi itu memang agak mengejutkan sih. Tapi entah apa agenda di balik omongan Dubes Palestina untuk Indonesia itu. Mungkin dia ingin menggeser tema sentral konflik Palestina-Israel, yang selama ini dimaknai sebagai konflik agama.
^itu istrinya Yasser Arafat termasuk Palestina non muslim bukan?
si Dubes, ngomong penduduk Palestina diseluruh
wilayah British Mandate, diluar Jordania
jadi dia bicara Palestina pra-1947Quote:
“Di Palestina 50% penduduknya beragama Yahudi dan sisanya beragama Kristen dan Muslim yang berada di daerah Tepi Barat dan Yerusalem,” ujarnya.
Sebetulnya tidak aneh juga. Selama ini banyak orang mengira nyaris semua penduduk di negara-negara Timur Tengah dan Afrika Utara itu beragama Islam. Namun sebenarnya ada kantung-kantung dimana populasi non muslim cukup signifikan. Di antara kantung-kantung tersebut adalah Lebanon dan Palestina.
Untuk Lebanon, berdasarkan sensus tahun 1932, sebanyak 54% dari penduduk beragama Kristen. Persentase ini menurut CIA Factbook kemudian menurun menjadi 39,5%. Menurut riset terbaru sekarang persentase penduduk Kristen naik sedikit menjadi 41%. Penurunan drastis tersebut terjadi karena migrasi besar-besaran orang Kristen ke negara-negara barat pada masa kacau. Selain itu pertambahan penduduk penduduk Kristen jauh lebih sedikit daripada penduduk muslim. Rata-rata keluarga kristen mempunyai anak lebih sedikit daripada keluarga Islam.
Situasi di Palestina juga kurang lebih sama. Banyak orang Kristen Palestina yang mengungsi, biasanya ke negara-negara barat. Yang tetap tinggal di Palestina, baik di Jalur Gaza, Tepi Barat, maupun daerah-daerah yang diperintah Israel, mempunyai jumlah anak yang relatif sedikit sehingga persentase mereka merosot dibanding pemeluk Islam dan Yahudi. Yang agak konstan jumlahnya mungkin penganut Druze.
Itu kan logis menurut anda. Begini saja, saya ambil contoh Malaysia. Di dalam pikiran orang Malaysia, yang namanya Melayu itu identik dengan Islam. Jadi kalau ada Melayu yang non Islam itu berarti anomali yang luar biasa. Logika seperti itu tidak masuk di benak orang Indonesia. Penduduk Indonesia yang mayoritas sub-ras Melayu (walaupun secara etnis menyatakan diri bukan Melayu) memang mayoritas beragama Islam, namun di kantung-kantung tertentu, yang non Islam cukup dominan.Quote:
Palestina juga didominasi oleh Arab, yang secara logisnya mayoritas beragama Islam.
Sesuatu yang belum pernah anda dengar atau lihat, bukan berarti tidak ada kan ? Ajaib sekali kalau anda belum pernah mendengar nama Edward Said [Idwārd Wadīʿ Saʿīd] seorang professor Palestina di Columbia University yang beragama Kristen. Pendapatnya banyak dikutip di media massa, termasuk media di Indonesia, misalnya Kompas. Tokoh-tokoh lain yang merupakan diaspora Palestina misalnya Joe Hockey [Politisi Australia], Antonio Saca [Mantan Presiden El Savador], Justin Amash [Politisi AS dari Partai Republik], George Saliba [Profesor di Columbia University], Joseph Massad [juga Profesor di Columbia University], Karl Sabbagh [Jurnalis Inggris], Mubarak Awad [Pendiri Nonviolence International].Quote:
Kalau memang 50% penduduk Palestina itu non-muslim, kenapa tidak ada tokoh Palestina yang beragama Kristen hingga saat ini?
Tokoh Palestina yang beragama Kristen yang tinggal di Palestina misalnya Karim Khalaf [Mantan walikota Ramallah], Janet Mikhail [Walikota Ramallah], Victor Batarseh [Walikota Bethlehem], Elias Bandak, Hanna Nasser, Elias Freij [Ketiganya adalah mantan walikota Bethlehem], George Habash [Pendiri Popular Front for the Liberation of Palestine (PFLP) dan Arab Nationalist Movement (Harakat al-Qawmiyyin al-Arab), Hanan Ashrawi [Politisi Palestina, Jurubicara Arafat], Nayif Hawatmeh [Politisi Palestina], Afif Safieh [Duta Besar Palestina untuk Rusia], Joudeh George Murqos [Mantan Menteri], Kamal Nasser [Tokoh PLO]. Daftar ini bisa panjang sekali. Intinya adalah banyak sekali tokoh-tokoh Kristen Palestina. Tentu saja ada lebih banyak tokoh-tokoh Palestina yang beragama Islam karena faktanya saat ini jumlah orang Kristen jauh di bawah jumlah orang Islam.
jadi sekarang persentase nya 75% muslim?
Kalau yang dihitung hanya Tepi Barat (termasuk Jerusalem Timur] dan Jalur Gaza, memang persentasenya 75%. Dalam CIA Factbook yang dihitung sebagai penduduk Palestina adalah penduduk dari kedua wilayah tersebut.
Selain di Tepi Barat dan Jalur Gaza, ada hampir 1,5 juta orang Arab yang tinggal di wilayah yang diperintah langsung oleh Israel, seperti misalnya Tel Aviv, dsb. CIA Factbook memasukan mereka sebagai penduduk Israel, bukan Palestina.
Nah, ini maksudnya. Saya tahu tokoh2 Palestina yang kristen kok. dan saya juga tahu bahwa tidak semua bangsa Arab itu Muslim. Masalah kantung2 tertentu, tidak menjadikan Palestina menjadi negara dengan mayoritas penduduk non-Islam. di Indonesia bagian timur juga isinya mayoritas Kristen, tapi secara keseluruhan Indonesia tetap negara dengan mayoritas penduduk Islam.
Lagipula, kita bicara Palestina pada saat ini dan tidak merujuk ke penduduk Palestina yang berdiaspora ke luar negeri. Hence, mayoritas penduduk Palestina saat ini itu ya beragama Islam.
See? I rest my case.
---------- Post Merged at 10:04 AM ----------
tentu harus dibedakan antara orang Arab dan penduduk Palestina donk.
ketika mereka Arab, tak berarti mereka orang Palestina juga. Apalagi ada beberapa partai Arab yang memiliki kursi di Knesset (United Arab List-Ta'al, Arab Democratic Party, Hadash, dll). Bukan hal yang tidak lazim ketika ada orang Arab yang berkewarganegaraan Israel.
jadi wajar saja kalau CIA Factbook memasukkan mereka sebagai warga negara Israel, bukan Palestina.