Slan, emang banyak orang ponti yang buka konveksi ya?
Printable View
Slan, emang banyak orang ponti yang buka konveksi ya?
ya iyalah... dunia konveksi indonesia dikuasai orang pontianak, juga dunia kwetiaw sapi dan pisang kipas ::hohoho::
---------- Post added at 10:17 AM ---------- Previous post was at 10:16 AM ----------
ya, bau kimia dari pabrik tekstil kali ya...
oo, saya ga tau tuh :cengir:
pisang kipas itu gimana slan? apa bedanya dengan pisang biasa? :cengir:
kwetiaw sapi maksudnya kwetiau yang pake bakso sapi gepeng itu ya?
kemaren2 saya salah sebut waktu makan itu di sunter (?), petugasnya ga tau, ternyata di jakarta nyebutnya bakso pipih ya :cengir:
Wah lu sangat diragukan sebagai orang ponti nih...
Pisang kipas itu pisang kepok yg di iris tipis2 trus dibentuk kipas trus di tepungin + sedikit gula, garam, vanila trus di goreng.
Awal mulanya dari pedagang di Tanjung duren dan pluit, setelah usaha mereka di liput di koran Kontan, tiba2 banyak yg meniru dan sekarang tersebar kemana2.
Kwetiaw Sapi Pontianak itu awalnya di Jakarta mulai berkembang di wilayah Mangga besar, disitu ada Kwetiaw Achiap, Kwetiaw Jangkung, Seroja, 78, Achai dll semua orang kuntien dan berasal dari 1 perguruan di Pontianak.
Kwetiaw ini gak pake irisan bakso, tapi pake irisan daging sapi atau jeroan sapi, msaknya pake air rebusan daging/tulang sapi sebagai kaldu, ada beberapa macem menu kwetiaw sapi yaitu kwetiaw goreng, kuah, yam, bun dan siram.
heh... lu juga gak tau tentang jeruk pontianak ya ? ::grrr::
jeruk ini kalo airnya diperas + gula + garem dikit, enak banget loh...
emangnya pisang goreng ada bentuk laen? biasa kan memang di"kipas"in kan? ::elaugh::
kwetiaw2 yang dimasak dengan cara berbeda2 itu pernah saya coba, cuman, prasaan biasa ada baksonya deh :cengir:
and i LOVE juice jeruk ponti ::hohoho::::hohoho::
kemaren liburan tiap hari minum itu (kalo ngga, air jeruk nipis) :cengir:
Spoiler for artikel:
saya kok ngerasa facebook di-valued berlebihan ya? dibandingkan dengan google, hanya half of the market value. looking at the numbers, saya ngga bisa mengatakan comfortable dengan facebook. kesanku facebook's main source of revenue ada di ad, itu pun jauh di bawah google. padahal google aja masih ada sources of revenue laennya. bisnis laennya facebook? if there is any, i'm probably not aware of. the scale is nothing close to google, tapi kenapa facebook sering dihype dan dibandingkan dengan google?
the only thing facebook got is users. rather, registered users. dan dari situ pun bukan garansi setiap users menggunakan adnya. even then it doesnt paint the real picture, karena user google di luar social networking world masih sangat gede. dan dari segi penggunaan juga ngga seluwes google. saya rasa facebook perlu memikirkan dan mengembangkan bisnisnya lebih jauh selain dari yang ini2 aja. market nge-value suatu perusahaan can be crazy.
i sincerely hope fb ngga menjadi seperti perusahaan2 social networking (ato the 2 wave dotcom - menurutku) laennya yang baru2 ini go public. mungkin saya berada di kubu yang skeptis dengan facebook ini, at least in its current state. i'm curious bagaimana jadinya nanti. time will tell.
*menunggu fb go public in less than an hour*
ada tontonan baru nih :cengir:
banyak anekdot lucu2 di artikel ini
http://news.yahoo.com/fifty-shades-r...170323545.html
lucu juga ngeliat fenomena baru ini. sudah beberapa minggu ini saya ngeliat berbagai media berita ngomongin buku trilogi ini yang lagi populer2nya. the new twilight, if you will, dengan demografi pembaca rata2 berusia lebih lanjut. bahkan klub2 buku pun ada yang memilih buku ini sebagai buku seleksi bulanan mereka. dan reaksinya? either you hate it or you love it, dan sepertinya kebanyakan berada di sisi love it. Fifty shades of grey judulnya, yang kadang disingkat jadi fifty shades, ato grey, ato mommy porn (buku porno untuk ibu2 berhubung banyak ibu2 yang ngantri beli buku ini, walo pembaca tidak terbatas pada gender perempuan saja). im sure many people are grateful dengan keberadaan e-book reader :cengir:
now i'm curious :mikir:
:cengir:
sepertinya saya menemukan blog baru yang bakal saya subscribe :mikir:
http://askakorean.blogspot.com
banyak topik yang sangat menarik yang dia cover, dengan gaya tulisannya yang khas dan lucu
ada satu topik yang bener2 menonjol waktu lagi ngebrowse blognya. he made a really good case di postnya mengenai cara dia belajar bahasa inggris / asing - hafalan. cara yang paling tidak enak, tapi paling efektif dan cepet menurutnya. dia merasa tidak ada namanya cara enak dan fun dalam belajar suatu bahasa asing dalam waktu singkat, not even the fun immersion way. konsep immersion menurutnya adalah berdasarkan asumsi manusia bisa menyerap bahasa seperti bayi. tapi cara otak manusia belajar bahasa pertama dan bahasa kedua adalah berbeda, terutama jika pembelajaran bahasa kedua itu dilakukan saat gede.
background ceritanya, dia orang asli korea, yang pindah ke amrik saat umur 16 tahun bersama keluarganya, nyemplung ke sekolah di sana dengan kemampuan bahasa inggris yang hampir tidak ada. saya bisa melihat kemiripan pengalaman dan struggle nge-pick up bahasa asing seperti situasi saya jaman dulu waktu pindah ke sekolah baru. dan kalau saya pikir saya sudah berusaha stengah mati waktu itu, man, i think it pales in comparison to his. i have to tip my hat off for this guy. he probably had a better support dan 'bantuan' secara ga langsung dari lingkungannya dibandingkan kasus saya, dan kupikir dia juga memang pada dasarnya sangat articulate (terlihat dari cara dan struktur tulisan postnya), dan ada bakat dalam bahasa, but still. what he did was hardcore. and for the level he achieved in such a short period of time is indeed impressive. heck, even now i can't write the way he does in his blog, biarpun saya mulai lebih awal, dan mungkin lebih lama.
beberapa tahun yang lalu saat saya mencoba belajar bahasa asing lainnya, saya melakukan hal yang sama. murni hafalan. just hard and cold memorization. and boy it was NOT fun. setelah beberapa bulan melakukan itu dengan sangat intensif, my brain just shut down. kepala rasanya panas dan terbakar. no kidding. but he was right, dalam waktu sangat singkat bisa belajar sangat banyak.
kalau kembali membandingkan jaman sekolah dia dan saya dulu, perbedaannya denganku adalah saya tidak mempunyai tingkat kedisiplinan seperti dia. i think discipline has always has been my biggest weakness. jaman itu saya mencoba mencari workaround dengan cara malasku, atau brenti di tengah jalan, yang mana sering terjadi. dan kurasa itu menjelaskan kenapa kemampuan bahasaku semua pada half-assed :cengir:
untuk orang yang ingin belajar bahasa asing, perlu check out post tulisannya itu. panjang, tapi cukup detail mengenai metode2 yang dilakukan. definitely not fun, but as he said:
for those who bother to read the whole thing, check out the comments too, karena ada diskusi yang menarik.Quote:
What is fun is the result of learning – the infinite amount of fun when you finally put the finished product to use.
another trivia dari minggu lalu waktu ngebaca2 blog ask a korean
seperti singapura maupun korea selatan, i was extremely surprised waktu ngegoogle dan membaca bahwa thailand juga ada wajib militer. now, misalnya isreal, ato taiwan, itu dimengerti. tapi, thailand? ::elaugh:: lalu kemudian saya ngebahas tentang ini dengan seorang singaporean, dia kasi tau bahwa ternyata pemuda2 di thailand bisa memilih, antara serve in the army, atau jadi bhiksu ::elaugh:: now, really, seriously?
man, gotta google more about that :mikir:
interesting
aih, thanks buat thanksnya :cengir:
kaya absensi aja :cengir:
glad to know that someone is reading my musing :mrgreen:
- - - Updated - - -
http://www.huffingtonpost.com/2012/0...n_1558758.html
kemaren2 pas hakim menjatuhkan hukuman 30 hari untuk ravi, hatiku ikut plong ::elaugh:: saya cukup mengikuti berita anak muda ini sejak masalah ini mulai sekitar 1.5 tahun yang lalu, waktu dia masih berumur 18 tahun, waktu baru mulai kuliah. no doubt dia melakukan hal yang sangat sangat sangat sangat super bodoh berhubungan dengan invading privasi temen sekamarnya di dorm yang gay bernama clementi. clementi minta pindah kamar, dan komplen ke dormnya. sorenya pada hari yang sama, clementi ini bunuh diri lompat dari jembatan. si ravi jadi tertuduh sebagai bully penyebab clementi bunuh diri. sms yang dikirim oleh ravi ke clementi untuk minta maaf datang terlambat. sekian menit (?) terlambat setelah clementi update status di fb bahwa dia mo bunuh diri.
itu singkatnya. tentu saja cerita ini jauh lebih panjang dan mendetail lagi.
saya pendukung berat personal privacy, begitu juga dengan gay rights. tapi saya melihat masalah ini sesuatu yang sangat mungkin terjadi di kalangan anak2 muda, yang baru merantau dan kuliah, baru lepas dari ortu, dan nge-"joke" immature seperti ini atas expense orang lain. hal ini sering terjadi in almost every college or high school. horrible prank gone bad. ntah lah kenapa clementi ini bunuh diri. kita ga akan pernah tau karena dia udah duluan mati. kita cuman bisa menebak2 berdasarkan postingan2 clementi mengenai keluhan dia di forum2 tertentu di internet tentang roommatenya (ravi).
1.5 tahun sejak case ini dibuka. saya selalu membayangkan lagi berada di posisi ravi. anak muda yang baru kuliah. seemingly bright future yang hancur karena sesuatu yang bodoh seperti ini. ga bisa aaya bayangkan pressurenya. dan ga bisa saya bayangkan betapa frustratingnya sms yang dikirim ntah kebaca ato ngga. para gay activist pun pada menuding ravi dan mengangkat kasus ini sebagai masalah hate crime. sedangkan ravi sendiri menolak tuduhan itu. dia menolak tawaran ga masuk penjara asal dia mengaku salah sudah melakukan gay hate crime. saya kadang merasa sedih melihat hukum yang kaya gitu, nge-twist seseorang untuk mengaku salah sesuatu yang dia tidak lakukan ato tidak merasa bersalah, untuk menghindari penjara.
honestly saya percaya ravi bukan anti gay. kurasa anak muda jaman skarang, apalagi di daerah east coast yang cenderung liberal, rata2 toleran dengan isu ini. tapi as i posted before, kambing hitam harus dicari di setiap kasus bunuh diri, baik itu berupa manusia maupun motif bunuh diri. dalam kasus ini, kurasa ravi adalah kambing hitamnya.
setelah gembar gembor mengenai hukuman yang mungkin diterima (masuk penjara max 10 tahun, plus dideportasi kembali ke india karena dia WNA), saya bener2 ikut lega waktu membaca berita bahwa hakim menjatuhkan hukuman "hanya" 30 hari penjara ke dia, plus many hours of community service, dan denda gede. tentu banyak yang protes karena hukuman penjara yang pendek. cuman saya merasa 1.5 tahun durasi trial ini sudah cukup lama. that itself is enough of a punishment. biarpun "hanya" 30 hari penjara, kupikir ravi has a long way to go. masa depannya di negara ini mungkin sudah hancur dengan hebohnya berita ini nation wide. everyone knows him. titik hitam akan felony record ini akan terus mengikutinya seumur hidup.
very very sad case of college prank gone bad.
Spoiler for post:
kok aku kurang ngerti ama posting ndugu ya?
pake hape jadi ga bisa quote sekarang.
jadi gmn ceritanya? si ravi tinggal di asrama, itu emang asrama khusus gay?
temannya gay, trus kenapa ga suka ravi pindah?
apa yang dilakukan ravi hingga temannya merasa ga nyaman ampel bunuh diri?
baca artikelnya donk :cengir:
ya deh, emang ga lengkap sih. :p
asramanya asrama biasa aja. kebetulan ravi dan clementi baru masuk kuliah, dan mereka tinggal di asrama kampus (hal yang biasa). si clementi suatu hari minta ravi untuk ngasi beberapa jam private di kamar karena clementi mo ngedate (hal yang umum juga). si ravi setuju. trus si ravi maen / nongkrong ke kamar temennya (molly) yang laen di asrama. ga taunya, ravi dengan molly menggunakan komputer molly untuk mengakses kamera komputer di kamar, dan ngeliat clementi lagi berhubungan dengan date cowonya. (btw, si ravi tau kalo clementi gay. si ravi sempat nyari informasi di internet mengenai clementi waktu dia dikasi tau kampus mengenai calon temen sekamarnya).
menurut ravi dan molly, mereka cuman ngintip bentar pake komputer molly. stelah itu ravi update info di twitter.
di hari yang laen, si clementi minta waktu privat lagi untuk beberapa jam. si ravi setuju. dan kali ini dia sebarin info itu di twiter, mengajak mereka untuk "invite ravi di i-chat" (brarti ngakses kamera di komputer ravi kali ya, saya ga pake ichat soalnya). si clementi sadar kalo dia diintipin, akhirnya clementi matiin komputer ravi, dan tetep ngedate. dan stelah itu clementi komplen ke asrama dan minta ganti kamar. si ravi mungkin juga di tegur oleh asrama. cuman di hari itu, clementi udah bunuh diri duluan.
in between, si clementi memang udah curiga sejak dari date pertama. dan ternyata dia sempat ngeluh dan post tentang ini di forum gay di internet. dari baca2 postingan sih ga keliatan seperti depresi ya menurutku. dan melihat exchanges juga biasa2 aja. ravi dan clementi sepertinya ngga begitu deket. yah, baru tinggal bareng beberapa bulan soalnya, soalnya baru mulai kuliah.
intinya gitu. ada artikel mengenai detail kronologisnya.
http://news.yahoo.com/hitchhiker-wri...150815300.html
talking about irony :cengir:Quote:
BILLINGS, Mont. (AP) — A man hitchhiking across the country and writing a memoir called "The Kindness of America" was injured in a random drive-by shooting along a rural highway near northeastern Montana's booming Bakken oil patch, authorities said Monday.
and another
taken from a gay parade recently
Spoiler for ironic:
man, you just gotta love irony :cengir:
i wasnt expecting 2 kota dari benua afrika termasuk dalam daftar. good to know :mikir:Quote:
top 10 he world's most expensive places to live 2012
http://finance.yahoo.com/news/the-wo...12.html?page=2
tapi yang paling shocking buatku adalah...
this is c-r-a-z-y :kaget:Quote:
hong kong
Monthly Rent, Luxury 2 Bedroom: $7,092
7k !!
minimal setaon perlu punya pendapatan 150k untuk melewati hidup?
buat yang ada keluarga ato tanggungan laen, how the heck are they gonna survive? 200k? 250k?
buset ::doh::
http://news.yahoo.com/blogs/technolo...142605381.html
this is awesome. take out friction (air), suspend it (by magnet), you've got new mode of transportation. jarak nyc ke london yang memerlukan sekian jam naek pesawat bisa ditempuh dalam sejam. how awesome is that? tentu saja the idea of throwing yourself inside a capsule dengan kecepatan 4k mph across the atlantic, bikin mules :cengir: meleng dikit, jadi pancake :cengir: but hey, seabad yang lalu, mungkin semua orang juga mengatakan hal yang sama mengenai pesawat terbang.
what i find interesting is this. expensive to build, cheap to operate. less than a penny per mile? that's a steal. but supply and demand may dictate the cost otherwise, im sure :mikir:Quote:
The unusual travel tech has proven successful in a laboratory setting, but has yet to make its way into the real world. The biggest barrier to the technology is, predictably, the cost. A 350mph local system would cost about $2 million per mile to install. Once built, however, the system would cost very little to operate — according to Oster, the cost of travel will be less than a penny per mile.
i just hope i live long enough to witness this, kalo beneren akan menjadi kenyataan :cengir:
http://news.yahoo.com/profitability-...134821426.html
Spoiler for quote:
im not sure if i agree with this :mikir: is it really not all bad news?
dan saya ga yakin apakah bijaksana untuk berkonsentrasi pada revenue tapi tidak begitu pada profit. jika dotcom 1.0 in the late 90s menggunakan formula sebaliknya and went bust, apakah itu menjustifikasikan cara itu salah dan membenarkan dotcom 2.0 dengan formula ini? saya tidak tau. tapi saya tau saya tidak nyaman dengan trend dotcom 2.0 ini, with its "these hot startups spending all their money on company expenses rather than turning profits for investors".
im not saying profitnya harus kembali ke investor. Yes, it would be nice. But it could also have been used for its own growth or reserves. ke-tidak-sustainability-nya membuatku tidak nyaman.
mungkin saya hanya being conservative. apakah saya seorang traditionalist?
:mikir:
http://news.yahoo.com/blogs/sideshow...143439365.html
setiap kali saya melihat show acara kembang api, saya selalu penasaran dengan bagaimana mereka mengontrol koreografi kembang api. apa yang terjadi seandainya terjadi kesalahan teknis menyebabkan semua amunisinya meletus pada saat yang bersamaan. itu pasti adalah mimpi terburuk para ahli tukang kembang api ini (selain mimpi buruk yang satunya lagi yang bisa menyebabkan kecederaan fisik / kematian).
sapa sangka, di hari kembang api terbesar di amrik, beneren terjadi mimpi buruk itu. show kembang api yang direncanakan untuk berlangsung selama belasan menit, semua berakhir dalam 15 detik saja, karena semuanya meletus pada saat yang bersamaan. bukan rehearsal pula, tapi terjadi beberapa menit dari waktu yang ditentukan. show cut short. prematur. ribuan penonton bingung. terpaksa dibatalkan :lololol:
semoga tidak sering2 terjadi ya. kasian penonton. :cengir:
oh, ada ya?
ga tau, tadi pagi saya denger beritanya di tivi, dan di artikel di atas, ga dibilang ada korban. kalo ada kan harusnya dibilang ya. :mikir:
ow bukan... ini kejadian lain di hari yg sama
---------- Post Merged at 11:05 PM ----------
http://www.foxnews.com/us/2012/07/05/25-rescued-after-yacht-capsizes-near-oyster-bay/?test=latestnews
oh iya, itu kasus berbeda
tadi pagi sempat denger berita itu juga di tivi.
i think indonesia needs to help its citizens kick the habit too, bukan hanya orang utan.
and that's a pretty sad statistic, don't you think?Quote:
Indonesia is also one of the last remaining countries where tobacco companies face few restrictions on selling, advertising and promoting products long banned elsewhere.
More than 60 percent of all men light up and a third of the country's entire population smokes
http://gma.yahoo.com/c-tv-reporter-l...-wellness.html
bell's palsy. menurutku namanya sangat bagus, namanya terlalu cantik untuk suatu penyakit yang rada aneh. itu kesan pertamaku. selama itu tidak pernah saya denger mengenai bell's palsy sama skali sampe sekitar lebih dari 10 taon yang lalu saat saya sendiri kena serangan ini. ga bisa saya bayangkan seorang reporter, alias public figure, kena serangan ini. rasanya kasian juga, terutama jika kerjaannya berhubungan dengan tampil di public gini. im glad she got better. i can imagine her panic, karena itu juga yang sempat saya rasakan. the fear of the unknown. what the heck happened? sampe skarang saya juga ga tau kenapa bisa tiba2 begini.
the day started off as normal. or almost. tapi tentu saja saya yang tidak pernah mendengar mengenai bell's palsy tidak mengenal gejala2nya. salah satunya, saat bangun tidur bagian belakang telingaku terasa sedikit sakit. seperti salah posisi tidur, mungkin telingaku terlipat saat tidur dengan posisi miring. begitu pikiranku. mata juga sedikit perih, kekeringan. tapi gejala itu terlalu kecil untuk saya ambil serius. dan mungkin ada gejala2 laen lagi yang sudah saya lupa.
but the moment of realization came saat saya minum. saya ada kebiasaan minum air putih tiap pagi. so, as usual, saya lagi duduk di depan meja belajarku, di ruang tamu di apartment yang saya share dengan 6 penghuni kost laennya. dan seperti biasanya saya minum langsung dari botolku. tiba2 airnya muncrat from a corner of my lips :cengir: i was like "huh?!" kucoba lagi, and it happened again. something was very wrong. apakah otot di bibirku tidak bertenaga sampe tidak bisa menahan pressure air di dalem mulut saat minum? saya langsung beranjak menghampiri full length cermin yang tergantung di lemari di ruang tengah. saya pernah melihat ayahku mengalami serangan saraf di muka yang menyebabkan posisi anatomi di muka jadi miring. saya ada sedikit feeling perhaps i was having something similar. i did a few facial tests, mencoba menarik muka dengan cara senyum, ngangkat alis, dll. true enough, sebelah mukaku tidak begitu responsif. it was more than 10 years ago, dan saya sudah lupa muka bagian mana yang kena serangan ini. mungkin sebelah kiri. saya mencari temen kostku untuk ikut inspeksi untuk memastikan. dan dia meyakinkanku saya tidak gila. :cengir:
setelah nimbang2, saya interlokal ke ortu, nanya mereka. biasanya kalo sakit, saya jarang telpon ke ortu. biasa setelah sembuh baru saya telpon ngabarin. tapi untuk yang ini, walo gejalanya tidak sama persis seperti yang pernah saya lihat di ayahku, mungkin tidak ada salahnya nanya. mungkin mereka tau sesuatu yang tidak saya ketahui. nothing much came out of it. ortu ada ngasi tau mengenai terapi yang dilakukan, tapi tidak menjelaskan apa yang terjadi. well, cant blame them. sama2 orang awam mengenai dunia medis.
siang itu saya ke dokter umum deket tempat kostku. ibu dokter itu langsung mendiagnosa bell's palsy. saya sendiri ga pernah denger tentang itu. dia sendiri bilang ini cukup umum. rite. kalo umum, kok saya ga pernah denger ato liat tentang ini, that's what i thought. saya disuruh ke ahli saraf di rumkit laen. sebelum keluar dari kantornya, saya minta dia sebutin lagi nama penyakitnya, barangkali ntar saya bisa nyari di internet ato nanya temen.
i did my research, dan getting ready mau ke dokter ahli saraf. out of curiosity, saya nanya ke mantan temen kostku di aptku yang dulu - sebut aja namanya ABC. dia calon mahasiswa kedokteran (pre-med student), one of the smartest and most amiable girl i've ever met. waktu kuceritakan masalahku, dia sangat fascinated, ternyata dia ga pernah denger tentang ini juga. dan dia ngotot ingin ngikut saya ke ahli saraf. i guess it was a good thing, karena saya dapet tumpangan dari temen sekelasnya yang juga sesama calon mahasiswa kedokteran, sebut aja XYZ. padahal tadinya saya udah mau nyari taxi.
so off we went to the hospital. sampe ke ahli saraf, ABC minta ijin apa dia bole ikut saya ke ruang dokternya, pengen denger langsung katanya. it was fine with me. dengan backgroundnya, sapa tau dia bisa ask the right questions ke dokter dibandingkan saya yang bener2 awam dengan dunia medis. yang lucu, dari langkah pertama kita memasuki ruang dokter, pertanyaan pertama oleh neurologistnya adalah "did you look it up on the internet? :lololol: ternyata pertanyaan ini sangat menyinggung temenku si ABC :cengir: ngomel2 dia saat kita dalam perjalanan pulang
to cut it short, stelah konsultasi, saya dikasi resep obat - steroid dan ntah apa lagi, plus obat tetes mata. tiap pagi at least harus minum 8-10 biji pil. eneq juga minum sebanyak itu tiap hari. untung obatnya hanya untuk 1-2 minggu.
selama itu tiap minum saya harus hati2 supaya tidak muncrat. sebelah mukaku tidak berasa, agak numb. kalo senyum juga cuman sebelah. tiap mandi, sebelah mataku selalu perih kena air sabun karena tidak bisa tertutup rapat. begitu juga saat tidur, kering. tidak bisa baca buku dan tidak tahan melihat monitor komputer, berair terus dan perih dan gatel. obat tetes mata yang dikasi dokter itu untuk mencegah infeksi. mana minggu itu saya harus ambil test TOEFL pula, yang harus dilakukan lewat komputer. selama reaksi muka saya datar2 aja, orang tidak sadar saya ada masalah di muka. tapi waktu saya mendemonstrasikan ke beberapa temen kuliahku dan temen kerjaku (saat itu saya kerja sampingan di kampus), mereka heran dan ketawa. kok bisa gitu. :cengir: ha, tell me about it :cengir: dan saya pun menjadi subjek observasi yang menarik untuk ABC dan XYZ.
thank goodness, tidak permanen. setelah sebulanan lebih, akhirnya gejalanya berangsur2 baikan. itu sala satu pengalaman yang aneh banget. it came out of nowhere. and went away just like that (dengan bantuan obat2an tentu saja).
and i still like the name. bell's palsy. nama yang sangat bagus. terutama saat diucapkan. pokoknya kedengaran enak di telinga. terlalu bagus untuk nama suatu penyakit.
dari dulu saya mempunyai morbid facination dengan hal2 yang berhubungan dengan anatomi manusia. ada orang yang alergi ngeliat organ2 tubuh manusia yang dipotong, dicongkel, di-ini-itu sampe berdarah2, biarpun cuman di tivi. saya suka nonton ginian khususnya kalo acaranya berhubungan dengan medis, fiksi (semacam serial ER) maupun tidak (dokumentari), hidup maupun mati. kayanya saya ga ada masalah menonton hal2 begini biarpun sambil lagi makan. setiap kali saya disuntik, atopun lagi donor darah, susternya biasa suruh saya jangan liat. but hell no, i want to see. biarpun itu lengan saya sendiri :cengir: saya tidak suka rasa sakitnya, tentu saja, tapi sepertinya rasa penasaran lebih gede, dan kesempatan jarang itu terlalu sayang untuk dilewatkan.
maka, wajar saja saya merasa harus membaca buku ini waktu melihat buku bekasnya dijual di tepi jalan - Stiff: the curious lives of human cadavers, oleh mary roach.
sampe baru beberapa taon yang lalu, saya sendiri ga tau apa itu cadaver. sampe dijelaskan oleh dokterku waktu mau operasi, karena dia mengatakan saya memerlukan tulang cadaver (organ dari orang yang sudah mati) untuk memperbaiki tulang tanganku yang pulihnya ga beres. well, antara itu, atau saya mencomot tulang dari bagianku yang laen. dan tentu saya saya memilih opsi pertama, biarpun katanya penyembuhan bakal sedikit lebih lama. thing is, why double the pain? dalam kasus itu, patahan tulang tanganku yang udah nyambung harus dipatahkan lagi. on another note, i completely missed out kesempatan melihat proses operasi itu biarpun waktu itu saya sempat terbangun saat sesi berlangsung, sayangnya ada kain yang sengaja diposisikan untuk menutupi sebelah pandanganku dari daerah operasi. all i could hear was suara seperti gergaji mesin. darn it. kesempatan untuk nonton yang sangat deket, yet so far.Quote:
dari dictionary.com
cadaver : a dead body, especially a human body to be dissected; corpse.
pengarang buku ini sepertinya juga mempunyai fascination yang sama sepertiku. di sini dia menulis tentang mayat, dan segala informasi mengenai apa yang terjadi pada badan manusia setelah seseorang meninggal. disumbangkan? sebagai spesimen studi untuk ahli bedah dan pakar anatomi? crash test dummies? sejarahnya? bagaimana manusia memanfaatkan dan mengekspoiltasi organ / mayat? pencurian mayat untuk diperjual belikan? dll.
it sounds horrible. tapi di topik yang seharusnya mengerikan dan menyeramkan, ditulisnya dengan cukup ringan dan humoros, without being disrespectful. sepertinya dia sudah melakukan research yang cukup banyak mengenai topik ini. gaya tulisnya seperti orang yang lagi bercerita, lengkap dengan komentar2 lucu dan anekdot2 dari pengalamannya sendiri saat lagi melakukan research topik ini. i quite like it. definitely recommended.
saya tau dari dulu juga i have given a lot of thought (perhaps more than i should) about anything related to death, baik kematian itu sendiri, cara kematian, maupun sisa / hasil kematian. dan saya selalu menyayangkan adanya rasa tabu yang selalu diasosiasikan pada badan / organ orang mati, padahal kematian itu sesuatu yang sangat alami. i find it rather ironic. ada yang berpikir, end of life means end of usefulness. padahal kupikir justru sebaliknya. yang pasti saya tidak ingin mayatku disia2kan begitu saja. dan saya juga yakin cukup banyak orang yang juga sadar betapa bergunanya cadaver. tapi kelangkaan cadaver diperparah oleh rasa tabu, larangan agama, maupun keseganan manusia sendiri. mungkin tidak nyaman dengan idea akan badannya diubek2 dan diteliti setelah mati. dan seperti yang dikatakan mary roach, there is something about death that makes us helplessly polite. untuk meminta donasi cadaver dari anggota keluarga yang baru kehilangan, tentu sangat tidak nyaman dan bikin serba salah :cengir: saya suka merasa kasian dengan pekerja medis, yang harus mengabarkan kabar buruk, apalagi meminta donasi cadaver. saya salut dengan mereka, dan saya ga bisa bayangkan berada di posisi mereka.
saya inget waktu pertama kali melihat Kartu Identitas amrik, seperti KTP / SIM. ada satu informasi di kartu itu yang menurutku ide yang sangat bagus. applicant akan ditanya akan kesediaannya untuk mendonasikan organnya saat isi formulir untuk bikin kartu identitas. jika bersedia, maka ada gambar hati kecil berwarna merah yang dicetak di atas kartunya. briliant. it makes perfect sense.
sebagai manusia yang masih hidup, kita cenderung tidak memikirkan apa yang terjadi setelah mati. dan saya tidak bermaksud urusan 'setelah mati' seperti surga dan neraka, tapi lebih ke urusan logistiknya. saya inget bbrp taon yang lalu waktu bikin surat warisan/wasiat gini, memang hanya menggunakan servis online saja, yang mana sudah ada templatenya dan lalu tinggal dinotaris, ternyata ada banyak sekali hal2 yang tidak terpikirkan olehku. keputusan untuk mendonasikan badan ataupun tidak, bukan sesuatu yang bisa dipaksakan. keputusan itu adalah hak masing2. setiap orang mempunyai kepercayaan dan keinginan sendiri mengenai cara penanganan mayatnya. for some, bahkan sama sekali tidak ingin memikirkannya. sedangkan sikap cuek begini menurutku nantinya hanya akan mempersulit anggota keluarga laennya nanti saat beneren sudah meninggal. tapi bagaimana menghimbau orang untuk proaktif? seperti menyatakan dengan jelas apa yang diinginkan, dan spare other family members from making the decision? seriously, kematian memerlukan PR yang lebih positif.
semalam waktu pulang lembur, saya ketemu seorang anak muda dalam kereta. masi muda banget kalo diliat dari perawakannya, ngga keliatan mukanya karena duduk nyamping menghadap ke dinding, kurus, dekil, dan rambut pirangnya yang shaggy menutupi mukanya. saya perkirakan mungkin masi belasan taon.
there was something wrong dengan gambar anak muda itu. keliatan seperti stengah tidur. tangannya stengah terulur di udara seakan2 ingin meraih sesuatu, tapi tidak bergerak. sebelah tangannya lagi memegang kantong plastik dan kartu cardboard yang biasa ditulisin untuk minta sumbangan. kadang terdeteksi gerakan yang sangat pelan yang menunjukkan dia sepertinya bukan lagi tidur. keliatannya bener2 teler ato high. mungkin narkoba? i dont know.
ada seorang wanita relatif muda juga yang duduk menyamping dan keliatan lagi berbicara ke pemuda itu. sekilas saya mengira dia adalah temennya anak muda itu. arah pembicaraan sepertinya juga cuman satu arah, wanita ke anak muda, tapi tidak sebaliknya. mungkin terlalu teler untuk membalas bicara. posisi duduk saya terlalu jauh untuk menangkap pembicaraan mereka, tapi temen seperjalananku yang duduknya lebih deket bisa mendengar percakapan itu, yang lalu diceritakannya padaku. it went along this line:
percakapannya tentu lebih lama. tapi kira2 begitu intinya. saya sendiri sampe ke stasiunku duluan sebelum wanita itu sampe ke stasiunnya. i guess he was one of those run-away / homeless kids. kudos for the woman for giving him her piece of mind, although i dont know if the boy was sober enough to register it. witnessing something like that kinda ruined the rest of my night. *sigh*Quote:
You are still young, get a real job..
This is not the life for you..
I'm getting off in two stops..
Please find a job..
God bless you..
sangat disayangkan. masih muda sekali padahal.
http://finance.yahoo.com/news/elite-...124855202.html
dunia pendidikan jaman skarang sudah sangat berbeda ya?
saya masih inget waktu pertama kali ngeliat banyaknya video kuliah di iTunes, serasa lagi berada di supermarket tinggal milih mo nonton subjek apa yang menarik. Dan tentu saja Khan Academy di youtube, yang kemudian meledak jadi seperti sekarang ini. Beberapa uni ternama juga bereksperimen dengan menawarkan kuliahnya gratis online di websitenya. Sejak itu, "kelas kuliah" yang tadinya pasif hanya lewat video, berevolusi menjadi jauh interaktif. Suksesnya beberapa kelas dari Stanford mengasilkan website seperti coursera yang bekerja sama dengan banyak universitas ternama laennya. Dan bejibun site2 pendidikan laennya seperti codeacademy (khusus programming), university of the people (it behaves like a real univ, dengan tujuan khusus menawarkan pendidikan gratis), edx (kolaborasi harvard dan mit, site yang baru saya ketahui dari artikel di atas), dan beberapa lagi yang sudah saya lupa namanya.
saya sendiri ada enroll ke beberapa kelas dari coursera, walo ga terlalu rutin, padahal ada terlalu banyak kelas yang pengen saya ikutin. But it's amazing ngeliat betapa beragamnya background orang2 yang ikut mengambil kelas2 di sana, baik dari umur, negara, bahkan bidang pendidikan/pengalamannya. kalo udah ngeliat kaya gini, bikin kita jadi mikir juga, everything is possible thanks to technology. rasanya dunia menjadi sangat kecil sekali. anything is possible. kalo dulu kita harus nyiapin banyak modal untuk sekolah, kuliah, apalagi ke luar negri. skarang semua orang bisa mempunyai kesempatan yang sama selama mempunyai akses internet dan komputer. and this is great.
kalo ngeliat sejarah peradaban manusia secara garis besar, rasanya kita berubah dan berkembang dengan sangat sangat sangat cepat sekali di era teknologi dan informasi. it exploded at exponential rate. ada kalanya saya berharap bisa hidup di jaman dulu di mana gaya hidup jauh lebih simpel. tapi saya ngga bisa deny kalo saya juga sangat bersyukur bisa menyaksikan perkembangan teknologi seperti jaman skarang.
there are just too many possibilities. :mikir:
http://news.yahoo.com/toilet-technol...203232552.html
dammit!
saya pengen ke toilet fair ini! ::arg!::
not as participant of course (ga nyampe), but as audience :cengir:
kompetisi ini diadakan oleh bill and melinda gates foundation untuk me-reinvent toilet technology, dengan cara high tech maupun low tech.
check out the threshold :
that's very very impressive. bayangkan potensi dan manfaatnya.Quote:
To pass the foundation's threshold for the world's next toilet, it must operate without running water, electricity or a septic system, not discharge pollutants, preferably capture energy or other resources, and operate at a cost of 5 cents a day.
HUGE!
ada kejadian dari jaman kuliah yang saya inget sampe skarang. waktu itu saya lagi di perpustakaan, critanya mo bikin tugas yang perlu dikumpulin. masalahnya saya lagi sakit. ga demam, tapi batuk berat. daerah perpustakaan yang harusnya tenang jadi brisik karena saya batuk terus. mau pulang, ga bisa, karena tugas blom selesai. trus ada seorang ibu2, mungkin sesama mahasiswa, yang tiba2 nyamperin ke meja saya dan ngasi saya cough drop (permen kulum buat nekan batuk). saya sangat berterima kasih, tapi pada saat yang sama juga ngerasa ga enak, ntah apakah dia memang lagi berbaik hati nge-share cough dropsnya karena kasian dengan saya yang lagi batuk berat, ato merasa terganggu dengan batukan saya di perpus dan secara halus ngasi hint supaya saya keluar dari perpus ato ingin saya tidak berisik dengan memberi permen itu.
i gave her the benefit of the doubt. mungkin dia memang bener kasian dengan saya. dan sampe skarang saya masi inget aksi kecilnya tapi sangat berarti buatku.
semalam pas lagi dinner di luar, ada cewe di meja sebelah yang juga batuk berat. bener2 batuk berat. kelihatan menderita sekali. saya merasa seperti melihat diri sendiri karena minggu lalu saya juga batuk pilek berat. dan berhubung saya baru sembuh, di tasku masih ada obat batuk pilek dan throat lozenges (obat kulum) sisa kemaren2. sebelum cabut, saya mampir ke mejanya dan ngasi dia obat2 itu. semoga tenggorokannya bisa lega sedikit.
but what happened? saya diketawai oleh temen dinnerku. ga da badai ga da salju tiba2 ngasi stranger obat, begitu katanya. sampe besoknya dia juga masih ngetawain saya sambil geleng2 kepala.
is it wrong to pay it forward?
whatever it is, i hope the lady from yesterday will pay it forward too.
after posting at the other thread, it got me thinking :mikir:
kurasa pertanyaan identitas bukan pertanyaan baru. migrasi sudah sering terjadi sejak dari dulu. tapi di era globalisasi dengan perkembangan teknologi dan akses transportasi yang sangat gampang mungkin membuat pertanyaan ini lebih sering muncul. do you identify yourself berdasarkan ancestry ato nationality? ini pertanyaan klasik. dan pertanyaan itu mungkin lebih ditujukan pada turunan imigran.
tapi bagaimana dengan anak multirasial? do you identify yourself berdasarkan ras ayah ato ibu? interracial kids bukan hal baru, tapi di jaman skarang hal itu hanya akan terjadi semakin umum.
kadang saya penasaran dengan generasi2 kedepan, earth is going to turn out as one giant human melting pot. akan sangat menarik melihat impact sosial dan cultural yang muncul dari ini. but i probably won't live long enough to witness it.
kehidupan manusia terdiri dari banyak keputusan yang diambil sepanjang hidupnya, baik keputusan kecil maupun keputusan besar. bagaimana keadaan hidupnya di masa sekarang, atau persepsi hidupnya, maupun situasi hidupnya, semua itu dipengaruhi dan dibentuk oleh pelajaran2 hidup dan keputusan2 yang diambilnya di masa lalu.
kurasa kebanyakan orang pasti pernah mempertanyakan keputusan hidupnya di suatu saat. apakah itu keputusan yang bener ato salah kalau dilihat dari masa depan setelah tau hasilnya? apakah dia akan merubah keputusannya kalo seandainya diberi kesempatan lagi? ato, andai pun dia tidak menyesal dan masih tetep akan memilih keputusan yang sama di kesempatan yang sama, bukan berarti dia tidak pernah terpikir akan bagaimana kemungkinan keadaan hidupnya seandainya dia memilih keputusan yang satunya. harus digaris bawahi, ini tidak sama dengan menyesal, tapi sekedar toying with the idea dengan kehidupan dengan possibility laen.
satu hal yang kupelajari dari hidup adalah, di saat lagi berada di persimpangan hidup yang memerlukan keputusan besar, pikirkanlah baik2, dan setelah keputusan diambil, jangan melihat kebelakang lagi. saya memang hampir tidak pernah merasa menyesal dengan keputusan yang kuambil, terutama saat diambil dengan sangat sadar. dan biarpun keputusan itu ternyata bukan keputusan yang terbaik, tetep no regrets. i take that as learning experience. bukankah pengalaman hidup adalah guru terbaik? dan tentu, kalo seandainya saya diberi kesempatan lagi untuk mengambil keputusan laen yang lebih baik, i should learn from the experience dan memilih keputusan yang mempunyai hasil lebih baik itu. i just don't dwell on what's been decided.
keadaan kehidupanku sekarang juga hasil keputusanku. dan tidak ada rasa penyesalan berarti selama ini. tapi bukan brarti saya tidak pernah terpikirkan how would my life be kalo seandainya saya memilih keputusan laen? seperti kehidupan alternate laen, ato kehidupan paralel, ato kehidupan dengan possibilities laen (or not), kalo seandainya hidupku bisa dipecah2kan di setiap titik keputusan baru diambil.
i would like to think kebanyakan orang yang hidup merantau pasti akan pernah terpikirkan bagaimana seandainya dia memilih untuk hidup tetep di daerah yang dia familiar. pertanyaan itu sudah sangat sering terlintas di kepalaku sejak pertama kali memutuskan hidup keluar rumah. semakin jauh jaraknya semakin kentara pula perbedaannya. di beberapa kesempatan saat berada di pantai lautan pasifik setelah sekian lama tidak pulang, saya sempat berpikir "aha. ini titik terdekat ke rumah setelah sekian lama. just across the ocean is home. cuman seberang aja". sejenak kita bayangkan jarak "cuman seberang" itu seperti jarak nyebrang jalan raya aja. dan sejenak kita lupakan seberapa besar lautan can be. di saat demikian juga, you can't help to think "what-if" dengan keputusan laen itu. mungkin hidup bisa lebih simpel, lebih lambat, lebih praktis, dengan its own set of problems. mungkin? sejak terakhir pulang rumah waktu itu, saya seperti menyicip kembali rasa kehidupan masa lalu yang sudah hampir saya lupakan. ternyata the familiarity akan gaya hidup itu, maupun hidup di antara orang2 yang mirip denganku, can be quite comforting. taste dan possibility itu jadi kembali melekat erat lagi di pikiran.
"how would my life turn out to be?"
I am not changing my decision, definitely not in the near future. Tapi kurasa pertanyaan ini akan nempel di kepalaku seumur hidup, karena apapun keputusanku, saya akan selalu bertanya2 dengan kemungkinan kehidupan yang satunya lagi.
Reminder to myselfQuote:
“Freethinkers are those who are willing to use their minds without prejudice and without fearing to understand things that clash with their own customs, privileges, or beliefs. This state of mind is not common, but it is essential for right thinking...” - Leo Tolstoy
karena ada kalanya saya lupa and was carried away
http://sports.yahoo.com/news/from-pr...his-peace.html
saya inget dua tahun yang lalu pernah baca sekilas mengenai atlet ini. mengenai seorang pemain baseball minor league, yang dikatakan sangat berbakat dan berpotensi untuk ke major league. dengan kata laen, a raising star. sama seperti american football (NFL) atopun basketball (NBA), baseball adalah cabang olahraga yang sangat besar di amrik. atlet2nya pun seperti selebritis, dengan kehidupan glamor dan gaji/endorsement-nya yang gede. it is a big business, after all. untuk bisa ke major league adalah pencapaian besar. cita2 setiap pemain baseball. jumlah duit yang dipertaruhkan pun sangat gede. kalo pun ada yang ga bisa main lagi ato pensiun, rata2 biasa adalah atlet yang cedera ato sudah lewat umur tertentu. tapi atlet ini malah sebaliknya. justru di puncaknya dia pensiun, dan memilih menjadi monk and later a priest di monastri gereja katolik.
artikel ini mengikuti ceritanya dua tahun kemudian. mengenai kehidupan lama dan barunya, mengenai ketidakpuasan spiritual dengan dunia materi, pencarian ketentraman, perang batinnya, dan pelantikan dia pada stage selanjutnya. masih sangat muda padahal. agak panjang, but very interesting read.
cerita dia agak mengingatkanku dengan mamanya kenalanku. mereka dari keluarga berada. kaya raya. memiliki rumah biasa di atas tanah, yang sangat tidak murah memandang minimnya lahan tanah di negara kecil seperti singapura. dan tidak hanya itu, rumahnya pun mempunyai lift, biarpun 'cuman' 4 tingkat. one day, ibunya memutuskan untuk meninggalkan segalanya, keluarganya, anak2nya yang sudah dewasa, kekayaan, dan memilih hidup sebagai nun/monk (biksuni) di kuil.
sometimes i wish i can do that and live without possession, but i know im not ready to face the world, or even commit to it if i were to do so. apapun kepercayaan mereka, saya merasa harus angkat topi untuk orang2 demikian, simply for the fact mereka bisa melepaskan segalanya, menjalani hidup sesederhana itu, untuk mencapai dan bisa merasakan ketentraman hidup.
^ sama kek saya, tp saya bahkan ga siap meninggalkan dunia
entah ya... mungkin suatu saat, hal spiritual bukan hal yg bisa dipercepat
http://news.yahoo.com/nkorean-soldie...075818506.html
once in a while, kita mendengar mengenai orang korut yang lari ato nyelundup ke korsel. yang ini seorang tentara korut, yang demi lari ke korsel sampe membunuh komradnya sendiri. ato bbrp taon yang lalu nonton dokumentari mengenai orang korut yang mau lari ke korsel harus pake keliling jauh dulu - dari korut ke cina ke thailand baru naik kembali ke korsel. very long winded. dan sangat banyak resiko. it's kinda sad, no?
i got a quick crash course mengenai sejarah korea bbrp bulan yang lalu waktu ke rumah temen seorang korean. quite fascinating. saya selalu berpikir, ah, mungkin masalah korsel dan korut akan berakhir seperti kisah berlin wall. tapi temenku ada opini laen, which makes sense. masalah korsel korut ga bisa dibandingin lagi dengan sejarah berlin wall, karena dari segi durasi sangat berbeda. berlin wall berlangsung selama 20+, or rather, hampir 30 taon. dan korean war, well, from the fifties, dan masih berlangsung. that's double the time. selama itu satu generasi sudah hampir berakhir. padahal yang masih "mengikat" korsel dan korut selama ini kan hubungan sodara yang secara kasar terputuskan oleh pembagian saat perang. masih ada sodara dan keluarga on both sides. but as the older generation goes, hubungan itu semakin tidak ada dan pelan2 ilang. sedangkan anak2 korsel yang lebih muda sudah tidak mempunyai memori atopun hubungan ke utara lagi. kemungkinan unification yang sudah sangat minim, mungkin malah akan hilang.
that's really really sad i think.
i know the issues are a lot more complex than this
but, why cant people just get along?
just a wistful thinking
menunggu thread Poll: Negara vs Keluarga
saya tau ada negara2 di eropa yang mempunyai beberapa bahasa resmi
tadi kebetulan baca artikel mengenai another royal wedding di luxembourg
dan negara kecil ini juga mempunyai 3 bahasa resmi
http://news.yahoo.com/royal-wedding-...050257312.html
but here is the fascinating thing:
how does 'gradual conversion' work? ::elaugh::Quote:
Luxembourg is a linguistically complicated country, a reflection of its complicated past.
...
Luxembourgish is related to German, but it is primarily a spoken language. In the country's schools, elementary students take all their classes in German. When students reach their teens, gradually all classes are converted to French. And English is studied the entire time.
that sounds amazing
and check this out
::doh::Quote:
But the language dearest to their hearts is Luxembourgish. As 71-year-old retired engineer Rene Ries — a typical Luxembourger, with a French first name and a German last name — said, Luxembourgish is generally spoken in the home. When there is a complaint, the police file their reports in German. Then the lawyers litigate the case in French.
saya bayangin aja udah pusing duluan ::elaugh::
how does that work? ::doh::
salut. not sure if it is a good thing or bad ::elaugh::
http://news.yahoo.com/korean-men-mak...051134289.html
definisi cantik dan indah memang sangat subjektif, opini bisa sangat berbeda tergantung pada budaya. dan kecantikan pun selalu diidentikkan pada wanita saja. tapi bagaimana dengan pria? what fascinates me adalah definisi cakep versi barat dan timur, sangat beda persepsinya.
sebenarnya udah cukup lama saya perhatikan trend ini. di barat, cowo2 biasa ingin tampil manly, kemachoan biasa dipersepsikan sebagai sesuatu yang atraktif. cowo ber-make-up is a big no-no. tapi ntah kenapa cowo2 asia timur yang ada di tivi2, terutama yang ngepop jaman skarang, cenderung ingin tampil "cantik". dan seperti yang ditulis di artikel itu, trend cowo korea memakai make up seperti cewe pun semakin umum di sana, bahkan disupport oleh cewe2 maupun pacar2 cewenya. biar keliatan gaul. dan tidak heran kalau market kosmetik untuk pria sangat besar di sana. padahal kalo diliat secara historisnya, justru di generasi sebelumnya, "The ideal South Korean man used to be rough and tough." - demikian stereotipe dan kesanku dulu.
betapa berbedanya konotasi dan persepsi masyarakat mengenai cowo bermake-upQuote:
While U.S. cosmetics companies report growing sales in male cosmetics, American men are often wary of makeup. "Men Wearing Makeup a Disturbing Trend" was how American columnist Jim Shea titled a recent post.
In South Korea, however, effeminate male beauty is "a marker of social success," according to Roald Maliangkay, head of Korean studies at Australian National University.
very fascinating, dont you think?
:mikir:
mungkin lebih mudah, gu, soalnya lingkungannya terkondisikan seperti itu :D
g sendiri, karena pindah2 daerah tempat tinggal, mau ga mau jadi ikutan mempelajari 1-2 bahasa daerah, kan?
orang indonesia, otomatis mereka biasanya menguasai bahasa sukunya dan bahasa indonesia (untuk yg daerahnya kuat bahasa kesukuannya)
belum ditambah bahasa inggris di sekolah
banyak hal2 yang kita take for granted selama ini. seperti listrik dan air. ato sinyal hape dan internet. kemaren saya menjemput dan memberi tumpangan rumah ke teman yang daerah tempat tinggalnya ga da listrik gara2 bencana. the moment saya memasuki neighborhoodnya, sinyalku langsung hampir hilang. panik mungkin istilah yang terlalu keras dan bukan perasaanku saat itu. tapi yang pasti saya sempat merasakan a little discomfort. mungkin karena satu2nya modus komunikasiku dengannya terputus apalagi di situasi itu kita harus saling kontak. we have relied so much on technology. dengan sedikit kehilangan fasilitas itu, kita merasa seperti lagi mengalami suatu kecacatan hidup. sure, itu hanyalah ketidaknyamanan. tapi untuk hal2 yang lebih mendasar lagi seperti air bersih untuk minum, ato listrik untuk ngepower ini itu, impactnya semakin gede. banyak hal2 sepele yang tergantung pada itu, yang membantu keberlangsungan hidup, dan selama ini kita take for granted. kita tidak menyadari apa yang kita miliki sampai kita kehilangannya. not to mention, mereka yang kehilangan rumah dan sodara. sebagian orang, tidak kehilangan apa2 secara material, tapi hanya merasakan ketidaknyamanan hidup sementara. sedangkan ada pula sebagian, yang justru semakin bertambah bebannya, baik secara materi maupun bukan.
banyak pula orang yang merasa entitled, yang merasa mereka harus diladenin. saat kita terlena dengan kenyamanan akan standar hidup tertentu beserta fasilitas2 yang ditawarkan, kita cenderung lupa posisi kita. i have to keep reminding myself supaya tidak seperti demikian. i have been very lucky that i am not losing anything. bahkan segala fasilitas itu pun tetap masih ada.
i am very grateful. dan besok, separah2nya masalah transportasi ke tempat kerja, i have to keep thinking about those un-luckier ones.
http://gma.yahoo.com/michigan-man-29...opstories.html
berita lama, but still worth mentioning.
seorang tua, tapi masih kuliah. sejauh ini sudah koleksi 29 degrees, dari s1 sampe s3.
dia mengaku bukan grade-a student. hanya hobi kuliah.
i like learning too, dan selalu ada keinginan untuk kuliah dengan jenis bidang yang beragam. tapi saya mungkin tidak ada kedisiplinan seperti itu. itu hanyalah rencana saat sudah pensiun nanti. ato setelah menemukan ritme hidup yang lebih stabil. *alasan*Quote:
... 71-year-old Michael Nicholson of Kalamazoo, Mich. Nicholson has earned 29 degrees and is now pursuing his 30th.
...
Nicholson has one bachelor's degree, two associate's degrees, 22 master's degrees, three specialist degrees and one doctoral degree.
...
His wife is highly educated in her own right, with seven degrees of her own.
...
When asked what advice he would give to recent graduates, Nicholson paused before saying, "Don't quit too soon. Keep up with your aspirations. A lot of people tend to throw in the towel and have to come back to it later. Don't give up on your aspirations too soon."
he is indeed the ultimate life-long learner. and the ultimate example kalo belajar tidak mengenal usia. memang hidup seharusnya demikian. saya harap dia diberi umur yang panjang supaya bisa mencapai targetnya untuk mendapatkan 33-34 degrees, saat berumur 80an nanti.