Originally Posted by
TheCursed
No it isn't.
Kacuali di cambuk sampe mati. Banyak yang pengen suffering to the death juga. Itu-pun, artinya hukuman mati malah jadi kedengaran lebih baik.
Terlepas, suffering-nya nggak spesifik seperti yang gue mau.
Cambuk cuma penderitaan beberapa saat, plus, kalo selamat, fisikal scars.
Dalam kasus yang di contohkan Kong Sur, korbannya, yang asumsinya adalah anggota keluarga dekat gue, selain dapat physical scars, dia juga bakal menderita, high possibility, torturing mental scars for the rest of her/his life. Itu kalo nggak jiwanya broken sekalian.
So, di mata gue, yang adil adalah, jiwa si pelaku juga harus di hancurkan, seperti jiwa korbannya hancur, plus dia juga harus merasakan sakit batin yang gue derita ngeliat hancurnya jiwa anggota keluarga gue.
So kalo abis di cambuk 100(atau 1000 ?) kali dia masih idup. Keluar rumah sakit, gue liat dia udah sehat, gue bakalan tetep cari itu orang.
Belom lagi di hitung mereka yang pengen pembalasan 'adil' itu adalah 'an eye for an eye'. Literal. Yang di artikan, lo celakain keluarga gue, keluarga lo nasibnya bakalan sama.
Belum lagi, kalo kita perhitungkan, just face it, ada orang2 yang, karena sesuatu dan lain hal, mentalitasnya kayak anjing rabies yang emang nggak bisa di biarin idup kalo pengen sebuah masyarakat merasa aman dan move on with life.
Belom lagi, kalo di perhatikan kalimat yang kamu gunakan "Kalo gitu hukuman cambuk lebih melimit dong".
Darimana kamu tau kalo hukuman ini bakalan 'lebih' melimit mimpi psikopat orang2 macam gue, dibanding hukuman mati, eh ?
Punya angka perbandingan statistiknya ? Atau cuma asumsi kamu aja ?
Dan kalaupun ada riset statistik dengan akhir kesimpulan demikian; Andaikan ada 10 riset yang kamu ajukan, gue yakin, bakalan ada 10 lainnya yang menentang.