Gaklah jokowi ga mungkin sebodoh itu membubarkan kpk, dan seperti yg pernah gw bilang harusnya kpk ditambah hak imunitas, dan pimpinan kpk yg tidak menolak dicalonkan jadi eksekutif harus mengundurkan diri ::ngopi::
Printable View
♫Kpk kangen pengen ketemu ♫
♫Kpk ku ingin peluk kamu ♫
♫Kpk kangen pengen ketemu ♫
♫Kpk ku butuh perhatian kamu ♫
Alhamdulillah...
*sujud syukur*
Ternyata solusinya persis yang kuperkirakan.
Budi Gunawan batal.
Bambang Widjojanto diberhentikan.
Nasional
Batal Lantik Budi Gunawan, Jokowi Usulkan Badrodin Haiti Calon Kapolri
Kompas.com/SABRINA ASRIL
Wakapolri Komjen Badrodin Haiti
Rabu, 18 Februari 2015 | 14:25 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Joko Widodo batal melantik Komisaris Jenderal Budi Gunawan sebagai kepala Polri. Presiden memutuskan mengusulkan calon baru, yakni Komisaris Jenderal Badrodin Haiti yang kini menjabat Wakil Kepala Polri.
Hal itu disampaikan Presiden saat jumpa pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (18/2/2015).
Presiden mengatakan, pencalonan Budi Gunawan sebagai kepala Polri telah menimbulkan perbedaan pendapat di masyarakat. Presiden memutuskan hal itu untuk menciptakan ketenangan dan memenuhi kebutuhan Polri terkait kepemimpinan definitif.
"Maka dari itu, hari ini kami usulkan calon baru, yaitu Komisaris Jenderal Badrodin Haiti untuk mendapat persetujuan DPR sebagai kepala Polri," kata Jokowi.
Polemik pergantian kepala Polri bermula dari keputusan Presiden mengajukan Budi Gunawan sebagai calon kepala Polri. Tak lama setelah usulan tersebut diserahkan kepada DPR, Komisi Pemberantasan Korupsi menjerat Budi sebagai tersangka korupsi.
KPK menetapkan Budi sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi berupa penerimaan hadiah atau janji selama menjabat sebagai Kepala Biro Pembinaan Karier Deputi Sumber Daya Manusia Polri periode 2003-2006 dan jabatan lainnya di kepolisian.
Meski berstatus tersangka, DPR tetap menyetujui mantan ajudan presiden pada masa Megawati Soekarnoputri itu untuk menjadi kepala Polri. Saat itu, hanya Fraksi Demokrat dan PAN yang meminta DPR menunda persetujuan tersebut. (Baca: DPR Setujui Tersangka Korupsi Budi Gunawan Jadi Kapolri)
DPR juga menyetujui Jenderal (Pol) Sutarman diberhentikan sebagai kepala Polri. Setelah Sutarman pensiun sebagai kepala Polri, kepemimpinan Polri dijalankan oleh Badrodin.
Belakangan, Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Sarpin Rizaldi memutuskan bahwa penetapan tersangka Budi Gunawan tidak sah. Putusan itu terkait gugatan praperadilan yang diajukan Budi Gunawan. (Baca: Tanda Tanya di Balik Putusan Hakim Sarpin)
KPK belum memutuskan langkah apa yang akan diambil menyikapi putusan tersebut. KPK akan mempelajari terlebih dulu substansi putusan.
Bagus, duo budi out,tinggal samad ::hohoho::
Errr..
Kong [MENTION=320]surjadi05[/MENTION]
Samad juga out.
Dan cuma satu Budi yang out
^^^ samad dipecat juga ya? Baguslah
Lah budi yg satu lagi kan ga dicalonkan? Kan cuma komjen haiti calon tunggalnya::ungg::
Nggak.
Langsung calon tunggal Badron Haiti.
Dengan pertimbangan sudah sebulan dia menjabat Plt Kapolri.
Malah tepat menurutku.
Memang ada gosip kasak-kusuk.
Tapi Badron Haiti itu netral, tidak support KPK tetapi tidak anti KPK.
Ini kutipannya
Kemudian akan menerbitkan Perpu untuk pejabat KPK yang baru itu juga tepat.Quote:
Sehubungan dengan pengangkatan Komisaris Jenderal Polisi Drs Budi Gunawan sebagai Kapolri telah menimbulkan perbedaan pendapat masyarakat, maka untuk percepatan ketenangan serta memperhatikan kebutuhan kepolisian negara republik Indonesia untuk segera dipimpin oleh seorang kapolri yang definitif, maka hari ini kami mengusulkan calon Kapolri yaitu Komisaris Jenderal Polisi Drs Badrodin Haiti untuk mendapatkan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat sebagai Kapolri.
Yang kedua, saya memutuskan saudara Komisaris Jenderal Polisi Budi Gunawan untuk terus memberikan kontribusi terbaik untuk Kepolisian Republik Indonesia untuk makin profesional bekerja untuk rakyat. Kontribusi ini dapat dilakukan dalam posisi dan jabatan apa pun yang nanti diamanahkan kepadanya.
Karena ini sifatnya darurat, jadi gak perlu lewat DPR lagi.
Disahkan atau tidak, Perpu langsung dijalankan saat itu, tanpa proses panjang, hingga ditolak DPR.
Yang dipilih, salah satunya pak Ruki, itu juga tepat. Dia mantan KPK dan juga mantan polisi. Jadi dia bisa jadi jembatan.
Bukan pecat permanen, diberhentikan sementara. Yah walau bedanya ndak terlalu banyak toh masa jabatan mereka hampir selesai. Lagian kenapa ndak berani, kan sesuai konstitusi.
---------- Post Merged at 06:22 PM ----------
Cuman Badrodin ini kan sempat ndak dianggap sama Bareskrim. Mau tak liat nanti kalau sudah definitiv Budi Waswewos tingkahnya gimana.
Menurut saya diberhentikan sementara, dan masa jabatan habis bedanya bagai langit dan bumi tapi di tv oon, samad dan bw beserata "aktivis" anti korupsi melakukan perlawanan dengan ngomong presiden melakukan kriminalisasi kpk dengan mengorek salah di masa lalu, bla bla bla ::ngopi::
Jadi [MENTION=41]kandalf[/MENTION] ga salah pilih lagi? :-"
Johan budi? idola gw.. samad, kelaut aja lah mad.
Lho, masa BW juga melawan? Dia sudah lama kok kirim surat pengunduran diri. Kalo AS memang belum, soalnya masi sibuk curhat di media.
Yang saya maksud ndak beda jauh itu soal masa jabatan. Bentar lagi juga ampir habis. Kalo soal image si bisa beda, tapi semua perlu bukti di pengadilan. Saya sih ndak mau nuduh mereka berdua salah sebelum ada keputusan salah.
Berkaca pada kasus Bibit - Chandra, kasus mereka dideponeering artinya menurut orang pintar hukum mereka sebenarnya belum terbukti tidak bersalah tetapi kasusnya dihentikan karena ada kepentingan yang lebih besar. Image mereka kayaknya baik2 aja sekarang.
Pak Johan Budi ini orang Mojokerto, so i'm with him
Selamat bertugas pak, banyak2 berdoa dan waspada, banyak yg ingin anda jatuh, dan tersungkur
Saya tak pernah merasa salah memilih. Saya hanya menyesal memilih. Ada bedanya.
Sudah ada beberapa kerusakan karena Presiden Joko Widodo lama dalam mengambil keputusan.
Tapi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.
Efek samping lainnya ditutup pelan-pelan.
BW sudah mengajukan permohonan mengundurkan diri.
Sekarang saatnya dia komitmen dengan permohonan sebelumnya.
Tapi wajar kalau BW sampai kemarin masih komentar tak enak karena sebenarnya sudah banyak kerusakan yang terjadi karena Joko Widodo diam.
Jadi solusi kemarin sebenarnya solusi telat.
Tapi buatku lebih baik telat daripada tidak sama sekali.
Iya makanya pada kasus bw saya pakai kata2 "membela diri" sedang pada kasus as saya pake kata "melawan" ::ngopi::
JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan bahwa situasi dan kondisi politik di Indonesia akan kembali stabil dalam beberapa waktu ke depan. Ia mengakui bahwa dalam beberapa waktu terakhir, terjadi masalah yang cukup besar dalam situasi politik nasional.
"Minggu depan akan jadi minggu terbaik. Situasi politik kembali stabil, tidak ada lagi partai pemerintah atau partai oposisi," ujar Jusuf Kalla saat menjadi pembicara dalam Musyawarah Kerja Nasional I PPP di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (19/2/2015).
Kalla menambahkan, beberapa keputusan pemerintah mengenai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) juga ikut membuat kondisi ekonomi dalam situasi yang baik.
Dalam mukernas tersebut, Kalla juga mengimbau agar PPP dapat menyelesaikan masalah internal partai. Kalla meminta agar semua partai, baik partai yang berlandaskan keagamaan maupun nasionalis, untuk tidak membeda-bedakan berdasarkan kepentingan.
"Bahwa ada masalah yang terjadi, alhamdulilah kita selesaikan, tidak ada yang sulit. Kami bisa, PPP juga bisa," kata Kalla.
Dalam pernyataan resmi di Istana Merdeka, Rabu siang kemarin, Presiden Jokowi memutuskan untuk membatalkan pelantikan Budi Gunawan sebagai kepala Polri. Jokowi kemudian menunjuk Wakil Kepala Polri Komjen Badrodin Haiti sebagai calon tunggal kepala Polri untuk diajukan persetujuannya ke DPR.
Selain itu, Presiden juga memberhentikan sementara dua pimpinan KPK yang berstatus tersangka, yakni Bambang Widjojanto dan Abraham Samad. Sebagai langkah penyelamatan terhadap KPK, Jokowi mengeluarkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang untuk menunjuk tiga pimpinan sementara KPK, yakni Johan Budi SP, Taufiequrahman Ruki, dan Indriyanto
Semoga ada hikmahnya cicak vs buaya, dpr moga2 bersatu ::hohoho::
Dapet dari temen... ini bener banget kisah ttg BG....
Sedikit share sudut pandang berbeda ttg BG... Maaf jika kurang berkenan, yg tidak setuju silahkan kemukakan opininya secara santun & tlg jgn terbawa emosi..*
Tidak banyak yang tahu bagaimana sebetulnya sepak terjang dan fakta BG yang sebenarnya selama ini.*
Dan kita terlanjur 'menjudge' BG dengan berbagai anggapan yang menyudutkan.
Kita semua pasti tau jika BG itu kaya raya. Tapi kalian tau gak? Dari kekayaannya, BG menyumbang milyaran untuk penelitian penyakit & sosial? Bahkan BG memberikan hingga 48% pendapatannya untuk disumbangkan.*
Kalian percaya? Saya percaya.*
Sebagian besar pendapatan BG adalah bukan hasil korupsi ataupun tipu2. Semua bener2 hasil kerja keras puluhan tahun.
Bahkan BG pun sampai membentuk suatu yayasan khusus untuk mengurus kemana donasi yg dia berikan. Sampe segitunya.*
Jadi boleh dibilang, jasa BG sangat besar untuk berbagai riset tentang penyakit dan berbagai kegiatan sosial lainnya.
Jelas, sikap BG ini adalah teladan bagi kita, bahwa andai kita dikarunia rejeki yg melimpah, sumbangkan sebagian bagi umat manusia.*
Apakah kekayaan BG berkurang setelah banyak menyumbang? Tidak.*
Dia tetap kaya raya dan menjadi kaya raya tidak bikin BG jadi tinggi hati.
BG tetaplah jadi orang yang rendah hati, low profile, tidak hidup berfoya2 seperti sebagian besar orang kaya lain dan jelas tidak berskandal.
Jadi kalo sampai ada orang yang benci sama BG, yah..itu sih namanya sirik tanda tak mampu.*
Kenapa harus sirik & dengki pada BG?*
Kekayaan dan harta yg dimiliki BG murni kerja keras, prestasi dan keuletan selama bertahun2.*
Kenapa kita harus dengki dengan semua itu?
Justru, kita wajib mencontoh keuletan, kerja keras, . dan kedermawanan BG.*
Gak semua orang yg dikaruniai kekayaan bisa kayak dia.
Demikianlah sedikit cerita tentang.....
BG (Bill Gates)
*Mungkin ripos* ::hihi::
Ya know, komen bahwa "saya sudah menyumbang bla bla bla" itu kok yaaaaaa..... rasanya, kedengerannya, minimum mbleneki, maksimum riya. :ngopi:
dan soal sumbangan untuk kesehatan, just so you know, sebagai komparasi, Unit 731 punya Imperial Jepang di PD II itu sumbangsih-nya di bidang penyakit menular itu luar biasa sekali sampai hari ini. Dan tetep dosa mereka di hitung dunia-akherat.
48% nya orang kaya sama 48% nya orang miskin itu nilai rasanya beda.
^^
Err ada yg baca sampe habis ga? Yg dimaksd si hei itu bill gates, bukan budi gunawan ::ungg::
Nasional
Relawan: Kini Jokowi Paham Siapa Kawan dan Siapa Lawan
Kompas.com/SABRINA ASRIL
Presiden Joko Widodo saat memutuskan solusi atas konflik KPK-Polri di Istana Merdeka, Rabu (18/2/2015). Presiden batal melantik Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri.
Kamis, 19 Februari 2015 | 20:02 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Kisruh antara Komisi Pemberantasan Korupsi dan Polri dianggap membawa keuntungan tersendiri bagi Presiden Joko Widodo. Akibat kisruh yang berlangsung selama satu bulan lebih ini, Jokowi bisa mengetahui dan menilai siapa kawan dan siapa lawan sesungguhnya.
"Konflik itu mendorong orang untuk bersikap lebih jelas terhadap pemerintahan Jokowi. Siapa yang mendukung, siapa yang menentang, siapa yang plin-plan. Siapa yang mau perubahan , siapa yang serius dalam agenda rakyat dan pemberantasan korupsi. Semuanya menjadi jelas," kata Budi Arie Setiadi, Ketua Umum PROJO (19/2/2015).
Sikap antara kawan dan lawan, menurut Budi makin jelas saat Jokowi akhirnya mengambil keputusan. Jokowi membatalkan pelantikan Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri, meski penetapan dirinya sebagai tersangka sudah dinyatakan tidak sah di praperadilan. Jokowi pun mengusulkan Komjen Badrodin Haiti sebagai penggantinya.
"Sikap partai-partai di DPR jelas. Sikap lembaga penegak hukum, lembaga peradilan, semuanya jelas," kata Budi tanpa menyebut secara spesifik pihak yang dimaksud.
Oleh karena itu, Budi mengingatkan presiden agar tidak lengah menghadapi pihak-pihak yang menentang keputusan ini. Jokowi harus menyadari tidak semua pihak dapat menerima keputusan yang diambilnya.
"Masih ada pihak-pihak yang tidak legowo menerima keputusan itu. Bukan tidak mungkin kekecewaan ini nantinya muncul dalam peristiwa yang lain, mengingat masih banyaknya agenda yang berpotensi menimbuilkan kontroversi seperti persetujuan DPR atas pengangkatan Komjen Badrodin Haiti sebagai Kapolri, masalah reshuffle kabinet, dan pemberantasan korupsi," jelas Budi
Jadi ingat sinetron "semua kan ada hikmahnya"::hohoho::
baca dulu bos ampe abis
Ya lama lah, wong bukan masalah kecil. Lama juga bukannya didiemin. Jokowi membuat tim 9 segala itu bukan ga ada maksudnya. Jokowi sengaja memilih orang2 berkompeten sebagai juru bicaranya untuk melihat reaksi politik. Ga gampang bikin keputusan yg merugikan penyamun di sarang penyamun. Apalagi pengalaman jadi presiden baru seumur jagung. SBY yg jendral aja dibingungkan.
Ah PROJO kentut! ::ngakak2::
Kalo gak si Samad dan BW ngeluarin jurus cicak mabuk menetapkan BG jadi tersangka, sudah pasti sekarang BG jadi Kapolri. Trus apa yg bisa lu kata ttg Jokowi?
Nih gw tebak kira-kira apa yg akan dibilang oleh antek-antek Jokowi klo BG jadi Kapolri: Jokowi, did it again! Dia pilih BG jadi Kapolri. Lihat, APBN-P mulus kan? Bla..bla..bla...
Di sini justru Samad dan BW-lah bintangnya, meski mereka akhirnya terancam dibui. Merekalah yg serius dg agenda rakyat. Apa Jokowi yg serius dg agenda rakyat? ::bwekk::
^
Spoiler for :
Pentingan APBNP dari pada kapolrinya siapa. Menurut saya sih ::hihi::
Spoiler for Komentar pak Ruki, salah satu plt KPK dan mantan KPK, di ILC sebelum ditunjuk.:
Spoiler for Dan komentar prof. romli, pakar hukum pidana dan jadi saksi ahli di praperadilan BG.:
Masalah stigma. KMP kelompok setan, KIH lingkaran setan, dan Jokowi malaikat. APBN harus dg persetujuan setan. Karena itu, berikanlah sesajen kepada setan (baca: jadikan BG sbg Kapolri). Sehingga loloslah APBN tsb dari belenggu setan. Begitulah kira-kira pola pikir antek-antek Jokowi dulu.
Padahal, belum tentu juga antara BG jadi Kapolri dan lolosnya APBN berhubungan. Kalo ente saja bisa bilang lebih penting APBN dibandingkan BG, apalah lagi dengan setan di Senayan? APBN lolos dari Senayan - ini dg asumsi mereka setan - lebih karena setan-setan tsb melihat peluang mengais pundi-pundi di APBN. Masa bodoh dg BG, apakah mau jadi Kapolri atau tidak, yg penting ada celah nih buat balik modal kampanye dulu dan setor ke partai. Begitulah setan di Senayan.
::ngakak2::
So what? Yg penting sekarang, BG ga dilantik, RAPBN lolos jadi APBN. Masalah setan2 yang pengen mengais pundi2 kita liat saja.
Ini kan cuman ramalan dan andai2 dari salah satu setan yg meleset terus. ::ngakak2::
Kok stigma? It is about priority, bung! Ndak ada setan dan malaikat di sini. Semua campuran keduanya dengan kadar berbeda. Presiden targetnya APBNP karena tanpa itu ndak jalan pemerintahan. Lihat aja Ahok sampe sekarang masih berseteru dengan DPRD. Lambat diketok itu sangat berpengaruh dengan penyerapan anggaran dan handle yang telat2 itu ndak gampang. Perkara BG jadi sesajen dll mah adalah riak2 dalam pemerintahan. Biasa itu. Kalo adem ayem seperti zaman orde baru itu baru gue ngeri ::elaugh::
Tapi sudahlah...kusudah mengerti prioritasmu ::elaugh::
Kalo dibilang memang tak mesti ada hubungan antara APBNP dan BG pun pasti dirimu tetap ngotot ini dan itu.
Kadar berbeda? Tetap saja ujungnya sama. Makanan berbeda kadar garam. Tetap saja ujungnya dibilang yg satu makanan hambar, yg satunya lagi makanan asin. ::ngakak2::
Lho kok malah ngeri dg Orba, padahal bilang APBN lancar adalah penting buat presiden? Pada era mana APBN paling lancar di Indonesia?Quote:
Presiden targetnya APBNP karena tanpa itu ndak jalan pemerintahan. Lihat aja Ahok sampe sekarang masih berseteru dengan DPRD. Lambat diketok itu sangat berpengaruh dengan penyerapan anggaran dan handle yang telat2 itu ndak gampang. Perkara BG jadi sesajen dll mah adalah riak2 dalam pemerintahan. Biasa itu. Kalo adem ayem seperti zaman orde baru itu baru gue ngeri ::elaugh::
Lha kok ngeri dg Orba, padahal bilang urusan Kaporli riak-riak pemerintahan? Pada era mana korupsi paling sayup tidak terdengar?
Sudah terbiasa memberikan stigma. ::ngakak2::Quote:
Tapi sudahlah...kusudah mengerti prioritasmu ::elaugh::
Kalo dibilang memang tak mesti ada hubungan antara APBNP dan BG pun pasti dirimu tetap ngotot ini dan itu.
Hmm.. sekarang giliran Taufiequrachman Ruki (dan Indrianto Seno Adji) dianggap ga kompeten, ga meyakinkan, dlsb.
Mantan ketua KPK, dan segalanya (polisi, dpr, bpk, dll), tidak kompeten?
namanya juga para penggerutu :)
dan penggerutu itulah justru yg membuat keadaan manjadi capek gak keruan, kesannya hidup di negara ini udah doom banget
Ooo biasa ngasi stigma ya?
di situ kadang saya merasa sedih :lololol:
Kalo Ruki memang saya sudah dengar lama sepak terjangnya di kapeka bermasalah. Makanya mungkin namanya tidak masuk dalam daftar rekomendasi dari kapeka sendiri. Nama Ruki berasal dari istana, yang ditabulasi oleh Mensekneg. Kalo Indrianto karena dianggap banyak conflict of interest, yang ini sodoran dari Jusuf Kalla (sumber: tempo). Kenapa ndak si Busyro aja ya dipake lagi sementara waktu? Malah dibisikin nama2 yang kontroversial.