jreng!
::elaugh::Quote:
Demikian dikatakan Ketua Umum PBNU Dr. KH Said Aqil Siroj dalam jumpa pers Rabu siang (21/6) kantornya, jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat.
Printable View
Kalo jarang nonggol dimedia mungkin ga terkenal..
udah rekam-jejaknya si Ciko begitu. Kemarin juga dia ngga
tahu kalau ada Kedubes Palestina di Jakarta, dan Indonesia
belum mengakui Bosnia-Herzegovina, sampai ngotot malah.
yah, diingatkan saja agar lebih sering baca-baca berita
yang bernilai pengetahuan dan informasi umum.
ciko di telen bulet bulet sama om ronggo3:-O
Aaaaaaannnnnddd..... Emang Saudi ngejalanin Hukum Islam ?
Wong, Raja dan Pangeran-Pangeran(Dugem)-nya masih banyak ngejogrog begitu, kok. :P
Kalo emang ngejalanin Hukum Islam, engga ada lagi kepala negara yang namanya Raja, atuh. Atau gelar kebangsawanan kayak 'Pangeran'.
Yang ada namanya Khalifah. Dan jabatan itu di roll. Pejabatnya di pilih oleh Syuro(semacam Dewan Perwakilan Rakyat). heh.... :D
Saudi mah, cuma ngakunya make Hukum Islam.
Kalo cuma Ngaku doang, sih, gue juga bisa besok nongol di kantor pake topi dengan desain aneh, berbulu-bulu, terus ngaku Ratu Inggris. heh....
to the cursed : and your point is???
kamsud eke itu adalah hukum silam dalam hal pancung memancung loh
bukan dlm hal soal joged menjoget atw bulu membulu
kikikikkkkk..
Pointnya adalah: Hukum Islamnya sendiri, "bener salah"-nya masih debatable. Tapi gara2 si Saudi yang nggak pake Hukum Islam tapi ngakunya memakai Hukum Islam, maka banyak yang terdorong untuk udah ngambil kesimpulan bahwa "Pancung Memancung" itu in general udah pasti salah.
IMHO. Gue sendiri, kalo yang kena hukum pancung itu adalah makhluk2 kayak Rodovan Karadzic, hell, gue sendiri mau mengajukan diri buat jadi algojonya. Biarpun harus bayar.
btw, ada yang ngeliat tadi ga pidato tentang apa? jam 10-an?
masalahnya mau nolong apaan? sang korban udah ga ada? makanya Effendy Gozali juga berkata hal itu.
apa yang mau ditolong? dana? biaya santunan?
lah wong keluarga sampai ngusir begitu??
jelaslah birokrasi yang ber tele tele...
ditambah ketidaktegasan pemerintah.
ini kan sebenarnya masalah lama, TKW yang dianiaya..udah dari tahun berapa pula?
just my opinion..
Apa ini terjadi dijaman suharto? sukarno? Kalo pemerintah jaman sekarang memble, salah siapa? Wong maximal skrg cuman 10 taun skali.
sausQuote:
Yudhoyono, Komentar Keras, dan Anjuran Jangan Jadi Pembantu
Vonis mati terhadap Ruyati di Arab Saudi, belakangan ini, bergulir pula ke ranah politik. Banyak pihak yang, seperti diakui Presiden Yudhoyono di konferensi pers bersama tiga menteri di Istana Kepresidenan, pada Kamis (23/6) pagi, menggelontorkan komentar, kritik, bahkan serangan terhadap pemerintah.
Semua itu, kata Yudhoyono, datang dari pengamat, politisi, hingga anggota DPR. "Itu dibenarkan dalam demokrasi. Negara demokrasi pula memberikan hak pada pemerintah memberi penjelasan...berdasar data fakta logika dan apa saja yang telah dan sedang kita lakukan," kata Yudhoyono.
Itulah pembuka yang disampaikan Presiden sebelum penjelasan oleh tiga menterinya. Bergiliran, Menteri Marty Natalegawa, Menteri Patrialis Akbar, lalu Menteri Muhaimin Iskandar, "membela diri". Mereka menyebut sejumlah upaya yang telah mereka lakukan terkait kasus Ruyati maupun terkait TKI di luar negeri.
Usai penjelasan tiga menteri itu, Yudhoyono menyebut bahwa tiap negara punya hukum, adat istiadat, dan budaya yang berbeda. Warga pendatang wajib menghormati kaidah-kaidah itu. Bahkan Presiden mengaku kerap didekati untuk melunakkan vonis mati warga negara lain di Indonesia. Tapi, hampir semua permintaan itu ditolak. Presiden Yudhoyono berkomentar cukup keras: "Kalau ada warga negara kita dihukum mati di negara lain, mengapa warga negara lain lantas kita berikan pengampunan?"
Menutup konferensi pers, Presiden Yudhoyono mengemukakan harapan masa depannya. "Kita berupaya...di tahun-tahun mendatang, ekonomi tumbuh dan makin terbuka lapangan pekerjaan, apa itu di infrastuktur, manufaktur, pertanian, hingga usaha mikro dan menengah," ujar Presiden.
Yudhoyono berharap, semua warga negara bersedia menyukseskan semua itu. Terutama juga para pemimpin-pemimpin di daerah. "Saya instruksi gubernur, bupati, walikota, sekuat tenaga menciptakan peluang di daerahnya masing2. Dengan demikian, harapan di masa depan janganlah saudara-saudara kita bekerja di luar negeri di sektor rumah tangga," kata dia.
Yudhoyono menambahkan, di era globalisasi ini, TKI boleh saja bekerja di luar negeri, tapi lebih baik lagi bila dipekerjakan karena keterampilan yang dimiliki dan karena daya saingnya.
Amin...
--------------------------------------------------------------
lagi - lagi , baru muncul kasus doank bicaranya .... :facepalm:
yg masalah HP pun blm terealisasikan :mikir:
ga jadi TKI= no hp gratis hemat anggaran devisa wakil rakyat makin makmur::elaugh::
Ditengah kisruh hukuman mati Ruyati di Arab, FPI sibuk mengurus urusan yang lebih penting yaitu masalah operasi keperawanan Dewi Persik :
Quote:
Operasi keperawanan yang dilakukan Dewi Perssik memang membuat geger publik, termasuk ketua FPI Jakarta, Habib Selon, yang menuduhnya berbohong melakukan operasi tersebut. Padahal Depe sengaja terbang ke Mesir untuk melakukan operasi yang masih dianggap sangat aneh di Indonesia.
Disebut pembohong, emosi Depe memuncak. Meski nggak disampiakn secara langsung, mantan istri Saipul Jamil itu hanya berkicau melalui Twitter. Bahkan Depe menantang Habib Selon menikahinya untuk membuktikan keperawanannya.Wow, berani sekali pemilik goyang gergaji itu.
http://celebrity.okezone.com/read/20...i-tidur-bareng
Btw,lagi2 diatas OOT.
Klo mau cari tau komeng si habib riziq cari pake keyword yg bener di google.
Anyway..postingan gw mana yah?udah capek2 ngetik kok gak ke post di KM? ::elaugh::
Ok, back to topic
Gw lagi nungguin nih,kira2 itu menlu bakal diapain sama presiden kita, termasuk si dubes RI utk Arab Saudi.karena dlm kasus ini yg jelas2 bersalah adalah kemenlu aka pemerintah.Padahal di Kemenlu ada biro khusus bagian perlindungan WNI. Nah,kerjaan mereka tuh apa?
Tadi pagi nnton di SCTV, mewawancarain salah satu temen dekat Ruyati sesama TKI di Arab sana.
Menurut pengakuannya, sudah dari dulu (pas prtemuan terakhir mereka di Arab) Ruyati curhat pengen minta dipulangkan ke Indonesia.tapi katanya,ketika menghubungi pihak KBRI,telpnya sibuk melulu.
Gw jadi wondering, gmana sih mekanisme perlindungan TKI diluar negeri?
Apa sih kerjaannya org2 di KBRI sono? Knapa sptnya akses rakyat mereka sendiri kesana sangat terbatas?apa pada makan gaji buta semua?emosi gw.
Bisa jadi, saat terkena kasus prtama kali, mungkin Ruyati sudah berusaha menghubungi pihak KBRI.tapi mungkin ya itu....telp yang anda tuju sedang tidak perduli.
Imo, drpd pemerintah kita secara membabi buta tiba2 menghentikan pengiriman TKI ke Arab, lebih baik utk jangka pendeknya perketat proses pengiriman TKI ke luar negeri dan tingkatkan pengawasan dan perlindungan wni di luar negeri, khususnya negara2 rawan spt ini. Dan yg gak kalah penting,bubarkan semua agen2 pengiriman TKI ilegal.kalo perlu kirim densus 88 buat membumi hanguskan!
Kalo pemerintah kita protes thd pemerintah Arab yg dianggap tdk memberi kabar kepada KBRI soal kasus kriminal Ruyati...iya,memang ada benarnya.
Tapi, yang lebih gawat lagi adalah pihak2 berwenang yang tidak/malas mencari tahu bgmn keadaan sodara2nya disana aka pemerintah!
dewi masih perawan thaa .........
Berita “Orasi FPI” Dipelintir Siaran Liputan6
On November 25, 2010, in Berita, Uncategorized, by majelisvirtual
Setelah dikonfirmasi kepada pihak FPI, ternyata ultimatum tersebut bukan dari pihak anggota FPI.
“Itu tidak benar” ujar ketua umum FPI habib Rizieq Syihab. “Yang benar, saat ini FPI sedang menugaskan ketua DPP FPI bidang Advokasi Munarman SH bersama wasekjen FPI ustad Awit Masyhuri didampingi FPI Sudi Arabia investigasi langsung di Saudi”, lanjutnya.
Opo hubungane FPi karo babu2
ho oh..apa hubungannya ya FPI sama TKI ::elaugh::
jadi sang habib mau pergi kesana ama pengikutnya? :mikir:
OK lah kalau begitu,gw dukung, tapi jangan kembali kesini lagi ya.
Ga bakallah yg namanya habib pergi kesaudi.. kapan hari yg mau jadi relawan ke gaza aja ga berani gitu
Dubes Saudi Bantah Minta Maaf pada Indonesia Terkait Ruyati
Jakarta - Kisruh pemancungan TKW Ruyatin bin Satubi memasuki babak baru. Kedubes Arab Saudi di Jakarta menyangkal statemen Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa yang menyatakan Dubes Saudi telah mengaku lalai dan meminta maaf.
Bantahan Kedubes Saudi itu berkaitan dengan pemberitaan koran pada 23 Juni yang melansir statemen Marty bahwa Dubes Saudi telah mengaku lalai dan meminta maaf soal Ruyati. Hal itu tertuang dalam siaran pers kepada The Jakarta Post. Siaran pers itu diawali dengan tulisan "Press Release" disertai stempel Kedutaan.
Berikut isi statemen tertulis itu selengkapnya:
"Press Release
Merujuk kepada berita yang dimuat oleh sebagian media massa Indonesia yang terbit pada hari ini 23 Juni 2011 dengan judul: Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa: 'Pemerintah Arab Saudi Akui Lalai'.
Dalam kaitan ini, Kedutaan ingin menyampaikan penjelasan bahwa Yang Mulia Duta Besar Abdulrahman Muhammad Amien Al-Khayat, Duta Besar Kerajaan Saudi Arabia untuk Indonesia telah menemui Yang Mulia Menteri Luar Negeri RI Marty Natalegawa, pada hari Rabu tanggal 22 Juni 2011 dalam rangka hubungan bilateral antara kedua negara.
Dalam kaitan ini Kedutaan menjelaskan secara tegas bahwa Yang Mulia Duta Besar tidak menyampaikan kepada Yang Mulia Menlu RI bahwa ia mengungkapkan permohonan maaf Kerajaan atas tidak memberitahukan pihak Kedutaan Republik Indonesia di Riyadh mengenai pelaksanaan eksekusi hukuman mati terhadap TKI/Ruyati.
Dan juga tidak disampaikan kepada Menlu RI bahwa Saudi Arabia lalai mengenai pelaksanaan eksekusi. Namun yang disampaikan adalah bahwa Duta Besar Saudi Arabia tentang kasus TKI/Ruyati tersebut dan akan menyampaikan surat tertulis Menlu RI yang ditujukan kepada Yang Mulia Pangeran Saud Al-Faisal, Menteri Luar Negeri Saudi.
Kedutaan Besar Saudi Arabia mengharapkan bantuan media massa di Indonesia agar dapat kiranya menyiarkan penjelasan tersebut."
Pada Rabu (22/6), Marty menegaskan Arab Saudi telah mengakui kelalaiannya dan meminta maaf atas eksekusi Ruyati.
"Mereka menyampaikan penyesalannya mengenai perkembangan ini kepada kami tadi. Beliau menyampaikan bahwa intinya mereka lalai karena tidak menyampaikan kepada kita, seharusnya disampaikan," kata Marty.
Pernyataan itu disampaikan Marty saat ditanya soal hasil pertemuaannya dengan Dubes Arab Saudi yang digelar pada hari yang sama. Marty menyerahkan surat untuk Menlu Saudi kepada Dubes Saudi.
Pada hari Senin (20/6), Dubes Saudi juga dipanggil Kemlu untuk menerima nota protes Indonesia.
http://www.detiknews.com/read/2011/0...?992204topnews
Arab gengsinya gede juga
nah udah tau gitu mbok ya sudah dihentikan saja hubungan diplomatik sama Arab sekalian stop pengiriman TKI ke sono...dikasih standart gitu, minimal SMA dan mesti pelatihan minimal 2 bulan sebelum ke negara asal...masak ghak kapok2 nyetor nyawa nih orang2
siapa ya ibu yg juru bicara de.tenaga kerja itu, dia bilang ; tki yg dikirim itu jumlahnya ribuan, sitar 7orb org setahun, yg bermasalah hanya sekitar 5-7 persen...tlg pemerintah jg di apresiasi
si ibu, 5persen dr 70ribu ya banyak bu..masa nyawa orang di liat pake statistik ..png tak kemplang itu ibu2...
Sebaiknya pengiriman TKI jangan distop, cuma perlu di beri perhatian lebih.
Indonesia butuh penyaluran tenaga kerja, kalau gak disalurkan mau apa mereka di sini ?
Video pemenggalan Ruyati sudah di rilis ke media massa:
http://www.youtube.com/watch?v=kpLpy...embedded#at=44
Gak terlalu DP soalnya di shoot dari jauh.
^ algojonya mahir sekali tebas tuh
harus sekali tebas... kalo ga kasihan orangnya cuman 1/2 doank... gak bisa bayangin dah...
siapa yg udah buka video ituh? angkat tangan! (ceritain donk, gw ngeri bukanya :()
^ ga ngeri..mirip gambarnya kejauhan bayak yang orang kerumunan kayak acara kurbanan
tersu, keliatan ga kapaknya???
gak pake kapak, pake pedang...
bayangin aja lagi pegang pisau sama timun, trus ujungnya timun di potong pake pisau...
kira kira seperti itu
Gw ga nnton ah.drpada ntar gw ga bs tidur.
Eniwei, tadi pagi baca koran, (korannya lupa, google aja pasti dapet)
Headline nya gini nih bunyinya:
"MUI didesak utk keluarkan fatwa haram mengirimkan TKI"
----------------------
Heloooo...siapa sih tuh yg ngusul? (Gw ga baca isinya,cuman headlinenya doang ::elaugh::)
I mean, emangnya proses ngeluarin fatwa segampang itu???bisa pake pesenan???helooooo :palmface:
wajahnya si korban di tutup ga?
kalau ini film sih bakalan gw tonton, sengeri apapun
tapi ini? glek...kejadian nyataaaa
ngambil gambarnya dari jauh, jadi pas kepalanya potong ngga jelas
jadi di penggalnya make pedang , di tengah lapangan di tonton sama orang-orang banyak
algojonya make baju apa sih itu lho yang putih terusan kayak daster yang suka dipake sama syekh-syekh arab
cuma sekali tebas doang
bukan itu doang yang gede
ada ya orang orang mau nonton adegan pembunuhan kek gitu?
terus korbannya sambil berdiri ya? berati pas kepalanya potong..badannya lsg jatuh? atw menggeliat dulu?
addddddddduuuuuuuuhh..
kayaknya posisinya lg sujud..ngga serem kok (soalnya ngambil gambarnya dari jauh) cuma keliatan pedang doang
sereman mana hukum penggal / hukuman tembak mati / suntik mati / kursi listrik / kamar gas ?
korbannya berlutut, kepala nunduk 2 orang pakaian putih, 1 bawa pedang... tebas 2 orang itu mundur sejenak kemudian maju lagi ngecek kondisi.
disekitar sepertinya ada beberapa petugas berpakaian coklat untuk pengamanan.
bner bener kesadisan tiada tara
mati itu enaknya ga diketahui
udahlah jgn kirim tki lg kesana, masih ada negara2 lain toh, jepang..atw ke mana gitu...:(
emang sih manusia di indonesia ini udh terlalu bnyk, miskin2 pula, ga bisa apa apa..pemerintahannya korup, blangsak bener dah
hampir semua terpusat di jawa..di jakarta...daerah2 lain miskin dan nestapa, tapi pejabatnya gendut2..benci aku
bangsa bekas jajahan, abis merdeka dia menjajah bangsanya sendiri...