Page 4 of 12 FirstFirst ... 23456 ... LastLast
Results 61 to 80 of 231

Thread: Ruyati dan "pedang" Arab

  1. #61
    pelanggan tetap Ariti's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    578
    masih da 23 orang lagi yg sdg menunggu hukuman mati

    darsem n ruyati alhm. hanya yang terekspos

    god bless their soul ...

  2. #62
    pelanggan sejati Urzu 7's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    7,940
    Pas gw baca dikoran kemaren TKI kita dimalingsia lebih banyak yg dihukum ketimbangan diarab

  3. #63
    pelanggan tetap Ariti's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    578
    pembantu di indoensia ga ada standar gaji dan ga ada badan hukumnya ya

    kasian juga, harusnya gajinya di naekkin lagi, biar kerja di dlm negri aja

    jadi inget dulu film inem pelayan seksi...ada PBB nya..(persatuan babu babu) hehhehe

  4. #64
    Knapa semua ribut 2 siiiih !?!!!!!
    Darah bayar pake darah !!nyawa ganti nyawa? Lah pemenggalan sendiri kan hukum islam , shariah. Ini bukan hukuman barbar ; tapi hukuman yg diterapkan di arab sana. Klo dia emang ngebunuh org arab lalu mentang2 kita 1 negara dgn pembunuh ! Lalu kita musti membabi buta bela tki ??? Mnurut knalan gua yg arab di uea , orang indon hobi nyolong jadi nga heran banyak diberi d sana

  5. #65
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Mnurut knalan gua yg arab di uea , orang indon hobi nyolong jadi nga heran banyak diberi d sana
    Ini pernyataan yang keterlaluan,
    kalau pembantu nyolong makanan karena berhari2 gak dikasi makan, siapa yang salah ?

  6. #66
    Pemerintah Arab Saudi Minta Maaf
    RABU, 22 JUNI 2011 | 12:34 WIB

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Pemerintah Arab Saudi telah menyampaikan permintaan maaf dan penyesalan atas proses pelaksanaan hukuman terhadap almarhumah Ruyati binti Satubi serta menyatakan tekadnya agar hal seperti itu tidak akan terulang.

    Permintaan maaf itu, kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Michael Tene, disampaikan Duta Besar Arab untuk Indonesia Abdurrahman Mohammad Amin Al Khayyat saat dipanggil Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa pada Senin, 20 Juni 2011. "Mereka menyesal pelaksanaan hukuman itu dilakukan tanpa pembertahuan," ujar Michael Tene saat dihubungi Tempo, Rabu 22 Juni 2011.

    Akhir pekan lalu, Ruyati binti Satubi meregang nyawa dalam perantauannya di Arab Saudi. TKI asal Bekasi ini dihukum pancung setelah dinyatakan bersalah membunuh majikannya, Khairiya binti Hamid Mijlid.

    Namun, dalam ekseklusi yang dilakukan Sabtu kemarin, pihak Kedutaan Besar Indonesia disana tak diberitahukan. Hal ini mendapatkan kecaman keras dari pemerintah Indonesia.

    Menurut Tene dalam pertemuan itu, Menteri Luar Negeri juga melakukan protes atas kejadian ini. Tak hanya itu, Menlu juga telah memerintahkan Kedutaan Besar Indonesia di Arab Saudi untuk menyatakan kecaman keras kepada pihak Kementrian Luar Negeri negeri itu.



    "Menlu Saudi Arabia juga menyatakan menyesal. Dia menyatakan memang seharusnya ada pemberitahuan lebih dulu kepada perwakilan Indonesia disana," tuturnya.

    Karena itu, lanjutnya, pemerintah mendesak agar segera ditandatanganinya perjanjian antara kedua negara soal peningkatan mekanisme perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Arab Saudi dengan mempercepat pembentukan MoU dan Mandatory Consular Notification Agreement.

    Desakan ini akan disampaikan pemerintah melalui Menlu kepada pemerintah Arab Saudi melalui Duta Besarnya. Rencananya, sore ini, Duta Besar Arab Saudi akan kembali menyambangi Kemenlu untuk menerima surat desakan itu.



    Dalam surat tersebut, Menlu RI pada pokoknya menyampaikan protes Pemerintah Indonesia mengenai proses pelaksanaan hukuman atas almarhumah yang tidak transparan, serta menyampaikan tuntutan agar hal seperti ini tidak terulang kembali pada masa mendatang.

    Selain itu, dalam surat tersebut Menlu RI juga meminta peningkatan mekanisme perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Arab Saudi dengan mempercepat pembentukan MoU dan "Mandatory Consular Notification Agreement", serta meminta agar Pemerintah Arab Saudi dapat mengembalikan jenazah Ruyati Binti Satubi ke Indonesia.

    Selasa kemarin, Konjen RI di Jeddah juga telah menemui pejabat Kemlu Arab Saudi wilayah barat dan telah menyampaikan kembali protes/kecaman Pemerintah RI terhadap pelaksanaan hukuman terhadap almarhumah Ruyati. Selain itu, Konjen RI juga telah menyampaikan permintaan agar jenazah almarhumah Ruyati binti Satubi dapat dikembalikan ke Indonesia.



    FEBRIYAN
    you can also find me here

  7. #67

  8. #68
    pelanggan tetap Ariti's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    578
    ah ciko..di beberapa negara islam lain hukum pancung jg udah ga dipake, krn sahabat nabi juga ada hadishnya ttg kalau ada keterpaksaan, hukuman itu boleh ga dilaksanakan dgn mbayar uang diyat.

    cuma saudi aja yg maish

    hukum itu ga saklek kok sbnrnya

    dan juga ada latar belakang krn sampe hukum itu di terapkan, ada latar belakang sejarahnya, dan aku rasa dan banyak2 orang2 lain yg merasa kalau human pancung itu sdh tidak relevan unutk jaman skrg


    fyi, mata ganti mata, itu hukum di perjanjian lama....waktu Jaman Yesus, itu sdh tidak boleh lagi. imho sih
    Last edited by Ariti; 22-06-2011 at 02:42 PM.

  9. #69
    pelanggan sejati Urzu 7's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    7,940
    trik dagang makelar tenaga kerja ini

  10. #70
    pelanggan setia gembel's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    perbatasan
    Posts
    2,068
    Quote Originally Posted by Urzu 7 View Post
    Mau nuntut saudi emang negara kita punya apa...
    punya utang mbah
    belajar nge-blog di ferylife.blogspot.com

  11. #71
    Oh iya, kalo kita protes hukuman mati ini, harusnya kita juga menghapuskan hukuman mati di Indonesia.

  12. #72
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Jakarta, NU Online


    “Saya sangat paham kenapa Ruyati diekskusi tanpa pembelaan. Di Arab Saudi tak ada lembaga apapun yang bisa meringankan dan membebaskan hukuman, kecuali ada permaafan dari ahli waris. Raja pun tidak bisa.”

    Demikian dikatakan Ketua Umum PBNU Dr. KH Said Aqil Siroj dalam jumpa pers Rabu siang (21/6) kantornya, jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat.


    “Saya sudah lama mengusulkan TKW tidak usah ke Arab Saudi. Masih banyak orang Saudi primitif, tertutup untuk orang lain. Masih banyak kelakuan mereka yang jahiliyah. Tapi ingat, ini bukan Islam, tapi orangnya.”

    Orang Taiwan, kata Kang Said, atau Hongkong lebih kondusif untuk tenaga kerja wanita. “Orang Taiwan yang bukan Islam itu lebih beradab, lebih terhormat, lebih islami ketimbang orang Saudi,” jelasnya.

    “Saya tiga belas tahun lebih tinggal di Saudi sebagai mahasiswa, tapi saya tidak punya satu pun teman orang Saudi. Sangat tertutup mereka. Mau ketemu ulama saja, itu hanya diizikan di pintu gerbang,” kata Kang Said.

    Sementara itu, ketika ditanya tentang pemulangan jenazah Ruyati, Kang Said menjawab, “Itu mungkin saja bisa, tapi kecil kemungkinan. Sudahlah, ini orang Saudi susah diajak berelasi secara adil. Tahu tidak, orang Saudi memanggil saya yang mahasiswa saja itu dengan nama ‘sapi Jawa’? Apalagi TKW.”

  13. #73
    pelanggan sejati Urzu 7's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    7,940
    ^ jadi kyai aja kuliah jauh2 ke arab2

  14. #74
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Quote Originally Posted by AsLan View Post

    Imam macam ini ga ada dalam kamus purba..

  15. #75
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Makanya urusan TKI dikembalikan ke dalam negeri Indonesia sendiri. Kalo perilaku orang2 yg satu spesies dgn "utusan Allah" sih udah dari sononye jahil. Nah, orang Indonesia-nya aja yg harus pinter2 menyiasatinya kalo keukeuh mo kirim TKI ke negeri onta.

    Atau begini aja, ganti strategi. Jangan tanggung2 kalo mo ancur2an. Mendingan Indonesia secara besar2an promosikan kawin kontrak ke cukong2 Arab di timteng sana. Ini pasti laku keras. Dari pada TKW diperkosa, disiksa, dan dipancung di Arab, mendingan cukong2 Arab kita datengin ke Indonesia. Sediakan regulasi utk kawin kontrak, dst. Nah, devisa naik juga kan?


  16. #76
    Who the hell is kang said ??? Ulama dadakan numpang tenar kah ? Gw blom pernah denger ini nama

  17. #77
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    Quote Originally Posted by cikosenzki View Post
    Who the hell is kang said ??? Ulama dadakan numpang tenar kah ? Gw blom pernah denger ini nama
    what???
    loe emang lahir dimana, Ciko? tinggal dimana? belajar
    berbahasa Indonesia dimana? Masa Ketua PBNU saja
    tidak tahu?

  18. #78
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Tuh kan.. muridnya purba..

  19. #79
    pelanggan tetap Ariti's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    578
    Ciko baru pulang dari gurun sahara



    Hehhehhehe.....

  20. #80
    pelanggan setia gembel's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    perbatasan
    Posts
    2,068
    Stop pengiriman TKI, buka lapangan pekerjaan dengan memanfaatkan SDA Indonesia.
    belajar nge-blog di ferylife.blogspot.com

Page 4 of 12 FirstFirst ... 23456 ... LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •