alah, keluar sekolah, udah gak sempat tuh hormatin bendera lagi :P--kecuali yg PNS mungkin :D
Printable View
alah, keluar sekolah, udah gak sempat tuh hormatin bendera lagi :P--kecuali yg PNS mungkin :D
kkemaren hormat bendera pas upacara ultah kantor... sambil hormat "ya ALLAH.. Engkau Maha Tahu Ya Rabb... aya hormat bukan karena menyekutukan ENgkau Ya Rabb... "
kenapa hidup harus dibuat rumit, Islam tidak memerintahkan pemeluknya untuk hidup bagaikan penjara, Islam diturunkan semata-mata agar manusia menjadi berakhlak mulia
segalanya tergantung kepada niat
menghormati bendera pada hakekatnya harus dipikirkan sebagai rasa syukur kepada Allah SWT karena kita telah dianugerahi negeri yg sangat kaya dan makmur, tinggal bagaimana kita saja yg mengelolanya apakah secara baik atau secara buruk
negara ini tentu haruslah berdaulat, salah satu ciri negara berdaulat adalah memiliki bendera kebangsaan, mutlak semata-mata hanya berupa identitas saja, bukan sesuatu yg harus disakralkan
mari, isilah hidup dengan wajar, Allah SWT tidak menyukai hidup seorang manusia yg berlebihan, melainkan hidup yg wajar, jangan terlalu berlebihan dalam menyikapi berbagai isu/masalah, hadapi dengan wajar
setuju boss ....Quote:
menghormati bendera pada hakekatnya harus dipikirkan sebagai rasa syukur kepada Allah SWT karena kita telah dianugerahi negeri yg sangat kaya dan makmur, tinggal bagaimana kita saja yg mengelolanya apakah secara baik atau secara buruk
tunjukkan sukur itu dengan ... tidak korup ( memiskinkan negara ) menjual negara ( sda .... ) .... rebutan pssi
menjalankan UUD .... paker miskin orang terlantar diurus negara ....... kekekekee
Kalo saya membaca UU menghormati bendera tersebut itu berarti memang salute tapi ada tambahan sikap atau posisi bahwa harus ""berdiri
tegak dan khidmat dengan wajah menatap bendera". Pendapat saya tersebut karena memang dari dulu istilah menghormat dalam bahasa Indonesia itu=salute, jadi ketika disuruh (misalnya):
menghormat dengan berjongkok = men-salute dengan berjongkok.
Dalam ketatanegaraan aturan perundang-undangan itu harus
eksplisit isinya, ngga boleh multitafsir, bro. Masa soal berdiri
tegak, khidmat dan wajah harus ngapain ada keterangan,
alias eksplisit, namun soal mengangkat tangan tidak ada?
ronggooo ...... sini lu :gebuk:
oleh kerana yngmana namanya disebutken diatas
adalah orang berkebangsaan daripada Inlander (Hindia Belanda)
kini disebut INDONESIA, ostosmastis mereka juga memperjuangken
kebebasan daripada bangsanya.
kembali keLEPTOP:
yng namanya menghormat tuh ya harus diletakkan pada cakupan makna menghormati titik
dlm arti, bisa karena nilai historisnya, bisa karena simbol/lambang kebanggaan
tdk ada urusannya bhw MENGHORMATI = MENGKULTUSKAN = MENUHANKAN
aneh aja seh klo ada pemuka agama yng mengadukcampurken pengertian
antara menghormati n mengkultuskan ataw menuhanken :kesal:
Yah, memang tidak eksplisit and itu memang kesalahan besar dalam UU kita (dan tidak cuma dalam UU ini). Tapi dari hasil positif thinking saya, itu dikarenakan dalam pikiran para pembuat UU itu menghormat memang sudah sama dengan salute, jadi tidak perlu diterangkan lagi. Mereka tidak menyadari bahwa makna tersebut bisa punya arti lain di jaman sekarang ini.
Ya tidak dong. Menghormat tidak sama dengan salute. Kasus
Sharif Abdur Rahim pebasket NBA karena dia tidak bersikap
hormat dengan menaruh telapak tangan kanan di dada kiri,\
sikap ini jelas berbeda dengan salute.
Kalau si Kyai membaca bentuk menghormat saat upacara
bendera sebagaimana tercantum eksplisit dalam undang-
undang, tentu saja persoalan ini tidak perlu terjadi.
gw cuma menunjukkan pada si bepe, bahwa dia sotoyQuote:
oleh kerana yngmana namanya disebutken diatas
adalah orang berkebangsaan daripada Inlander (Hindia Belanda)
kini disebut INDONESIA, ostosmastis mereka juga memperjuangken
kebebasan daripada bangsanya.
karena menilai perjuangan para pahlawan di Nusantara dan
perjuangan Islam itu sebagai dua hal yang berbeda.
Saya kan bilangnya di Indonesia. Dalam kasus Indonesia umumnya hormat bendera itu ya salute. Nah, kemungkinan si pembuat UU itu berpandangan sama, ya hormat bendera berarti sudah salute, jadi tidak perlu diterangkan lebih detail lagi. Dan itu memang suatu kesalahan karena akhirnya bisa dikomplain, lah kok tidak detail.
Mana ada aturan perundangan disusun dengan kaidah "Tau
Sama Tau" :)
http://indovote.com/wajib-upacara-be...i-sekolah.html
bener kan kata gw, yang diributin cuma pepesan kosong :)Quote:
Wajib, Upacara Bendera di Sekolah
Sekolah di semua jenjang pendidikan wajib menyekenggarakan upacara bendera secara periodik. kegiatan ini untuk menumbuhkan kebanggaan dan kecintaan tehadap Tanah Air. Sekolah juga harus mengenalkan lagu-lagu wajib nasional kepada siswa.
"Kewajiban ini mulai berlaku pada tahun ajaran 2011/2012 dan akan diatur dalam peraturan Mentri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh kepada wartawan jakarta,Kamis (28/4) malam. Mendiknas mengakui, saat ini sejumlah sekolah tidak menyelenggarakan upacara bendera. Bahkan, ada yang berpandangan menghormat bendera adalah perbuatan terlarang.
"Terhadap pandangan seperti itu,nanti kami beri penjelasan. Namun, regulasi atau aturan soal kewajiban menyelenggarakan upacara bendera juga harus ada,"kata Mendiknas.
Mendiknas juga mengakui,setelah reformasi, pendidikan kebangsaan temasuk pengenalan lagu-lagu wajib nasional kepada siswa mulai diabaikan. Akibatnya, banyak siswa tidak mengenal lagu-lagu wajib nasional yang sebenarnya bisa menumbuhkan kebanggaan dan kecintaan kepada bangsa.
"Upacara bendera dan pengenalan lagu wajib harus menjadi budaya sekolah.Ini sama halnya dengan menyapa guru,menjaga kebersihan lingkungan,dan melakukan perbuatan-perbuatan baik lainnya,"kata Mendiknas.
Tetap Relavan
Guru besar dan praktisi pendidikan, Arief Rachman, mengingatkan ,pendekatan struktural menumbuhkan nasionalisme, patriotisme, dan rasa bangga serta cinta kepada Tanah Air lewat mata pelajara, ritual, dan upacara bendera memang penting. "Namun, yang sifatnya instruksi atau wajib itu tidak langgeng di dalam jiwa anak,"ujar Arief.
Menurut Arief, yang tak boleh dilupakan justru pendekatan kultural yang mampu memberi pengalaman emosional dan sosial kepada siswa. Hal ini bisa dilaksanakan dengan kegiatan-kegiatan kreatif yang memberi pengalaman langsung pada kehidapan nyata di sekitar anak-anak dan mengajak meraka untuk berdialog tentang negeri ini.
Secara terpisah,untuk menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap Tanah Air bagi masyarakat yang tinggal diperbatasan negara,Kementrian Pendidikan Nasional menjalin kerja sama dengan TNI Angkatan Darat. Aparat TNI akan menumbuhkan semangat kebanhsaan dengan mengajarkan membaca,menulis,dan sejarah perjuangan bangsa kepada anak-anak diperbatasan,seperti di Kalimantan, Papua,dan Nusa Tenggara Timur. Nota kesepahaman kerja sama ditandatangani Mendiknas Mohammad Nuh dan Kepala Staf TNI AD Jenderal George Toisutta,Jumat (29/4) di Jkarta.
kok masalah "hormat" ama bendera ini masih ribet aja di kalangan aparatur kita sih...capee deh...^^
yang namanya "hormat" dan "menyembah" kan adalah 2 hal yang berbeda, gitu aja kok repot...
imho, pada hakikatnya yang namanya tanda "salute" (atau apapun namanya) ama bendera itu sih sama aja kaya kita nyium tangan orang tua kita sebagai tanda penghormatan kok (cuma bedanya, bendera itu digantung di tiang jauh, jadinya kita cuma bisa kasih tanda "hormat" juga dari dari jarak jauh dengan cara "salute" itu)
apa itu kemudian jadi disamakan dengan menyekutukanNya? gw rasa nggaklah...Islam itu cukup fleksibel kok...
imho, bendera itu adalah salah satu simbol/instrumen dari negara/tanah air/bumi pertiwi (atau apalah namanya), anggap aja "salute" ama bendera itu adalah salah satu bentuk penghormatan kita terhadap tanah air ini, gak repot kan? (just as simple as that) ^^
I like this statement...:jempol: :jempol:
masih pada ngomongi pepesan kosong?
1. Tidak ada aturan hukum positif yang mewajibkan sekolah
mengadakan upacara bendera setiap hari Senin.
2. Dalam mengikuti upacara resmi kenegaraan sekalipun tidak
ada perintah salute bagi peserta upacara saat penaikan bendera.
yng laen spt:
ortu, guru, suami/istri, gebetan/pacar gak pantes dihormati yak pur?
payaaah ....... :))
....
hormat bendera itu sikapya bagemana sehh .... ??
..
ini subforum peribadatan
wajibkah hormat bendera .... ?? ...... dimana dalilnyaa
========
bendera itu apa ? ...
identitas ? lambang ? simbol ? pertanda ? benda keramat ? .... atau apa
kembali keLEPTOP:
sodara sekalian, inilah fokus bahasan sesungguhnya
"Bolehkah Muslim menghormat bendera?"
:ngopi:
boleh tapi jangan pake HORMAT GRAK :cilukba:
kamsudnya klo dikaseh aba2 hukumnya jadi gak boleh yak kop?
ikikikik .......
kaco neh orang
:kesal2:ancur
bukan.. cukup melirik saja kop... gak pake acara hormat grak wkwkwkwk
lha iiaa
karena ini menyangkuti peribaadatan ... maka saya nanya dalill :ngopi:
klo hormat pahalanya berapa
kalo tidak mau ... dosanya sakitnya sampe dimanee ...
Quote:
Forum
POJOK RENUNGAN & PENGHAYATAN
Dialog Lintas Agama dan Keyakinan
Peribadatan
Bolehkah Muslim menghormat bendera ?
Reply to Thread
@kala:
klo urusan insentif
yng hormat dapet berapa
yng gak mao hormat dapet sanksi apa
....... meneketehe
klo mao tau pendapat gw, coba cek postingan 24, 27 diatas, oke?
gw cumen mao ingetin/lurusin neters yng bahas gemana cara hormatnya dst
padahal inti bahasannya adalah sudut pandang menurut syariah/hukum islam
krn pertanyaannya khusus ditujuken ke pemeluk islam.
uda cekk post kopral 24 ... hormat bendera kann caranya macam2 ... ada ala hitler dstnya ... tapi oK
kalo urusannya syariah/hukum islam ... mau kemana lagi kalau bukan wajib sunnah mubah makruh haram ... urusannya sorga dan neraka :luck: bukan nutup sekolah
jadi sangat tidak oOt kalau sayanya nyumbang pertanyaan .......
mana DALIL nya ...............
menanti sambil :minum2:
menurut gw hukum asalnya adalah mubah, tapi setelah ada yang
sok-sok nasionalis, sampai menghakimi makar bagi yang tidak mau
menjalankan, bahkan mengada-adakan hukum perundangan yang
sebelumnya tidak ada, maka pantas hukumnya HARAM.
Dari pada buang-buang uang rakyat untuk bikin aturan perundang-
undangan yang ngga perlu, lebih baik untuk keperluan lain yang
lebih riil dan mendesak bagi rakyat banyak.
Mubazir itu tergolong perbuatan setan. Tugu bekas setan saja kudu
disambit, apalagi pelaku perbuatan setan.
Ikut menunggu yang tidak lebay. :D
coba tanyakan pada diri loe masing-masing, adakah yang
menikmati kegiatan upacara bendera setiap senin pagi, baik
dimasa loe sekolah SD, SMP, SMA, Kuliah atau ketika loe
sudah bekerja? Adakah yang mendapatkan manfaat? atau
tumbuh semangat nasionalisme dan patriotisme nya?
Saya mah iya...
setiap ada bendera sedang diturunin, saya brenti dan menunggu sampe bendera selesai dilipat. Baru sesudah itu jalan lagi.
Kemarin ketemu sama yang sepaham... sedang jalan kaki sama temen yang Sweden hari Sabtu sore, kebetulan lewat SMA yang sedang upacara penurunan bendera. Serempak kami berhenti menunggu bendera selesai dilipat, si Sweden malah sampai taruh tangan kanan di dada kiri.
Padahal benderanya merah putih... bukan punyanya Swedia :ngopi:
Sudah kebiasaan.
itu karena loe bukan peserta upacara bendera, bos. gw jugaQuote:
setiap ada bendera sedang diturunin, saya brenti dan menunggu sampe bendera selesai dilipat. Baru sesudah itu jalan lagi.
demen kalau berhenti kalau lagi ada kegiatan pengibaran atau
penurunan bendera didaerah yang sedang gw lewatin. Tetapi
gw eneg kalau saban senin harus ikut upacara bendera.
karena tadi gw ngomong soal mubazir, maka lebih baik di
tiadakan saja upacara pengibaran bendera mingguan, cukup
dikibarkan oleh 3 orang petugas, tanpa protokoler apapun,
tetapi setiap yang melihat memberi sikap hormat terhadap
kegiatan itu. praktis cukup 3-5 menit, ngga harus berpanas-
panas selama 30-40 menit.
Bener sih:luck:Quote:
Originally Posted by Ronggolawe
Apel bendera adalah kegiatan awal yang dilakukan di pagi hari, maksudnya adalah persiapan mental untuk melakukan kegiatan kita sehari penuh. Bahwa di sekolah dan instansi pemerintah kegiatan ini terkikis menjadi ritual yang memuakkan menunjukkan lemahnya kepemimpinan yang hadir di tempat-tempat itu (atau mungkin secara nasional).
Memang sial juga sih, upacara bendera sekarang sudah kebanyakan materi, apalagi kalau inspektur upacaranya mbosenin:kesal: Tapi bila dilakukan dengan benar, apel bendera adalah hal yang bermanfaat alih-alih mubazir. Dia ibaratnya sama seperti kalau setiap pagi pas sampai di kantor kita memandangi dulu foto anak-anak kita, untuk mengingatkan ngapain kita ada di kantor pada hari itu.
Setuju, maksimal 5 menit setiap hari (bukan seminggu sekali) pagi dan sore, pengibaran dan penurunan. Masalahnya tinggal bagaimana melibatkan semua orang dalam kegiatan ini dan mendidik anak murid supaya mau berhenti ketika bendera sedang naik-turun tanpa pernah melibatkan mereka dalam upacara sama sekali.Quote:
Originally Posted by Ronggolawe
Satu kejadian juga... ketika saya sedang numpang nonton tinju di rumah temen, pas ada lagu "star spangled banner" dua orang anaknya yang baru 4 dan 7 tahun langsung berdiri tegak sikap sempurna sampai lagu selesai dinyanyikan... padahal di TV:mikir:
Eh, btw, itu yang sekolah dibubarin itu karena tidak mau menghomat bendera (dalam berbagai cara) sama sekali atau karena tidak mau salute ya?
Kalau dua sekolah yang di Karanganyar, ancamannya karena tidak menggelar upacara bendera... jadi keseluruhan proses secara umum...