Karena emang jalannya begitu. Sederhana ya jawabannya. :DQuote:
kenapa nggak dari awal mulai dari sana ? Kedengarannya jadi 'round about'.
Printable View
Karena emang jalannya begitu. Sederhana ya jawabannya. :DQuote:
kenapa nggak dari awal mulai dari sana ? Kedengarannya jadi 'round about'.
No, you are avoidin' kid.
Pertanyaannya, masih, menurut kamu orang kayak http://upload.wikimedia.org/wikipedi...Zoetermeer.jpg atau http://upload.wikimedia.org/wikipedi...uColliseum.jpg ada 'aura'nya ngga' ? Jawab aja menurut pendapat kamu, seperti yang kamu liat.
(and no, BTW, I do not see any 'aura' in any of them. Not these guys, nor the Idols.)
---------- Post Merged at 12:53 PM ----------
Ada isu, katanya, Pacific Rim, justru nggak gitu sukses di Jepang yang gila Mecha dan Kaiju, padahal udah di kasih 'cap Jempol' ssama sensei2 Mecha dan Kaiju sana, karena Rinko Kikuchi nggak pernah masuk dunia entertainment via jalur Idol. Lebih daripada isu Ms. Kikuchi beradegan nude di film asing... how do ya' explain that ?
sorry to say, kalau gw bilang 48fam mirip mis unipers dan sodara2nya lebih ke jualan tampang ama bodi.
musikalitas itu nomor sekian.
gw ga bilang ini bener atau salah, tapi emang sekedar taktik industri entertainment yang pinter cari celah bisnis aja.
masalahnya lebih karena rinko kikuchi pernah beradegan nude kan?
bukan karena dia ga masuk dunia entertaiment melalui jalur idol?
soal rinko kikuchi yang pernah beradegan nude, gw ga tau gimana pandangan orang Jepang soal itu
jadi ga bisa komen apa2 soal itu
tapi soal masuk dunia entertaiment tanpa jalur idol, gw bisa kasi contoh. utada hikaru dan ayumi hamasaki juga masuk dunia entertaiment ga melalui jalur idol. tapi penjualan album mereka selalu luar biasa (tentu saja pas masa jaya2nya mereka dulu). meski untuk kasus utada hikaru, kayaknya karir nya ga terlalu menonjol lagi setelah dia menikah
---------- Post Merged at 01:50 PM ----------
jualan tampang? kalo boleh jujur sih, tampang member 48group kebanyakan kalah cakep ama member GB2 korea
soal musikalitas, memang mereka ga bikin sendiri lagu2nya. yang bikin lagu produsernya
tapi coba dulu dengerin lagu2 mereka. pahami artinya, baru deh bilang soal musikalitas
karena buat gw, yang bikin tertarik buat mendalami lebih jauh soal 48group ini justru awalnya gara2 musik mereka
mereka musician right? pernah nonton live mereka langsung? .. kenapa gak sedikit org yg suka nonton live in concert ketimbang di tv.? lagipula kalo foto doang... yang berasa cuma tampang mereka jelas... like i said.. apa aura semua manusia sama? perlu gw tambahin? apa cara mengeluarkannya juga sama? apa ada syarat agar aura itu keluar? mereka bukan foto model,kan? meski hanya berasa sedikit auranya kalo nonton video mereka (dengan music yg mereka tunjukkan) knp begitu? kalo musician yg jelas bakal berasa auranya di dalam musik yg di mainin.. of course this is for all musician... kecuali kalo haters atopun org yg gak mau tau... sama aja mereka seperti memasang anti magic terhadap sesuatu yg dia benci atopun mereka seperti menghindar dari suatu bahaya (yes semakin kuat aura yg dikeluarkan .. semakin eneq si haters liat .. biasanya menjerit .. ato kabur dari pertarungan )
tampang n body? adakah miss universe yg giginya gingsul? gigi tikus? jerawat? tinggi hanya 148 cm? celah bisniss? trus kalo entertain industry gak harus ada bisnis gitu? yg namanya industry pasti ada business neng.... strategi bisnis biar tepat sasaran.. dan hal yg belum gw tau banyak... tapi yg pasti bukan sekedar business murahan kek kaki lima.wiyh worst quality...
Perbandingan di thread ini bukan apple to apple, karena membahas
musisi maupun genre yang berbeda, non debatable.
IMHO, musik itu untuk dinikmati, selama nyaman didengar telinga,
mau dinyanyikan musisi, idol, pengamen, bahkan anak kecil, 'rasa'
dari musik yang mengalun itu akan tetap ada. untuk saya semua
tergantung momen dimana saya mendengar dan merasakan, bukan
dari hanya dari 'sumber'. murni musik atau produk industri, selama
saya merasa nyaman, saya tidak peduli :)
^
Setubruk sama reja dan om Dana.. ::hohoho::
ya ga se*perfect* mis unipers lah tapi kan ga ada yang cacat, atau ga bersedia diekspos pahanya.
intinya jualan bodi. entah itu yang dianggep unyu2 (gingsul dan pendek itu banyak dianggap unyu2)
mana ada yang udah tua, mana ada yang udah merit.
lagi2 gw ga ngomongin bener apa salah. suka itu kan tidak bisa dipaksakan. sama juga dengan yang ga suka. ya biarlah di jalur masing2.
jadi ga usah merasa dipojokkan gitu lah. defensif amat.
gw sebagai penonton sekedar berusaha memahami fenomena yang ada, ada yang doyan grup idol (entah karena tampang, musik, cerita sedih) silakan. hak masing2
OK. Ich verstehe. Thanks for the complete answer. ::maap::
Jadinya, IMHO, jadi Idol yang sukses itu an art. Just not in the way I thought... Still not musician, though. :D
BTW, yeah, pernah liat versi live dan unplugged-nya. :)
Dan soal Miss World dan/atau Miss Universe... gue juga menganggap itu acara bodoh dengan alasan sama.
Sekali aja gue pengen liat, diacara miss2 itu, yang kandidatnya pas ditanya skill mereka apa, terus dia jawab: "Sooo.. guys, these are the helicopter drones I made... " ;D
Pernyataan resminya gitu. Tapi isunya, justru katanya kebalikannya.
nggak mudeng juga sih. Apalagi mengingat pr0n Jepang... ;DQuote:
soal rinko kikuchi yang pernah beradegan nude, gw ga tau gimana pandangan orang Jepang soal itu
jadi ga bisa komen apa2 soal itu
Yeah absolutely Like these two.Quote:
tapi soal masuk dunia entertaiment tanpa jalur idol, gw bisa kasi contoh. utada hikaru dan ayumi hamasaki juga masuk dunia entertaiment ga melalui jalur idol. tapi penjualan album mereka selalu luar biasa (tentu saja pas masa jaya2nya mereka dulu). meski untuk kasus utada hikaru, kayaknya karir nya ga terlalu menonjol lagi setelah dia menikah
[MENTION=7]cha_n[/MENTION]
yes, yes abolutely, at first para idols itu memang dijual sebagai a whole package, (cantik, pure, bisa nyanyi, bisa dancing dll)
now.... as we can see, VOCAL itu tidak bisa diboongin, wajah bisa oplas, pinggang bisa sedot lemak but vocals ?? TEKNIK vocal bisa dipelajarin tapi warna vocal itu yang ga bisa boong, i mean... gw bisa belajar tremolo, bisa belajar vibra, gw bisa latihan paru2, tapi apa bisa gw nyanyi seperti (alm) Chrisye ? NO
itu yang repot, karena itulah Idols dilatih something else, vocal tetap dipoles, tapi tidak begitu jadi fokus
klopun ada idol yang bener2 suara diva, ya itu gift dia
ada idol48 yang bakatnya adalah melipat kertas ;D and she's sells ... a LOT :D
jadi jawabnya.... klo musikalitas yang dimaksud adalah kemampuan pribadi bermusik para idol, yes memang bukan itu yang dicari ;)
tapi klo musik seperti yang dikatakan oleh King, NO
idol itu industri besar, mereka bisa hire top songwriter, top arranger, dan mereka meriset beat2 apa yang lagi trend, jadi soal musik mereka... tidak bisa dipandang sebelah mata ;)
[MENTION=152]itsreza[/MENTION]
why not ? sama2 pelaku musik toh ?
anggep aja mereka ini produsen
para musisi, itu masih menggunakan taktik dagang lama, mereka memproduksi sesuatu yang unique sesuai bakat mereka, lalu mereka melemparnya ke pasaran
bagi konsumen yang cocok, ya diambil, yang tidak ? ya sudah :D
idol industry, sudah lebih maju dalam taktik dagang, karena tujuan mereka (manajemen) memang berdagang, mereka membuat produk (idol) sesuai dengan trend pasar, hal ini diungkapkan oleh mantan idol 2nd Gen AKB, Akimoto Sayaka, bahwa generasi 1 dan 2 AKB adalah masa2 pencarian jati diri, menjaring apa yang dimaui oleh pasar, pada saat generasi ke 3, barulah audisi AKB dilakukan dengan spesifik (saat itu yang ngetrend adalah anak2 manis sister-like, itulah kenapa 3rd Gen manis2 )
klo mau dianggap ilmu manajemen, anggep aja Management 3.0 lah ;D;D, community based, komunitas berperan aktif terhadap pengembangan produk, jadi interaksi yang terjalin 2 arah, bukan 1 arah seperti industri musik normal ;)
[MENTION=200]TheCursed[/MENTION], klo saya boleh mengutip pepatah (iklan) amrik lawas "God created Men, but Colt made them equal"
Guns make weaker peoples stand on equal footing with kungfu masters, knights, master swordman dll
untuk berdiri di panggung besar sekarang tidak lagi hanya didominasi para gifted dengan bakat luar biasa seperti para rockstar dan divas, tapi bisa juga diisi para idol yang (walopun) tanpa kualitas vokal yang mantap, tapi mereka dengan kerja keras bisa tampil setingkat dengan para gifted musician
meski memang siklus hidupnya short-lived and painfull....
alright, this is a nice vibe, lets keep it this way ok ;)
Still not Swordsman/woman(or knife-nuts, for that matter. :D ). Fighters, yes. Tapi sebutannya jadi Gunslingers.
Kayak gue bilang juga. Art ? Yes(probably). Celebrities ? Heck, yea. Musician ? No.
Kalo emang musician, mustinya bisa 'tumbuh' hanya dari sound semata. And nothing else. :)
And, ahm' only here for the 'blade-play', chere. :D
And, sadly, I find their kung-fu is lacking. :)
haha, like i said before,, selera its another story (go to page one if u like)
dont get me wrong,, "tactical business" yg ente post,,, tat what i did more defensif,,, seakan tactical business itu sesuatu yg dirty , sinful ... yahhh meski memang gak bisa dipungkiri itu bisa juga menjerumuskan orang secara massal
dan memungkinkan dunia hancur ,,, tergantung siapa pelaku bisnisnya ,,, haha sori rada oot
yes,,, art is something... ah sudahlah
jika TS menganggap sebagai komparasi yang seimbang ya silahkan
saya memandang musisi dan idol sebagai entitas yang berbeda jenis.
Pun bila dibandingkan seperti melihat perbandingan antara genre
klasik, rock, pop, dangdut. Akan menghasilkan debat yang tiada akhir
dari setiap proponent. Akhir kata, musik diciptakan untuk dinikmati
masing-masing penggemar, bukan untuk semua. Perbedaan itu indah :)
yah gimana, tidak semua orang bisa jadi swordsman/ kungfu master, guns is what equals them
satu2nya cara untuk orang biasa membunuh seorang kungfu master, ya ditembak ajah ;D
klo one-on-one.... ya si orang biasa stand no chance lah...
klo syarat untuk getting fame in music industry adalah great talent (sound semata)
ya.... i would call it unfair, idols is what bridging them
walo dengan segudang kelemahan.....
no no no my friend, ini yang perlu diluruskan, menjadi "produk" dagang, memang itu yang sering di bash kan kepada idols
tapi ya bagaimana, memang itu kenyataanya, yang penting kan menjual toh ?
toh seorang anak ingusan bermodal Autotune bernama Justin Beiber pun bisa terkenal dan super kaya setara dengan sosok full talent seperti (alm) Michael Jackson
idol ini terbatas 48fam aja? yang jebolan2 talent show gimana? kan itu juga bisa dibilang mendadak jadi idol ya? dan kayaknya meski dibilang idols...mereka rata2 berjuang dari bawah dan juga emang passionnya di dunia entertainment (nyanyi dan nari plus bermusik masuk di sini ye)...kayak novita dewi deh, emang udah sering ikut festival, nyanyi di , tapi luckynya jadi idols baru sekarang...kayak delon yang abis2an dicacimaki sama orang banyak pas bisa melaju di talent show, emang awalnya dia wedding singer kan?
So kalau liat musician kan emang dia hidupnya di musik, maunya belajar musik thok...pengennya menciptakan musik yang indah gitu...jadi basicnya ya jadi mempelajari segala alat musik dan segala sesuatu tentang musik
Tapi kalau udah ketemu yang namanya industri...produserlah yang bicara, mengatur untuk mengikuti selera pasar atau mencoba membentuk selera pasar. Mereka ketika di industri, itung2annya ya dikemas buat dijual dan laku keras
Dan itu sah2 saja, selama penikmat musik menerima dengan baik
well, perbedaan itu indah, saya setuju
karena itulah kita berDISKUSI disini
jangan lah memandang sesuatu dengan "perdebatan" ini diskusi, tidak ada yang didebatkan disini
saya sebagai TS pun tidak berusaha melawan pendapat siapa2, begitu juga teman2 yang ikut disini ;)
tidak ada yang harus dibuktikan kok disini, cuman membahas saja, dan klo boleh dipandang
ini adalah salah satu kampanye saya untuk mengenalkan idols kepada khayalak ramai dengan metoda lain, daripada hanya bilang "coba liat aja mereka sendiri, baru ngomong"
so lets keep it on Discussion form ;)
---------- Post Merged at 08:47 PM ----------
nah itu Bund yang saya kurang Info, mungkin bisa ditambahin dari kontes2 ato idol dari Korea, China etc
soalnya saya memang sedang seneng sama J Idols, dan kurang info mengenai yang lain ;)
debat itu bentuk diskusi formal lho, mohon kata tersebut tidak dimaknai secara negatif :)
Dengan analogi ini, kita udah bicara tentang persingan Industri entertaintment. Not just about music .
Thing is, I just wanna hear sounds. Don't care about the rest.
Like I said. Just here for the glorious blade-fight, brah. :)
Dan soal fair-unfair fights... it can be fair. Asal jangan pake cara marketing konvensional, aja. Gunakan powernya new media. Atau, jamannya angkatan gue, go indie label.
Menggunakan analogi blade-fights Vs guns, ada banyak situasi dimana pemakaian firearms justru detrimental. Good fighters, know how to use their evironment to their advantage.
Itu makanya, walaupun udah ada sistem persenjataan kayak drones, perusahaan kayak Ka-bar produknya masih jadi standar militer, dan seni beladiri macam KAPAP, Sambo dan Eskrima masih jadi syarat wajib di kuasai buat militer.
Dan real good fighters, spec/black-ops, mereka yang bisa tetap fighting walaupun tinggal pulpen di tangan. :)
Don't care about what sales either. Makanya gue lebih sering roaming youtube. Sampe nemu 2Cellos, Caro Emerald, Two Steps from Hell, Peter Hollens, Walk of The Earth, Lindsey Stirling, I Fight Dragons... dst...Quote:
... yang penting kan menjual toh ?
...
Walaupun harus di akui orang2 ini nggak punya fans yang sampe histeris, sih. Konser2 mereka lebih terasa kayak hanging out with friends who can sing. :D
[MENTION=395]tsu[/MENTION]
itulah saya dari awal bilang soal bisnis dan produknya.
apa itu jelek?
lah namanya bisnis ya usaha cari untung. asal masih di jalur yang sehat ga melanggar aturan perundangan silakan aja.
jangan langsung ambil kesimpulan sendiri dan merasa terpojok. bahwa bilang idol =bisnis emang kenyataannya. dirty atau nggak balik ke masing2 deh.
kalau mau yang unik anti mainstream tuh mbah surip. kalau idol bisa ditebak, berdasarkan research pasar, orang suka apa ya bisnis menghadirkan.
kemudian sukses berarti usahanya berhasil.
saya setuju ama reza. beda entitas.
tapi balik lagi soal produknya, saya sih asal bisa nikmati ya udah. ga mikir lainnya.
bahkan lagu india ada yang kusuka padahal film-nya kacrut.
sampe dihina hina teman sekantor gara2 nyetel lagu itu mulu.. life must go on
yahhh jadi sama aja kek produk terlaris di pasaran,, banyak yg suka ,, bukan berarti seluruh org suka, right?
kalo ngomongin selera, itu berdasarkan kesukaan masing" , kalo dilihat dari segi konsumennya , ah seisi thread juga tau hal sebasic ini
perbedaan indah, bisa cepat mendewasakan org, bisa menambah wawasan juga,, meski disisi, lain disalahartikan bisa menghancurkan persatuan
otak bgaikan parasut ,, kalo gak di buka gak guna
dari mata (otak) turun ke hati, suka dengan suaranya, suka dgn penampilannya, etc
dari awal [MENTION=395]tsu[/MENTION] memaparkan misunderstanding yg ada saat ini terhadap org yg sering ngebash suara mereka,, kualitas terbaik pasti banyak disuka , music emang main weapon (tnx correcting me) , industri paling laku keras dan lebih mudah di terima org awam (acting nowadays?)
caranya memang anti mainstream, tinggal lihat seberapa lama itu bertahan, 10thn?20thn? who knows
mbah surip?bukan?
ane sendiri baru tau dari [MENTION=7]cha_n[/MENTION] kalo cara mbah surip ternyata begitu
[MENTION=152]itsreza[/MENTION], agree, dan tidak ada yang memaknai negatif soal debat secara umum, tapi disini, secara historial, selalu berakhir ricuh ;D and i really like to avoid that
see... its just a wordplay, make em softer ;)
[MENTION=7]cha_n[/MENTION], ooow.... im sorry klo memang dirasa saya offended
saya mau nanggapin si hundred tho....
tapi yah memang bagaimana lagi, kehidupan musisi skr tergantung sales, tidak menjual, label pasti akan mendrop...
@tehcursed, he is young ;D
IMHO mbah surip sih anomali , sama seperti Tegar gitu, came out of nowhere, karena unique, makanya langsung go
btw, ini tidak mengklasifikasikan apa2, just a small talk between old friends ;D
lagian seperti kata anak2, ini kan beda entitas ;D
although..... i agree, mereka bukan your classic musician, tapi semacam new breed (walaupun bukan baru2 amat) dimana industri sekarang begitu mencengkeram musik to the point that they created image and personality to the artist
IMHO mungkin sisi musik yg masih pure..... hanya ada di underground, they sing and played music..... just like that
anw guys, this is beyond my exp, saya tadinya mengira, paling banyak adalah 2 pages, ternyata sampe 4 hingga kini
keep em coming guys ;)
Dude, I grew up with this. ;D
Masih inget betapa cool-nya bolos sekolah terus kabur ke Bandung seminggu cuma buat mencari kaset Bootleg-nya PAS Band dan Pure Saturday.
Terus di hari sabtu ngakak ngeliatin Pheobe-nya Friends ngamen nyanyi "Smelly Cat".
::ngakak2::
And now you know. Mwa ha ha ha ha .... ::ngakak2::Quote:
anw guys, this is beyond my exp, saya tadinya mengira, paling banyak adalah 2 pages, ternyata sampe 4 hingga kini
keep em coming guys ;)
wah tretnya uda aga lama ga ada yang jawab lagi nih..
Dari segi segmen
IMO musisi dan idol itu punya segmen dan penikmat selera yang berbeda, saling mengisi segmen lebih tepatnya
Dan segmen-segmen ini selalu ada penggemarnya (bahkan orang yang ga suka musik sama sekali aja ada lho)
Jadi gw pikir ga aneh kalo ada orang yang suka idol, kpop, dangdut, musik hindustan tapi ga suka ama musik yang kita anggep keren
Mungkin in another parallel universe, idol dangdut dll malah anggep musik rock kaya led zeppelin itu cemen ;D
Gw sendiri adalah penikmat musik, gw ga bisa mengganggap negatif genre lain, soalnya apapun jenis musiknya kalo lagunya enak, ya gw suka, walaupun si "performer"nya amburadul :)
Dari segi musik
Untuk kategori musisi, jujur aja gw masih agak bingung apa yang dimaksud musisi, apakah yang bisa memainkan instrumen musik atau yang bisa bikin lagu karya sendiri
Karena banyak sekali band atau penyanyi keren yang selalu beli lagu dari orang laen dan ga bikin lagu sendiri (misal Rihanna CMIIW)
Kalaupun band itu buat musik sendiri, ga mungkin ga dipoles (atau bahkan bisa dirombak ulang) oleh music director (sutradaranya musik, ada sekolahnya sendiri dan gajinya gede haha..)
Ini mirip sama idol, mereka juga dapet lagu dari orang laen, mereka tinggal perform dan manen hasilnya
Selain itu setau gw ada formulanya untuk bikin lagu jadi enak dan laku, misal reff harus ada repetisi nada, intro harus bla bla bla...dan ilmu ini dikuasai oleh music director
Jadi ya ga peduli, mau band musisi ataupun idol, kalo lagunya enak, ya pasti laku hahaha...hanyaaa, kemasannya yang berbeda :)
Dari segi performa
Tentunya banyak yang mencaci performa idol, lagi-lagi ini persoalan segmen dan faktor ini sepertinya lebih dipengaruhi oleh budaya di mana group itu lahir
Misalnya idol di Jepang bisa bertahan dengan kualitasnya karena permintaan di Jepang-lah yang mengharuskan mereka begitu dan mereka ga peduli sama sekali ama selera orang di luar Jepang (beda ama Korea, kalo nyanyi ama dance belum becus, pasti dimaki, lipsync aja dicerca abis-abisan)
Sedangkan di Barat, "budaya idol" ini pasti berkembang menjadi girlband atau group kayak spicegirl
"Ah, idol itu suaranya jelek, cuman jual tampang & body". Band juga sama aja koq, banyak yang lagunya bagus, jual tampang, tapi performa ancur
cuman masalahnya idol yang lebih sering mendapat sorotan negatif ini
Jadi kenapa lu suka musik ato idola yang lu suka saat ini, jawabannya ya karena memang lu suka.
Kalo dijabarin kenapa bisa suka, ya pasti banyak banget faktornya. Sama aja ama selera s*x, ada yang suka di kasur, ada yang suka di tempat umum, ada yang suka diborgol, ada yang suka ama janda, ada yang suka ama cabe-cabean ;D
weh... ati2 nak, dengan komen kayak gini. Band 'gak mungkin gak di poles' ?
Kalo definisi 'band' kamu memasukkan yang macemnya AC/DC, CCR, Foo Fighters, Blur, U2, Nirvana, Beasty Boys, Gordon Summoner, The Police.... komen kayak gini, maaf, bisa bikin kamu di tonjok. Seriusan. :ngopi:
Dan mereka2 yang seperti ini masih, sampe hari ini, jadi bahan ledekan. Nggak di anggap serius di negara asalnya. :ngopi:Quote:
...Sedangkan di Barat, "budaya idol" ini pasti berkembang menjadi girlband atau group kayak spicegirl...
Definisi-ku soal pemusik, itu orang2 yang bikin rangkaian bunyi untuk mengutarakan isi hati dan pikirannya.
Mereka nggak menjadikan 'orang lain suka dengan produk bunyi2an saya' sebagai tujuan utamanya.
Tapi kalo ada yang suka, ya, bagus.
Dan syarat lain pemusik adalah, produk mereka harus bisa murni bertopang hanya pada bunyi yang dihasilkan. Titik. Nggak kurang nggak lebih.
Lagu dan pemusik yang nyantel di kepala gue, biasanya lebih dulu gue cuma denger, seringan dari radio, sebelum gue tau wadag-nya kayak apa.