gw baru liat futu2 ario-lukman sebagai soekarno-hatta, i think i'm gonna ship them hard :malumalu:
gw baru liat futu2 ario-lukman sebagai soekarno-hatta, i think i'm gonna ship them hard :malumalu:
Ario Bayu tidak pernah bermain buruk di semua film yang pernah kutonton.
Memang tidak menonjol, tetapi dia selalu bermain pas sesuai dengan karakter yang harus diperankannya.
Dan ketika dia berperan sebagai figur otoritas (polisi di Kala dan Java Heat), dia punya kharisma sebagai sosok yang keras, teguh, punya prinsip dan itu semua dilakukannya dengan pas tanpa over-acting. Kalau ada yang bilang aktingnya buruk, maka saya tak setuju.
Salah satu penyebab Ario Bayu ditolak oleh Rahmawati adalah dianggap sebagai tidak nasionalis (walau aku masih penasaran, pernyataan Ario Bayu mana yang gak nasionalis).
Sementara Hanung memilih Ario Bayu karena wajah Ario Bayu, selain tinggi badan pas, juga karena sudah dikenal oleh publik internasional. MVP punya rencana untuk mengekspor film ini ke luar negeri.
Salah satu produksi asing yang menggunakan Ario Bayu:
http://www.youtube.com/watch?v=Wrk2RbnJfX0
http://celebrity.okezone.com/read/20...olak-ario-bayu
Quote:
"Tapi Hanung tetap untuk coba Ario dulu. Saya wawancara Ario Bayu, tetap enggak cocok. Dia bilang, 'Saya bukan nasionalis. Saya hidup di luar negeri 11 tahun'. Dia juga bilang, 'Saya enggak kenal sosok Soekarno'. So? Ngapain kamu coba casting. Dia bilang profesional. Saya bilang tidak cukup hanya profesional," kata Rachmawati Soekarno Putri, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (13/9/2013).
Ario yang saat itu tetap ingin belajar meminta arahan untuk mengetahui sosok Soekarno kepada pihak keluarga.
"Lantas, Ario bilang ke saya, dia minta tolong cari tahu soal Soekarno. Saya kasih ajaran Soekarno. Dia setuju dua kali seminggu. Tapi dia enggak datang," katanya.
Di iklan Soekarno sendiri,
saya terkesan dengan aksen yang dipakai saat adegan Bung Karno mengajar di sekolah Muhammadiyah Bengkulu
"Sebelum dinamakan Indonesia, Patih Gajah Mada menyebutnya NU-SAN-TA-RA"
http://www.youtube.com/watch?v=UuhB8EZhPxg
Adegan itu saja sudah cukup untuk membuktikan bahwa Ario Bayu jauh lebih cocok dibandingkan Anjasmara.
Pemeran Sjahrir-nya kurang pendek.
Dan interpretasinya Hanung, berdasarkan bocoran wawancara sana-sini, Sutan Sjahrir di film Soekarno digambarkan sebagai pemarah.
Padahal Sutan Sjahrir bukan pemarah.
Dia memang sangat kesal dengan masyarakat di sekitarnya.
Dia sangat kesal dengan Bung Karno.
Tapi dia jauh dari pemarah.
Hanya sekali digambarkan dia marah besar, ketika membentak Bung Karno di pembuangan pasca Agresi Militer Belanda II.
Jacques De Kadt menggambarkan Sjahrir menunjukkan wajah kekecewaan.
IJ Kasimo menggambarkan Sjahrir penyabar ketika dia dipukul oleh tentara Belanda, malah ada yang menunjukkan sisi humorisnya.
Tulisan-tulisan Sutan Sjahrir sendiri, Indonesische Overpeinzingen, menunjukkan dia orang yang gampang bergaul. Dan ini dikonfirmasi oleh IJ Kasimo, Sastra, dan Solomon Tas.
Aku agak kecewa dengan Lukman Sardi sebagai Hatta di trailer film walaupun pemeran Bung Hatta sebelumnya, Verdy Solaiman bilang untuk tetap nonton dan saksikan Bung Hatta versi Lukman Sardi. Sekarang aku gak yakin dengan Sutan Sjahrir versinya.
Tapi aku bersedia menunggu.
Hanung mengatakan, dia sebenarnya lebih menggemari Sjahrir daripada Soekarno. Kita lihat saja nanti.
---------- Post Merged at 10:59 PM ----------
Kutipan dari http://www.merdeka.com/peristiwa/film-soekarno-proyek-besar-hanung-bramantyo.html :
Soal gambar, Hanung mengatakan sangat meminimalisir adegan Soekarno berpidato. Hanung lebih memilih adegan-adegan Soekarno sebagai negosiator dalam memperjuangkan kemerdekaan, demi meminimalisir pertumpahan darah.
" Soekarno tahu benar, Jepang haus darah, dan akan jadi terjadi pembantaian besar-besaran kalau tidak berkolaborasi," ujar Hanung.
Merinding... setelah nonton trailer nya "Soekarno" itu :dingin:
sorry yah [MENTION=125]serendipity[/MENTION] dan [MENTION=145]spears[/MENTION] gw termasup salah satu yang suka dengan kelugasan Hanung dalam membuat pilem ::maap::
kita masih temenan kan? :D *sodorin kelingking
^ hihi ngapain minta maap nudel, coba deh baca dari awal.. gw sama sekali gak anti dengan Hanung ;D
gw fair kok kalo nilai film, kalo gak suka... ya karna emang artisnya yg aneh.
Sometimes sih, ada juga sutradara yg gak gw suka kaya Monty Tiwa ;D dan itu karna emang pelem2nya yg kaku abis. Gak asik & garing ::hihi::
Kembali ke topik awal .... ya gw menciyum ada yg gak beres dengan perijinan pelem ini. dan kembali deh pertanyaannya, kenapa minta ijin cuma ama Rachmawati?
anak-anaknya Soekarno banyak banget kan ::hihi::
Karena ide itu muncul setelah menonton pertunjukan teaternya Rahmawati Soekarno.
Selain itu Rahmawati Soekarno juga ketuanya Yayasan Pendidikan Soekarno dan Universitas Bung Karno yang punya banyak referensi tentang Bung Karno.
Salah satu adegan dalam film Soekarno nanti.
http://www.filmsukarno.com/images/ga...b%20(Copy).jpg
shahrir yang mana? yang di belakangnya sukarno? ga isa liat youtube::nangis::
Nah itu. Aku gak bisa mengenali Sjahrir di trailer maupun di foto-fotonya. Kalau Hatta, aku masih bisa mengenali lah walau rambut Lukman Sardi terlalu tebal.
Jidadnya beda. ;D
Kalau lihat dari trailernya, this is a boring movie karena (lagi-lagi) menunjukkan kehebatan Soekarno dan hubungannya dengan perempuan-perempuannya. Sorry, I never find that part of of his life interesting. Katanya film ini tentang misi Soekarno - Hatta - Sjahrir berjuang untuk kemerdekaan Indonesia?
Lagi-lagi ada Fatmawati dengan bendera pusaka, anak SD juga tahu.
Banyak sisi Soekarno yang lebih menarik, misalnya bromance Soekarno dan Hatta lalu bagaimana hubungan persahabatan itu kemudian retak. Atau kekagumannya pada tokoh-tokoh perjuangan lain and having them around him but in the end dia sendirian, mati dalam pengasingan. Itu lebih real and we can learn from that.
Soekarno itu tokoh paling fenomenal dlm sejarah Indonesia.
Baguslah klo ada yg bikin film Soekarno.
Biar anak2 skrg tau sejarah juga.
Tapi, bisa nggak siiih yg bikin bukan Hanung?????? ::hihi::
Smoga dikemudian hari ada sineas2 lain yg bikin film Soekarno.
Klo bs sih sineas Hollywood :p
Tp kek nya ga mungkin. Ga bagus buat pencitraan negara mereka. Kakakaaakkkk.
:))
Santai aja...kyk apaan aja sih.
Kan gw ud blg..gw ga suka Hanung ya itu subjektif gw aja..ya nggak harus lo semua ikutan ga suka dia juga.
Trailernya okelahh...yg bikin merinding krn emg ada lagu perjuangan yg selalu berhasil menyayat hati gw...judulnya apa ya? Yg "indonesia tanah air beta, pusaka abadi nan jaya...dst"
Sumpah deh..tuh lagu bener2 seddihhh..nyaredet hate.
Gw liat tim make up artistnya bagus.
Ario bayu mang mirip ama asoekarno.
Tp akan lebih bagus lagi klo Ario nya ikutan usaha juga..such as ikut ngegedein badan.
Soekarno kan kekar2 tegap gitu.
Tapiii..gw stuj bgt ama chodee!
Klo ario di plot jd Hatta bakal miriiiiiiiipppppp bgt. Dr segi bodi, wajah..tinggal dikasih kaca mata bulet..jadi deh!
^ iya spirs gw jg dr dulu pengen bgt ada pilem sejarah kita yg digarap dgn serius, atau pilem2 jaman kerajaan macam ken arok ken dedes (ngarep jadinya kek crouching tiger hidden dragon %heh ) tp jangan si hanung yg bikin ;D gw jg punya sentimen sama hanung
Tp sineas muda berbakat kita emang super dikit bgt sih, belum lg soal sponsor -_-
Dan gw suka bgt liat gambar teaser nya, cowo2 rambut klimis pake baju seragam ::cabul:: kalo pilem ini bs dibikin selevel der untergang gw cabut sentimen gw sama hanung ;D
[MENTION=145]spears[/MENTION]
Yang satu lagi, 9 Reasons: Great Leader Great Lovers, yang Soekarno diperankan oleh Tio Pakusadewo, tiba-tiba menghilang. Iklannya pun menghilang. Kayaknya udah disomasi duluan ama keluarga Bung Karno.
[MENTION=1220]mbok jamu[/MENTION]
Aku beda pendapat.
Cuma ada dua istri Bung Karno yang ada di film ini, Inggit dan Fatmawati.
Plus, noni Belanda di masa kecil Bung Karno di mana Bung Karno dibentak ayah si noni nanti. :P
Setting cerita dari penangkapan Bung Karno hingga Proklamasi.
Jadi kalau kuperkirakan, peristiwa yang bakal ada di film:
Soekarno di penjara Sukamiskin.
Nanti kemungkinan drama antara Soekarno dengan Inggit.
Kemudian Soekarno di pembuangan Bengkulu
Sebenarnya banyak cerita menarik di sini seperti bagaimana Soekarno menulis naskah drama tonil.
Atau Soekarno berdebat tentang Islam melalui artikel-artikelnya.
Tapi kayaknya lebih fokus ke bagaimana Soekarno tertarik pada Fatmawati.
Ada kemungkinan juga di masa ini, akan ada tampilan Hatta dan Sjahrir pulang ke Hindia Belanda,
berselisih dengan pengikut-pengikut Bung Karno.
Ini cuma dugaan aja, karena kalau mau menampilkan dwitunggal, mau gak mau harus ditampilkan bahwa Bung Karno dan Bung Hatta itu sebenarnya berbeda dari sudut pandang politik.
Kemudian masa Jepang.
Bung Karno kembali ke Jakarta. Di sini kemungkinan Bung Karno akan bertengkar dengan Inggit (ada di trailer di mana bantal dilempar ke cermin).
Tapi fokus cerita tampaknya akan menceritakan pertempuran batin Bung Karno ketika dia harus menjadi corong propaganda Jepang, termasuk pengumpulan kerja paksa romusha (PUTERA). Ada beberapa adegan di trailer yang menunjukkan hal ini:
1. adegan Bung Karno dan Bung Hatta menerima militer Jepang;
2. adegan Bung Karno bersulang dengan militer Jepang dan tampak Bung Karno agak gak suka dengan keadaan itu;
3. adegan Bung Karno di antara Romusha dan disyuting untuk propaganda dan Bung Karno tampak tidak nyaman;
Dari segi wawancara,
tampaknya nanti antara Bung Karno dan Bung Hatta, juga bakal ada konflik dengan Sutan Sjahrir di masa Jepang.
Kemudian nanti akan ada adegan 16 Agustus.
Di trailer ada adegan Bung Karno yang gak percaya Jepang sudah kalah. Ini kemungkinan dialog antara Chaerul Saleh, Wikana, dan kawan-kawan saat berdebat dengan Bung Karno dan Bung Hatta.
Ada foto antara Bung Karno, Hatta, Chaerul Saleh, Wikana dan lupa-siapa-lagi-yang-satu-itu versi film Soekarno ada di bawah ini.
http://www.filmsukarno.com/images/ga...soekarno-5.jpg
Cerita cuma sampai tahun 1945.
Jadi gak akan menampilkan istri2 Bung Karno setelah itu (Hartini, Yurike, Naoko Nemoto, err.. sapa lagi ya?)
Baru menyadari.
Subjudul filmnya adalah Indonesia Merdeka.
Indonesia Merdeka adalah nama asrama di Kebon Sirih tempat Kaigun (Angkatan Laut Jepang) memperbolehkan para tokoh-tokoh bangsa untuk mendidik generasi muda agar siap sebagai bangsa.
Trailer filmnya dibuka dengan adegan Mohammad Hatta mengajar para pemuda tentang konsep kebhinekaan Indonesia. Jangan-jangan adegan ini bersetting di Asrama Indonesia Merdeka? Jadi justru fokus cerita pada asrama ini di dua pertiga akhir film?
Generasi tua yang mengajar di asrama tersebut: Soekarno, Hatta, Sjahrir
Generasi muda yang belajar di asrama tersebut: Wikana, Chaerul Saleh, Adam Malik, Soebandrio, AM Hanafi, Ahmad Subardjo, Sukarni, BM Diah
Koreksi kalau aku salah memetakan generasi tua dan generasi muda di situ.
Thank God for that!
Jadi yang dibold, apakah sekedar bumbu buat ibu-ibu? ;D Sepertinya ini memang bukan tipe film yang mbok suka. Kalau memang film sejarah mbok maunya yang benar-benar sejarah, ndak pakai bumbu, sekelam apapun.
Mbok berharap ada film tentang Soekarno yang menceritakan sisi-sisi Soekarno yang ndak diketahui banyak orang, bukan yang sekedar memindahkan buku pelajaran sejarah di sekolah ke layar lebar.
Kesimpulannya, simbok salah pelem. ;D
^
True, gw siy ngarep di pilemnya ngeliatin sisi manusianya soekarno, sisi sehari2nya yg ga bs diliat pas dia lg jadi pemimpin. Makanya waktu dulu ada wawancara madame de syuga, terus pengasuh anaknya dan si guruh, suka banget, soalnya mreka cerita sisi keluarga soekarno.
Makanya gw ngarep bakal selevel der untergang, gw kagum sampai jd agak kasian liat sisi manusia hitler
Ratna Sarumpaet mendukung keberadaan film Soekarno.
http://wartakota.tribunnews.com/deti...et-bela-hanung
Seniman Ratna Sarumpaet angkat bicara soal kisruh Film 'Soekarno: Indonesia Merdeka!' garapan sutradara Hanung Bramantyo. Kisruh terjadi lantaran kesalahpahaman antara Hanung dengan putri Soekarno, Rachmawati Soekarnoputri, terkait pemilihan pemeran Soekarno.
Rachmawati memilih aktor Anjasmara. Sedangkan Hanung dan timnya memilih aktor Ario Bayu. Akibat cekcok itu, Rachmawati melayangkan somasi kepada Hanung dan MPP. Bahkan, dia pun mempolisikan Hanung dengan tudingan pencemaran nama baik.
Menurut Ratna, pemilihan aktor dan penentuan siapa memainkan apa dalam produksi sebuah film merupakan hak penuh sutradara. "Penentuan siapa memerankan siapa, itu merupakan hak prerogatif sutradara. Mau nanya jungkir balik ke republik manapun, tetap itu merupakan hak sutradara," kata Ratna, Kamis (26/9/2013).
Penentuan aktor adalah hak prerogatif sutradara. Karena itu, kata aktivis perempuan tersebut, seharusnya keluarga Soekarno setuju dengan pilihan Hanung. Pasalnya, sutradara sangat paham dan tahu kualitas akting aktor yang dipilihnya.
"Soekarno diangkat ke film bukan ingin mempertontonkan keluarga, tapi film itu ingin mengangkat Soekrano sebagai bapak pendiri bangsa. Soekarno ini jadi milik seluruh rakyat Indonesia, milik publik," cetusnya.
Dilanjutkan Ratna, film 'Soekarno: Indonesia Merdeka!' harus tetap digarap dan tayang meski berpolemik dengan ahli waris Soekarno. Pasalnya, tidak semua rakyat Indonesia, khususnya kaum muda mengetahui sejarah panjang Soekarno dalam mendirikan negara ini.
"Saya sebagai seniman, sangat mengapresiasi orang yang ingin mengangkat seorang pahlawan ke film, karena banyak generasi muda saat ini yang tidak paham bagaimana perjuangan Soekarno, sehingga film ini harus didukung demi kepentingan bangsa," lanjutnya.
Menurutnya, film 'Soekarno: Indonesia Merdeka!' merupakan konstribusi dunia perfilman Indonesia terhadap sejarah negeri. Pasalnya, media film sangat mudah dimengerti dan diingat daripada membaca teks sejarah.
"Saya sangat mengapresiasi ada yang mau angkat Soekarno. Karena saya tahu, untuk membuat film itu butuh dana yang besar, sehingga ketika ada orang yang mau mengeluarkan uang cukup besar, seharusnya semua pihak turut mendukung," harapnya.
---------- Post Merged at 02:10 AM ----------
Piet "Mamang" Pagau mendukung keberadaan film Soekarno
http://wartakota.tribunnews.com/detil/berita/166074/Piet-Pagau-Prihatin-Kisruh-Film-Soekarno
Aktor senior Piet Pagau mengaku prihatin dengan kisruh seputar penggarapan film Soekarno : Indonesia Merdeka. Menurut Piet Pagau, melihat kasus tersebut sebenarnya hanya miss-comunication saja.
Padahal jika Rachmawati Soekarnoputri, Hanung dan Multivision Plus (MVP) sebagai tiga pihak yang menjalin kerja sama memposisikan diri pada porsi masing-masing, tidak bakalan terjadi kisruh seperti sekarang.
"Saya mendukung langkah Hanung sebagai sutradara. Karena dia yang bakal menggarap mulai dari proses pembuatan naskah atau skenario hingga syuting di lapangan, sudah seharusnya diberi kepercayaan penuh di dalam memilih pemain," kata Piet Pagau ditemui di PPHUI, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (25/9/2013).
Pria yang langganan peran antagonis tersebut menuturkan, hak prerogatif atau otoritas sutradara jauh lebih besar, jika sudah bicara soal pembuatan karya film. "Itu mutlak meski perlu mendengar juga masukan dari pihak produser atau pihak yang melakukan kerja sama,” tegas pria asal Dusun Batu Raya, Landak, Kalimantan Barat.
Dalam sebuah produksi film, menurut pria kelahiran 23 Pebruari 1951 tersebut, hendaknya memang sutradara diberi peran atau kebebasan mutlak untuk menentukan siapa yang terlibat. Mulai dari pemilihan serta penentuan pemeran utama, pemeran pembantu, kameramen sampai akhir proses editing nanti.
“Yang terpenting, karya filmnya itu kelak bisa dipertanggungjawabkan. Sah-sah saja jika Hanung kemudian menolak intervensi, sekalipun dari pihak produser atau pemilik kerja sama lain," katanya.
Lebih lanjut, pemain film Mandau & Asmara itu melihat bahwa sutradara Hanung pasti tidak akan main-main atau mempertaruhkan nama besarnya, karena harus menggarap film yang mengangkat nama presiden RI pertama itu.
seperti diberitakan sebelumnya, Rachmawati menuding MVP telah menyalahi aturan dengan cara tetap menggarap film tersebut. Padahal sebelumnya, perjanjian kerja sama produksi film itu telah dibatalkan.
Inti dari keberatan Rachmawati dan akhirnya membatalkan kerja sama tersebut, karena dia tidak setuju tokoh Soekarno diperankan oleh Ario Bayu. Selain itu, skenario film tersebut dianggap aneh-aneh dan cenderung komersil.
Kasus ini akhirnya juga melebar ke ranah hukum, Hanung dilaporkan ke polisi oleh Rachmawati, karena bicara ke media Rachmawati mencari popularitas dalam kisruh ini.
Mau nangis rasanya liat trailer2 film ini. Rindu banget film sejarah Indonesia yang berkualitas.
benernya kalo udah dibuat ya udahlah, tinggal tayang aja... http://eemoticons.net/Upload/Cute Sh...oticon 004.gif
MVP jadi salah juga ya... udah bikin pilem tanpa persetujuan...
kenapa ya gak kepikiran si Hanung bikin Petra Sihombing jadi Soekarno http://eemoticons.net/Upload/Big Onion/th_104.gif
adem mata gw kalo ngeliat Petra
Kok ya yang aku lihat, yang diributi cuma pepesan kosong.
Tapi mayanlah, ribut2 berarti makin banyak yang penasaran ama filmnya.
[MENTION=125]serendipity[/MENTION]
lebih mirip aktor Soekarno versi Kemendikbud dong...
Dengan biaya pembuatan film 6 Milyar (lebih besar daripada pembuatan film Azrax)
Baim Wong
http://fbcdn-sphotos-g-a.akamaihd.ne...23943851_n.jpg
muka baim wong kok nepsong gitu
Rilis DapurFilm tanggal 10 Oktober di Twitter
https://twitter.com/DapurFilm
Semalam, di Multivision tower diselenggarakan preview #filmSukarno bersama pak Guntur Sukarnoputro
Preview #filmSukarno dihadiri cucu, menantu, cicit BK. Juga dihadiri pak Ilham Bintang ketua PWI dan Pak Wahyu dari tempo
Menurut pak Guntur dan keluarga #filmSukarno tidak ada sejarah yg diselewengkan. Film yg bagus buat generasi muda
Bahkan cucu Pak Guntur, sangat menyukai @bayu_ario di #filmSukarno. Ganteng dan gagah seperti eyangnya
Thd pihak2 yg tdk setuju dg #filmSukarno, pak Guntur bilang: siapapun yg bikin Film BK harus siap hadapi kontroversial
Sejak dulu, BK adalah sosok yg dipuja sekaligus dihujat. Jadi apapun karya ttg BK pasti akan kontroversial, begitu kata pak Guntur
Pak Ilham bintang mnambahkan bhw sjk th 92 film ind sdh mereformasi dirinya. Tak ada siapapun yg berhak menghakimi film selain PENONTON
Jika Filmnya tdk bermutu, tdk sesuai norma ataupun sejarah, penonton pasti akan mengkritik. Begitu kata Pak Ilham Bintang
Jika tdk setuju dg #filmSukarno, bikin tandingannya. Smakin byk tafsir ttg Sukarno, smakin Bagus. begitu kata pak Ilham
Sampai saat ini #filmSukarno sudah masuk tahap mixing, grading dan scoring. Semoga desember bisa tayang
Sikap pak Guntur thd #filmSukarno sangat mencerminkan sosok BK. Menghargai kebebasan Individu dalam berkarya
Dalam sejarahnya, BK telah membebaskan 2 karya Film yg saat itu dicekal pemerintah karena dianggap menghasut
Kedua film yg dicekal pemerintah saat itu adlah Tamu Agung karya Usmar Ismail dan Pagar Kawat Berduri.
Film Tamu Agung dianggap mlecehkan BK. Setelah ditonton BK di Istana, Bliau justru bilang: yg CEKAL film ini berarti KontraRevolusioner!
Terima kasih pak Guntur atas waktu dan energinya untuk menonton dan mengkoreksi #filmSukarno. Salam sineas Indonesia
keliatan motifnya rachmawati
Poster:
http://fbcdn-sphotos-c-a.akamaihd.ne...96295089_n.jpg
Sinopsis
Dulunya bernama Kusno. Tubuhnya kurus dan sering sakit-sakitan. Oleh bapaknya Nama Kusno diganti dengan Sukarno. Besar harapan anak kurus itu menjelma menjadi ksatria layaknya Adipati Karno. Harapan bapaknya terpenuhi, umur 24 tahun Sukarno berhasil mengguncang podium, berteriak : Kita Harus Merdeka Sekarang!!! Akibatnya dia harus dipenjara. Dituduh menghasut dan memberontak seperti Komunis. Tapi keberanian Sukarno tidak pernah padam. Dia makin menggugat. Pledoinya yg sangat terkenal indonesia Menggugat menghantarkan dia dibuang ke Ende, lalu Bengkulu.
Di kota itu Sukarno istirahat sejenak dari politik. Hatinya tertambat pada gadis muda bernama Fatmawati. Padahal saat itu Sukarno masih menjadi suami Inggit Garnasih; Perempuan lebih tua dari Sukarno, yang selalu menjadi perisai baginya tatkala di penjara dan dibuang. Inggit harus rela melihat sang suami tercinta jatuh cinta dengan gadis lain. Ditengah kemelut rumah tangganya, Jepang datang memulai peperangan Asia Timur Raya. Berahi politiknya kembali menguat. Belanda takluk oleh Jepang. Sesuatu yg dulu dianggap Raksasa bagi Sukarno, kini lenyap. Kemerdekaan Indonesia seolah diambang mata.
Sementara itu Hatta dan Sjahrir, rival politik Sukarno dimasa muda mengingatkan bahwa Jepang tidak kalah bengisnya dengan Belanda. Tapi Sukarno punya sudut pandang berbeda.
'Jika kita cerdik, kita bisa memanfaatkan Jepang untuk upaya meraih kemerdekaan Indonesia' kata Sukarno. Hatta terpengaruh. Tapi Sjahrir tidak. Bekerjasama dengan Jepang sama saja memposisikan Indonesia menjadi bagian dari Fasisme, musuh Amerika-Inggris-Australia. Sukarno tidak peduli. Dia yakin dengan pilihannya: bekerjasama dengan Jepang untuk Indonesia Merdeka. Bersama Hatta, Sukarno berupaya mewujudkan cita-citanya mewujudkan Indonesia Merdeka. Anak-anak muda pengikut Sjahrir mencemooh Sukarno-Hatta sebagai kolaborator, menjual bangsa sendiri ke tangan Fasis. Tapi Sukarno punya pandangan berbeda.
Kita semua tahu bahwa pada akhirnya Kemerdekaan Indonesia terwujud pada tanggal 17 agustus 1945. Tapi apakah itu kemerdekaan yang diharapkan? Jangan-jangan Kemerdekaan itu semata-mata hadiah dari Jepang? Jangan-jangan apa yang kita peringati setiap tahun itu hanyalah upah bagi Sukarno karena telah bekerja untuk Jepang? Bagaimanakah cara Sukarno mewujudkan kemerdekaan itu? Berapa nyawa yang dikorbankan?
Diatas kereta kuda, haji Cokroaminoto berwejang kepada Sukarno muda: 'Manusia itu sama misteriusnya dengan alam, tapi jika kau bisa menggenggam hatinya, mereka akan mengikutimu'
Kalimat itu selalu dipegang Sukarno untuk mewujudkan mimpinya .... Indonesia Merdeka!
^motifnya, pokoknya anjasmara yang jadi sukarno, titik
Sutan Sjahrir, diperankan oleh Tanta J. Ginting.
http://fbcdn-sphotos-d-a.akamaihd.ne...41275048_n.jpg
Gara-gara elu [MENTION=41]kandalf[/MENTION] dan buku-buku yang lu kasih, gw justru pingin liat tokoh Sutan Sjahrir nya di pilem ini ::doh:: :kesal:
Lu bener-bener ngeracunin gw deh, hahaha ::ngakak2::
Baca ini gw jadi inget Sjahrir yang tipikal manuver politiknya tidak agresif seperti Soekarno, lebih ke persuasif. Sehingga banyak yang mengira dia antek tiga negara itu ya? :)Quote:
'Jika kita cerdik, kita bisa memanfaatkan Jepang untuk upaya meraih kemerdekaan Indonesia' kata Sukarno. Hatta terpengaruh. Tapi Sjahrir tidak. Bekerjasama dengan Jepang sama saja memposisikan Indonesia menjadi bagian dari Fasisme, musuh Amerika-Inggris-Australia. Sukarno tidak peduli. Dia yakin dengan pilihannya: bekerjasama dengan Jepang untuk Indonesia Merdeka. Bersama Hatta, Sukarno berupaya mewujudkan cita-citanya mewujudkan Indonesia Merdeka. Anak-anak muda pengikut Sjahrir mencemooh Sukarno-Hatta sebagai kolaborator, menjual bangsa sendiri ke tangan Fasis. Tapi Sukarno punya pandangan berbeda.
Saya termasuk simpatisan ideologinya Sjahrir. Tapi Soekarno memang punya kharisma. Beruntung sekali Indonesia punya trio Soekarno Hatta Sjahrir di waktu yang bersamaan. Eh Tan Malaka ada di mana posisinya ya di masa itu? Orang satu ini agak misterius, belom sempat mengulik2 lebih jauh.
nb: ternyata memang saya pernah menyatakan baim wong muka nepsong, akhirnya ketemu lagi di trit ini :lololol:
Bukan persuasif sebenarnya. Tapi dia percaya politik sebuah negara tidak boleh dilandasi oleh kebencian.
Dan, iya, karena dia ramah terhadap Belanda dan orang asing, apalagi dengan perjanjian Linggarjati, dia dicap sebagai antek-antek Belanda.
Padahal nantinya, pada pasal perjanjian Linggarjati ini yang akan membawa urusan Belanda bukan sekedar urusan domestik Belanda tetapi urusan internasional.
Selain itu, dia lebih menekankan pada diplomasi. Paling terkenal ya, diplomasi beras di mana Indonesia yang masih negara baru, sukses menjual beras dengan harga murah pada India yang sedang kelaparan.
Tapi cerita2 itu kurasa gak ada di filmnya karena terjadi setelah 1945.
Tan Malaka itu seperti bayang-bayang.
Dia memang jauh lebih senior jadi agak kurang dekat dengan mereka bertiga. Tetapi gerak-geriknya membayangi mereka.
Ketika masa Jepang, dia pernah, sambil menyamar, mengritik Bung Karno tentang Romusha.
Pasca proklamasi pun, dia menantang Bung Karno untuk menyelenggarakan rapat besar di Lapangan Ikada, untuk menguji popularitas Bung Karno.
Begitu juga masa Sjahrir sebagai perdana menteri, kelompoknya Tan Malaka adalah penentang besar kebijakan2 Sutan Sjahrir.
Tapi akhirnya cukup tragis sih. Dia salah memilih teman ketika agresi militer II. Bahkan Jendral Soedirman, salah satu pengagum beratnya, gagal menyelamatkannya.
Jadi suka sama Sutan Sjahrir yak, toss dulu ah :minum2:
Kalo Tan Malaka gw sempet baca sekilas doang sih, yang gw tau dia itu emang berkiblat sama komunis dan RRC. Kalo gak salah dia termasup salah satu tokoh penting yang membuat Komunis berkembang pesat di wilayah Asia Tenggara. Suaminya [MENTION=7]cha_n[/MENTION] si cak DF seinget gw penggemar Tan Malaka deh :D
Yup, setuju. Tidak boleh dilandasi kebencian. Kata-kata yang gw inget dari buku yang lu kasih itu [MENTION=41]kandalf[/MENTION] Sjahrir pernah bilang bahwa apa bedanya bangsa kita dengan bangsa Amerika atau pun Jepang ketika kita berlaku kejam dan semena-mena dengan mereka. Ini bertolak belakang dengan style Soekarno yang gak segan-segan ngomong "Inggris kita linggis! Amerika kita seterika!" :ngopi:
iya, buku2nya ada beberapa.
kemaren sempet diceritain tan malaka itu ngapain ngapain, tapi sekarang lupa lagi ::arg!::
oh iya inget dikit, tan malaka gaya pidatonya itu bagus, setara lah sama soekarno. cuman soekarno lebih kompromistis, kalau tan malaka lebih fatalistik (kalo ga salah, maap gw cuman ngerti sekilas2 doang)
dan nudel juga kasi thanks ya kayanya di post yg itu :lololol:
:minum2: bareng nudel.
di FB profile bagian political view saya ambil aja pokok2 pemikiran sjahrir *sangking ngefansnya
democracy, humanity and social welfare
Pengen baca lebih jauh tentang Tan Malaka kapan2. Kalo nggak salah baru2 ini ketemu jasadnya ya...
Lah gimana enggak? statement lu bener kok.. si Baim Wong keliatan nepsong di poto ituh ::ngakak2::
Beda lah sama Ario Bayu yang gw selalu merinding ngeliat totalitas dia memerankan Soekarno :-bd
Btw [MENTION=253]tuscany[/MENTION] cek PM, gw minta alamat FB :D