Hasil yang paling penting dari teknik penentuan umur dengan observasi dan temuannya, adalah seperti berikut:
1. Umur komet
Komet
Ketika sebuah komet mendekati matahari, gaya tarik matahari mulai menghancurkan partikel-partikel kecil dari bintang ini. Jadi “ekor” komet terbentuk dari pecahan partikel ini. Karena perubahan bentuk ini, para ahli astronomi memperkirakan bahwa umur komet antara 1.500 sampai 10.000 tahun. Padahal sekarang ini ada banyak sekali komet. Jika alam semesta berumur miliaran tahun seperti yang diklaim, maka semua komet ini pasti sudah lama sekali mati.
Untuk mengatasi masalah ini, kaum evolusionis berdebat bahwa ada “Awan Oort” yang memproduksi komet di luar angkasa. Kenyataannya, ini benar-benar merupakan klaim khayalan yang tidak memiliki dasar yang beralasan. Keberadaan dari awan jenis ini sama sekali tidak pernah dilihat. Di sini kita bisa melihat “cara berpikir berputar-putar” yang lazim dibuat oleh para evolusionis. Dua argumen terpisah dibuat lebih dahulu, kemudian digunakan untuk saling membuktikan keduanya.
Contoh “cara berpikir berputar-putar” ini adalah dalam pernyataan mereka berikut ini, “Alam semesta umurnya sangat tua, dan karena itu, ada sesutu yang memproduksi komet berumur-pendek; dan karena adanya “sumber” yang membuat komet berumur-pendek ini, maka alam semesta pasti sudah berumur miliaran tahun.”
2. Endapan di dasar laut
Temuan lain yang menunjukkan umur bumi lebih muda dari pada yang dikatakan para evolusionis adalah dari pengamatan jumlah endapan yang terakumulasi di dasar laut. Dengan mengamati tumpukan lapisan di dasar laut setiap tahun, ternyata menghasilkan perhitungan umur bumi yang masik sangat muda.
Susunan lapisan endapan dasar laut
Peneliti bawah air mengamati bahwa rata-rata tebal lapisan endapan di dasar laut adalah 700 meter. Luas lautan dan permukaan laut di bumi adalah 360,9 juta kilometer persegi. Akibatnya, semua lapisan endapan di lautan ada sebanyak 325 juta kilometer kubik. Rata-rata berat dari substansi lapisan ini dihitung sekitar 2,3 gram per sentimeter kubik. Dari semua perhitungan itu diperoleh hasil perhitungan seluruh lapisan di dasar laut adalah seberat 748 juta kali miliar ton.
Kemudian, berapa waktu yang dibutuhkan dari semua jumlah itu terakumulasi di bawah laut?
Untuk menjawab pertanyaan ini, kita harus melihat berapa banyak material lapisan yang berpindah dari darat ke laut setiap tahunnya. Dari hasil perhitungan bahwa semua sungai bisa membawa 19.9 miliar ton lapisan per tahun. Jumlah lapisan yang ditinggalkan oleh pulau es dan daratan sekitar 2.2 miliar ton. Juga diasumsikan bahwa 1,46 juta ton lapisan dihasilkan dari gunung api bawah laut ke seluruh lautan. Dan dihitung bahwa 0,06 miliar ton laposan dibawa oleh angin. Jika semuanya dijumlahkan, diperoleh hasil 27,12 miliar ton lapisan yang masuk ke dalam laut setiap tahun.
Untuk menghitung berapa lama waktu uang dibutuhkan untuk membentuk lapisan bawah laut sekarang ini, angka 748 juta kali miliar ton dibagi dengan jumlah lapisan per tahun rata-rata 27,12 miliar ton. Hasilnya adalah 11 juta tahun. Ini sangat kontras dengan umur bumi yang diklaim oleh para evolusionis, yaitu 4,5 miliar tahun.
Lebih jauh, harus diperhatikan bahwa 11 juta tahun adalah kemungkinan umur maksimum dari bumi. Karena sangat masuk akal untuk berpikir bahwa jumlah lapisan yang dibawa ke laut jauh lebih banyak terjadi di masa lampau, sehingga bisa jadi sebagian besar lapisan di dasar laut berasal dari masa itu.
3. Rasio konsentrasi garam di laut
Ada sebuah material yang terus menerus berpindah dari darat ke laut. Berbagai jenis logam, mineral dan garam yang ada di bebatuan akan luruh ke dalam laut seiring dengan berjalannya waktu. Jika diasumsikan bahwa semua material ini tidak ada di laut pada saat terbentuknya bumi, kita bisa menghitung berapa waktu yang dibutuhkan oleh semua material ini sampai sekarang ditemukan terakumulasi di laut.
Tes yang dilakukan terhadap berbagai material yang ada di laut menunjukkan waktu yang dibutuhkan terakumulasi di laut pada masa kini, antara 100-300 juta tahun. Dan ini kembali membuat klaim para evolusionis terhadap umur bumi 4,5 miliar tahun, tidak berlaku.
4. Medan Magnetis Bumi
Medan magnetis bumi pertama kali diukur tahun 1835. Hasil pengukuran setelah itu menunjukkan bahwa medan magnetis berkurang secara tetap. Dengan menghitung pengurangan medan magnetis setiap tahun, dimungkinkan untuk menentukan berapa besarnya medan magnetis bumi pada mulanya. Berdasarkan perhitungan besaran medan magnetis di bumi mula-mula, terlihat bahwa umur bumi tidak terlalu tua, karena untuk mempertahankan struktur atmosfer bumi dan letaknya di orbit tata surya, medan magent bumi memiliki batasan tertentu.
Medan magnetis bumi
Kalkulasi dengan menggunakan prinsip ini menunjukkan bahwa umur bumi tidak lebih dari 10 ribu tahun. Karena umur tertua dari medan magnetis bumi akan sebanding dengan umur medan magnetis bintang. Tidak mungkin bumi memiliki medan magnetis sekuat yang dimiliki bintang yang bisa melakukan proses termonuklir untuk mempertahankan medan magnetnya.
Para evolusionis berargumentasi melawan teori ini, mengklaim bahwa ada sumber listrik (“dinamo”) yang mempertahankan medan magnetis dari penurunannya secara tetap, karena efek dari dinamo ini membuat rasionya tidak seimbang. Namun, teori dinamo ini sama sekali konsep khayalan dan tidak ada satu pun bukti yang bisa mendemonstrasikan keberadaannya.
Pertama, para evolusionis membuat dogma bahwa umur bumi tua, dan kemudian mereka membuat klaim teori khayalan untuk mendukung keyakinan mereka.
5. Populasi Menusia di Bumi
Populasi penduduk
Sekarang ini populasi penduduk bumi tiap tahun meningkat 21 %. Walaupun kita menerima bahwa pada masa lampau tingkat kematian sangat tinggi dan rasio pertambahan penduduk hanya 0,5%, maka dari perhitungan hanya tersisa dua orang manusia pada 4.500 tahun yang lalu. Di lain pihak, jika manusia pertama hidup 1 juta tahun yang lalu seperti yang di klaim para evolusionis, maka hari ini ada 10 pangkat 2.100 orang yang hidup di bumi, dengan perhitungan rasio kelahiran hanya 0,5% per tahun.
Lebih lanjut, klaim para evolusionis memiliki arti, ada miliaran orang telah hidup selama jutaan tahun. Kenyataannya, fosil manusia sangat jarang ditemukan, memperlihatkan bahwa klaim para evolusionis ini tidak masuk akal.
6. Gunung Berapi
Penelitian yang dibuat terhadap jumlah air “muda” dan letusan lava dari gunung-gunung berapi di dunia, menunjukkan bahwa umur bumi jauh lebih muda daripada yang dikatakan oleh evolusionis.
Gunung meletus
Dua puluh persen cairan yang dimuntahkan oleh gunung berapi, terdiri dari air yang terjebak di dalam bumi. Air ini dinamakan air “muda” (Juvenile), karena air ini tidak pernah muncul ke permukaan bumi sebelumnya. Ini bisa diketahui dari struktur kimianya.
Setiap tahun, hampir selusin gunung api di dunia meletus. Jumlah dari air “muda” di lava ini keluar sekitar satu kubik mil., di mana seluruh air di laut dan danau adalah 34 juta kubik mil. Jika pada mulanya tidak ada air di permukaan bumi, maka seluruh air di muka bumi ada setelah selama 340 juta tahun keluar dalam bumi. Padahal menurut konsep dari evolusionis, laut terbentuk di bumi 1-2 miliar tahun yang lalu.
Rasio dari magma yang keluar dari gunung berapi juga menyangkal klaim dari evolusionis. Diperkirakan magma sebanyak 0,8 km3 keluar ke permukaan bumi setiap tahun. Sesuai dengan rasio ini, dalam waktu 4,5 miliar tahun, maka akan banyak sekali terdapat lava di permukaan bumi melampaui semua dataran benua yang ada.
Tidak perlu disebutkan, semua lava ini akan membeku. Tapi ternyata tidak mungkin magma sebanyak ini ada terkumpul di permukaan bumi.
7. Lava Io
Lava di Io
Io, adalah satu satelit dari planet Jupiter, dengan ukuran yang sangat kecil. Akan tetapi dari dari hasil pengamatan yang dilakukan, Io masih memiliki gunung-gunung berapi aktif yang meletus dan memuntahkan lava dalam jumlah yang besar. Ini menunjukkan bahwa benda angkasa itu tidak berumur miliaran tahun, karena jika demikian – dengan jumlah letusan gunung berapi di Io sebanyak ini, seharusnya letusan ini sudah berakhir jutaan tahun yang lalu.
8. Sejarah Peradaban Manusia
Seluruh catatan sejarah mengenai umat manusia dan temuan arkeologis yang diketahui, berumur tidak lebih dara beberapa ribu tahun yang lalu. Jadi masuk akal bila dikatakan bahwa tidak ada ada informasi mengenai manusia sebelum 4,000 SM.
Sementara itu para evolusionis menyatakan bahwa manusia moderen sudah ada di bumi beberapa ratus ribu tahun yang lalu. Terhadap hal ini, muncul pertanyaan: “Mengapa manusia moderen hidup tanpa catatan apa pun yang bisa ditemukan selama ratusan ribu tahun, kemudian tiba-tiba muncul lagi pada tahun 4.000 SM?”
Semua kalkulasi alam dan metode observasi untuk memperkirakan sejarah bumi ternyata menghasilkan umur bumi yang lebih kecil dibandingkan yang diklaim para evolusionis.
Test yang digunakan oleh evolusionis tidak seperti kalkulasi dan observasi berdasar kejadian di alam, tetapi metode ini dibuat oleh mereka sendiri, berisi kriteria yang ditentukan sendiri. Akibatnya, metoda penentuan umur (tes radiometrik dan indeks fosil) buatan mereka memberikan hasil perhitungan tepat sesuai dengan yang mereka harapkan sebelumnya.
http://www.penjagahati.com/2011/01/m...umur-bumi.html
Diposkan oleh eDTlib di 00:33
Label: METODA PENENTUAN UMUR, UMUR BUMI
0 komentar:
Poskan Komenta