up :D lanjuuuut
Printable View
up :D lanjuuuut
bukannya kepercayaan agama juga merupakan kepercayaan yg tidak terbukti?
seperti juga, kepercayaan pengikut Ponari kepada air kobokannya..
well menurut saya, teori evolusi bisa dilihat dalam skala kecil, contohnya dalam evolusi bakteri yg berbentuk resistensi obat http://en.wikipedia.org/wiki/Drug_resistance
evolusi itu lah yg membuat beberapa spesies bakteri menjadi kebal dengan penicillin
evolusi 'mikro' udah diterima ma aslan.. dia ga percayanya evolusi 'makro'
di mana 1 spesies berevolusi jadi spesies lain
well, dalam 20 tahun saja, bakteri sudah bisa berevolusi "mikro"
lalu, apa alasannya dalam jutaan tahun, kehidupan tidak bisa berevolusi "makro"?
Evolusi "makro" terjadi dalam waktu yg ssssaaaannngggaaatttt llllaammaaa... bisa jutaan tahun
anda tahu jarak 20 km? itu seperti jarak antara tepi kota anda dengan tepi satunya. bayangkan anda naik motor menempuhnya.
sekarang, anda tahu jarak jakarta - surabaya yg 800an km? bayangkan anda naik motor menempuhnya.
sekarang, anda tahu jarak Jakarta - Kuala Lumpur yg 1200an km? bayangkan anda naik motor menempuhnya.
sekarang, anda tahu jarak keliling Bumi yg 50.000an km? bayangkan anda naik motor menempuhnya.
anda tahu homo sapiens? homo sapiens muncul di bumi 200.000 tahun lalu. dan peradaban manusia barulah 10.000 th. apalg peradaban masehi yg baru 2000 th
anda mau ngomong kepercayaan apa ngomong science ?
kalo kepercayaan, boleh saja membuat loncatan logika: karena bakteri bermutasi mikro maka... big ape bisa jadi manusia.
Masalahnya, science itu harus punya bukti kuat, harus ada proses yg bisa diamati, perubahan dari big ape menjadi manusia.
Apapun konstruksi tubuh mahluk hidup, pasti ditentukan oleh design awal didalam DNA, mutasi yg terjadi lebih banyak karena mahluk hidup kehilangan sebagian dari design DNA, misalnya kehilangan kemampuan melihat, kehilangan gen mata biru dst.
Yang tidak bisa (sulit) terjadi adalah pembentukan program DNA baru, meskipun bisa terjadi karena inveksi virus misalnya namun hal ini bukan suatu kejadian yg biasa, lagipula inveksi virus itu bukan pemebentukan program baru melainkan hanya perpindahan program/design dari satu mahluk ke mahluk lain.
itu sebabnya perubahan dari bakteri atau amuba menjadi mahluk kompleks seperti manusia sangat sulit dipercaya karena perubahan "keatas" itu membutuhkan banyak sekali rancangan2 baru dalam DNA.
Kalau kitaa tidak percaya adanya Tuhan, maka siapa yg merancang program2 DNA terbaru ? yang bisa terjadi hanyalah mutasi, rancangan awal yg kehilangan sebagian dari paket program.
Bakteri jaman sekarang, bisa resisten terhadap penicilin, karena bakteri tersebut membuat B-laktamase http://en.m.wikipedia.org/wiki/Beta-...ases#section_1
Inilah 'program DNA' yg terbentuk, dr yg semula tidak ada menjadi ada.
Mutasi tidak berarti 'kehilangan' program DNA awal. Semua penambahan, penghapusan, pengubahan sebagian atau semuanya adalah termasuk bentuk mutasi
Evolusi, terjadi dalam kurun waktu yg saaaannggaattt llaamaaaa.
Bayangkan 50 th terakhir ini diwakilkan dengan 1 meter. Anda bisa kan, merangkak sepanjang 1 meter? Homo sapien, yaitu spesies kita, mulai muncul pada 4000 meter sebelumnya. Bayangkan merangkak sepanjang itu.
Anda bicara tentang bakteri staphilococus aureus yg beberapa tahun belakangan ditemukan strain baru yg memiliki resistensi terhadap penicilin.
Bagi kita yg awam terhadap bidang bilologi molekular tentu berpikir telah terjadi sebuah spesies baru, dengan kemampuan baru atau dengan kata lain sebuah mahluk baru lengkap dengan rancangan baru.
Namun penelitian mendalam terhadap dna bakteri tidak menunjukkan hal yg demikian...
Jadi kemampuan2 baru dari bakteri strain baru bukan tercipta begitu saja, darimana bakteri bisa memperoleh kode DNA yg baru, silahkan baca disini lanjutannya :Quote:
S. aureus has a significantly larger genome than S. epidermidis. Most strains of S. aureus have a genome size of 2.8+ Million Base Pairs (MBP) and most strains of S. epidermidis have a size of 2.5–2.6+ MBP. They share about 67% (2/3) of the same genes. It appears that S. aureus has gained about 300,000 DNA base pairs, many of which are factors that lead to its pathogenicity and ability to avoid the body’s defense system (Seifert and DiRita 2006). As we examine many other important bacteria pathogens, it appears that a “recipe for corruption” is this: the addition of unnecessary DNA, the loss of purposeful information, and the mixing of “foreign seed” (DNA from other microbes) with original kind “seed” (DNA of original S. aureus).
Ternyata kemampuan baru yg dimiliki oleh bakteria terjadi karena proses tukar menukar DNA dengan bakteri lain atau dengan/melalui virus.Quote:
Lateral transfer of DNA may be beneficial to the bacteria for a season. Virulence seems to commonly arise via mechanisms of conjugation, pathogenicity island transfer, bacteriophage insertion, and loss of metabolic coding information (Figure 3). For example, bacteriophages (viruses that infect S. aureus) are known to carry incomplete or corrupted genes that are then spliced into the genome of the host they infect. In addition, pathogenicity islands via conjugation have been transferred from other bacteria adding new virulence factors. The most significant lateral transfer appears to be the addition of chromosomal DNA cassettes (pathogenicity islands) from neighboring bacteria (Seifert and DiRita 2006).
Nah keberadaan antibiotik akan membunuh banyak bakteri yg tidak punya program DNA untuk melawan obat tersebut, sedangkan bakteri yg memiliki kemampuan melawan antibiotik akan berkembang biak, dari sini kita tahu bagaimana terjadinya strain2 bakteri yg baru.
Kesimpulannya, manusia tidak bisa berkembang menjadi mahluk bermata tiga kalau tidak terjadi pertukaran DNA dengan mahluk bermata 3.
Atau kalau ternyata dalam database DNA manusia ada gen pembawa mata ke 3 yang resesif lalu karna suatu hal gen ini muncul.
Sifat2 genetik baru yg diperoleh oleh manusia kemungkinan besar memang sudah ada didalam "perpustakaan" genetik namun baru muncul belakangan karena suatu hal, bukan sebuah program yg tercipta baru.
Jadi tak peduli 1000 tahun atau 1 milyar tahun, selama apapun mahluk hidup berada tak akan ada rancangan baru kalau tidak ada yg merancang rancangan baru.
Sama seperti Toyota mengeluarkan model2 baru setiap 5 tahun, kalau tidak ada pabrik Toyota yg merancang mobil baru tentu milyaran tahun pun takkan keluar Toyota model baru.
(kecuali kalau Toyota yg penyok2 karena nabrak2 kemudian disebut sebagai Toyota model baru)
pada bacteriophage, virus akan menyisipkan "urutan kode" DNA kepada bakteri hostnya, sehingga bakteri host akan memiliki "susunan DNA" baru.
virus ini sendiri tidak harus memiliki kemampuan untuk memproduksi B-Laktamase.
saat virus dengan kemampuan A, berbakteriophage dengan bakteri kemampuan B, maka bisa timbul bakteri dengan kemampuan C, seperti bakteri pemproduksi B-Laktamase
DNA virus dan DNA bakteri, material dan molekul penyusunannya adalah sama. hanya "urutan kode"nyalah yg berbeda. "urutan kode" yg berbeda, akan menimbulkan efek "fenotipe" pada organismenya.
molekul dan material penyusun DNA virus dan DNA bakteri sendiri adalah bisa sama. material yg ada dibumi.
hal baru yg tercipta, adalah "urutan kode"
"urutan kode" yg baru, akan menimbulkan fenotipe yg baru.
demikianlah, manusia tidak perlu kontak dengan manusia berjari 6 untuk bisa terjadi spesia manusia berjari 6 di masa mendatang.
manusia bisa saja kontak dengan virus2 baru dan mutasi2 baru sehingga muncul spesies manusia berjari 6
kalau spesies manusia berjari 6 ini berkembang biak terus menerus, bukanlah tidak mungkin muncul manusia berjari 6
http://en.wikipedia.org/wiki/Polydactyly
menambahkan : Polydactyly terjadi karena mutasi pada gen LMBR1
Polydactyly terjadi karena perubahan "urutan kode" pada gen LMBR1.
"urutan kode" yg baru inilah yg menimbulkan fenotipe jari 6
jadi, apakah itu artinya semua makhluk hidup diciptakan barengan pada satu masa? atau periodik? mengapa?
---------- Post added at 01:00 PM ---------- Previous post was at 12:27 PM ----------
ini sama ketinggalan zamannya dengan argumen yang mengatakan bahwa evolusi salah karena tidak ditemukan "missing link".
dan tak ada satupun buku evolusi yg ditulis pakar evolusi yg mengatakan bahwa platipus adalah makhluk transisi mamalia-burung
dan aduh, gak malu nyomot perkataan secara sepotong2 demi mendukung argumen "tidak ada fosil transisi tidak ada evolusi"? coba cek kutipan lengkapnya. sama sekali gak menyiratkan sepotong hal tsb. Jadi inget detektif Conan. pas si Conan bilang "kamulah pelakunya", buru2 kapten megure menangkap salah seorang tokoh untuk dijebloskan ke penjara. untung saja si conan buru2 melanjutkan, "kamulah pelakunya menurut kapten kogoro mouri, tapi bukti dia sangat mengada-ngada. pelaku sebenernya adalah..."
saya masih tak percaya, masih saja ada yg misquote ucapan colin petterson tsb, padahal colin sendiri dah membantahnya ;D
Ok thx atas tanggapannya.
Ada beberapa hal dimana pandangan kita mungkin mirip, yaitu :
1. Mutasi terjadi karena faktor luar seperti virus, radiasi, infeksi dll dan hasilnya adalah random
2. Mahluk hidup pada dasarnya berusaha menjaga integritas kode genetiknya dan berusaha meneruskan kode ini kepada keturunan mereka.
3. Kode genetik tidak terbentuk secara benar2 baru (terbentuk dari molekul baru atau protein baru dan kode baru) melainkan modifikasi dari kode2 sebelumnya (anda katakan urutannya berbeda).
Kita harus menegaskan hal ini karena ada sebagian orang yg berpikir bahwa mahluk hidup mampu mengubah kode genetiknya sendiri, misalnya ikan yg ingin hidup didarat mulai membentuk paru2 dan konstruksi kaki sehingga secara gradual keturunan ikan tersebut semakin mirip mahluk darat dan akhirnya benar2 menjadi mahluk darat, hal itu omong kosong.
Karena telah kita lihat bahwa Mutasi terjadi secara random oleh faktor luar.
Kasus 1
Jadi, kalau ada ikan yg berubah menjadi mahluk darat, ia harus terkena radiasi terus menerus, atau serangan virus berkepanjangan selama jutaan generasi sampai suatu saat ada keturunan ikan tersebut yg kebetulan lahir dengan paru2, ikan cacad tersebut kebetulan bertemu dengan ikan lain yang memiliki ke cacatan genetika yg sama persis dan berkembang biak menjadi kelompok ikan berparu2 dan mampu hidup di darat, ikan tersebut telah mengembangkan sebuah kode genetik paru2 yg kompleks dan akurat dan sangat efisien.
Atau saya berikan altrnatif lainnya :
kasus 2
Pada jaman dahulu ada mahluk yg memiliki kemampuan hidup di air dan didarat, kelompok mahluk yg hidup di air lama2 kehilangan kemampuan hidup didarat, sebaliknya kelompok mahluk tersebut yg sering hidup di darat lama2 kehilangan kemampuan hidup di air.
Ke 2 kasus diatas sama2 menunjukkan suatu peristiwa mutasi genetik,
kasus pertama adalah contoh pembentukan kode genetik baru yg sangat canggih dan kompleks.
Kasus kedua adalah contoh mutasi yg sangat sederhana.
Kasus mutasi sederhana (contoh nomer 2) sudah sering diamati di laboratorium dan buktinya sangat kuat.
Kasus mutasi yg kompleks (contoh nomer 1) sering terjadi di film X-Man namun belum ditemukan di laboratorium, namun teori ini dipercaya sebagai suatu faham.
Mengenai manusia berjari 6 apakah itu suatu mutasi ? iya, apakah itu suatu evolusi ? tidak.
6 jari adalah sebuah variasi genetik umat manusia, ribuan tahun yg lalu ada beberapa suku bangsa manusia yg berjari 6 namun kemudian punah, dengan kepunahan suku2 bangsa ini maka umat manusia kehilangan variasi genetis, namun secara genetis banyak orang yg menyimpan kode genetis 6 jari yg tidak muncul karena resesif.
---------- Post added at 05:41 PM ---------- Previous post was at 04:56 PM ----------
Saya percaya mahluk hidup diciptakan bertahap, manusia yg terakhir.
Mengenai waktunya saya tidak tahu karena Radio Dating yg ada sekarang tidak cukup kredible, ngapain kita mendiskusikan suatu hal atas dasar asumsi2 yg tidak kredible.
ada bukti bahwa manusia adalah spesies terakhir yg muncul di bumi? bakteri, virus, dsb sudah ada sejak zaman dulu sebelum ada manusia?
kalau gak ada bukti yg kredibel gpp deh gak perlu dijawab. kita gak perlu bahas sesuatu yg cuma berdasarkan asumsi-asumsi tidak kredibel
ok mari kita tegaskan diskusi kita hanya pada hal2 yang sudah terbukti saja, ok ?
Sejak ditemukannya DNA, teori evolusi sebenarnya sudah sangat terbukti salah sehingga harus direvisi habis2an.
Evolusi, kata ini berarti mahluk hidup berkembang menjadi banyak variasi, teori dasarnya adalah semua mahluk hidup berasal dari suatu common ancestor, yg diasumsikan sebagai mahluk bersel 1.
Mahluk ber sel 1 ini kemudian bermutasi terus menerus menjadi mahluk bersel banyak yang kemudian terus berubah menjadi mahluk2 yg lebih kompleks, memiliki bagian2 tubuh yg saling terintegrasi dengan sistim yg sempurna.
Tapi sayangnya proses perubahan ini "katanya" berlangsung sangat lama dimasa yg lalu sehingga tidak bisa di amati, tidak bisa dicatat, tidak bisa direkam, tidak bisa diulang, tidak bisa ditiru di laboratorium dst
Sebuah hipotesa yg tidak bisa dibuktikan seperti ini apakah masih tetap boleh dianggap sebagai sebuah ilmu pengetahuan ?
Mari kita kembali kepada hal2 yg memiliki bukti2 kuat, telah berhasil diamati dan dicatatataupun diulang dilaboratorium dan bersifat universal yaitu Mutasi dan Natural Selection !
Manusia telah lama mengamati spesies anjing.
Manusia bisa membreeding serigala menjadi cihuahua, namun tidak seorang pun bisa mem breed cihuahua menjadi serigala.
Setelah ditemukan cabang ilmu biologi molekular maka diketahui jawabannya adalah, Serigala memiliki variasi genetik yg lebih lengkap daripada Cihuahua, atau dengan kata lain dari Serigala ke Cihuahua terjadi Information Lost
Informasi genetik yg hilang akibat breeding ini tidak bisa diciptakan kembali, jadi keragaman mahluk hidup adalah akibat Natural Selection, bukan akibat perkembangan informasi DNA.
Peneliti sudah mengamati bahwa burung woodpecker paruh panjang tidak bisa berevolusi menjadi paruh pendek, sebaliknya woodpecker paruh pendek tidak bisa berevolusi menjadi paruh panjang.
Meskipun kelihatannya sederhana, namun perbedaan panjang paruh woodpecker disebabkan oleh perbedaan informasi genetika yg sangat rumit, tidak mungkin terjadi karena ketidak sengajaan akibat radiasi atau serangan virus.
Maka kalau mau berteori, teori yg lebih masuk akal bukan teori evolusi melainkan teori Natural Selection yaitu:
Nenek Moyang Woodpecker memiliki variasi genetik lengkap antara paruh panjang dan paruh pendek, karena Natural Selection maka kedua variasi ini makin terpisah secara habitat karena masing2 mencari lokasi yg paling cocok dengan anatominya, sejalan dengan waktu masing2 jenis ini mengalami interbreed dan kehilangan informasi genetika.
Kesimpulannya, mahluk hidup berkembang menjadi banyak variasi bukan karena munculnya informasi genetika baru melainkan karena nenek moyang dari masing2 jenis mahluk hidup ini memiliki Perpustakaan informasi genetika yg beragam.
@Aslan: sebenarnya saya ingin membaca mengenai referensi,bahwa ada laboratorium yg bisa mengamati evolusi, karena evolusi tidak terjadi secepat waktu manusia.
Jadi, apakah bahwa polydactyl sudah ada dr manusia lama? Sayang sekali, saya belum menemukan referensi mengenai polydactyl pada fossil manusia
Kalaupun ada fossil fossil polydactyl homo sapiens, maka pastilah tidak melebihi 250 rb th lal.
Lalu bagaimanakah dengan kucing polydactyl? Apakah sudah ada dari jaman dahulu?
Kalaupun ada, pastilah tidak lebih dari dari 6 juta tahun yg lalu.
Jejak polydactyl tertua bisa ditemukan pada masa 395 tahun yg lalu, pada masa 'kaki empat' pertama.
http://en.m.wikipedia.org/wiki/Polyd...pods#section_1
hanya saja, pada masa tersebut manusia belum ada.
Dan pada evolusi, tidak hanya terjadi seleksi alam, melainkan jg mutasi
anda berkata, bahwa jaman dahulu ada variasi lengkap dari suatu organisme. Kalau begitu, kenapa 300jt tahun yg lalu tidak ada fosil burung?
Dimanakah keanekaragaman burung pada masa 300 jt th yg lalu? Apakah ditemukan fosil burung dari masa tersebut?
@doubtit: aslan tidak percaya dg radiometri pengukuran umur fosil/batuan/artefak dsb, karena menurut aslan (berdasarkan sumber terpecaya), radiometri hanya akal-akalan evolusionis agar sesuatu terlihat cukup tua dan berumur lama sehingga proses evolusi terjadi, jadi hanya akal2an evolusionis untuk mendukung teori mereka--sumber terpercaya tsb bahkan mengutip ucapan stephen hawking!--. jadi, mempertanyakan kepada beliau mengenai mengapa pada zaman dahulu makhluk hidup tidak se-beragam sekarang adalah hal yg gak relevan, karena zaman dahulu tsb belum tentu setua yg dimaksud.
oh, ngomong-ngomong, jangan terjebak pada stereotif mengenai kata "mutasi". mutasi tidak selalu berefek negatif. banyak yg positif, meski sebagian besar mutasi yg terjadi di alam malah bersifat netral--jadi jangan takut gara2 mutasi, terjadi "rancangan awal yg kehilangan sebagian dari paket program."
ah tentu saja, mutasi sendiri bisa berupa penambahan, pengubahan sebagian atau semua, serta pengurangan sebagian atau semua dari suatu "urutan kode"
mau hasilnya positif ataupun negatif tidak ada hubungannya dengan definisi mutasi.
bagaimanakah, manusia diciptakan terakhir?
menurut anda, mahkluk hidup tercipta dari apa? dari mahkluk hidup yg lain atau dari benda mati? apakah anda termasuk penganut paham biogenesis atau abiogenesis?
menurut anda, Radio dating tidak kredible? boleh saya tahu, bagian mana yg menurut anda tidak kredibel?
ya, setuju.
Namun untuk bisa menghasilkan sebuah fungsi tubuh yg sempurna dibutuhkan sebuah rancangan DNA yg sempurna pula, itu sebabnya Positive Mutation tidak bisa ditemukan dilaboratorium, yg bisa terjadi hanyalah negative mutation yg dipandang dengan sikap optimis seperti kumbang yg kehilangan/kerusakan gen sayap (Negative), dipandang optimis karena ia tidak lagi beresiko tertiup angin dan jatuh ke laut.
Seorang Profesor dibidang biologi molekular mengamati bahwa alam tidak bisa menghasilkan struktur genetika baru yg berfungsi baik atau lebih baik dari sebelumnya, apalagi kalau faktor pembentuknya adalah radiasi dan serangan virus, ibarat jutaan mobil toyota yg diserang hujan meteor dan berharap salah satunya bisa berubah menjadi pesawat boing 737.
Secara teori, hujan meteor pasti mengubah, menambah, mengurangi, memodifikasi urutan konstruksi mobil toyota sehingga seorang bisa menghayalkan chance terjadinya pesawat karena peristiwa itu, namun hal itu membutuhkan iman yg sangat besar untuk percaya.
salah satu contoh,Quote:
menurut anda, Radio dating tidak kredible? boleh saya tahu, bagian mana yg menurut anda tidak kredibel?
Pada 1993, DR Steve Austin mengambil sample batuan dari Mt. Helen yang meletus di 18 Mei 1980, lalu mengirim sample itu untuk diuji dengan radiometric dating di laboratorium independen.
Hasilnya menunjukkan bahwa usia batuan tersebut berkisar antara 340rb - 2,8jt tahun.
Penelitian ini mempermalukan para penganut Evolusi sehingga memicu perdebatan mengenai akurasi Radio Dating.
Mengapa bisa terjadi ke tidak akuratan pada Radiomtric Dating ?
Karena Pengukuran ini menggunakan beberapa ASUMSI yg sulit di ukur reliabilitasnya.
Contohnya,
Dr. Russ Humphreys meneliti bahwa penghitungan atom Helium di Kristal Zirkon bisa mengalami kecacatan karena Atom Helium bisa lolos dari dalam Zirkon. Helium adalah hasil peluruhan radioaktif.
Maka semakin tua umur Kristal Zirkon, semakin banyak kemungkinan lolosnya atom Helium sehingga penelitian umur semakin tidak akurat.
Dr. Andrew Snelling dari Sydney University meneliti terjadinya Radiohalos dan fissiontracks yg mengindikasikan terjadinya percepatan peluruhan uranium dimasa lalu.
Ia juga meneliti batuan di Grand Canyon dan menemukan bahwa berbagai teknik radio dating menghasilkan range usia yg sangat berbeda :
(a) 516±30 million years (the potassium-argon isochron age)
(b) 1,111±81 million years (the rubidium-strontium isochron age)
(c) 1,588±170 million years (the samarium-neodymium isochron age)
Masih di Grand Canyon sebelah barat, batuan disana terbentuk dari erupsi2 yg sering terjadi dalam kurun waktu ratusan tahun. Batuan ini di test menggunakan teknik rubidium-strontium isochron dan menghasilkan usia 1,143±220 juta tahun.
Nenek moyang suatu species memiliki fariasi genetik yg lengkap, tapi tidak berarti semuanya sudah muncul kepermukaan karena banyak trait yg masih berada dalam "perpustakaan" genetika.
Contoh yg terbaik adalah mengenai jenis2 Anjing.
Pada jaman dahulu hanya ada Serigala, belum ada cihuahua, saint bernard atau bulldog, namun serigala ini memiliki semua trait dalam perpustakaan genetikanya, itu sebabnya manusia bisa membreed serigala menjadi cihuahua tapi tidak bisa membreed cihuahua menjadi serigala.
Hal ini ditegskan oleh penemuan genetik di 22 november 2002.
Quote:
In the journal Science, November 22, 2002, researchers reported, “The origin
of the domestic dog from wolves has been established… .
We examined the mitochondrial DNA (mtDNA) sequence
variation among 654 domestic dogs representing all major
dog populations worldwide, … suggesting a common origin
from a single gene pool for all dog populations.”
tubuh yg sempurna seperti apa? tidak ada tubuh yg sempurna. yg ada hanyalah tubuh yg menjamin kelangsungan hidupnya. tubuh manusia tidak lebih sempurna dari binatang lainnya. kalau berbicara otak, mungkin otak manusia lebih superior dari spesies lainnya. kalau bicara hidung, mungkin hidung anjing lebih superior dari spesies lainnya. kalau bicara mata, mungkin mata elang lebih superior dari spesies lainnya.
tapi tidak ada spesies yg sempurna.
bakteri pemproduksi B-Laktamase tidak lebih sempurna dari bakteri yg tidak memproduksinya. tp itu bisa membantunya untuk bertahan hidup dan meneruskan gen yg dimilikinya kepada anak2nya.
jadi, menurut anda, lahirnya bakteri pemproduksi B-Laktamase apakah termasuk positive mutation ataukah negative mutation?
perubahan bentuk mobil toyotatidak bisa disamakan dengan perubahan bentuk badan organisme.Quote:
Seorang Profesor dibidang biologi molekular mengamati bahwa alam tidak bisa menghasilkan struktur genetika baru yg berfungsi baik atau lebih baik dari sebelumnya, apalagi kalau faktor pembentuknya adalah radiasi dan serangan virus, ibarat jutaan mobil toyota yg diserang hujan meteor dan berharap salah satunya bisa berubah menjadi pesawat boing 737.
Secara teori, hujan meteor pasti mengubah, menambah, mengurangi, memodifikasi urutan konstruksi mobil toyota sehingga seorang bisa menghayalkan chance terjadinya pesawat karena peristiwa itu, namun hal itu membutuhkan iman yg sangat besar untuk percaya.
tubrukan meteor pasti mengubah bentuk mobil -> ya, itu pasti
mutasi gen pasti mengubah urutan DNA -> ya, itu pasti
dalam perbandingan diatas, anda menyamakan mobil toyota sebagai bentuk badan mikroba, dan pesawat terbang sebagai bentuk manusia.
yg benar adalah, mobil toyota disamakan sebagai "urutan kode DNA" mikroba, dan pesawat disamakan seperti "urutan kode DNA" manusia
ya, [mutasi/tabrakan meteor] bisa mengubah [urutan kode DNA mikroba/Toyota] menjadi [urutan kode DNA manusia/Pesawat]
bagaimana fenotipe yg dihasilkannya, tidak ada hubungannya dengan kemampuan mutasi merubah urutan kode.
dan jgn lupa, dalam evolusi juga ada perkembangbiakan, sehingga bila variasi ada kode yg tidak stabil, maka variasi kode yg lebih stabil yg akan terus direplikasi.
sebenarnya saya ingin berkata, bahwa "usia batuan tersebut berkisar antara 340rb - 2,8jt tahun", adalah bukan usia meletusnya gunung tersebut, tetapi usia terbentuknya element pada batu tersebut.Quote:
salah satu contoh,
Pada 1993, DR Steve Austin mengambil sample batuan dari Mt. Helen yang meletus di 18 Mei 1980, lalu mengirim sample itu untuk diuji dengan radiometric dating di laboratorium independen.
Hasilnya menunjukkan bahwa usia batuan tersebut berkisar antara 340rb - 2,8jt tahun.
Penelitian ini mempermalukan para penganut Evolusi sehingga memicu perdebatan mengenai akurasi Radio Dating.
Mengapa bisa terjadi ke tidak akuratan pada Radiomtric Dating ?
Karena Pengukuran ini menggunakan beberapa ASUMSI yg sulit di ukur reliabilitasnya.
Contohnya,
Dr. Russ Humphreys meneliti bahwa penghitungan atom Helium di Kristal Zirkon bisa mengalami kecacatan karena Atom Helium bisa lolos dari dalam Zirkon. Helium adalah hasil peluruhan radioaktif.
Maka semakin tua umur Kristal Zirkon, semakin banyak kemungkinan lolosnya atom Helium sehingga penelitian umur semakin tidak akurat.
Dr. Andrew Snelling dari Sydney University meneliti terjadinya Radiohalos dan fissiontracks yg mengindikasikan terjadinya percepatan peluruhan uranium dimasa lalu.
Ia juga meneliti batuan di Grand Canyon dan menemukan bahwa berbagai teknik radio dating menghasilkan range usia yg sangat berbeda :
(a) 516±30 million years (the potassium-argon isochron age)
(b) 1,111±81 million years (the rubidium-strontium isochron age)
(c) 1,588±170 million years (the samarium-neodymium isochron age)
Masih di Grand Canyon sebelah barat, batuan disana terbentuk dari erupsi2 yg sering terjadi dalam kurun waktu ratusan tahun. Batuan ini di test menggunakan teknik rubidium-strontium isochron dan menghasilkan usia 1,143±220 juta tahun.
akan tetapi, akan lebih jelas kalau saya mempelajarinya lebih lanjut.
mungkin sdr Aslan bisa memberikan link referensinya disini?
karena saya belum melihat referensi lengkapnya, saya hanya bisa menanyakan, apakah "srigala" yg dimaksud pada kalimat pertama dan "single gen pool" yg dimaksud pada kalimat ketiga adalah sama?Quote:
Pada jaman dahulu hanya ada Serigala, belum ada cihuahua, saint bernard atau bulldog, namun serigala ini memiliki semua trait dalam perpustakaan genetikanya, itu sebabnya manusia bisa membreed serigala menjadi cihuahua tapi tidak bisa membreed cihuahua menjadi serigala.
Hal ini ditegskan oleh penemuan genetik di 22 november 2002.
Quote:
In the journal Science, November 22, 2002, researchers reported, “The origin
of the domestic dog from wolves has been established… .
We examined the mitochondrial DNA (mtDNA) sequence
variation among 654 domestic dogs representing all major
dog populations worldwide, … suggesting a common origin
from a single gene pool for all dog populations.”
apakah anda bisa memberikan link referensinya? rasanya saya perlu membacanya terlebih dahulu.
Ya jelas maksud saya bukan tubuh sempurna seperti malaikat, maksud saya adalah tubuh yg berfungsi sempurna, misalnya paru2 yg berfungsi menyerap oksigen dan mendistribusikannya kedalam darah, hal ini tidak mungkin terjadi karena suatu kebetulan.
Mari kita bahas lebih dalam mengenai rancangan DNA dan mutasinya.Quote:
bakteri pemproduksi B-Laktamase tidak lebih sempurna dari bakteri yg tidak memproduksinya. tp itu bisa membantunya untuk bertahan hidup dan meneruskan gen yg dimilikinya kepada anak2nya.
jadi, menurut anda, lahirnya bakteri pemproduksi B-Laktamase apakah termasuk positive mutation ataukah negative mutation?
Resistensi Bakteri adalah satu contoh bagus bahwa rancangan gen baru tidak pernah tercipta begitu saja, kemunculan bakteri resisten adalah bukti dari NATURAL SELECTION, saya pernah membaca hal ini yaitu antibiotik membunuh banyak strain bakteri yg tidak memiliki daya tahan terhadap obat tersebut namun menyisakan strain bakteri YG kurang reaktif terhadap molekul antibiotik tersebut,
ketidak reaktifan ini sebenarnya adalah suatu Negatif Mutation karena bakteri ini KEHILANGAN sebagian dari rancangan DNA asal, namun kebetulan hal ini membuatnya terlindung dari antibiotik, dilingkungan tanpa antibiotik justru bakteri strain ini lebih lemah dari bakteri yg tidak termutasi.
analoginya: ada serangga yg special hidup dirambut mausia dan mengeluarkan racun yg mematikan (mewakili antibiotik), sebagian besar umat manusia punah karena hal ini (mewakili bakteri) namun ada sebagian manusia yg tetap hidup karena mengalami kebotakan, kebotakan adalah Negatif mutation karena manusia kehilangan sebagian informasi DNA
Selain itu ada juga penambahan rantai DNA seperti yg anda sebutkan.
Namun terjadinya rantai baru bukan merupakan program baru !
DNA pembentuk B-Laktamase tidak mungkin terjadi secara random, Program ini sudah ada sejak lama di banyak bakteri yg kemudian masuk ke urutan DNA bakteri Staphiloccocus Aurelius.
Ini tetap berbeda dari teori Evolusi karena DNA pembentuk B-Laktamase sangat rumit dan tidak mungkin terjadi secara acak.
Analoginya:
Anda punya komputer dengan OS Windows 7, kemudian anda memasukkan program Photoshop kedalamnya.
Teori Evolusi percaya bahwa program Photoshop bisa terjadi secara random.
Bagi para ilmuwan yg bergerak dibidang biologi molekular, pembentukan program photoshop secara random adalah omong kosong.
Memang Windows 7 bisa menerima berbagai macam paket2 program, tapi tidak mungkin paket program2 ini terjadi secara random.
Teori Evolusi percaya bahwa program2 semcam Photoshop, Excel, Antivirus dll bisa terjadi secara random dengan mengurutkan bahasa mesin,
Bahasa komputer jauh lebih sderhana daripada bahasa DNA, komputer hanya menggunakan 0 dan 1, nah coba saja kombinasikan 0 dan 1 secara acak, bisakah terjadi program photoshop ?
Mengenai link mudah saja, silahkan google kata kunci ini "Mt Helen radiometric"Quote:
sebenarnya saya ingin berkata, bahwa "usia batuan tersebut berkisar antara 340rb - 2,8jt tahun", adalah bukan usia meletusnya gunung tersebut, tetapi usia terbentuknya element pada batu tersebut.
akan tetapi, akan lebih jelas kalau saya mempelajarinya lebih lanjut.
mungkin sdr Aslan bisa memberikan link referensinya disini?
karena saya belum melihat referensi lengkapnya, saya hanya bisa menanyakan, apakah "srigala" yg dimaksud pada kalimat pertama dan "single gen pool" yg dimaksud pada kalimat ketiga adalah sama?
apakah anda bisa memberikan link referensinya? rasanya saya perlu membacanya terlebih dahulu.
ingat ya, ini pekerjaan para ahli geologi, mereka tidak mungkin salah paham antara usia batuan dengan usia letusan.
Yang saya tahu, lelehan lahar itu mereset usia batuan, dengan cairnya batuan karena suhu tinggi maka molekul doughter isotop akan terlepas keudara sehingga perhitungan usia akan dimulai dari 0, tanpa peristiwa ini maka semua usia batuan adalah sama yaitu sesuai usia terbentuknya bumi.
Justru konsep menghitung usia batuan adalah menghitung kapan batuan itu membeku dari lava.
Konsep menghitung usia fosil adalah menghitung kapan fosil tersebut mati, karena setelah mati hewan/tumbuhan itu tidak lagi memperoleh carbon dari udara atau dari manapun, sejak saat itulah dougter isotop mulai dihitung peluruhannya.
Intinya Radiometric Dating menggunakan banyak asumsi2, kesalahan pada salah satu asumsi akan menghasilkan kesalahan penghitungan.
Contoh, asumsi bahwa sample tidak terkontaminasi molekul yg sama dengan doughter isotop dari sumber lain, asumsi bahwa sample mendapatkan radiasi kosmik yg sama disetiap jaman (penghitungan C14), asumsi bahwa sample tidak mengalami lolosnya molekul sejak awal terjadinya hingga ribuan/jutaan tahun saat dilakukan penghitungan dst dst...
---------- Post added at 03:59 PM ---------- Previous post was at 03:33 PM ----------
Saat Darwin membuat hipotesa Evolusi, beliau belum tahu mengenai DNA.
Pengamatan Darwin hanya mengenai kemiripan tubuh mahluk hidup, dari kemiripan ini beiau membayangkan bahwa mahluk2 yg tubuhnya mirip tentu penya hubungan kekerabatan.
Namun setelah ilmu pengetahuan menemukan DNA, hipotesa Darwin tidak terbukti.
Misalnya kemiripan antara tangan/kaki manusia dengan tangan/kaki katak.
Secara visual orang bisa berkata bahwa manusia dengan katak memeiliki kekerabatan karena konstruksi tulang tangan/kaki beserta otot2nya sangat mirip.
Namun para peneliti telah membuktikan bahwa antara tangan/kaki manusia dan katak memiliki perbedaan program DNA yg sangat jauh.
Bahkan proses pertumbuhan tangan/kaki manusia jauh berbeda dari katak sejak embrio.
Lalu pengikut paham Evolusi merevisi pandangan mereka, kini mereka membuat hipotesa baru yaitu kemiripan DNA antar mahluk hidup membuktikan kekerabatan.
Sebetulnya satu fenomena bisa di interpretasikan menjadi beberapa hipotesa, sayangnya orang evolusi menutup pandangan mereka dari hipotesa2 lainnya.
Kemiripan DNA dan kesamaan bahan pembentuk DNA (protein) tidak harus di interpretasikan sebagai persamaan kekerabatan.
Mahluk hidup perlu memiliki komponen tubuh dari bahan yg serupa karena Tuhan menciptakan mahluk hidup untuk saling berinteraksi, itu sebabnya tumbuhan, hewan dan manusia sama2 terbuat dari Protein, sehingga bisa saling memakan dan berinteraksi.
Kemiripan DNA menyebabkan manusia bisa menggunakan kera atau tikus untuk mencoba obat2an bagi manusia (ternyata tikus memiliki tingkat kemiripan DNA dengan manusia jauh lebih tinggi daripada simpanse).
Selain itu kemiripan tubuh mahluk hidup juga tidak harus di interpretasikan sebagai suatu kekerabatan namun karena kesamaan fungsional, itu sebabnya tangan kera mirip dengan tangan manusia mirip juga dengan tangan katak karena berfungsi untuk mencengkram.
Ibarat ban motor mirip dengan ban mobil karena fungsinya sama, namun ban motor diciptakan di pabrik swallow ban mobil diciptakan di pabrik Goodyear, meskipun tangan manusia mirip dengan hewan tapi secara DNA berbeda.
Cabang biologi molekular juga menemukan bahwa rancangan DNA mahluk hidup sangat rumit dan tidak mungkin terbentuk secara acak (saya menganalogikan dengan program photoshop yg tercipta karena rancangan seseorang).
Teori Evolusi percaya bahwa manhluk hidup dimulai dari mahluk ber sel 1 yg sederhana, dengan DNA yg sederhana lalu sejalan dengan waktu terbentuk program2 DNA yg canggih seperti program mata yg bisa menangkap cahaya, telinga yg bisa menginterpretasikan suara, jantung yg bisa menjalankan peredaran darah dst dst... hal ini membutuhkan imajinasi yg terlalu besar.
orang2 di jaman Darwin, orang melihat mahluk bersel 1 itu adalah mahluk yg sederhana, mereka pikir mahluk2 seperti itu mudah terbentuk dari unsur2 bumi seperti tanah, air, mineral dll
Namun setelah adanya mikroskop elektron, orang baru sadar bahwa mahluk bersel 1 pun sangat rumit dan terancang dengan baik, sedikit kerusakan disebagian tubuhnya akan membunuh mahluk ini, orang juga menemukan Virus.
Virus yg dulu pernah disebut sebagai perantara benda mati dengan mahluk hidup ternyata sangat canggih dan mengagumkan.
Saintis sadar bahwa setiap metode pengukuran mengandung kesalahan. Karena itu utk mengukur umur batuan tidak hanya menggunakan radiometri, tapi juga biostratigrafi dan metode-metode geologi lainnya. Jadi kalo kaum teis mau menyanggah kebenaran umur batuan, bukan dgn menunjukkan adanya kesalahan pada suatu metode, karena kesalahan pengukuran itu hal yg niscaya, melainkan dgn menunjukkan ketidakkonsistenan antara hasil pengukuran satu metode dgn metode lainnya.
gw setuju, Pur... seingat gw, pelajaran-pelajaran
paling awal dalam mata kuliah Fisika adalah tentang
angka penting, kita juga belajar tentang Standar
Deviasi, dan ini bicara soal kesalahan dalam pengu
kuran dan bagaimana menyikapinya.
Kita juga belajar soal hampiran (dalam limit), atau
melakukan iterasi dalam setiap percobaan, yang
menurut gw ini mengajarkan kepada setiap ilmuwan
untuk bisa mengelola kesalahan pengukuran dengan
benar.
Evolusi adalah ilmu yang berkembang, terbuka dan
senantiasa siap untuk dikritik. Kalau pendekatan ki
ta terhadap Evolusi seperti pendekatan kita kepada
keimanan, maka munculkan sikap-sikap "menunggu
kesalahan" dari teori-teori dalam evolusi, sebuah
sikap yang mestinya tidak dibawa dalam ranah pe
ngetahuan umum.
Ini semuanya (kalo bener) hasil radiometri, satu metode saja. Gak mungkin seorang geologis menerima hasil tsb begitu saja. Mereka akan mencari dgn metode lain utk saling melengkapi. Jadi ketika para geologis mengatakan umum Bumi sekian juta tahun, itu hasil dari beberapa metode, tidak satu metode saja.
DI atas gw sempet bilang 'kalo bener', karena lu ambil tulisan tsb dari blog pendukung inteligent design. Jadi dipertanyakan keobyektifan tulisan tsb. :))
ah, it makes me wonder... menurut kop aslan, berapa usia bumi? karena situh gak mengenal dan menolerir definisi "galat" atau "standar deviasi", mestinya angka tsb eksak dong, gak perlu sampai detiknya deh, sampai orde tahunnya saja. Dan bagaimana caranya sampai angka tsb keluar?Quote:
misalnya ini :
(a) 516±30 million years (the potassium-argon isochron age)
(b) 1,111±81 million years (the rubidium-strontium isochron age)
(c) 1,588±170 million years (the samarium-neodymium isochron age)
Bonus, untuk level lebih lanjut, berapa usia alam semesta? bagaimana mendapatkan angka tsb?
nah.....sepertinya usia bumi masih sangat muda (iya kan om aslan?), berapa tahun om?
Karena penelitian usia dengan teknik radiometri itu belum reliable, artinya science belum menemukan teknik pengukuran usia bumi yg cukup baik,
jadi saat ini tidak usah dipaksakan menjadi usia sekian atau sekian hanya untuk mendukung teori2 yg belum ada buktinya.
Teori Evolusi beranggapan bahwa mahluk hidup berkembang menjadi beraneka ragam dengan cara mengembangkan design2 genetika yg baru.
Tapi sayangnya penelitian DNA tidak menemukan hal tersebut, yang terbukti di laboratorium adalah pengurangan variasi2 genetik yg terus menerus (atau pertukaran kode genetik dengan mahluk lain, kode2 tsb sudah ada dari awalnya).
Mahluk hidup tidak punya mekanisme mengubah DNA nya sendiri dan merancang-rancang fungsi2 tubuh yg baru.
Maka ikan tidak akan berevolusi menjadi mahluk darat, bajing loncat tidak akan berevolusi menjadi burung, mahluk hidup tidak akan berubah menjadi apapun kecuali sudah ada rancangan genetik dalam "perpustakaan" genetisnya atau bertukar kode dengan mahluk lainnya.
Dari sini kita tahu bahwa berapapun usia bumi tidak akan mengubah apa-apa karena tidak ada mekanisme evolusi dalam dunia genetika.
USIA BUMI adalah satu2nya benteng terakhir yg dianggap bisa menjadi jawaban logis terhadap teori evolusi.
Teori Evolusi = Mutasi x Chance x Usia Bumi
Karena Mutasi jarang terjadi dan Chance terjadinya sebuah program DNA yg baru dan berfungsi adalah sangat kecil maka terpaksa Usia Bumi harus "dibuat" sebesar2nya.
Namun penelitian di laboratorium molekular menunjukkan bahwa CHANCE terjadinya program DNA baru yg lebih canggih = 0
maka usia bumi tidak lagi menjadi significant untuk dipakai sebagai pembela teori evolusi.
Quote:
Mutations cannot generate new
genetic information; so they cannot be used to explain how evolution
has proceeded from a cell with less information than is present
in modern cells.
selalu saja, pertanyaan saya dicuekin -_-
AsLan lagi kalap nih... ::bwekk::
kalap sih nggak, cuma serius doang.
---------- Post added at 01:36 PM ---------- Previous post was at 01:34 PM ----------
topik kita kan tentang Teori Evolusi, kalo tentang terjadinya alam semesta lain lagi, lagipula kejadian itu kan tidak bisa diamati dan dicatat bukti2nya secara empiris jadi tetap sebatas teori yg masih terus berubah.
lalu, siapa dulu yg maksa orang2 urk baca tulisan-siapa-tuh-yang-ngaku2-ahli-geologi dg memelesetkan kata2 Stephen Hawking kalo usia alam semesta harus cukup tua agar cocok dg teori evolusi--padahal maksud hawking gak bilang gituh -_-
tentu saja usia alam semesta harus diketahui pasti, agar proses pembentukan materi sbg bahan dasar organisme bisa berlangsung. Kan favorit kreasionis bgt tuh buat nyamaratain evolusi sbg teori abiogenesis makhluk hidup. Oh, kalau kejauhan dg usia alam semesta, cukup umur bumi saja deh (siapa tahu usia pembentukan bumi dan alam semesta cuma selisih 3 hari).
proses kejadian alam semesta tak bisa diamati dan dicatat bukti-buktinya secara empiris? Gawddd... lalu apa yg membuat Penzias ma kronconya dapet Nobel Fisika? -_-
ini bukan tred terjadinya alam semesta. kalau gak bisa jawab, ya sudah, jangan ngeles mulu. ;))
dan itulah hakikat sains. diubah terus karena ada fakta baru ;D
sama seperti vatikan yg mengakui big-bang sbg standar yg sesuai injil sejak tahun 1951, mengakui heliosentris sbg model tatasurya dg "meminta maaf" pada galileo sejak 1992, dan evolusi kompatibel dg keimanan kristiani sejak tahun 2009 :ninja:
bandingkan dg org yg cuma menyodorkan satu "fakta" ttg batuan-gunung st helen--yg kemudian terbukti bahwa eksperimen tsb gak valid--dan karena gak valid, gak ditemukan lagi proses dan contoh serupa dari sampel lain di tempat lain (atau malah di lokasi yg sama ;D)
dan saya udah ngasih link-link lain juga yg menunjukan "kritik" thp hasil2 penelitian itu--kalo dibaca-- :D
Berarti terbukti bahwa metode Radio Dating masih debatable, lain dengan kecepatan cahaya atau kecepatan suara yg sudah fix.
Masalah utama dari Radio Dating adalah karena penelitian ini didasari atas beberapa ASUMSI.
Asumsi2 ini harus benar semua baru Radio Dating bisa benar, misalnya doughter isotop harus = 0 saat batuan terbentuk, nyatanya banyak lava cair yg masih mengandung doughter isotop sehingga saat diuji, misalnya dengan Pottasium-Argon menunjukkan usia jutaan tahun.
are you sure kecepatan cahaya dan suara (di ruang vakum) sudah fix? ;;)
SEMUA, yah semua, konstanta fisik dasar yg dipakai buat perhitungan dan tercantum di buku2 sains, semuanya diukur menggunakan asumsi dan pengukuran yg tidak pernah "akurat"--tergantung ketelitian eksperimen. Coba deh googling ttg sejarah kecepatan cahaya, berubah-rubah terus dr masa ke masa nilainya. Harga terakhir yg dianggap paling akurat untuk saat ini memberikan nilai c = 299,792,456.2±1.1 m/s (perhatikan tanda plus-minus itu yg dikenal sbg standar deviasi, harga yg selalu ada di semua pengukuran saintistik). Hanya karena utk keperluan standarisasi satuan panjang meter, harga ini kemudian disepakati satu nilai yg eksak sebesar 299,792.458 (dengan ketidakpastian ±4x10^–9)
Jangan tanya ttg kecepatan suara, suara sangat bergantung thp medium, pasti gak bisa ditentukan harga yg konstan dan tetap di setiap medium yg dilewatinya. Harga yg digunakan utk kecepatan suara (di udara kering suhu ruangan) sering "didekati" dg nilai 350 m/s, harga ini semata-mata digunakan utk mempermudah perhitungan contoh saja. harga eksaknya gak ada yg benar2 akurat karen asangat bergantung pd suhu, tekanan, dan faktor2 eksternal lainnya.
Seperti kata Mbah Ronggo sebelumnya, di setiap buku sains yg baik (terutama buku2 Fisika dan Kimia), bab 1 selalu didedikasikan utk bab "Satuan dan Pengukuran". di buku Fisika-nya Halliday/Reisnick ada tabel mengenai harga konstanta2 fisika yg semuanya dikasih harga ketidakpastiannya/standar deviasinya.
semua teori sains sangat-sangat debatable. tak ada yg fix begitu saja, cuman kalo mau mendebat, yah harus tunjukan dimana kesalahannya, dan mana penjelasan penggantinya. kalo penjelasan penggantinya cuma mbulet (istilahnya cuma "yah gitu deh" atau "pokoknya ada deh") yah berarti teori lama belum terpatahkan, apalagi pembantahan tsb ternyata gak konsisten (harus berani dicek ulang, apakah masih tetap menghasilkan hasil yg sama, cek ulang percobaan tsb dg kondisi yg sama--> yg seringnya gagal, misal yg contoh batuan lava st helen itu yah lakukan di kondisi dan prosedur yg sama saat percobaan tsb, jangan karena terbukti eksperimen st helen tsb cacat, lalu ada "bukti" lain tapi prosedurnya beda karena ternyata hasil st. helen itu cuma "kebetulan", yah jaka sembung). itulah cara kerja sesuatu yg disebut "sains".
yang namanya "mbulet" itu adalah yg sudah dijelaskan bahwa radio dating masih butuh banyak perbaikan eh malah ngeyel dan memastikan bahwa radio dating itu akurat 100% :))
lah kalo yg seperti kecepatan cahaya aja masih boleh di revisi kenapa harus keberatan dengan kritik terhadap radio dating ?
teknik radio dating yg masih banyak kelemahan seperti itu tidak usah digunakan untuk membuktikan Teori Evolusi, toh kalaupun memang bumi berusia ribuan juta tahun pun tidak menjadikan Teori Evolusi itu benar, karena mekanisme pembentukan program2 DNA baru, yg benar2 baru tidak ditemukan dalam penelitian laboratorium.
Contohnya, Bakteri sudah diteliti hingga ribuan generasi dan tidak ditemukan 1 pun pembentukan program genetika baru yg positif, evolusi.
Terjadi kontradiksi antara pengukuran empiris jumlah kejadian evolusi DNA di laboratorium dengan hipotesa Evolusi.
---------- Post added at 12:44 AM ---------- Previous post was at 12:41 AM ----------
Disebut "cacad" kan karena tahun pembentukannya sudah diketahui.
Padahal yg pantas disebut penelitian "cacad" adalah penelitian usia batuan yg dilakukan oleh para penganut paham Evolusi, mereka hanya berkutat di area yg "tak terbukti" misalnya usia jutaan tahun dimana tidak ada pengamat yg masih hidup selama itu sehingga tak ada bukti pengukuran itu benar atau salah.