semua teori mungkin sih. kapolda udah bilang ga ksh rekomendasi tp tiket tetep dijual. kemungkinan LG manggung sgt besar
Printable View
semua teori mungkin sih. kapolda udah bilang ga ksh rekomendasi tp tiket tetep dijual. kemungkinan LG manggung sgt besar
Dan terima kasih banyak sama kru-nya FPI yang udah ngasih advertisement buat acara ini for free. ::hihi::
He, thanks to them, bahkan mereka yang nggak ngeh keberadaan Germanotta pun jadi pengen tau seberapa anehnya aksi panggung-nya sebagai Lady Gaga sehingga FPI dkk jadi segitu jengahnya.
kata germanotta, gw ga butuh fpi dah tenar kali, emang irshad manji ::hihi::
LG mungkin ga merasa perlu, tapi manajemennya dan promotornya? semakin kontroversial, semakin menarik, layak dijual ;))
Ketua DPC FPI Bekasi, Murhali Barda
mengatakan sejumlah anggota FPI itu akan
melakukan aksi penolakan di sela-sela konser
penyanyi luar negeri yang kerap berpakaian
seksi itu.
"Anggota yang sudah pegang tiket sebanyak
157 orang. Para anggota memikirkan
bagaimana caranya bisa masuk dulu. Makanya
harus punya tiket," katanya kepada
INILAH.COM, Senin (21/5/2012).
Dia melanjutkan, setelah berhasil masuk, para
anggota FPI akan langsung melakukan aksi
penolakan saat konser dimulai dengan
berupaya naik ke atas panggung. "Mereka
akan meyakinkan kepada para penonton
bahwa artis yang ditontonnya itu tidak
memberikan kebaikan," ucapnya.
Adapun para anggota yang telah memegang
tiket konser Lady Gaga itu didapat dari
penjualan tiket di gedung FX Plaza, Senayan.
Dan tiket yang dibeli adalah yang paling murah
yakni seharga Rp465 ribu.
"Jika nantinya dalam penolakan konser itu
mengakibatkan anggota kami dipukuli atau
ditangkap, itu merupakan resiko dalam
menjalankan kebaikan," tandasnya.[bay]
inilah.com
Wuih, kalo gitu pengennya jadi aja sih.
Pengen liat gimana nanti kejadiannya. ;))
sejujurnya, gwe juga pengen liat... ::hihi::
Bakal jadi adegan epic taun ini
dan gara-gara epic ini isu isu lama terlupakan :elaugh:
koruptor: thanks LG, you are my savior
Kalo udah sadar bahwa FPI hanyalah preman bersorban, kenapa masih dibelain? Apa karena sama2 syahadat? KTPnya sama2 Islam?
:))
simak baik2, pada belain fpi ato Islamnya? dr awal jg ga ada yg merasa fpi bener walo ga pro LG, situ aja yg gajebo -_ -
melihat sikonQuote:
err.... kayanya klo AKB diginikan bagus juga yah buat advert....
kayanya JKT48 dibuat inklusif emang bener -_-
Here's my two thousand rupiahs: Ngapain mikirin Lady Gaga kalo anak2 kita bisa belajar jadi amoral lebih gampang dengan nonton berita persidangan 'wakil2 rakyat'.
Mulai dari pelajaran 'mau menang ? curang.' sampe 'kalo nggak ketangkep, bukan dosa '...
Dan soal esek2... heh... heh heh....
Bukannya Lady Gaga itu terus putih bersih bebas kontroversi, yah.
Cuman aja, menurut gue, bangsa ini punya agenda penyelesai-an masalah yang lebih besar dan urgent ketimbang memberi perhatian ke Ms. Germanotta.
Kalo melihat Lady Gaga-nya atau Irshad Manji-nya mungkin memang masalah kecil. Tetapi isu besarnya adalah pemaksaan keyakinan (ancaman kekerasan). Ini adalah agenda besar bangsa ini. Kalo sekedar FPI saja, mungkin orang masih melihat itu sebagai permainan bisnis belaka, mengingat FPI adalah ormas preman bersorban. Dan, yg namanya preman akan bertindak sesuai bayaran. Tapi ternyata bukan FPI saja, ada juga FUI, MUI, dan beberapa agen2 Islam garis keras lainnya (kasus di Indonesia). Ini artinya sudah terjadi pemaksaan keyakinan pada pihak lain. Lihat juga kasus penolakan orang beribadah. Ini makin parah. Kalo tidak diselesaikan segera, bisa memicu kerusuhan besar. Kelompok yg merasa mayoritas jgn melihat kelompok minoritas sbg tidak punya kekuatan utk melakukan kekerasan juga. Jika batas kesabaran mereka habis, akan terjadi adu kekerasan juga (lihat kasus Ambon). Makin parah lagi kalo pihak luar ikut campur. Minoritas di Indonesia bisa jadi mayoritas di dunia. Jgn lupa itu.
:))
agenda pembangunan pur.. lu parno seh..
karena LG Terkenal dan kontroversial makanya pada ribut, sampe DPR jg ribut..
Tapi kalau jalanan rusak, DPR Adem aja ya,tu didpn rumahku ,dah betahun2 jalanannya kaya kolam empang lumpur,ga pernah tu Pemerintah seribut menghadapi LG utk baikin jalan.
alangkah lucunya negeri ini.
Ributin orang luar,orang dalam aja masih bnyk yg kelaparan. Mau ikutan tenar kali ya. LG Jadi isu nasional? Kaga salah? Apa kbr perbaikan kemiskinan? Apa kabar perbaikan infrastruktr di wilayah tertinggal? Para pemerintah jadi lupa ingatan kalau ditanya itu.
KPAI tolak konser Lady Gaga
Quote:
Jakarta (ANTARA News) - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menolak konser penyanyi pop berasal dari Amerika Serikat Lady Gaga digelar di Jakarta, karena dinilai bisa menimbulkan demoralisasi anak bangsa.
Apalagi, kata Wakil Ketua KPAI Asrorun Niam Sholeh di Jakarta, Selasa, Big Daddy sebagai promotor mendorong pelajar menonton konser itu dengan pemberian insentif khusus berupa kelonggaran dan kemudahan memperoleh tiket pertunjukan.
"Yang saya ketahui, promotor pertunjukan melalui `media relationnya` menegaskan, pembelian tiket untuk pelajar boleh dicicil setengah harga. Ini jelas demoralisasi anak bangsa," katanya.
Ia mengemukakan, saat ini fakta di lapangan menunjukkan bahwa banyak anak sekolah yang harus drop out, bahkan untuk sekadar memperoleh makan saja susah, namun justru diiming-imingi kehidupan yang hedonis.
"Alih-alih memberikan hiburan justru menjerumuskan anak pada budaya hedonis. Ini bertentangan dengan perlindungan anak yang kita bangun," kata komisioner KPAI yang juga membidangi urusan budaya tersebut.
Dia mengatakan, di satu sisi banyak anak-anak yang berjuang keras untuk mempertahankan eksistensi, tetapi di sisi lain ada kelompok masyarakat yang berhura-hura, nyaris tidak memiliki empati terhadap saudaranya yang kekurangan.
Prinsip perlindungan anak, katanya, adalah pemenuhan hak-hak dasar anak untuk tumbuh dan berkembang dengan senantiasa berpegang kepada nilai-nilai luhur bangsa.
"Konser tersebut akan mengoyak ketahanan kita sebagai bangsa, dan bertentangan dengan prinsip perlindungan anak," katanya.
Pihaknya minta kepolisian menjadikan pertimbangan prinsip perlindungan anak, khususnya menyangkut aspek ketahanan budaya dan pencegahan terhadap gaya hidup hedonisme yang tersemai kepada anak sebagai salah satu variabel dalam penolakan konser.
"Konser ini jauh lebih banyak madaratnya bagi anak bangsa", kata Niam.
---------- Post added at 07:00 AM ---------- Previous post was at 06:44 AM ----------
KH Hasyim Muzadi: Yang Tolak Lady Gaga Pun Karena HAM
Quote:
Hidayatullah.com--Hak asasi manusia (HAM) dan kebebasan berekspresi menjadi alasan yang dikemukakan para pendukung konser Lady Gaga di Indonesia. Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi mengatakan, HAM di Indonesia belun jelas 'kelaminnya'.
"Apakah dia humanisme seperti yang dianut Gandhi, yaitu my nationality is my humanity. Atau, westernisme, artinya semua yang dari Barat harus diterima dan yang menolak dicap melanggar HAM," kata Hasyim Muzadi di Jakarta, Senin (21/5/2012).
Menurut Hasyim, banyak kalangan selalu bicara kebebasan atas nama HAM, termasuk, soal konser Lady Gaga. Namun, dalam kasus tertentu mereka tak berani menyebut orang melanggar HAM.
"Kelompok ini tidak mungkin mencap Israel melanggar HAM sekalipun ngebom di mana-mana. Atau Indonesianisme, yakni HAM untuk membela kepentingan kebangsaan. Atau HAM merupakan monster yang justru akan digunakan melindas norma kebangsaan Indonesia," katanya.
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam Malang dan Depok ini menegaskan kembali, kenyataan di lapangan, kelompok yang paling getol menggunakan HAM adalah neolib dan neokom yang menggunting norma-norma agama.
"Inilah yang tercermin dari polemik Lady Gaga. Sebagian yang merasa tokoh agama pun bergaya western untuk memastikan keintelekannya dan humanismenya," katanya, dimuat Tribunnews.
Lebih lanjut, ia mengatakan, masalah konser Lady Gaga di Indonesia yang kini menjadi perdebatan banyak kalangan, adalah ujian nyata pemerintah. Polisi, katanya, bisa saja berubah pikiran karena tak kuat menahan serangan pihak-pihak yang sepakat terhadap konser Lady Gaga.
"Dari sini diuji 'kelamin' pemerintah via Polri. Mau ngambil kelamin yang mana. Buat saya, sebaiknya Polri melarang. Toh yang teriak-teriak berselancar, akhirnya tidak tanggungjawab," ungkapnya.
Ditegaskan kembali, jika kelompok pendukung konser Lady Gaga di Indonesia mengatasnamakan HAM, maka kelompok yang menolak Lady Gaga juga bisa mengatas namakan HAM.
"Kalau yang membela Lady Gaga berdasarkan HAM, bagaimana kalau yang menentang juga berdasarkan HAM untuk menentang? Karena menentang pun juga HAM kan ? Ingat, membela norma pun punya HAM," tandas KH Hasyim Muzadi .*
LG konser di Indonesia,dia dan promotornya berjanji tidak akan berpenampilan seronok,amoral dan melanggar budaya indonesia.
Karena tidak ada hukum normatif yg melarang LG Konser di Indonesia. Permasalahannya adalah,bnyk pihak2 yg tidak setuju krn penampilan LG yg menjerumuskan. Padahal,masa iya,kejahatan di Indonesia akan berkurang kalau LG gak konser.
Negara kita ini negara majemuk,dimana masyrktnya juga majemuk, memegang teguh toleransi. Selama LG mau mentaati budaya dan norma indonesia untk konser,buat apa melarangnya. Karena menikmati musik,itu hak semua orang.
Permasalahannya, ormas2,elemen masyrt,pemerintah ga setuju konser LG karena apa? Pribadi LG kah? Atau performe panggungnya?
Alasan KPAI dapat saja diterima. Bentuk komprominya seperti di Korea, konser Lady Gaga dibatasi utk 18 thn ke atas. Trus pemerintah bisa bikin pajak tinggi utk konser musik asing di Indonesia. Jadi yg nonton Lady Gaga memang terbatas dan benar2 tersaring, bukan sekedar ikut2an nonton.
Kalo alasan Muzadi malah ngaco. Memangnya Lady Gaga bikin tablig akbar di pesantrennya? Seandainya benar Lady Gaga seorang lesbi dan penyembah setan, apakah Muzadi dirugikan? HAM apa yg dilanggar oleh Lady Gaga thd Muzadi? Kalo ancaman kekerasan yg dilakukan oleh FPI adalah benar ancaman pelanggaran HAM. Sedangkan perbedaan keyakinan (Muzadi penyembah Allah swt, Lady Gaga penyembah iblis laknatullah) jelas bukan pelanggaran HAM. Makin ngaco aja kiai yg satu ini.
:))
Para fans LG pasti tidak nasionalis.
Kita sudah punya Trio Macan, Trio Sanca, Tiga Madu, Dua Racun, Inul, Jupe dan masih banyak lagi lainnya, kok malah memuja2 LG?::arg!::
Kita sudah punya kebudayaan nasional Kopling Gora (Koplo Tarling Goyang Pantura) kok malah memilih musiknya LG?::arg!::
Saya pribadi gak suka LG. Orangnya jelek, gak ada cantik2nya. Bodynya juga gak sexy.
HAM itu subyektif, tinggal siapa ya mau make. kalo kata purba, HAM itu bisa melakukan segala2nya tanpa peduli yg lain :P
Gue sih mau nyebutnya, mulai dari pengusutan kasus Century, rembetannya Nazarudin, pemilihan DKI 1, menjelang pemilu 2014, Sukhoi nyusruk, Kalimantan yang embargo pulau jawa mulai tanggal 26 bulan ini, persiapan menghadapi perlambatan ekonomi dunia... sampe Intermilan yang barusan sowan.
Banyak banget. Dan itu baru PR terbaru yang gue inget. Belom ngitung PR dari jaman dulu yang sampe sekarang nggak kelar, kayak kasus Munir dan kerusuhan Mei.
Dan yes gue sepakat dengan nurdin dan AsLan, soal nasionalisme. Terutama Jupe, yang punya Dua point penting buat di bela.
I am sorry to say, pada point2 ini Ms Germanotta sama sekali bukan bukan masalah besar jika di bandingkan dengan Jupe.
Nggak tau lagi kalo kita bicara Scar Jo atau Jessica Alba. (Ok, this has become an overly long gag )
PR Terbesar sih masih korupsi. ;))
Seriusnya, ini juga jadi kecurigaan gue.
Dan soal empang lumpur. Empang lumpur yang lebih gede dari yang di depan rumah lo aja nggak ada yang perduli....
---------- Post added at 09:41 AM ---------- Previous post was at 09:37 AM ----------
Seriusnya, kalo lo perhatiin semua kasus yang gue sebut tadi, masalah mendasarnya emang Korupsi yang udah mendarah daging. Dari beneran nilep diut, sampe yang agak2 sumir kayak motong lampu merah atau nerobos jalur busway(korupsi jatah jalan).
Semi seriusnya, gue tetep manganggap permasalahan Jupe menarik perhatian lebih besar.
Kok dia nggak pernah jadi iklan obat sakit punggung yah dengan bawa beban hidup sebesar itu kemana-mana ?
ini saatnya ppkn yg dipelajari dari sd sampe sma di terapkan. kalau gak bisa, hapus aja ppkn dari kurikulum, drpd ngajarin anak anak jadi munafik
http://static.inilah.com/data/berita/foto/1863988.jpg
INILAH.COM, Jakarta - Umat Buddha Indonesia yang tergabung dalam Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Buddhis Indonesia, menegaskan menolak digelarnya konser Lady Gaga di Indonesia.
"Berdasarkan masukan-masukan umat Buddha, anggota LBH Buddhis Indonesia dan memperhatikan pemberitaan media massa, dengan ini menyatakan LBH Buddhis Indonesia menolak digelarnya konser Lady Gaga di Indonesia," ujar Ketua LBH Buddhis Indonesia, Budiman, Rabu (23/5/2012).
Budiman menjelaskan, alasan LBH Buddhis Indonesia menolak konser musisi asal Amerika Serikat itu digelar di Indonesia karena, Lady Gaga dianggap sebagai icon pornoaksi dan pornografi.
"Setiap kali aksi konsernya, Lady Gaga tidak lepas dari sensasional. Yakni menampakkan aurat dan meliukkan tarian yang erotis, ini bisa disaksikan melalui video-video yang tersebar di jejaring sosial, selain itu Lady Gaga juga pernah mengaku sebagai seorang biseksual," jelasnya.
Selain itu dia mengatakan, bahwa sesuai pernyataan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), yang menyatakan adanya promotor pertunjukan, yang menegaskan pembelian tiket untuk pelajar boleh dicicil setengah harga. "Ini jelas merupakan demoralisasi anak bangsa yang menjerumuskan anak pada budaya hedonis"
Lebih lanjut dia mengatakan, anak adalah tunas, potensi dan generasi muda penerus cita-cita perjuangan bangsa. "Anak memiliki peran stratefus dan mempunyai ciri dan sifat khusus yang menjamin kelangsungan eksitensi bangsa dan negara pada masa depan, sebagaimana dimaksud dalam UU No.23 Tahun 2002, tentang perlindungan anak," ucapnya.
Budiman, juga menjelaskan Indonesia adalah negara hukum yang berdasarkan Pancasila dengan menjunjung tinggi nilai-nilai moral. Serta beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Konser Lady Gaga berpotensi melanggar UU No 44 Tahun 2008 tentang pornografi.
Sebagai bentuk penolakan, LBH Buddhis Indonesia, telah mengirimkan surat ke Kapolri Jenderal Timur Pradopo. Selain itu surat juga telah ditembuskan ke Presiden RI, Menkokesra, Menteri Agama, Dirjen Bimas Buddha, dan Kapolda Metro Jaya.[bay]
http://metropolitan.inilah.com/read/...nser-lady-gaga
::hohoho::::hohoho::::hohoho::
TER-NYA-TA........
Lady gaga yg nari2 pake baju minim dan koar2 lagu anti agama memang bisa disebut sebuah masalah,
tapi bangsa kita ini seperti sebuah rumah yg sedang kebakaran, bukannya pada sibuk mademin api malah sibuk nangkep kecoak.
Memang kecoak itu sebuah masalah yg harus diatasi, tapi prioritasnya dong...