View Full Version : Syiah akhirnya "difatwa sesat" oleh Menag
ishaputra
26-01-2012, 02:19 AM
Saya sengaja taruh di POLEKSOSBUD, karena tidak ingin fokus pada perdebatan internal antara Sunni dan Syiah (tapi kalo disinggung dikit sih nggak apa-apa). Saya hanya ingin mengomentari dari aspek sosiologis keumatan mengenai "fatwa sesat" aliran Syiah yang dilontarkan oleh menteri agama Suryadharma Ali. Berikut beritanya:
Menag Tegaskan Syiah Bertentangan dengan Islam
http://www.mediaindonesia.com/read/2012/01/25/293947/293/14/Menag-Tegaskan-Syiah-Bertentangan-dengan-Islam
"Menteri Agama Suryadharma Ali menegaskan bahwa aliran Syiah bertentangan dengan ajaran Islam. Pernyataan tersebut berdasarkan keputusan Kementerian Agama dan MUI yang menyatakan bahwa Syiah bukanlah Islam".
Sejujurnya, dengan "fatwa sesat" oleh menteri agama itu, akan kemanakah nasib Syiah di Indonesia? Apakah nasib mereka akan sama seperti Ahmadiyah? Sebagaimana kita tahu, beberapa waktu lalu diberitakan warga Syiah di Sampang, Madura, diusiri warga. Bahkan pesantren Syiah juga sempat dibakar massa. Jelas, tindakan tersebut kontra dengan nilai-nilai multikulturalisme.
Saya tidak mengerti apa yang ada di dalam benak orang-orang Muslim macam mereka. Entah "penyesatan" itu hanyalah hasil tafsir mereka terhadap Islam atau memang demikianlah ajaran Islam seharusnya?
Bisa dibayangkan, bagaimana jadinya jika ada agama atau penafsiran agama yang mudah sekali mensesatkan "aliran atau agama lain", dan apalagi, kemudian dari situ bisa disusun alasan untuk menyusun UU yang mengilegalkan aliran tersebut? Saya kira, Indonesia bakalan kacau balau dan terus terpecah belah.
Indonesia adalah negara dengan beragam kultur-budaya dan agama. Tentu, adalah kurang tepat memberi standart yang sempit terhadap aliran kepercayaan atau kultur apa yang layak atau tidak layak diterima di NKRI.
::arg!::::arg!::::grrr::::bwekk::::nangis::::ngaka k2::
hajime_saitoh
26-01-2012, 11:47 PM
maaf saya coba memberikan pandangan aja...
fatwa sesat syiah sebenarnya sudah dikeluarkan jauh2 hari oleh para ulama2 besar terdahulu, jadi MUI dan menteri Agama hanya meneruskan aja kok.. dari segi akidah dan ketauhidan Syiah memang sangat jauh menyimpang.. en saya rasa gak pantas kita bahas disini.. so??
bukankah Agama2 yang lain juga memiliki btasan2 mana yang sesat dan mana yang tidak.. contoh kristen mormon di amerika yang dicap sesat. dll
kandalf
27-01-2012, 10:03 AM
Agak bingung nih.
Kemaren, nyokap baru pulang haji dan dia cerita tentang perilaku orang-orang Syiah di sana.
Berarti pemerintah Arab Saudi membolehkan orang Syiah pergi haji dong?
hajime_saitoh
27-01-2012, 01:44 PM
lha orang Ahmadiyah aja masih bisa naej haji kok.. karena mereka khan pasportnya tetep aja Islam, sama aja ama Syiah mereka juga masih mengaku Islam kok... jadi pemerintah Saudi ya gak bisa melakukan filter. btw apa aja cerita nyokap lo tentang orang2 syiah yang naek haji itu???
danalingga
27-01-2012, 02:12 PM
Siap siap aja nih Syiah diberangus seperti Ahmadiyah.
Ronggolawe
27-01-2012, 02:14 PM
kalau ahmadiyah kan memang ada yang versi Sya
hadatnya nambahin nama MGA. Kalau Syiah apa
ada yang syahadatnya nambahin Ali atau Husain?
danalingga
27-01-2012, 02:15 PM
Salahnya ya dianggap bermusuhan (berbeda) dengan sunni yang dianut oleh sang menag. Mungkin ya.
hajime_saitoh
27-01-2012, 02:16 PM
wah jangan dibahas disini seperti kata TS jgn dibahas dari segi akidahnya disini.. ntar salah kamar.. yang pasti banyak perbedaan mendasar antara Sunni dan Syiah baik deri segi ketauhidan hingga fiqh...
Ronggolawe
27-01-2012, 02:20 PM
kalau begitu, ente buka lapak yang baru ditempat
yang pas.
Nanti kalau kesimpulannya Sunni-Syiah, cuma per
bedaan pandangan politik dan historis saja, maka
Syiah tidak layak dicap Sesat.
hajime_saitoh
27-01-2012, 02:23 PM
bukan hanya politik dan historis kok,tapi dari segi akidah dan fiqih dah beda.. nah kalo buka lapak ntar dulu dah ana juga refernsinya baru sedikit.. ntar takutnya lapaknya jadi ajang debat yang gakjelah arah dan tujuannya...
spears
27-01-2012, 02:37 PM
apaan sih Sunni dan Syiah?
mang penting ya?
makanya beragama tuh gak perlu yg ekslusif.
cukup rukun Islam aja.
syahadat sholat puasa haji zakat.
lebih dr itu, no commento deh. gak ikut-ikuuuuttttt
bahasan mengenai sunni-syiah kan ud ada
Ray Surya
27-01-2012, 02:53 PM
agar rakyat Indonesia yg "jalannya lurus" tidak ikut tersesat. semacam kampanye anti narkoba, agar tidak ikut golongan rusak
Ronggolawe
27-01-2012, 02:59 PM
wah jangan dibahas disini seperti kata TS jgn dibahas dari segi akidahnya disini.. ntar salah kamar.. yang pasti banyak perbedaan mendasar antara Sunni dan Syiah baik deri segi ketauhidan hingga fiqh...
Satu hal lagi, bro...
TS ini atheis, yang dimasa eforianya sangat anti
Islam... cuma sekarang saja, cara-nya sudah lebih
halus dan lumayan taktis dalam berdiskusi.
Saat ini, Iran adalah negara yang paling kuat po
sisi tawarnya terhadap barat, gw malah curiga,
gerakan-gerakan anti Syiah, bagian dari mele-
mahkan solidaritas sesama muslim, agar bila pe
cah konflik, muslim Indonesia tidak berminat tu
run mendukung Iran.
hajime_saitoh
27-01-2012, 04:38 PM
memang kuat.. tapi wa malah curiga soalnya Iran dan barat dari dulu cuman sekedar saling gertak... Israel pun demikian sudah berulangkali mengatakan akan melakukan serangan udara terhadap fasilitas nuklir Iran namun itu cuman gertak sambel... kgaktau dah wa jadinya....
Yitzhak Avram
27-01-2012, 04:42 PM
Saya sengaja taruh di POLEKSOSBUD, karena tidak ingin fokus pada perdebatan internal antara Sunni dan Syiah (tapi kalo disinggung dikit sih nggak apa-apa). Saya hanya ingin mengomentari dari aspek sosiologis keumatan mengenai "fatwa sesat" aliran Syiah yang dilontarkan oleh menteri agama Suryadharma Ali. Berikut beritanya:
Menag Tegaskan Syiah Bertentangan dengan Islam
http://www.mediaindonesia.com/read/2012/01/25/293947/293/14/Menag-Tegaskan-Syiah-Bertentangan-dengan-Islam
"Menteri Agama Suryadharma Ali menegaskan bahwa aliran Syiah bertentangan dengan ajaran Islam. Pernyataan tersebut berdasarkan keputusan Kementerian Agama dan MUI yang menyatakan bahwa Syiah bukanlah Islam".
Sejujurnya, dengan "fatwa sesat" oleh menteri agama itu, akan kemanakah nasib Syiah di Indonesia? Apakah nasib mereka akan sama seperti Ahmadiyah? Sebagaimana kita tahu, beberapa waktu lalu diberitakan warga Syiah di Sampang, Madura, diusiri warga. Bahkan pesantren Syiah juga sempat dibakar massa. Jelas, tindakan tersebut kontra dengan nilai-nilai multikulturalisme.
Saya tidak mengerti apa yang ada di dalam benak orang-orang Muslim macam mereka. Entah "penyesatan" itu hanyalah hasil tafsir mereka terhadap Islam atau memang demikianlah ajaran Islam seharusnya?
Bisa dibayangkan, bagaimana jadinya jika ada agama atau penafsiran agama yang mudah sekali mensesatkan "aliran atau agama lain", dan apalagi, kemudian dari situ bisa disusun alasan untuk menyusun UU yang mengilegalkan aliran tersebut? Saya kira, Indonesia bakalan kacau balau dan terus terpecah belah.
Indonesia adalah negara dengan beragam kultur-budaya dan agama. Tentu, adalah kurang tepat memberi standart yang sempit terhadap aliran kepercayaan atau kultur apa yang layak atau tidak layak diterima di NKRI.
::arg!::::arg!::::grrr::::bwekk::::nangis::::ngaka k2::
maaf saya coba memberikan pandangan aja...
fatwa sesat syiah sebenarnya sudah dikeluarkan jauh2 hari oleh para ulama2 besar terdahulu, jadi MUI dan menteri Agama hanya meneruskan aja kok.. dari segi akidah dan ketauhidan Syiah memang sangat jauh menyimpang.. en saya rasa gak pantas kita bahas disini.. so??
bukankah Agama2 yang lain juga memiliki btasan2 mana yang sesat dan mana yang tidak.. contoh kristen mormon di amerika yang dicap sesat. dll
http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/12/01/27/lyg52h-mui-belum-ada-fatwa-sesat-syiah
MUI : Belum Ada Fatwa Sesat Syiah
Jumat, 27 Januari 2012 14:35 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat mengkonfirmasi hingga saat ini belum mengeluarkan fatwa haram dan sesat paham Syiah, seperti yang difatwakan MUI Jawa timur dan Mentri Agama, Suryadharma Ali.
Hal itu disampaikan ketua MUI, Slamet Effendy Yusuf. "MUI belum ada fatwa haram dan sesat mengenai paham Syiah di Indonesia," ujarnya kepada Republika, Jumat (27/1).
lanjut ia mengatakan, untuk komentar pernyataan Menteri Agama, Suryadharma Ali mengenai pernyataannya bahwa Syiah sesat. Ia tidak mau mengomentarinya. Menurutnya buatlah umat Islam ini di Indonesia ini tentram dan bersatu, itu yang paling penting.
"Tugas ulama adalah mempersatukan dan menguatkan umat, Saya kira ini sudah menjadi komitmen semua tokoh Islam di Indonesia," tambahnya.
MUI pusat dalam hal ini ingin melihat masalah konflik Syiah terutama di Sampang secara komprehensif. Baik dari sisi teologis, syar'i, maupun lainnya. Kajian yang komprehensif ini, jelas dia, akan membawa keputusan yang membawa manfaat bagi ummat Islam dan Bangsa Indonesia, bukan perpecahan.
Redaktur: Hafidz Muftisany
Reporter: Amri Amrullah
http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/12/01/27/lyfnwj-sebut-syiah-sesat-ikatan-jamaah-ahlul-bait-sesalkan-komentar-menteri-agama
Sebut Syiah Sesat, Ikatan Jamaah Ahlul Bait Sesalkan Komentar Menteri Agama
Jumat, 27 Januari 2012 08:24 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ikatan Jamaah Ahlul Bait (IJAB) Indonesia menyesalkan pernyataan Menteri Agama Suryadharma Ali yang menyebut penganut Syiah itu sesat, pada Rabu (25/1).
Ketua Dewan Syura IJAB Indonesia, KH Jalaluddin Rakhmat, mengatakan, pernyataan tersebut dikeluarkan ketika Negara Kesatuan Republik Indonesia?(NKRI) terancam karena ulah sekelompok orang yang mengatasnamakan perbedaan paham dalam agama untuk menyalakan permusuhan di antara kelompok umat beragama.
Pejabat yang seharusnya melindungi semua kelompok agama, imbuh Kiai Jalaluddin, telah menaburkan bensin di atas bara yang mulai menyala. Menurutnya, Menteri Agama merujuk kepada Surat Edaran Menteri Agama Nomor D/BA.014865/1983 pada zaman Orde Baru, padahal surat Edaran itu telah batal demi hukum, karena bertentangan dengan Konstitusi RI , UUD 1945, Bab XI, Pasal 29.
Untuk itu, papar dia, aturan tersebut dapat digugat secara hukum melalui mekanisme peraturan yang berlaku. Acuan Menteri Agama terhadap rekomendasi Rapat Kerja Nasional Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada 7 Maret 1984, juga tidak menyatakan Syiah sesat atau bukan Islam. "Rujukan ini hanya menganjurkan umat Islam Indonesia untuk waspada," kata Djalaluddin dalam siaran pers kepada Republika.?
Pada 1 Januari 2012, lanjutnya, Ketua MUI, KH Umar Shihab, menyatakan MUI berprinsip bahwa Syiah tidak sesat. Kiai Umar mengimbau umat Islam agar tidak terpecah belah dan menjaga ukhuwah Islamiah serta tidak melakukan tindak kekerasan terhadap golongan berbeda. Karena itu, pihaknya menyesalkan Menteri Agama yang mengacu kepada rekomendasi rakernas yang sudah kedaluwarsa dan mengabaikan pernyataan MUI yang mutakhir.
Pada saat yang sama, kata Kiai Djalaluddin, Menteri Agama juga mengabaikan pernyataan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Sirodj, pada 4 Januari 2012, yang menegaskan Syiah masih bagian dari ajaran Islam, bagian dari Al Firaq Al Islamiyyah. Sehingga, tutur dia, NU saja tidak gampang memberikan stigma sesat pada suatu aliran yang juga mengacu pada dasar pendirian NU oleh KH Hasyim Asyari, yaitu ukhuwahIslamiyah, Wathaniyyah dan Insaniyyah.
"(Penilaian) Ini juga sesuai dengan sikap NU yang setia mengawal UUD 1945, tepatnya pasal dua puluh sembilan," terangnya.
Menurut Djalaluddin, pada 3-4 April 2007, Presiden, Pemerintah dan Rakyat Republik Indonesia, PBNU, dan PP Muhammadiyah menyelenggarakan Konferensi Internasional Pemimpin Islam untuk Rekonsiliasi Irak dan melahirkan Deklarasi Bogor. Walaupun konferensi itu dimaksudkan secara khusus sebagai kontribusi rakyat Indonesia bagi rekonsiliasi Sunnah-Syiah di Irak, paparnya, deklarasi Bogor juga menyampaikan secara umum pesan-pesan perdamaian bagi Sunni-Syiah di seluruh dunia.
Salah satunya upaya untuk meningkatkan saling menghormati keyakinan dan kepercayaan satu sama lain, menjadi arti penting penyelesaian konflik secara damai, dialog intra dan antariman, peran pemimpin agama dalam membangun perdamaian.
Karena itu, pihaknya meminta dengan hormat kepada Menteri Agama untuk memfasilitasi dialog di antara Sunni dan Syiah untuk membangun suasana saling memahami, bukan saling menghakimi, saling menghormati bukan saling memaki. Dengan demikian, Menag akan meninggalkan kenangan indah (lisaana shidqin) bagi kaum Muslim khususnya dan umat beragama pada umumnya. n c13
Redaktur: Heri Ruslan
Reporter: Erik Purnama Putra
AsLan
27-01-2012, 04:46 PM
Sebagai seorang minoritas di indonesia, saya bisa paham perasaan kaum syiah saat ini...
entah apa nasib mereka bila tokoh2 islam sudah menfatwa sesat.
Dihari depan, bisakah negara menjamin keselamatan hidup mereka di negara ini ?
Apalagi menjelang pemilu nanti pasti banyak tokoh2 yg berusaha menarik simpati massa, bisa jadi dengan cara mengkambing hitamkan kelompok minoritas.
Semoga Tuhan melindungi negara kita ini.
Ronggolawe
27-01-2012, 04:53 PM
Sebagai seorang minoritas di indonesia, saya bisa paham perasaan kaum syiah saat ini...
entah apa nasib mereka bila tokoh2 islam sudah menfatwa sesat.
Dihari depan, bisakah negara menjamin keselamatan hidup mereka di negara ini ?
Apalagi menjelang pemilu nanti pasti banyak tokoh2 yg berusaha menarik simpati massa, bisa jadi dengan cara mengkambing hitamkan kelompok minoritas.
Semoga Tuhan melindungi negara kita ini.
loe ngga baca link dari republika? MUI tidak pernah
mem-fatwa Syi'ah Sesat :)
AsLan
27-01-2012, 05:05 PM
loe ngga baca link dari republika? MUI tidak pernah
mem-fatwa Syi'ah Sesat :)
gw baca, dan itu memberi sedikit harapan bagi kelompok kecil ini di indonesia.
tanpa fatwa sesat aja kemarin satu kampung syiah sudah diserbu massa dan penduduknya diusir.
Meskipun MUI belum menfatwa sesat, tapi -tokoh islam- misalnya MUI jatim dan mentri agama sudah melontarkan kalimat yg pasti sangat menakutkan bagi kelompok ini.
aneh sih koq tiba2 muncul gugatan kepada syiah dan ahmadiyah, padahal kelompok ini sudah ada sejak lama sekali di indonesia, saya curiga ada yg mau menaikkan popularitas diri/kelompok menjelang pemilu dengan cara mengorbankan minoritas.
Yitzhak Avram
27-01-2012, 05:08 PM
Suryadharma Ali itu politikus, bukan ulama
http://satuislam.wordpress.com/2012/01/26/menag-plin-plan-bicara-tentang-syiah/
VIVAnews — Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan bahwa ajaran Syiah masih berada dalam koridor. Maka dia mengajak publik untuk mengukur suatu agama berdasarkan akidahnya.
“Kita bisa lihat pandangan MUI (Majelis Ulama Indonesia) tentang Syiah seperti apa mengukur suatu agama pada akhirnya, kalau akidahnya sama ya tidak ada masalah,” kata Suryadharma di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Senin 2 Januari 2011 malam.
Hanya saja, kata Suryadharma, ada beberapa hal interpretasi yang berbeda. Perbedaan itu, kata dia adalah sesuatu hal yang wajar. Bahkan, di dalam internal Sunni sendiri ada perbedaan interpretasi. “Interpretasi yang berbeda juga ada di dalam Sunni, perbedaan-perbedaan itu yang masih dalam batas toleransi itu pada akidah,” kata dia.
Dia mengatakan soal Tauhid dan keimanan antara Sunni dan Syiah tidak ada perbedaan.
“Hal-hal seperti itu artinya Syiah masih dalam koridor. Tapi memang ada perbedaan-perbedaan tertentu lah,” kata dia.
Pada dasarnya, kata Suryadharma, pandangan mengenai Sunni dan Syiah itu diserahkan pada MUI. “Ya MUI itu memiliki kompetensi untuk mengatakan ini bertentangan atau tidak bertentangan, karena MUI itu tempat berkumpulnya ahli-ahli fatwa,” kata dia.
Kementerian Agama saat ini tengah meneliti adanya perbedaan pandangan yang berujung konflik antara Sunni dan Syiah. Seperti yang terjadi pada peristiwa pembakaran pesantren milik warga Syiah di Nangkernang, Sampang, Madura, Kamis, 29 Desember sekitar pukul 9.15 lalu.
Suryadharma Ali mengungkapkan lembaganya tengah meneliti adanya berbagai macam versi terkait pemicu pecahnya konflik berlatar belakang agama ini. Suryadharma menambahkan, salah satu versi mengatakan bahwa konflik yang terjadi ini adalah kelanjutan dari konflik terdahulu.
Masalah Keluarga
Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, mengatakan kasus pembakaran pesantren ejatinya berawal dari masalah keluarga. Masalah itu sudah berlangsung lama.
Pihaknya mengaku, bersama Majelis Ulama Indonesia dan Pemerintah Sampang, sudah berusaha mendamaikan kedua kelompok tersebut. “Dulu sudah kami lakukan pendekatan. Itu kakak beradik terlibat konflik yang tak kunjung terselesaikan. Hingga akhirnya merembet ke persoalan agama,” kata Pakde Karwo, nama akrabnya. (ren)
© VIVAnews
https://satuislam.wordpress.com/wp-admin/post-new.php
************************************************** ************************************************** ********************
Menag Tegaskan Syiah Bertentangan dengan Islam
Penulis : Torie Natalova
Rabu, 25 Januari 2012 21:48 WIB
Menteri Agama Suryadharma Ali–ANTARA/Prasetyo Utomo/rj
JAKARTA–MICOM: Menteri Agama Suryadharma Ali menegaskan bahwa aliran Syiah bertentangan dengan ajaran Islam. Pernyataan tersebut berdasarkan keputusan Kementerian Agama dan MUI yang menyatakan bahwa Syiah bukanlah Islam.
Suryadharma menjadikan beberapa keputusan dalam mengambil keputusan tersebut. Salah satunya adalah hasil Rakernas MUI pada 7 Maret 1984 di Jakarta yang merekomendasikan umat Islam Indonesia agar waspada terhadap menyusupnya paham syiah dengan perbedaan pokok dari ajaran Ahli Sunna Waljamaah.
Kementerian Agama RI juga pernah mengeluarkan surat edaran no D/BA.01/4865/1983 pada 5 Desember 1983 tentang golongan syiah dan menyatakan bahwa syiah tidak sesuai dan bahkan bertentang dengan ajaran islam.
“Atas dasar itu, Majelis Mujahidin Indonesia menyatakan bahwa syiah bukan dari golongan islam. Siapa saja yang menganggap syiah tidak sesat berarti dia sesat,” kata Menag dalam siaran persnya, Rabu (25/1).
Suryadharma mengatakan setelah membuka dokumen-dokumen tersebut dirinya menemukan bahwa Syiah bukan Islam dan itulah yang menjadikan landasan pemerintah terkait kehadiran Syiah di Indonesia.
Sementara itu, langkah yang akan ditempuh untuk menyelesaikan masalah Syiah tersebut menurut Menag adalah dengan cara duduk bersama dan membicarakan secara musyawarah.
“Ya harus duduk bersama-sama. karena masing-masing punya alasan. Mungkin saya harus menimbang-nimbang dahulu dari ulama, baru saya memutuskan. Sejauh ini, saya masih berpegang kepada keputusan menag yang lalu,” tuturnya. (*/OL-12)
Urzu 7
27-01-2012, 05:12 PM
^ keputusan Menag dan MUI beda om..
Fatwa MUI seh ga ngefek mau keluar banyak macem fatwa
kalo keputusan menag ini kalo kedepannya jadi UU itu yg bahaya
Yitzhak Avram
27-01-2012, 05:24 PM
^ keputusan Menag dan MUI beda om..
Fatwa MUI seh ga ngefek mau keluar banyak macem fatwa
kalo keputusan menag ini kalo kedepannya jadi UU itu yg bahaya
Bukan begitu maksudnya. Suyadharma itu politikus, jadi omongannya bisa berubah tergantung tempat dan siapa audiencenya.
hajime_saitoh
27-01-2012, 06:30 PM
iye kok omongannya si Suryadharna Ali ini berubah2.. awalnya dia bilang gak masalah sama Syiah, terus di berita yang kedua dia bilang berdasarkan data2 yang lama dia bilang Syiah bukan Islam. so kementrian Agama mau pake yang mana ne???
hayatzu
27-01-2012, 07:19 PM
imho, sebenernya sebuah ajaran/agama/paham itu dianggap sesat apabila ajaran tersebut mendompleng sebuah agama yang sudah ada...(contoh: Ahmadiyah mendompleng Islam, Sekte Kiamat mendompleng Kristen, dll)
klo ajaran-ajaran tersebut (Ahmadiyah, Syiah, Ajaran Lia Eden) pada akhirnya berkembang dan membuat agama sendiri sih, gw rasa gak ada masalah dari pihak umat agama yang didompleng tersebut (baik Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dll)
dalam Islam sendiri itu sebenarnya gak ada istilah Sunni & Syiah karena ajaran Islam itu cuma ada satu...masalahnya fondasi dalam ajaran Syiah itu sudah "berbelok" dari ajaran dan fondasi Islam itu sendiri untuk dikatakan sebagai ajaran Islam
mengenai aqidah Sunni & Syiah kayanya emang uda dibahas di thread lain :
http://www.kopimaya.com/forum/showthread.php?354-antara-suni-dan-syiah
btw, OT dikit, karena uda sempet ada yang bawa-bawa nama Ahmadiyah, gw mau share info sedikit:
sekitar tahun 2009 awal, gw pernah berdiskusi dengan seorang penganut agama Ahmadiyah bernama Rahmat (bukan nama sebenarnya) dan gw sempet bertanya kenapa pihak pengurus Ahmadiyah di Indonesia gak berusaha untuk "melegalkan" ajaran Ahmadiyah menjadi agama sendiri tanpa membawa embel-embel Islam? meskipun sulit, toh pada akhirnya gw rasa hal itu gak mustahil kok (dan gw bawa contoh agama Konghucu yang pada akhirnya bisa menjadi salah satu agama resmi di Indonesia) tapi jawabannya "muter-muter" terus...dari masalah aqidah, administrasi yang ribet sampai ke masalah dana...
begitu dia bawa-bawa soal dana untuk legalitas agama, gw ceplosin aja, kenapa gak minta bantuan dari lembaga Ahmadiyah pusat di Inggris? (karena gw yakin mereka pasti punya dana yang cukup besar untuk membantu jemaahnya di Indonesia menjadi sebuah agama sendiri)
lalu dia terdiam agak lama, dan begitu gw tanya terus, pada akhirnya dia bilang klo Ahmadiyah gak akan pernah mau menyatakan diri sebagai aliran yang berada di luar Islam, alasannya adalah karena mereka khawatir akan ditinggalkan pengikut2nya jika sampai melepaskan "embel-embel" Islam dari atribut mereka...
AsLan
27-01-2012, 09:03 PM
ahmadiyah gak mau melepas nama Islam karena mereka percaya bahwa mereka muslim sejati.
Lagipula kalau sudah melepas nama Islam, selanjutnya mereka akan dilarang menggunakan Quran, naik haji, sholat dll, bahkan mungkin menyebut Allah pun akan dilarang...
Ronggolawe
28-01-2012, 09:02 AM
di Pakistan Ahmadiyah sudah independece, tempat
ibadahnya sudah bukan Masjid, tapi Kuil Ahmadiyah.
Urzu 7
28-01-2012, 10:32 AM
Yah ntar liat kedepannya apa menag kita akan berubah pikiran
ishaputra
28-01-2012, 10:01 PM
di Pakistan Ahmadiyah sudah independece, tempat
ibadahnya sudah bukan Masjid, tapi Kuil Ahmadiyah.
Dan tetap saja jadi sasaran diskriminasi dan permusuhan. ::arg!::::ngakak2::
Ronggolawe
28-01-2012, 10:20 PM
Dan tetap saja jadi sasaran diskriminasi dan permusuhan. ::arg!::::ngakak2::
Pakistan itu negeri konflik, dengan Hindu, Taliban
dan Sikh :)
apakah Hindu, Budha, Kristen, Katholik, Konghucu
dimusuhi di Indonesia?
Parameswara Li
29-01-2012, 01:48 PM
di Pakistan Ahmadiyah sudah independece, tempat
ibadahnya sudah bukan Masjid, tapi Kuil Ahmadiyah.
Kayaknya enggak begitu deh. Itu pernyataan sepihak dari pemerintah Pakistan. Artinya menurut pemerintah Pakistan mereka itu bukan Islam, tetapi kalau kita tanya pada yang bersangkutan, mereka tetap menganggap diri mereka Islam. Dan mereka juga bisa kok menunaikan ibadah haji.
pasingsingan
29-01-2012, 08:47 PM
@ronggo:
hegemoni atau pengen mendominasi itu emang penyakit bawaan orok
gak dibidang ekonomi n politik aja, keagamaanpun nafasnya sama.
di Indonesia misalnya
mentang2 islam suni dianggap sbg mainstream
yng laen dicegah untuk berkembang, klo perlu diberangus
demikian jg di iraq n saudi, takut banget klo syiah berkembang
btw, di iran yng syiah sbg mainstream, SUNI-nya diberangus gak yak? :-?
Parameswara Li
29-01-2012, 09:59 PM
demikian jg di iraq n saudi, takut banget klo syiah berkembang
Iraq itu justru mayoritas syiah. 65% Syiah, 35% Sunni. Walau selama ini secara politik yang mayoritas itu justru terpinggirkan. Tokoh-tokoh partai Baath dan komandan-komandan militer itu pada umumnya Sunni.
Ronggolawe
29-01-2012, 10:07 PM
@ronggo:
hegemoni atau pengen mendominasi itu emang penyakit bawaan orok
gak dibidang ekonomi n politik aja, keagamaanpun nafasnya sama.
di Indonesia misalnya
mentang2 islam suni dianggap sbg mainstream
yng laen dicegah untuk berkembang, klo perlu diberangus
demikian jg di iraq n saudi, takut banget klo syiah berkembang
btw, di iran yng syiah sbg mainstream, SUNI-nya diberangus gak yak? :-?
gw pikir sikap gw tentang syiah ini sudah jelas,
pak Pasing
Satu hal lagi, bro...
TS ini atheis, yang dimasa eforianya sangat anti
Islam... cuma sekarang saja, cara-nya sudah lebih
halus dan lumayan taktis dalam berdiskusi.
Saat ini, Iran adalah negara yang paling kuat po
sisi tawarnya terhadap barat, gw malah curiga,
gerakan-gerakan anti Syiah, bagian dari mele-
mahkan solidaritas sesama muslim, agar bila pe
cah konflik, muslim Indonesia tidak berminat tu
run mendukung Iran.
pasingsingan
29-01-2012, 10:14 PM
@parameswara:
thank infonya
spiritnya kan keinginan mendominasi yak
btw, kasusnya menag melangkahi wewenang MUI
atau gemana neh?
Mendingan menag brantas korupsi didepag deh
rasanya lebih urgen n mulia, daripada ributin
persoalan ecek2 semacam itu #-o
ishaputra
04-02-2012, 08:52 AM
Mendingan menag brantas korupsi didepag deh
rasanya lebih urgen n mulia, daripada ributin
persoalan ecek2 semacam itu #-o
Iya, itu menurut kita. Menurut pada Islamis fanatik ya mengurusi aliran sesat lebih mulia dan urgent ketimbang ngurus korupsi.
---------- Post added at 07:52 AM ---------- Previous post was at 07:50 AM ----------
btw, di iran yng syiah sbg mainstream, SUNI-nya diberangus gak yak? :-?
Pengertian "diberangus" ini apa mbah? Kalo dibantai, digenosida, ya enggak. Tapi kalo pengertian "diberangus" berarti dihilangkan hak-hak kesetaraan derajatnya sehingga tidak bisa menggondol jabatan publik strategis (mis. presiden), saya pikir iya.
Emang bisa, presiden Iran dari kalangan Sunni?
Ronggolawe
04-02-2012, 09:05 AM
Iya, itu menurut kita. Menurut pada Islamis fanatik ya mengurusi aliran sesat lebih mulia dan urgent ketimbang ngurus korupsi.
gw pikir, selagi loe masih menggunakan terminologi
itu, selamanya perbedaan-perbedaan ini tidak akan
mencapai titik temunya :)
ndableg
04-02-2012, 04:34 PM
Tapi kalo pengertian "diberangus" berarti dihilangkan hak-hak kesetaraan derajatnya sehingga tidak bisa menggondol jabatan publik strategis (mis. presiden), saya pikir iya.
Emang bisa, presiden Iran dari kalangan Sunni?
Berarti kalo muslim ga pernah jadi presiden di eropa, eropa telah menghilangkan hak2 kesetaraan derajat muslim di eropa.
ishaputra
04-02-2012, 09:00 PM
Berarti kalo muslim ga pernah jadi presiden di eropa, eropa telah menghilangkan hak2 kesetaraan derajat muslim di eropa.
Bukan masalah pernah apa nggak pernah, tapi apakah konstitusi negara ybs melarang Muslim (atau kelompok tertentu) untuk menduduki jabatan publik penting atau tidak.
Contoh:
Amerika negara demokrasi liberal. Dalam konstitusi Amerika, TIDAK ADA LARANGAN buat perempuan untuk menjabat jadi presiden. Tapi faktanya dalam sejarah belum pernah ada presiden perempuan di Amerika. Fakta tsb tidak bisa dijadikan dasar untuk mengatakan bahwa Amerika masih "kurang demokratis".
Contoh di negara barat: Naheed Nenshi, seorang Muslim keturunan Pakistan, WN Kanada, terpilih menjadi walikota Calgary. Ini indikasi bahwa demokrasi dan kesetaraan berkembang sangat baik di barat, di tengah-tengah isu "islamophobia" yang katanya melanda barat pasca 9/11.
Ronggolawe
04-02-2012, 10:37 PM
Contoh di negara barat: Naheed Nenshi, seorang Muslim keturunan Pakistan, WN Kanada, terpilih menjadi walikota Calgary. Ini indikasi bahwa demokrasi dan kesetaraan berkembang sangat baik di barat, di tengah-tengah isu "islamophobia" yang katanya melanda barat pasca 9/11.
muslim jadi walikota di Kanada? Di Indonesia jauh
lebih banyak non-muslim yang jadi walikota :)
ndableg
05-02-2012, 04:16 PM
BHahaha.. matanya picek kali.. yg jauh2 diliat..
Akui saja bahwa bangsa barat itu sulit utk bisa menerima hal2 yg berbeda dari mereka. Jadi ada satu aja kayaknya dah luar biasa..
Bahkan benua amerika diaku2 mereka yg menemukan. Bumi bundar aja mereka sulit nerimanya, tapi begitu menerima, kayak merasa bangsa pertama kali yg menemukan.
AsLan
05-02-2012, 05:10 PM
Yang kali ini Ishaputra benar, secara konstitusi tidak ada yg didiskriminasikan di negara barat.
pasingsingan
05-02-2012, 06:09 PM
Mendingan menag brantas korupsi didepag deh
rasanya lebih urgen n mulia, daripada ributin
persoalan ecek2 semacam itu
Iya, itu menurut kita. Menurut pada Islamis fanatik ya mengurusi aliran sesat lebih mulia dan urgent ketimbang ngurus korupsi.
Ah, itu kan sinisme ente thd mereka aja is ;D
btw, di iran yng syiah sbg mainstream, SUNI-nya diberangus gak yak?
Pengertian "diberangus" ini apa mbah? Kalo dibantai, digenosida, ya enggak. Tapi kalo pengertian "diberangus" berarti dihilangkan hak-hak kesetaraan derajatnya sehingga tidak bisa menggondol jabatan publik strategis (mis. presiden), saya pikir iya.
Emang bisa, presiden Iran dari kalangan Sunni?
Lha iya lah, sbg representasi mayoritas di iran sah-sah saja to yng mimpin dari kalangan syiah?
suatu saat nanti bisa saja kalangan sunni yng mimpin, jika perimbangannya sudah signifikan.
Yang kali ini Ishaputra benar, secara konstitusi tidak ada yg didiskriminasikan di negara barat.
Sacara konstitusi tdk ada diskriminatif, tapi prakteknya diskriminatif
yng begini ini klo menurut ishaputra tergolong "MUNAFIK" gak tuh? :-?
hajime_saitoh
09-02-2012, 05:31 PM
Majelis Ulama Indonesia dalam Rapat Kerja Nasional bulan Jumadil Akhir 1404 H/Maret 1984 merekomendasikan tentang faham Syi'ah sebagai berikut:
Faham Syi'ah sebagai salah satu faham yang terdapat dalam dunia Islam mempunyai perbedaan-perbedaan pokok dengan mazhab Sunni (Ahlus Sunnah Wal Jama'ah) yang dianut oleh umat Islam Indonesia.
Perbedaan itu diantaranya :
1. Syi'ah menolak hadits yang tidak diriwayatkan oleh Ahlul Bait, sedangkan Ahlus Sunnah Wal Jama'ah tidak membeda-bedakan asalkan hadits itu memenuhi
syarat ilmu musthalah hadits.
2. Syi'ah memandang "Imam" itu ma'sum (orang suci), sedangkan Ahlus Sunnah Wal Jama'ah memandangnya sebagai manusia biasa yang tidak luput dari
kekhilafan (kesalahan)
3. Syi'ah tidak mengakui Ijma' tanpa adanya "Imam", sedangkan Ahlus Sunnah Wal Jama'ah mengakui Ijma' tanpa mensyaratkan ikut sertanya "Imam"
4. Syi'ah memandang bahwa menegakkan kepemimpinan/pemerintahan (imamah) adalah termasuk rukun agama, sedangkan Sunni (Ahlus Sunnah Wal Jama'ah)
memandang dari segi kemashlahatan umum dengan tujuan keimamahan adalah untuk menjamin dan melindungi dakwah dan kepentingan umat.
5. Syi'ah pada umumnya tidak mengakui kekhalifahan Abu Bakar, Umar Ibnul Khattab, dan Usman bin Affan rhadiyallohu anhum, sedangkan Ahlus Sunnah Wal
jama'ah mengakui keempat khulafa' Rasyidin (Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali bin Abi Thalib).
Mengingat perbedaan-perbedaan pokok antara Syia'ah dan Ahlus Sunnah Wal Jama'ah seperti tersebut diatas, terutama mengenai perbedaan tentang "Imamah (pemerintahan)", Majelis Ulama Indonesia mengimbau kepada Umat Islam Indonesia yang berfaham Ahlus Sunnah Wal Jama'ah agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan masuknya faham yang didasarkan atas ajaran Syi'ah.
Ditetapkan: Jakarta 7 Maret 1984 M
4 Jumadil Akhir 1404 H
MAJELIS ULAMA INDONESIA
KOMISI FATWA
(Ketua) (Sekretaris)
ttd ttd
Prof. K.H. Ibrahim Hosen, LML H. Mustari Yusuf, LA (sekretaris)
*Disadur dan dari Majalah Al-Furqon edisi 8 th. ke-11 Rabi'ul Awal 1433 (jan-Feb '12) hal. 26
ndableg
10-02-2012, 04:24 PM
Tidak ada perbedaan yg mendalam.. hanya masalah ngaaku mengaku aja.
pasingsingan
10-02-2012, 04:29 PM
brarti fatwa tersebut gak ngepek yak bleg?
tuh dimadura dah terlanjur bacok-bacokan ::takmungkin::
ndableg
10-02-2012, 04:30 PM
Jiah.. bacok2an sih gara2 caper aja..
pasingsingan
10-02-2012, 04:35 PM
ya gara2 diduga/dituduh penganut syi'ah trus disatronin gitu deh #-o
sedgedjenar
10-02-2012, 04:51 PM
agama itu asal katanya dari a dan gama
a, tidak
gama, kacau
itu cuman teori aja ya ternyata
::ngakak2::
ndableg
10-02-2012, 05:00 PM
A = cari
Gama = perhatian
gitu kali pak..
hajime_saitoh
10-02-2012, 06:12 PM
Tidak ada perbedaan yg mendalam.. hanya masalah ngaaku mengaku aja.
sapa bilang tidak ada perbedaan yang mendalam??? banyak kok perbedaan sampai masalah tauhid kop Ndableg....
sedgedjenar
10-02-2012, 07:12 PM
Tidak ada perbedaan yg mendalam.. hanya masalah ngaaku mengaku aja.
Akh! Ente ini macam gak tau aja
Kalo bisa dicari perbedaan buat apa cari kesamaannya
ndableg
10-02-2012, 11:18 PM
sapa bilang tidak ada perbedaan yang mendalam??? banyak kok perbedaan sampai masalah tauhid kop Ndableg....
Tuhannya sapa? nabinya sapa? bukunya apa? kewajibannya gimana?
Jangankan suni ama syiah, sunni ama sunni aja bisa beda pendapat.
Akui saja... caper!
danalingga
10-02-2012, 11:21 PM
^setuju bleg. Toh kalo Tuhan dan Nabinya sama harusnya sih masih satu agama yak.
hajime_saitoh
11-02-2012, 09:11 AM
Tuhannya sapa? nabinya sapa? bukunya apa? kewajibannya gimana?
Jangankan suni ama syiah, sunni ama sunni aja bisa beda pendapat.
Akui saja... caper!
makanya cari tahu lebih baik, browsing aja banyak kok di internet masalah perbedaan sunni dan syiah yang sangat mendasar..... baru simpulkan.. bukankah itu sikap ilmiah mengumpulkan data, manyimak baru membuat kesimpulan...
pasingsingan
11-02-2012, 10:46 AM
jadi, krn fatwa MUI diatas maka
penganut syiah di Indonesia harus diwaspadai?
ada yng bisa jelaskan, apa maksudnya diwaspadai?
ndableg
11-02-2012, 03:45 PM
makanya cari tahu lebih baik, browsing aja banyak kok di internet masalah perbedaan sunni dan syiah yang sangat mendasar..... baru simpulkan.. bukankah itu sikap ilmiah mengumpulkan data, manyimak baru membuat kesimpulan...
Lalu setelah bersikap ilmiah.. bacok orang.. gitu?
hajime_saitoh
11-02-2012, 04:17 PM
Lalu setelah bersikap ilmiah.. bacok orang.. gitu?
entahlah..............................
pasingsingan
11-02-2012, 10:20 PM
@ndableg:
klo demikian halnya
barti MUI lepas tangan thd implikasi fatwanya
yakni, sudah terjadi bacok-bacokan dikalangan umat
akibat fatwa tsb.
Powered by vBulletin® Version 4.2.5 Copyright © 2026 vBulletin Solutions Inc. All rights reserved.