Page 1 of 3 123 LastLast
Results 1 to 20 of 58

Thread: Syiah akhirnya "difatwa sesat" oleh Menag

Hybrid View

Previous Post Previous Post   Next Post Next Post
  1. #1

    Syiah akhirnya "difatwa sesat" oleh Menag

    Saya sengaja taruh di POLEKSOSBUD, karena tidak ingin fokus pada perdebatan internal antara Sunni dan Syiah (tapi kalo disinggung dikit sih nggak apa-apa). Saya hanya ingin mengomentari dari aspek sosiologis keumatan mengenai "fatwa sesat" aliran Syiah yang dilontarkan oleh menteri agama Suryadharma Ali. Berikut beritanya:

    Menag Tegaskan Syiah Bertentangan dengan Islam

    http://www.mediaindonesia.com/read/2...n-dengan-Islam

    "Menteri Agama Suryadharma Ali menegaskan bahwa aliran Syiah bertentangan dengan ajaran Islam. Pernyataan tersebut berdasarkan keputusan Kementerian Agama dan MUI yang menyatakan bahwa Syiah bukanlah Islam".

    Sejujurnya, dengan "fatwa sesat" oleh menteri agama itu, akan kemanakah nasib Syiah di Indonesia? Apakah nasib mereka akan sama seperti Ahmadiyah? Sebagaimana kita tahu, beberapa waktu lalu diberitakan warga Syiah di Sampang, Madura, diusiri warga. Bahkan pesantren Syiah juga sempat dibakar massa. Jelas, tindakan tersebut kontra dengan nilai-nilai multikulturalisme.

    Saya tidak mengerti apa yang ada di dalam benak orang-orang Muslim macam mereka. Entah "penyesatan" itu hanyalah hasil tafsir mereka terhadap Islam atau memang demikianlah ajaran Islam seharusnya?

    Bisa dibayangkan, bagaimana jadinya jika ada agama atau penafsiran agama yang mudah sekali mensesatkan "aliran atau agama lain", dan apalagi, kemudian dari situ bisa disusun alasan untuk menyusun UU yang mengilegalkan aliran tersebut? Saya kira, Indonesia bakalan kacau balau dan terus terpecah belah.

    Indonesia adalah negara dengan beragam kultur-budaya dan agama. Tentu, adalah kurang tepat memberi standart yang sempit terhadap aliran kepercayaan atau kultur apa yang layak atau tidak layak diterima di NKRI.



  2. #2
    Banned
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    https://t.me/pump_upp
    Posts
    2,004
    maaf saya coba memberikan pandangan aja...
    fatwa sesat syiah sebenarnya sudah dikeluarkan jauh2 hari oleh para ulama2 besar terdahulu, jadi MUI dan menteri Agama hanya meneruskan aja kok.. dari segi akidah dan ketauhidan Syiah memang sangat jauh menyimpang.. en saya rasa gak pantas kita bahas disini.. so??
    bukankah Agama2 yang lain juga memiliki btasan2 mana yang sesat dan mana yang tidak.. contoh kristen mormon di amerika yang dicap sesat. dll

  3. #3
    Quote Originally Posted by ishaputra View Post
    Saya sengaja taruh di POLEKSOSBUD, karena tidak ingin fokus pada perdebatan internal antara Sunni dan Syiah (tapi kalo disinggung dikit sih nggak apa-apa). Saya hanya ingin mengomentari dari aspek sosiologis keumatan mengenai "fatwa sesat" aliran Syiah yang dilontarkan oleh menteri agama Suryadharma Ali. Berikut beritanya:

    Menag Tegaskan Syiah Bertentangan dengan Islam

    http://www.mediaindonesia.com/read/2...n-dengan-Islam

    "Menteri Agama Suryadharma Ali menegaskan bahwa aliran Syiah bertentangan dengan ajaran Islam. Pernyataan tersebut berdasarkan keputusan Kementerian Agama dan MUI yang menyatakan bahwa Syiah bukanlah Islam".

    Sejujurnya, dengan "fatwa sesat" oleh menteri agama itu, akan kemanakah nasib Syiah di Indonesia? Apakah nasib mereka akan sama seperti Ahmadiyah? Sebagaimana kita tahu, beberapa waktu lalu diberitakan warga Syiah di Sampang, Madura, diusiri warga. Bahkan pesantren Syiah juga sempat dibakar massa. Jelas, tindakan tersebut kontra dengan nilai-nilai multikulturalisme.

    Saya tidak mengerti apa yang ada di dalam benak orang-orang Muslim macam mereka. Entah "penyesatan" itu hanyalah hasil tafsir mereka terhadap Islam atau memang demikianlah ajaran Islam seharusnya?

    Bisa dibayangkan, bagaimana jadinya jika ada agama atau penafsiran agama yang mudah sekali mensesatkan "aliran atau agama lain", dan apalagi, kemudian dari situ bisa disusun alasan untuk menyusun UU yang mengilegalkan aliran tersebut? Saya kira, Indonesia bakalan kacau balau dan terus terpecah belah.

    Indonesia adalah negara dengan beragam kultur-budaya dan agama. Tentu, adalah kurang tepat memberi standart yang sempit terhadap aliran kepercayaan atau kultur apa yang layak atau tidak layak diterima di NKRI.


    Quote Originally Posted by hajime_saitoh View Post
    maaf saya coba memberikan pandangan aja...
    fatwa sesat syiah sebenarnya sudah dikeluarkan jauh2 hari oleh para ulama2 besar terdahulu, jadi MUI dan menteri Agama hanya meneruskan aja kok.. dari segi akidah dan ketauhidan Syiah memang sangat jauh menyimpang.. en saya rasa gak pantas kita bahas disini.. so??
    bukankah Agama2 yang lain juga memiliki btasan2 mana yang sesat dan mana yang tidak.. contoh kristen mormon di amerika yang dicap sesat. dll

    http://www.republika.co.id/berita/na...wa-sesat-syiah

    Spoiler for :


    MUI : Belum Ada Fatwa Sesat Syiah
    Jumat, 27 Januari 2012 14:35 WIB
    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat mengkonfirmasi hingga saat ini belum mengeluarkan fatwa haram dan sesat paham Syiah, seperti yang difatwakan MUI Jawa timur dan Mentri Agama, Suryadharma Ali.

    Hal itu disampaikan ketua MUI, Slamet Effendy Yusuf. "MUI belum ada fatwa haram dan sesat mengenai paham Syiah di Indonesia," ujarnya kepada Republika, Jumat (27/1).

    lanjut ia mengatakan, untuk komentar pernyataan Menteri Agama, Suryadharma Ali mengenai pernyataannya bahwa Syiah sesat. Ia tidak mau mengomentarinya. Menurutnya buatlah umat Islam ini di Indonesia ini tentram dan bersatu, itu yang paling penting.

    "Tugas ulama adalah mempersatukan dan menguatkan umat, Saya kira ini sudah menjadi komitmen semua tokoh Islam di Indonesia," tambahnya.

    MUI pusat dalam hal ini ingin melihat masalah konflik Syiah terutama di Sampang secara komprehensif. Baik dari sisi teologis, syar'i, maupun lainnya. Kajian yang komprehensif ini, jelas dia, akan membawa keputusan yang membawa manfaat bagi ummat Islam dan Bangsa Indonesia, bukan perpecahan.

    Redaktur: Hafidz Muftisany
    Reporter: Amri Amrullah



    http://www.republika.co.id/berita/du...-menteri-agama

    Spoiler for :


    Sebut Syiah Sesat, Ikatan Jamaah Ahlul Bait Sesalkan Komentar Menteri Agama
    Jumat, 27 Januari 2012 08:24 WIB
    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ikatan Jamaah Ahlul Bait (IJAB) Indonesia menyesalkan pernyataan Menteri Agama Suryadharma Ali yang menyebut penganut Syiah itu sesat, pada Rabu (25/1).

    Ketua Dewan Syura IJAB Indonesia, KH Jalaluddin Rakhmat, mengatakan, pernyataan tersebut dikeluarkan ketika Negara Kesatuan Republik Indonesia?(NKRI) terancam karena ulah sekelompok orang yang mengatasnamakan perbedaan paham dalam agama untuk menyalakan permusuhan di antara kelompok umat beragama.

    Pejabat yang seharusnya melindungi semua kelompok agama, imbuh Kiai Jalaluddin, telah menaburkan bensin di atas bara yang mulai menyala. Menurutnya, Menteri Agama merujuk kepada Surat Edaran Menteri Agama Nomor D/BA.014865/1983 pada zaman Orde Baru, padahal surat Edaran itu telah batal demi hukum, karena bertentangan dengan Konstitusi RI , UUD 1945, Bab XI, Pasal 29.

    Untuk itu, papar dia, aturan tersebut dapat digugat secara hukum melalui mekanisme peraturan yang berlaku. Acuan Menteri Agama terhadap rekomendasi Rapat Kerja Nasional Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada 7 Maret 1984, juga tidak menyatakan Syiah sesat atau bukan Islam. "Rujukan ini hanya menganjurkan umat Islam Indonesia untuk waspada," kata Djalaluddin dalam siaran pers kepada Republika.?

    Pada 1 Januari 2012, lanjutnya, Ketua MUI, KH Umar Shihab, menyatakan MUI berprinsip bahwa Syiah tidak sesat. Kiai Umar mengimbau umat Islam agar tidak terpecah belah dan menjaga ukhuwah Islamiah serta tidak melakukan tindak kekerasan terhadap golongan berbeda. Karena itu, pihaknya menyesalkan Menteri Agama yang mengacu kepada rekomendasi rakernas yang sudah kedaluwarsa dan mengabaikan pernyataan MUI yang mutakhir.

    Pada saat yang sama, kata Kiai Djalaluddin, Menteri Agama juga mengabaikan pernyataan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Sirodj, pada 4 Januari 2012, yang menegaskan Syiah masih bagian dari ajaran Islam, bagian dari Al Firaq Al Islamiyyah. Sehingga, tutur dia, NU saja tidak gampang memberikan stigma sesat pada suatu aliran yang juga mengacu pada dasar pendirian NU oleh KH Hasyim Asyari, yaitu ukhuwahIslamiyah, Wathaniyyah dan Insaniyyah.

    "(Penilaian) Ini juga sesuai dengan sikap NU yang setia mengawal UUD 1945, tepatnya pasal dua puluh sembilan," terangnya.

    Menurut Djalaluddin, pada 3-4 April 2007, Presiden, Pemerintah dan Rakyat Republik Indonesia, PBNU, dan PP Muhammadiyah menyelenggarakan Konferensi Internasional Pemimpin Islam untuk Rekonsiliasi Irak dan melahirkan Deklarasi Bogor. Walaupun konferensi itu dimaksudkan secara khusus sebagai kontribusi rakyat Indonesia bagi rekonsiliasi Sunnah-Syiah di Irak, paparnya, deklarasi Bogor juga menyampaikan secara umum pesan-pesan perdamaian bagi Sunni-Syiah di seluruh dunia.

    Salah satunya upaya untuk meningkatkan saling menghormati keyakinan dan kepercayaan satu sama lain, menjadi arti penting penyelesaian konflik secara damai, dialog intra dan antariman, peran pemimpin agama dalam membangun perdamaian.

    Karena itu, pihaknya meminta dengan hormat kepada Menteri Agama untuk memfasilitasi dialog di antara Sunni dan Syiah untuk membangun suasana saling memahami, bukan saling menghakimi, saling menghormati bukan saling memaki. Dengan demikian, Menag akan meninggalkan kenangan indah (lisaana shidqin) bagi kaum Muslim khususnya dan umat beragama pada umumnya. n c13

    Redaktur: Heri Ruslan
    Reporter: Erik Purnama Putra


  4. #4
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,050
    Agak bingung nih.
    Kemaren, nyokap baru pulang haji dan dia cerita tentang perilaku orang-orang Syiah di sana.

    Berarti pemerintah Arab Saudi membolehkan orang Syiah pergi haji dong?
    Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
    Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013

  5. #5
    Banned
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    https://t.me/pump_upp
    Posts
    2,004
    lha orang Ahmadiyah aja masih bisa naej haji kok.. karena mereka khan pasportnya tetep aja Islam, sama aja ama Syiah mereka juga masih mengaku Islam kok... jadi pemerintah Saudi ya gak bisa melakukan filter. btw apa aja cerita nyokap lo tentang orang2 syiah yang naek haji itu???

  6. #6
    Siap siap aja nih Syiah diberangus seperti Ahmadiyah.

  7. #7
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    kalau ahmadiyah kan memang ada yang versi Sya
    hadatnya nambahin nama MGA. Kalau Syiah apa
    ada yang syahadatnya nambahin Ali atau Husain?

  8. #8
    Salahnya ya dianggap bermusuhan (berbeda) dengan sunni yang dianut oleh sang menag. Mungkin ya.

  9. #9
    Banned
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    https://t.me/pump_upp
    Posts
    2,004
    wah jangan dibahas disini seperti kata TS jgn dibahas dari segi akidahnya disini.. ntar salah kamar.. yang pasti banyak perbedaan mendasar antara Sunni dan Syiah baik deri segi ketauhidan hingga fiqh...

  10. #10
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    Quote Originally Posted by hajime_saitoh View Post
    wah jangan dibahas disini seperti kata TS jgn dibahas dari segi akidahnya disini.. ntar salah kamar.. yang pasti banyak perbedaan mendasar antara Sunni dan Syiah baik deri segi ketauhidan hingga fiqh...
    Satu hal lagi, bro...
    TS ini atheis, yang dimasa eforianya sangat anti
    Islam... cuma sekarang saja, cara-nya sudah lebih
    halus dan lumayan taktis dalam berdiskusi.

    Saat ini, Iran adalah negara yang paling kuat po
    sisi tawarnya terhadap barat, gw malah curiga,
    gerakan-gerakan anti Syiah, bagian dari mele-
    mahkan solidaritas sesama muslim, agar bila pe
    cah konflik, muslim Indonesia tidak berminat tu
    run mendukung Iran.

  11. #11
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    kalau begitu, ente buka lapak yang baru ditempat
    yang pas.

    Nanti kalau kesimpulannya Sunni-Syiah, cuma per
    bedaan pandangan politik dan historis saja, maka
    Syiah tidak layak dicap Sesat.

  12. #12
    Banned
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    https://t.me/pump_upp
    Posts
    2,004
    bukan hanya politik dan historis kok,tapi dari segi akidah dan fiqih dah beda.. nah kalo buka lapak ntar dulu dah ana juga refernsinya baru sedikit.. ntar takutnya lapaknya jadi ajang debat yang gakjelah arah dan tujuannya...

  13. #13
    pelanggan setia spears's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    6,733
    apaan sih Sunni dan Syiah?
    mang penting ya?
    makanya beragama tuh gak perlu yg ekslusif.
    cukup rukun Islam aja.
    syahadat sholat puasa haji zakat.
    lebih dr itu, no commento deh. gak ikut-ikuuuuttttt

    love came down and rescue me, i am yours, i am forever yours

  14. #14
    Chief Cook GiKu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    10,315
    bahasan mengenai sunni-syiah kan ud ada

  15. #15
    Pakar Memematika Ray Surya's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    4,449
    agar rakyat Indonesia yg "jalannya lurus" tidak ikut tersesat. semacam kampanye anti narkoba, agar tidak ikut golongan rusak
    R*y Sury* Ditunjuk Presiden SBY Jadi Menpora

  16. #16
    Banned
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    https://t.me/pump_upp
    Posts
    2,004
    memang kuat.. tapi wa malah curiga soalnya Iran dan barat dari dulu cuman sekedar saling gertak... Israel pun demikian sudah berulangkali mengatakan akan melakukan serangan udara terhadap fasilitas nuklir Iran namun itu cuman gertak sambel... kgaktau dah wa jadinya....

  17. #17
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Sebagai seorang minoritas di indonesia, saya bisa paham perasaan kaum syiah saat ini...
    entah apa nasib mereka bila tokoh2 islam sudah menfatwa sesat.

    Dihari depan, bisakah negara menjamin keselamatan hidup mereka di negara ini ?

    Apalagi menjelang pemilu nanti pasti banyak tokoh2 yg berusaha menarik simpati massa, bisa jadi dengan cara mengkambing hitamkan kelompok minoritas.

    Semoga Tuhan melindungi negara kita ini.

  18. #18
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Sebagai seorang minoritas di indonesia, saya bisa paham perasaan kaum syiah saat ini...
    entah apa nasib mereka bila tokoh2 islam sudah menfatwa sesat.

    Dihari depan, bisakah negara menjamin keselamatan hidup mereka di negara ini ?

    Apalagi menjelang pemilu nanti pasti banyak tokoh2 yg berusaha menarik simpati massa, bisa jadi dengan cara mengkambing hitamkan kelompok minoritas.

    Semoga Tuhan melindungi negara kita ini.
    loe ngga baca link dari republika? MUI tidak pernah
    mem-fatwa Syi'ah Sesat

  19. #19
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Quote Originally Posted by Ronggolawe View Post
    loe ngga baca link dari republika? MUI tidak pernah
    mem-fatwa Syi'ah Sesat
    gw baca, dan itu memberi sedikit harapan bagi kelompok kecil ini di indonesia.
    tanpa fatwa sesat aja kemarin satu kampung syiah sudah diserbu massa dan penduduknya diusir.
    Meskipun MUI belum menfatwa sesat, tapi -tokoh islam- misalnya MUI jatim dan mentri agama sudah melontarkan kalimat yg pasti sangat menakutkan bagi kelompok ini.

    aneh sih koq tiba2 muncul gugatan kepada syiah dan ahmadiyah, padahal kelompok ini sudah ada sejak lama sekali di indonesia, saya curiga ada yg mau menaikkan popularitas diri/kelompok menjelang pemilu dengan cara mengorbankan minoritas.

  20. #20
    Suryadharma Ali itu politikus, bukan ulama

    http://satuislam.wordpress.com/2012/...tentang-syiah/

    Spoiler for :


    VIVAnews — Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan bahwa ajaran Syiah masih berada dalam koridor. Maka dia mengajak publik untuk mengukur suatu agama berdasarkan akidahnya.
    “Kita bisa lihat pandangan MUI (Majelis Ulama Indonesia) tentang Syiah seperti apa mengukur suatu agama pada akhirnya, kalau akidahnya sama ya tidak ada masalah,” kata Suryadharma di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Senin 2 Januari 2011 malam.
    Hanya saja, kata Suryadharma, ada beberapa hal interpretasi yang berbeda. Perbedaan itu, kata dia adalah sesuatu hal yang wajar. Bahkan, di dalam internal Sunni sendiri ada perbedaan interpretasi. “Interpretasi yang berbeda juga ada di dalam Sunni, perbedaan-perbedaan itu yang masih dalam batas toleransi itu pada akidah,” kata dia.
    Dia mengatakan soal Tauhid dan keimanan antara Sunni dan Syiah tidak ada perbedaan.
    “Hal-hal seperti itu artinya Syiah masih dalam koridor. Tapi memang ada perbedaan-perbedaan tertentu lah,” kata dia.
    Pada dasarnya, kata Suryadharma, pandangan mengenai Sunni dan Syiah itu diserahkan pada MUI. “Ya MUI itu memiliki kompetensi untuk mengatakan ini bertentangan atau tidak bertentangan, karena MUI itu tempat berkumpulnya ahli-ahli fatwa,” kata dia.
    Kementerian Agama saat ini tengah meneliti adanya perbedaan pandangan yang berujung konflik antara Sunni dan Syiah. Seperti yang terjadi pada peristiwa pembakaran pesantren milik warga Syiah di Nangkernang, Sampang, Madura, Kamis, 29 Desember sekitar pukul 9.15 lalu.
    Suryadharma Ali mengungkapkan lembaganya tengah meneliti adanya berbagai macam versi terkait pemicu pecahnya konflik berlatar belakang agama ini. Suryadharma menambahkan, salah satu versi mengatakan bahwa konflik yang terjadi ini adalah kelanjutan dari konflik terdahulu.
    Masalah Keluarga
    Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, mengatakan kasus pembakaran pesantren ejatinya berawal dari masalah keluarga. Masalah itu sudah berlangsung lama.
    Pihaknya mengaku, bersama Majelis Ulama Indonesia dan Pemerintah Sampang, sudah berusaha mendamaikan kedua kelompok tersebut. “Dulu sudah kami lakukan pendekatan. Itu kakak beradik terlibat konflik yang tak kunjung terselesaikan. Hingga akhirnya merembet ke persoalan agama,” kata Pakde Karwo, nama akrabnya. (ren)
    © VIVAnews
    https://satuislam.wordpress.com/wp-admin/post-new.php
    ************************************************** ************************************************** ********************
    Menag Tegaskan Syiah Bertentangan dengan Islam
    Penulis : Torie Natalova
    Rabu, 25 Januari 2012 21:48 WIB
    Menteri Agama Suryadharma Ali–ANTARA/Prasetyo Utomo/rj
    JAKARTA–MICOM: Menteri Agama Suryadharma Ali menegaskan bahwa aliran Syiah bertentangan dengan ajaran Islam. Pernyataan tersebut berdasarkan keputusan Kementerian Agama dan MUI yang menyatakan bahwa Syiah bukanlah Islam.
    Suryadharma menjadikan beberapa keputusan dalam mengambil keputusan tersebut. Salah satunya adalah hasil Rakernas MUI pada 7 Maret 1984 di Jakarta yang merekomendasikan umat Islam Indonesia agar waspada terhadap menyusupnya paham syiah dengan perbedaan pokok dari ajaran Ahli Sunna Waljamaah.
    Kementerian Agama RI juga pernah mengeluarkan surat edaran no D/BA.01/4865/1983 pada 5 Desember 1983 tentang golongan syiah dan menyatakan bahwa syiah tidak sesuai dan bahkan bertentang dengan ajaran islam.
    “Atas dasar itu, Majelis Mujahidin Indonesia menyatakan bahwa syiah bukan dari golongan islam. Siapa saja yang menganggap syiah tidak sesat berarti dia sesat,” kata Menag dalam siaran persnya, Rabu (25/1).
    Suryadharma mengatakan setelah membuka dokumen-dokumen tersebut dirinya menemukan bahwa Syiah bukan Islam dan itulah yang menjadikan landasan pemerintah terkait kehadiran Syiah di Indonesia.
    Sementara itu, langkah yang akan ditempuh untuk menyelesaikan masalah Syiah tersebut menurut Menag adalah dengan cara duduk bersama dan membicarakan secara musyawarah.
    “Ya harus duduk bersama-sama. karena masing-masing punya alasan. Mungkin saya harus menimbang-nimbang dahulu dari ulama, baru saya memutuskan. Sejauh ini, saya masih berpegang kepada keputusan menag yang lalu,” tuturnya. (*/OL-12)


Page 1 of 3 123 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •