Page 1 of 3 123 LastLast
Results 1 to 20 of 54

Thread: Not a family man

  1. #1

    Not a family man

    Menurut pengamatanku, tidak semua lelaki / suami bertipe family man.
    Dan beruntunglah orang yang dapet suami tipe kayak gini.

    Tipe family man bukan hanya bahwa ia mencintai keluarganya
    (karena yang bukan tipe ini bukan berarti tak mencintai keluarga)


    Tapi juga terlibat dengan keluarganya secara positif.

    Yang pastinya bukan seorang suami yang merasa tugasnya hanya
    mencari uang lalu urusan anak dan RT tanggungjawab istri.


    Saya suka melihat seorang suami yang hangat kepada anak dan istrinya
    dan selalu menyediakan waktu bagi keluarganya.


    Karena saya sering dijadikan tempat curhat, saya sering mendengar
    masalah sehubungan hal-hal seperti ini.

    Contoh:

    Si A, sebut saya inisial kawan saya.

    Nah suaminya hampir setiap malam nongkrong di tempat kawannya. Kalau bukan
    di tempat kawannya, nongkrong di kafe. Ini sampai larut malam. Weekend,
    bukannya buat keluarga, malah setengah hari di tempat kawannya itu, yang
    hobinya sama, motor gede. Dalam seminggu, tiga kali wajib naik motor, satu hari
    spesial dengan rute lebih panjang. Ia muncul di rumah jelang isya (dan akan
    kembeli ke tempat temannya atau di kafe itu hingga ujung malam).


    Kalau ada acara sosial lainnya, misalnya pengajian, izinnya pengajian tapi
    dilanjutkan ke markas. Pokoknya hampir tiap hari pulang larut malam. Sekalinya
    di rumah kalau ndak nongkrong depan laptop, nonton tv tidak mau diganggu.


    Uang lancar. Tapi apa gunanya uang kalau tidak bahagia bukan?

    Dan yang bikin tambah jengkel kawan saya itu, suaminya itu kalau urusan
    rumah tangga, rada2 tidak perduli kecuali didesak. Urusan kran air
    rusak, bak mandi mampet, pasang lukisan di dinding -pokoknya kerja2
    pertukangan gitu, ibaratnya 100 x permohonan baru kelar.

    Tapi kalau urusan yang menyangkut hobi si suami, wow...secepat kilat
    kelar dan tuntas. Pawai moge yang sebulanan kemudian diadakan,
    bisa seminggu diurusnya dengan penuh antusias. Penuh senyum dan
    rela berkorban, baik hati bak gentleman.


    Ngajak keluarga rekreasi? Tidak pernah. Sekalinya ngajak, terpaksa dan
    sangat tidak menikmati. Cenderung hanya menjadi supir keluarga sehingga
    anak2 jadi tidak nyaman karena bawaan ayahnya yang maunya terburu-
    buru dan ngedumel. Tapi kalu supirin kawanannya, dua belas jam jalan'
    darat pun happy forever.


    Jadi si suami sepertinya berpikir kewajibannya hanya satu yaitu mencari
    duit dan selesailah sudah.

    Teman saya ini berpikir untuk bercerai karena tidak tahan menjurus ke
    stress. Tapi dia kasihan sama anak2. Teman saya mengaku selama
    lima belas tahun menikah, dia adalah istri yang sangat kesepian.


    Dia merasa cuma dijadikan babu rumah tangga plus penunggu rumah.
    Suami sibuk dengan dunianya sendiri. Sampe2 dia guyon bahwa
    rasanya dia pengen bakar tuh moge berikut markas suaminya.

    Bayangin aja, tuh suaminya ngantor ampe sore, malamnya nyambung
    ke markas moge-nya, kalo ndak di markas moge, kafe2, itu ampe
    malam banget. Tiga kali seminggu nge-moge. Wiken, nge-moge.


    Makanya saya berpikir, beruntunglah perempuan2 yang dapat
    suami tipe family man, yang menurut saya ciri2nya antara lain
    senang berkumpul dengan keluarganya, terlibat dengan anak2nya,
    memberi perhatian pada kebutuhan pasangannya (bukan cuma duit
    dan seks), menomorsatukan keluarga, menyeimbangkan hobi
    individualnya dengan kebersamaan dengan keluarga...


    Saya tentu ndak nyaranin kawan saya bercerai, cuma ndak tau
    juga mau nasehatin apa. Masakan toh saya satronin si maniak
    moge itu?
    ´There are two ways to conquer and enslave a nation. One is by the sword. The other is by debt´
    -John Adams-

  2. #2
    Saya suka sekali karakter Don Corleone dalam The Godfather karena di situ
    ia lelaki yang sangat family man. Salah satu quote-nya pada Santino atawa
    Sonny : " Laki-laki yang tidak menghabiskan waktu bersama keluarganya adalah
    pecundang.." (cmiiw, saya lupa2 ingat istilah terakhirnya, pecundang apa tidak
    jantan ya)
    ´There are two ways to conquer and enslave a nation. One is by the sword. The other is by debt´
    -John Adams-

  3. #3
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,636
    Quote Originally Posted by keremus View Post
    Menurut pengamatanku, tidak semua lelaki / suami bertipe family man.
    Dan beruntunglah orang yang dapet suami tipe kayak gini.
    Maksudnya beruntunglah yang dapat tipe suami bukan family man?

    Kata orang boys will be boys...
    perempuan pada titik tertentu akan mengalami suatu transformasi psikis dan akan mengatakan pada diri sendiri "I am a mother", tapi boys will be boys.

    Pada laki-laki tidak ada proses transformasi yang akan mengubah dia menjadi laki-laki dewasa, berbeda dengan perempuan yang akan mengalami masa hamil yang sulit dan melahirkan yang traumatik... laki-laki akan menjalani hidup apa adanya. Malah banyak yang:
    • Nikah aja harus dipaksa pihak perempuan
    • Perlu waktu berbulan-bulan untuk sadar "lho.. aku punya anak toh?"
    • Perlu dimarahin istri/orang tua/mertua... "heeee.... urusin istrimu tuh!!! jangan hobi melulu dijabanin!!"



    Jadi jangan berharap mengubah seorang laki-laki menjadi family man... seorang perempuan harus mencari, menyeleksi dan memilih seorang family man diantara stok laki-laki yang tersedia...

    Nah... bagaimana memilihnya, mari kita menoleh ke para Ibu-ibu di sini.... <ngeles.com>
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

  4. #4
    ★★★★★ itsreza's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    10,216
    menarik nih.. karena belum menikah, menyimak pembabaran om Alip dan yang lainnya aja deh

    *gelar tikar*

  5. #5
    pelanggan setia aya_muaya's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Location
    semarang
    Posts
    5,884
    saran saya; pindahin semua harta kekayaan atas nama istri; lalu tuntut cerai...

    Cari selleksi yang family man... Happy ending...

    *skenario sinetron

  6. #6
    pelanggan tetap nerissa's Avatar
    Join Date
    Jul 2011
    Posts
    1,574
    saran saya buat si ibu : cari hobi juga doonk
    mikirin laki laki sebatang, buat apa...buat diri sendiri damai, bahagia, enjoy...anggap dia dia Pengucur Dana Misterius, Pelanggan tetap, dll dll.
    wong udah nikah, masa mau cerai

    yang penting ga kasar sama anak istri, tiap malem masih inget pulang, dan masih kasih duit dengan lancar

    Sabbe sattha bhavanthu sukhitatta.

  7. #7
    Chief Cook etca's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    aarde
    Posts
    11,168
    Quote Originally Posted by nerissa View Post
    saran saya buat si ibu : cari hobi juga doonk
    mikirin laki laki sebatang, buat apa...buat diri sendiri damai, bahagia, enjoy...anggap dia dia Pengucur Dana Misterius, Pelanggan tetap, dll dll.
    wong udah nikah, masa mau cerai

    yang penting ga kasar sama anak istri, tiap malem masih inget pulang, dan masih kasih duit dengan lancar

    huahhh anak bisa terlantar tuh, ortu sibuk berhobby

  8. #8
    pelanggan tetap nerissa's Avatar
    Join Date
    Jul 2011
    Posts
    1,574
    ya, hobbynya jangan yang gawat gawat donk bu caca, ga usah mikirin langsung ke yang ektrim2

    hobi tanaman misalnyam, lumayanmlah bsai rileks
    hobi nulis
    atau buat kerajinan tangan
    Sabbe sattha bhavanthu sukhitatta.

  9. #9
    pelanggan setia heihachiro's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Location
    little nong
    Posts
    2,614
    ^ apalagi kalo hobinya bikin anak
    j/k

    btw, itu si istri udah sering bilangin suaminya ato ngga?
    kalo misalnya istri sekali2 nunjukkin "kekuasaan" istri, dengan ngga ngasih uang jajan, ato ga dimasakin selama seminggu,ngaruh ngga sih?

    belom nikah, makanya pengen mengamati kaya itsreza

  10. #10
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    Quote Originally Posted by Alip View Post

    Jadi jangan berharap mengubah seorang laki-laki menjadi family man... seorang perempuan harus mencari, menyeleksi dan memilih seorang family man diantara stok laki-laki yang tersedia...

    Nah... bagaimana memilihnya, mari kita menoleh ke para Ibu-ibu di sini.... <ngeles.com>
    betul,
    kalau kasusnya sudah terlanjur seperti cerita di awal, susahlah. apalagi dia sudah belasan atau puluhan tahun dengan teman2nya, dengan hobinya. memisahkan suami dengan itu semua sama saja menyiksanya.

    nah sekarang ke pertanyaan um alip soal bagaimana menyeleksinya. kalau saya, lihat hobi suami dari awal apa, kalau hobi2 berbahaya yang kira2 tidak bisa kuikuti juga, trus menghabiskan dana keluarga yang banyak, mending mundur teratur.
    selama hobi masih aman, bisa dilanjut.

    untuk yang sudah terlanjur, ada beberapa opsi (yang kepikiran)
    1. cerai, yup selesai sudah
    2. cari hobi juga, seperti saran nerissa, lagi pula udah nikah 15 tahun, artinya anaknya bukan bayi lagi yang musti dikawal 24 jam, ada "me time" buat si ibu lah untuk menyalurkan bakat dan kesenangan. nyanyi kek, trus ikutan kursus, atau melukis, traveling, belajar bahasa, atau cari hobi asik bareng anak (entah apa itu) toh duit juga ada, ga harus ngandelin suami. cobain aja sering ga di tempat bareng anak...
    3. ikut hobi suami, belajar menyukainya. memang tidak bisa memaksakan diri, tapi paling tidak tahu perkembangannya, sekali2 minta diajak kumpul bareng teman2nya. ngobrol bareng teman2nya
    4. cuek aja
    5. meratapi diri, marah2, menyesal dlsb tapi ga ada solusinya
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  11. #11
    pelanggan setia et dah's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Location
    Land Between Solar Systems
    Posts
    3,911
    klasik , dapet a pingin b
    dapet b pingin c
    dapet tipe c pingin tipe d.... dst


    j/k

  12. #12
    buat ibunya...manfaatin duit suaminya buat hobi baru, jalan2, shopping2 ato miara boy toy
    bikin diri sendiri+anak2 happy, gitu. Kalo cere jg sama aja, ibu tetep sendirian, bedanya suply duit yg berkurang aja kali plus status jg yg berubah. Gw rasa byk jg laki2 yg iri sm suami di ibu ini. Kemana2 masih bisa melakukan hobinya dgn asik gak ada gangguan dr anak-bini

  13. #13
    pelanggan tetap nerissa's Avatar
    Join Date
    Jul 2011
    Posts
    1,574
    udah 15 tahun nikah, baru menggerutu sekarang? hhehehhe

    ya, betah betahin ajalah, kelakuan segitu mah masih ada yang lebih parah

    intinya si ibu jangan andalin mencari kebahagiaan nya semata mata dari si suami
    cari ketenangan diri
    cari hobby baru yang positif..ga usah hobi yang lebay nan alay gotu tapi

    yg penting suami, anak, dan diri sendiri sehat bow
    *gw sok bijaksana gara gara baru dapet kabar temen fb ada yng meninggal karena sakit
    biasanya gw ga sebijaksana ini kok ..hahhaha
    Sabbe sattha bhavanthu sukhitatta.

  14. #14
    pelanggan setia aya_muaya's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Location
    semarang
    Posts
    5,884
    disisi lain, cinta gak kenal umur kok... Mungkin jika dengan bercerai akan lebih bahagia, mendapatkan suami baru yang dia cintai dan mencintai dia, kenapa enggak?
    Toh, cerai gak dosa. Jika memang ini saran terbaik. Anak2 pun masih bisa dididik dengan baik,,,
    daripada dihdapkan dengan tauladan seorang ayah yang gak benar; mendingan cariin ayah baru yang bisa dijadikan tauladan yang baik bagi anak2nya..
    Anak2 kan menauladani apa yang ia lihat sehari2...
    Hidup hanya sekali, jangan dibuang sia2 lah...

  15. #15
    A man is a boy trapped in an adult body..

    Klo dah sekian tahun nikah baru nggrundel aneh namanya...
    Kemaren2 ngapain aja tu orang? Kok cuma bisa nyalahin lakinya?
    Dah introspeksi?

  16. #16
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,636
    Huwaaaaaaaa....... ada Bang Breeeennnnnnnnn...........

    Quote Originally Posted by crashed brain
    A man is a boy trapped in an adult body..
    ngerasa deh...

    Ada istilah yang dipakai oleh istri saya, "menikahi elang patah sayap..."

    Menurutnya, semua laki-laki memiliki jiwa anak-anak, sehingga seorang istri harus pula memiliki peran sebagai ibu bagi suaminya. Sebenarnya itu wajar saja, karena seorang istri kadang membutuhkan pula figur ayah dari suaminya. Suami istri saling memiliki peran berbeda bagi satu sama lain.

    Dalam kasus laki-laki yang tak pernah dewasa... istri lebih dituntut untuk banyak menampilkan peran ibu, ketimbang istri. Tidak sehat memang, tapi bukan berarti tidak bisa dilakukan... dan jika dengan tekun dan tabah dilakukan, si anak laki-laki pelan-pelan akan tumbuh juga jadi laki-laki dewasa. Jika saat itu tiba, maka si elang akan jadi elang perkasa yang sangat berterima kasih dan berdedikasi pada istrinya...

    Tapi ya ini pilihan. Tidak semua perempuan berani mengambil resiko itu, dan memang tidak pernah diharuskan.

    Sebenarnya hal yang sama juga terjadi sebaliknya, tapi secara sosial lebih bisa diterima, yaitu menikahi "merpati patah sayap"... laki-laki menikahi perempuan yang belum dewasa secara emosional.

    Tapi dasar nasib... secara tradisional laki-laki memang dituntut untuk lebih matang, lebih mendidik, dan mengayomi istrinya. Jadi tinggal ngelus dada aja...

    Nah... tinggal memilih...
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

  17. #17
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    untunglah suamiku cuma hobby main bola sama nonton bola, dimana cuma manetngin tipi after midnite juga gpp...masih di rumah ini...sesekali nobar biarin ajah, dia kan abis kerja...kesian kalau gak nobar, sekalian refreshing

    Untunglah juga dia pulang ke rumah 2 bulan sekali, maklum kuli, jadi pulang ya ubek2an sama anak istri...malah dia yang bikin schedule tiap pulang...isi jadwalnya...main-pergi-main-pergi sama keluarganya

    Yah...saat kita menikah atau sebelum menikah, kan kenal watak calon suami kita dan mestinya sudah antisipasi, kira2 suami kita bakal care sama urusan rumah tangga gak ya...jadi kalau setelah 15 tahun baru ngedumel atau mulai kerasa terganggu ada baiknya suami diajak duduk berdua...toh anak2 sudah besar...saling berbagi dan bicara...suami diultimatum maunya gimana dan adibawa kemana hubungan suami istri dan keluarganya....kalau perlu konsultasi ke konsultan keluarga juga boleh...intinya, beban hati jangan dipikul sendiri. Nah istri meratap2 sebel liat kelakuan suami, eh suami kagak ngerasa kalau ternyata dia bikin susah hati istri
    Last edited by BundaNa; 14-10-2011 at 04:49 PM.

  18. #18
    suami gak doyan hobbi? emang ada?
    wkwkwk

    mungkin sang istri perlu ikut nimbrung dalam hobby suami, biar ngeh dan suami jadi perhatian juga sama sang istri

  19. #19
    pelanggan setia aya_muaya's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Location
    semarang
    Posts
    5,884
    Quote Originally Posted by crashed brain View Post
    A man is a boy trapped in an adult body..

    Klo dah sekian tahun nikah baru nggrundel aneh namanya...
    Kemaren2 ngapain aja tu orang? Kok cuma bisa nyalahin lakinya?
    Dah introspeksi?
    itulah perempuan... berharap semua bisa berubah dengan sendirinya, saat kehabisan kesabaran dan tenaga, baru ngerundel... tapi bersabar sekian puluh tahun dengan gerundelan seperti... saya ancungi jempol...

    hebat,...
    Percayai apa yang ingin kau percayai
    Dan hiduplah seperti apa yang kau inginkan….

  20. #20
    Ini yang selalu dibilang istri gw...

    Gw ama istri umur beda satu tahun... wkwkkwkw...
    Gw punya 3 anak... yang paling besar umurnya 12 tahun..
    Istri gw punya 4 anak.. yang paling besar umurnya 41 tahun..



Page 1 of 3 123 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •