Page 2 of 3 FirstFirst 123 LastLast
Results 21 to 40 of 48

Thread: Do (or will) you or your wife breastfed your baby? Exclusively? why? why not?

  1. #21
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    Quote Originally Posted by ummu_w@rdah View Post
    neng, mending dinenenin (kalo darurat mending perah pake tangan)... tau g, beberapa ibu muda nyang bareng ane meres ASI pake pompa tangan belakangan bisik2: "Aduh, nipple ane jadi keriput negh, suami komplen. Apa obatnya ya?"
    lho katanya eksklusif, kok bapak-bapaknya masih
    ikutan?

  2. #22
    pelanggan ummu_w@rdah's Avatar
    Join Date
    Aug 2011
    Location
    here
    Posts
    377
    Quote Originally Posted by Ronggolawe View Post
    lho katanya eksklusif, kok bapak-bapaknya masih
    ikutan?
    .....
    ujan lagi ah ujan lagi,,,

  3. #23
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    malah ngeplakin kepala
    apalagi bagi bapak-bapak yang perokok, itu jelas
    mencemari kontrak eksklusif bayi dan ASI nya.

  4. #24
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    makna ekslusifnya kok jadi aneh gitu sih?
    bener kata aslan, ekslusif itu maksudnya si baby selama 6 bulan cuman dapet ASI aja, tanpa makanan tambahan lainnya
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  5. #25
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681

    permainan kata2 aja kok chan, slan

  6. #26
    pelanggan tetap nerissa's Avatar
    Join Date
    Jul 2011
    Posts
    1,574
    nipple jadi keriput?
    wah
    urusan lagi donk

    hmmmm
    *pikir2 untuk punya bayi tabung
    Sabbe sattha bhavanthu sukhitatta.

  7. #27
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Gak usah takut keriput, kan ada ini :

    Spoiler for antikeriput:


  8. #28
    pelanggan tetap nerissa's Avatar
    Join Date
    Jul 2011
    Posts
    1,574
    ^mahal ga?
    beliin donk

    oiya lupa..kita belum punya bayi


    eh wait

    KITA??

    hehehehhehehhehehhhehe
    Sabbe sattha bhavanthu sukhitatta.

  9. #29
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    Quote Originally Posted by Ronggolawe View Post
    Istri gw gagal memberikan ASI secara eksklusif
    untuk anak gw. Tapi gw sebagai suaminya tetap
    bangga, karena istri gw telah melakukan tugasnya
    sebagai seorang ibu secara luar biasa.

    Bahkan, bila nanti diberi kesempatan lagi, gw ngga
    akan segan-segan menyuruh istri gw untuk tidak
    memberikan ASI secara eksklusif untuk anak gw
    yang berikutnya.
    kita bicara tentang hak asasi bayi kita. Jika gagal karena memang alasan medis bisa diterima. Tapi untuk kemudian anak selanjutnya bisa diupayakan tetapi kita acuhkan, berarti kita merenggut hak dasar anak kita

  10. #30
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    Seperti kata ndugu, gw cuma melakukan permainan
    kata-kata, bu. Maksud gw, putri gw gagal mendapat
    ASI ibunya secara eksklusif, karena harus berbagi
    dengan kakak sepupunya yang kebetulan bernasib
    kurang beruntung karena ibunya tidak memproduksi
    ASI sedikit pun.

    Berhubung satu ibu ASI dipake berdua, maka sudah
    tidak eksklusif lagi. Bukankan kita mengenal
    istilah Saudara sepersusuan?
    Last edited by Ronggolawe; 22-08-2011 at 08:24 PM.

  11. #31
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    itu bukan ga dapet asiX dong, salah arti soal asiX itu mah
    walo anak tandem sama yang lain (entah itu kakaknya, atau dengan saudara persusuan) kalau masih dapet asi full selama 6 bulan tanpa makanan tambahan lain, tetap dikategorikan dapet ASIX
    gitu lho ya (supaya ga rancu, saya ga pake permainan kata2)
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  12. #32
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    nah itu dia...permainan kata2nya bisa multi tafsir...selama sampai usia 6 bulan hanya minum ASi entah tandem atau enggak ya namanya ASI eksklusive

  13. #33
    pelanggan ummu_w@rdah's Avatar
    Join Date
    Aug 2011
    Location
    here
    Posts
    377



    obat nipple keripuutttt...........

    (mudah2n mantra gwe berhasil..)
    Last edited by cha_n; 24-08-2011 at 05:29 PM. Reason: benerin tampilan gambar
    ujan lagi ah ujan lagi,,,

  14. #34
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    Quote Originally Posted by BundaNa View Post
    nah itu dia...permainan kata2nya bisa multi tafsir...selama sampai usia 6 bulan hanya minum ASi entah tandem atau enggak ya namanya ASI eksklusive
    gw lebih suka memakai istilah ASI Doang atau ASI
    Only
    , bebas dari multitafsir.

    somehow, eksklusif berkesan selfish, elitis, tertutup.

  15. #35
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    halah itu kan dah umum digunakan di berbagai kalangan termasuk medis, jangan ganti istilah sendiri dong apalagi ganti2 maknanya, bikin rancu aja.
    soal kesan terhadap kata gimana silakan, tapi yang udah umum dimengerti maksudnya ga perlu diganti dengan arti lain
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  16. #36
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    boleh dong berpendapat, siapa tahu saja kelak
    dunia medis menggantinya dengan menggunakan
    istilah yang lebih ramah penerimaan

  17. #37
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    http://www.kbr68h.com/saga/77-saga/5...-asi-eksklusif

    Donor ASI, Solusi Jitu Demi ASI Eksklusif

    Salah satu aktivitas yang melekat segera setelah seorang perempuan melahirkan adalah menyusui. Tapi tak semua ibu bisa menghasilkan ASI yang cukup untuk anaknya. Padahal bayi sebaiknya mendapatkan ASI eksklusif sejak lahir sampai usia 6 bulan. Tahukah Anda kalau sekarang ada donor ASI yang bisa dilirik? Reporter KBR68H Dede Riani berbincang dengan para ibu yang menjadi pendonor ASI, demi memastikan lebih banyak lagi bayi yang mendapatkan ASI eksklusif.

    “Seperti biasa mencuci dan mensterilkan alat pompa elektrik, karena saya tidak bisa pompa pake tangan. Tangan juga mesti dicuci bersih pakai air,” kata Gina S. Noer. Ia sedang memompa payudaranya, mengeluarkan ASI dengan bantuan pompa elektrik.

    ASI dipompa, lantas disimpan ke dalam botol dan plastik khusus penyimpan ASI. Gina menyimpan dengan apik ASI hasil perahannya ke dalam freezer atau lemari pembeku. Tak lupa, ia tempelkan label di botol berisi tanggal dan waktu hasil produksi ASI. “Konsepnya ASI perah itu first in, first out. Jadi tanggal yang lebih lama itu yang pertama kali digunakan. Jadi ini untuk informasi kita.”

    Lebih dari 20 botol dan kemasan plastik ASI hasil perahan memenuhi lemari es Gina. Karena produksi ASI Gina berlebih, ia memutuskan untuk jadi donor ASI sejak dua bulan lalu. “Tahulah ASI anak saya tercukupi sehingga bisa membuat saya produksi ASI lebih banyak. Berlebih buat apa?”

    Niat utama Gina adalah membantu ibu-ibu yang produksi ASI-nya sedikit. Karena Gina percaya betul akan manfaat ASI eksklusif selama 6 bulan, seperti yang terjadi pada anak pertamanya. “Ya ASI itu memang haknya anak, dia sehat dan membuat daya tahan anak itu lebih tinggi ketimbang anak yang lain. Anak ASI juga lebih cerdas. Hubungannya juga bisa lebih dekatlah, karena ketika proses menyusui terjadi skin to skin contact (saling menyentuh antara kulit si bayi dan ibunya).”

    Karena itulah Gina terus memberikan ASI untuk anak keduanya, yang baru berusia 2 bulan. Berhubung produksi ASI kali ini berlebih, Gina dan suami sepakat untuk mendonorkannya. Keputusan yang juga direstui Marta Maskur Noer, ibu Gina. “Daripada numpuk, mubazir, yaa mungkin tidak mubazir juga masih bisa untuk berapa bulan. Tapi kalau bisa membantu orang yang baru melahirkan kekurangan itu, haduuh nikmatnya itu alhamdulilah. Si penerima juga pasti bersyukur sekali

    Gina berusaha selektif memilih penerima ASI-nya. Ia tak ingin si ibu justru jadi malas menyusui anaknya, setelah menerima donor ASI. Saling bertelepon dilakoni untuk sekedar mengetahui kabar. “Yang penting syaratnya, berhubung saya Islam, jelas tidak boleh jenis kelamin berbeda. Lalu saya kenalan sama ibu yang hendak menerima donor ASI saya. Saya juga harus menjalin kontak alias silahtuhrahmi. Kalau ternyata ASI beku Saya lagi pas-pasan, maaf terpaksa Saya tolak. Ya saya sih fair-fair aja. Akhirnya kalau ada orang yang, ah asyik nih donor ASI, jadi malas nyusui, yah itu tanggung jawab masing-masing lah.”

    Penerima ASI
    Irma Verlia adalah penerima donor ASI dari Gina. Tak hanya Gina yang jadi ibu donor, tapi juga tiga ibu lainnya. “Jadi tuh saya ada tiga ibu buat bayi saya. Yang satu tetangga saya, saya pikir tetangga saya itu sudah cukup, waktu anak saya di rumah sakit. Wah ternyata habis, akhirnya dokter saya bilang, ibu Gina ASI-nya banyak, dia pasien saya juga, dulu juga dia donor. Lalu akhirnya saya udah mikir gak papalah ibunya dua yang penting anak saya sehat. Akhirnya donor sama ibu Gina. Ibu Gina khan masih punya bayi juga yaa. Saya khawatir dia kurang karena berbagai dengan saya. Akhirnya saya cari lewat AIMI, Saya dapat, namanya Ibu Novi, nah dia sekarang jadi ibu donornya anak saya.”

    Irma memilih donor ASI demi memastikan anak keduanya, Rio, tetap mendapatkan ASI eksklusif. Rio punya kelainan di lidah, sehingga tak bisa menyusui langsung ke payudara ibunya. “Saya heran, kok anak saya menyusunya sebentar banget, beda sama anak saya yang pertama bisa menyusu lama. Kalau dibilang sedikit susu saya gak mungkin, ini udah pada bengkak-bengkak.”

    Ketika produksi ASI-nya makin seret, Irma sempat beralih ke susu formula. Tapi anaknya tak cocok dengan susu formula. “Lihat anak, saya kasihan. Batuk terus, batuknya kaya orang tua, banyak dahaknya. Sebulan saya bisa 3 kali ke dokter, fisioterapi bisa setiap hari. Saya takutnya malah nanti jadi asma.”

    Demi putus hubungan dengan susu formula, donor ASI pun dipilih. Ini bukan keputusan yang mudah bagi Irma. “Saya ya maunya anak saya susu dari saya sendiri. Tapi akhirnya saya memutuskan, sudah lah donor ASI saja. Kasihan melihat anak saya batuknya nggak sembuh. Tiga hari langsung bersih, tidak ada batuknya lagi. “

    Sudah tiga pekan ini anak Irma mengkonsumsi ASI hasil donor. Sebagai penerima, Irma juga selektif. Sang ibu pendonor harus bebas dari segala penyakit menular: HIV/Aids, TBC, Hepatitis dan lainnya. “Biasanya saya kenalan dulu, riwayatnya, jenis kelamin dan agamanya. Pendonor ASI juga merupakan rekomendasi dari dokter. Jadi saya percaya saja, bismillah sehat. Ibu pendonor khan juga punya bayi.”

    Permintaan terus bertambah
    Putri Tambunan adalah ibu donor ASI untuk 5 bayi. Ia memperlihatkan tempat penyimpanan ASI-nya. Ia membuka freezer kulkasnya dan memperlihatkan hasil produksi ASI-nya. “Jumlahnya yang ini sekitar 200-an botol,” katanya sembari tersenyum. “Totalnya ASI perah saya ada 440-an. Ini sebagian di sini, sebagian ada di freezer kulkas rumah tangga, sebagian lagi ada di frezzer rumah ibu saya.”

    Semula, keputusan ini ditentang suami. Tapi Putri meyakinkan, ia hanya ingin membantu ibu lain, yang ingin anaknya mendapatkan ASI eksklusif. “Karena jujur saja suami saya awal mulanya kurang setuju. Karena menurut dia, ASI kamu banyak itu yaa buat anak kamu saja dia bilang begitu. Anak orang ya dapat dari ibunya. Konsep berpikir suami saya berpikir seperti itu. Akhirnya saya bilang, laluu gimanaaaa ini susunya banyak, kalau dibuang sayang. Lebih baik saya donorkan ke yang membutuhkan. Di sini suami saya bilang, kamu harus memberikan ke benar-benar ibu yang membutuhkan yaa.”

    Kian hari, rupanya makin banyak ibu yang membutuhkan donor ASI untuk anaknya. Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia AIMI mencatat, setiap hari ada saja permintaan donor ASI yang masuk ke mereka. AIMI termasuk gencar memperkenalkan donor ASI sejak 4 tahun silam tutur Ketua Umum AIMI, Mia Sutanto. “Sejak 2007 yang dimana setiap bulannya cuman satu atau dua ibu yang minta donor ASI, sekarang setiap minggu pasti ada dan banyak. Permintaan sekarang mingguan bukan bulanan lagi. Karena AIMI aktif di media sosial di Facebook, Twitter dan kita ada website, milis, jadi masuk dari situ pun ada permintaan donor ASI.”

    Kata Mia, AIMI menjadi semacam mak comblang antara ibu yang ingin mendonorkan ASI dan yang membutuhkannya. Yang diutamakan adalah asas kepercayaan. Tapi si ibu pendonor juga harus dipastikan bebas dari segala macam penyakit menular, tak minum-minuman beralkohol juga tak merokok. Ibu Pendonor mesti mengisi formulir yang menjelaskan riwayat kesehatannya. Formulir juga disertai tanda tangan dan dibubuhkan materai.

    Padahal menurut Mia Sutanto dari AIMI, donor ASI adalah solusi jangka pendek bagi ibu menyusui yang produksi ASI-nya sedikit. Ini pun sesuai dengan protokol pemberian ASI eksklusif yang dikeluarkan Badan Kesehatan Dunia WHO. WHO sudah menetapkan, ASI harus diberikan secara eksklusif untuk bayi usia 0-6 bulan. Ada tiga cara melakukannya, dengan memberikan cara ASI langsung dan ASI perah dari ibunya, ASI donor dari ibu lain, baru terakhir pilihan jatuh ke susu formula.

    Dengan donor ASI, sang ibu bisa terus melatih kemampuan menyusui anaknya, sehingga tak perlu bergantung kepada susu formula.

    Soal donor ASI juga mulai masuk radar perhatian pemerintah. Kementerian Kesehatan tahun ini akan menggolkan aturan soal pemberian ASI eksklusif, termasuk di dalamnya soal donor ASI. Direktur Bina Gizi, Minarto menyarankan, donor dan penerima ASI sebaiknya dipertemukan di petugas kesehatan. “Jadi petugas kesehatan harus bisa memberikan pemeriksaan kesehatan, cek bahwa dia layak. Karena yang bisa memberikan jaminan bahwa ibu ini bisa secara medis khan petugas kesehatan.”

    Kembali ke Gina, yang sedang sibuk memompa ASI.
    Gina dan Irma dipertemukan lewat donor ASI. Berbekal keinginan yang sama untuk memberikan ASI eksklusif untuk buah hati mereka. “Logikanya kalau pakai donor ASI, ibu-ibu yang donor awalnya merah untuk memberi makan anaknya, gak mungkin asal-asalan, ketimbang yang buatnya di pabrik,” kata Gina.

    Irma, yang menerima donor ASI dari Gina mencoba meyakinkan para ibu menyusui yang belum sreg mengambil pilihan donor ASI.” Buat ibu-ibu yang punya masalah seperti saya, mungkin egonya dikesampingkan dulu lah. Jangan sampai lama, sampai empat bulan. Mendingan kalau ada masalah segera ke dokter laktasi, kenapa terus cepat dicarikan solusinya. Kalau belum bisa, yaa ke donor ASI aja dulu.”

  18. #38
    ara sejak 4 bulan udah gak asi eksklusif karena aq bekerja. krn sejak 3 bulan dihentikan minum susu dr botol, maka ketika aq mulai kerja kelimpungan soalnya ara gak mau minum susu dr botol, baik asi pompa maupun sufor. Terpaksalah makan pisang, krn hanya itu yg bisa masuk ke mulutnya.
    Masuk usia 7 bulan, surprisingly, ara doyan dengan sufor lanjutan yg baru aq beli, mulailah klo aq kerja minum sufor, klo aq di rumah minum asi.
    Tapi tyt kualitas asi juga bisa menurun, sesuai dengan kondisi fisik dan mental sang ibu. Beberapa waktu lalu ada kegiatan di kampus, sampai aq kelelahan dan stres sehingga kualitas asiqu sangat buruk. mungkin juga krn kondisi daya tahan tubuh ara sedang menurun (agak pilek), jadi akhirnya pencernaannya terkena bakteri.
    Ara pun dehidrasi dan terpaksa masuk rumkit, 3 hari sudah membaik, hari ke4 infus sudah dilepas, eh hari ke 5 kondisinya drop lg, gak mau minum asi lg, gak mau makan, muntah lg, dehidrasi lg. Tyt krn aq kelelahan dan stres menjaga di rumkit dan kepikiran dgn tanggung jwb kerjaan, kualitas asiqu menurun lg, ara jd sakit kg. Dipasang infus lg, kali ini di kaki, krn di tangan kanan kiri sudah habis dicoba. Dan ditambah dengan selang di hidung untuk memasukkan susu dengan cara injeksi. Terpakasa disapih, demi kebaikan pencernaan ara, pakai susu soya.
    Sungguh sedih, padahal selama di rumkit sudah mencoba diet laktosa dan beberapa jenis makanan agar asi yg diminum ara tidak memperparah diarenya. Tyt keadaan fisik dan psikisqu yang membuat ara sakit.
    Last edited by Nowitzki; 25-08-2011 at 07:32 AM.

  19. #39
    pelanggan ummu_w@rdah's Avatar
    Join Date
    Aug 2011
    Location
    here
    Posts
    377
    mas Ronggo, afwan nih... soalan donor ASI bisa sharing hukumnya dalam agama g? Afwan, ane muslim, dulu pernah waktu minggu pertama bekerja ASI keluar tidak mencukupi dan ada teman menawarkan ASInya yang baru saja diperah dan beliau berencana menyapih anaknya yang berumur 2 tahun kurang beberapa minggu, waktu itu sempet mau juga soale anaknya temen kan berjenis kelamin cewek, tapi suamiku melarang karena alasan pribadi dan suami tetep memotivasi ASI dari ane. Nah, masalah sepersusuan nih dengan donor nyang mungkin anaknya lelaki jadi pigimana? Nah, nyusu dari donor pan bisa jadi langsung di nenen-in... bisa juga dari dot atawa gelas...misal kalo-kalo bocah ane nyang cewek ane kasih ASI dari donor emak-emak nyang bocahnye ada nyang laki, e terus karena kehendak Alloh pas ketemu gede jatuh hati dan nikah... pigimane tuh cara menejnye? Sblumnye minta maap, ini memang bukan tugas kita mikirin nyang beginian tapi ya barangkali ente tau...

    wedew, bu moderator maap ini emang bukan porum agama tapi mungkin dikasih dispensasi ya... he3x

    Ini kutipan mbah google:

    Dari Aisyah ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Perhatikan saudara laki-laki kalian, karena saudara persusuan itu akibat kenyangnya menyusu. (HR. Bukhari dan Muslim).

    Buat bunda Ara, tetep semangad, moga adiknya Ara berkesempatan ASI yang tidak didampingi makanan lain selama 6 bulan pertama, dan diteruskan sampai 2 tahun penuh. Amin. Terus, g usah kecewa bunda... masing2 orang kan punya keterbatasan masing2.

    buat bundaNa, makasi dah di edit mantra nya.. maklum deh ane belom lulus sekolah penyihir...
    ujan lagi ah ujan lagi,,,

  20. #40
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    Afwan, ane muslim, dulu pernah waktu minggu pertama bekerja ASI keluar tidak mencukupi dan ada teman menawarkan ASInya yang baru saja diperah dan beliau berencana menyapih anaknya yang berumur 2 tahun kurang beberapa minggu, waktu itu sempet mau juga soale anaknya temen kan berjenis kelamin cewek, tapi suamiku melarang karena alasan pribadi dan suami tetep memotivasi ASI dari ane.
    bukannya ibu sebelumnya mengutipkan ajaran
    agama tentang kewajiban memberi ASI bagi bayi,
    kok tiba-tiba perintah agama kalah dengan alasan
    pribadi?

    Ternyata sebagai TS yang mengkampanyekan hak
    bayi hanya minum ASI, ibu menomorduakan hak
    bayi dibandingkan kepentingan suami (bahkan juga
    kepentingan suami yang ngga penting banget githu,
    seperti urusan nipple yang berkerut, padahal ber-
    kerut atau tidak itu tergantung stimulasi suami )


    misal kalo-kalo bocah ane nyang cewek ane kasih ASI dari donor emak-emak nyang bocahnye ada nyang laki, e terus karena kehendak Alloh pas ketemu gede jatuh hati dan nikah
    Sebagai seorang muslimah yang taat, apa susahnya
    ibu menanamkan bekal ajaran Islam yang kuat pada
    anak sedari dini, bahwa saudara sepersusuan itu
    statusnya Mahram.

Page 2 of 3 FirstFirst 123 LastLast

Tags for this Thread

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •