gw punya NIKON - COOLPIX-S70 lumayan.. maklum gak hobi foto.. AF banget![]()
gw punya NIKON - COOLPIX-S70 lumayan.. maklum gak hobi foto.. AF banget![]()
kalau gw karena penasaran ama fiturnya yang manual
pengen jajalin n ngoprekin
AF apaan? Auto Fokuskah?
Last edited by etca; 20-06-2011 at 02:21 AM.
Kalau harga DSLR sudah mencapai di bawah Rp 3 juta, baru aku tertarik (atau kalau gajiku sudah lebih dari Rp 10 Juta.. hehehe).
Tetapi selain pertimbangan harga, juga ada pertimbangan lain. DSLR itu beeeerraaaaattt....
Aku jujur aja, gak terlalu puas pada kamera saku karena kadang-kadang adegan yang ingin kuabadikan itu cahayanya, banyak bagian gelap, dan seringkali tak ada burst untuk mengakali. Tapi kalau bawa DSLR, peralatannya sering ribet, berat. dan malah kadang2 jadi hati-hati sendiri (kayak temanku, sampai takut banget kalau kameranya dipegang orang lain).
Eh, lihat tautan yang diberikan Etca, aku jadi ngiler lihat yang ini:
Code:http://goldenelektronika.com/index.php?option=com_jshopping&controller=product&task=view&category_id=13&product_id=18&Itemid=53Spoiler for DSLR entry level murah meriah:
Serius, seandainya tuh kamera ada di toko yang kukunjungi waktu itu, pasti kubeli. Harganya cuma selisih 200 ribu dari kameraku sekarang.
Tapi aku masih agak trauma belanja online. Takut biaya pengiriman yang dikenakan soalnya.
Selain itu kalau gak mencoba langsung, kayaknya agak kurang afdhol.
Lagipula kamera yang sekarang udah dibeli. Latihan-latihan aja pakai kamera yang sekarang deh.
Udah pernah memanfaatkan fitur yang ini, Pakde Ancuur?
Sayangnya aku gak terlalu nyaman dengan 'saves the sharpest image'. Kalau kamera yang prosumer, biasanya semua 10 hasilnya disimpan.* Nikon’s original Best Shot Selector (BSS) automatically takes up to 10 shots while the shutter is pressed and saves the sharpest image.
Berguna kalau mau foto sesuatu malam-malam tanpa blitz. Kan sering tampak kabur tuh, apalagi pas tangan kita gemetaran.
Jadi fitur ini atau kalau di prosumer sering dibilang burst, itu mengambil foto cepat-cepat (kecepatan rana tinggi) selama kita menekan tombol shutter. Kalau kita sudah yakin bahwa pencahayaannya cukup dan kita ingin tidak mau berlama-lama sementara tangan punya kecenderungan gemetaran, fitur ini biasanya cocok. Dari 3 gambar saja, biasanya satu itu dapat dan tajam.
Nah, apakah kalau lihat keterangannya, kamera Nikon Coolpix S70-nya Pak De Ancuur bisa mengambil hingga 10 gambar tetapi setelah itu kamera memilih mana yang terbaik dan itu yang disimpan. Coba aja foto di tempat-tempat yang remang-remang dan pakai fitur itu, Pak De Ancuur.
Kameraku yang dulu (Sony DSC P93), fokus bisa disetel manual pakai tombol di menu, bisa 0,5 m, 1 m, 3m, sampai infinity. Walau hasilnya mungkin gak sebagus pengaturan fokus pakai tangan (yang biasanya disetel dengan memutar ring di sekitar lensa) dan harus bisa menebak-nebak jarak antara aku dan yang ingin kufoto, tetapi lumayan lah.
Kamera yang sekarang, gak ada penyetelan fokus manual. Semalam memfoto pertunjukan, setengah mati untuk mencari fokusnya. Soalnya kalau diarahkan ke para pemusik/penari, gerakan mereka yang terlalu cepat membuat fitur auto-fokus gagal berkali-kali. Akhirnya aku sampai mencari gendang atau alat musik diam untuk auto-fokus, tahan, baru arahkan ke penari tadi. Untungnya kecepatan rana bisa disetel jadi aku cukup pede soal pencahayaan/exposure.
Last edited by kandalf; 20-06-2011 at 07:42 AM.
eh bikin kamus istilah2 fotografi ala kopimaya donk..
awam nih![]()
* nyatet *
Hmmm... rupanya burst itu gunanya itu ya...
Mmmm... buka wikipedia soal SLR... oo... ternyata itu toh....
Ngngngng... kayaknya kalo kamera semi memang bakal lumayan dikeluhin...
Hikss...
nanya-nyanya istri dengan gaya seolah-olah sambil lalu ... hueks... ternyata dia udah riset cukup banyak dan udah paham istilah-istilah itu...
Perlu tanya pelan-pelan yang dia mauin kira-kira apa... tantangannya adalah nanya tanpa ketahuan ... cewek umumnya peka banget kalau kita sedang riset... kalo ketahuan bisa-bisa dikerjain....
Kalau dari sisi merk... ada pertimbangan gak? Istri sih selalu nyebut-nyebut merek Nikon... saya sendiri taunya kamera memang Nikon, tapi model yang dari jaman kuda gigit lensa...![]()
"Mille millions de mille milliards de mille sabords!"
Wah, susah kalau istri sudah riset dan paham istilah-istilah itu. Pantas saja mengincar kamera DSLR. Mesti pintar-pintar grandpa Alip merayu.
Di tautan Etca, ada yang harganya 2,5 jt (Sony Alpha DSLR-A290 ), cuma selisih 300 dari kameraku, cuma selisih 1,5 juta dari kamera saku.
Oh iya, di halaman sebelumnya kan aku mengatakan
Yang kumaksud itu adalah Mode-DialYang kedua, jumlah modus yang dipunyai kamera tersebut. Biasanya, pilihan modus berupa lingkaran di dekat atau mengitari tombol shutter. Dari yang pernah kulihat, yang selalu ada itu gambar kamera (benar2 otomatis semua), P (programmed -- tapi sampai sekarang aku gak tahu cara programnya ), M (Manual). Nah, abis itu ada pilihan lain. Misalnya di kamera sekarang ada S (kecepatan rana manual) dan A (bukaan diafragma manual) sementara di kamera yang lama, modusnya berupa pilihan scene diwakili oleh gambar orang (kecepatan normal dan fokus dekat), gambar gunung dan pohon kelapa (kecepatan normal dan fokus jauh, untuk panorama), gambar bulan sabit (malam hari dengan cahaya dari bulan serta lampu blitz yang tidak terlalu rendah), gambar lilin (kecepatan rana sangat rendah, fokus dekat);
http://en.wikipedia.org/wiki/Mode_dial
Kamus fotografi?
Oke.. tetapi paling yang sering mengisi adalah Heihachiro. Tampaknya dia udah fasih banget soal kayak gitu.
Nikon mah emang bagus. Dulu punya kamera saku Nikon dan hasilnya paling bagus dibandingkan kameraku yang lain. Padahal itu zaman masih pakai film.
Last edited by kandalf; 20-06-2011 at 09:50 AM.
sekedar saran, kalo mau beli DSLR, diperhatikan juga "agama" orang2 yang hobi fotografi di sekitar apa
misal di sekitar/kerabat banyak yg pake Nikon, ya belilah Nikon, semata-mata biar bisa belajar bareng dan pinjem2an lensa
saya sendiri pake Canon karena temen2 pada pake Canon, kamera kantor pake Canon juga pula, bisa dipakein lensa saya ato temen saya
pernah dikasitau juga, kalo merk2 kamera itu masing2 ada kelebihan ada kekurangan, tinggal suka2 kita mau kompromi ama kelemahan yang mana
contohnya kalo Canon (terutama yg DSLR entry level) itu termasuk enteng karena body-nya rata2 berbahan plastik, sedangkan Nikon relatif berat karena masih banyak yang pake besi, tapi justru lebih kokoh dan tahan dibawa sampe suhu mendekati 0
terus kalo lensa, lensa-lensa Canon katanya sih paling murah dan banyak pilihannya kalo dibandingin Nikon
saya belom pernah pegang Nikon, jadi informasi sebelumnya murni dikasitau orang lain yg pernah make![]()
wah enak banget yah jadi istrinya granpa alip, diem diem sang suami riset buat hadiah sang istri.
kalo hubby saya boro boro mah, ngerayu berbulanbulan buat beliin laptop yang 2-3jetian aja gagal maning gagal maning,
tautau malah dia beli kamera prosumer dan nyaranin saya beli laptop second.
ternyata hobi njepret sangat berbahaya.
hobi njepret itu racun ganas...
menyengsarakan dan mematikan secara perlahan2...
soalnya ga bakal puas klo cuman standarnya aja
wah hati2 grand pa alip... bahaya tuh klo ampe minta Nikon D7000
soalnya ga bakalan puas klo cuman ampe D5000 ato D5100
tp klo dari harga yg 6-7jtan sih kyaknya minta yg Nikon D5000
itu baru kamera, blum yg lainnya (filter, tas, perawat kamera, tripod)
lensa yg di dapat (KIT) kyaknya 18-55 tuh bwt D5000/D5100
wah itu lensa pendek tuh, nanti mintanya 18-200 lagi (skrg harganya hampir 9 jtaan untuk lensa aja)
mana lensa nikon itu mahal2...
jauh harganya ama lensa canon
jadi intinya jangan ampe punya hobi njepret tuh istri...![]()
Lagi nunggu pesawat pulang ke Jakarta... Capek juga 2 minggu di hutan.
Email2an sama penulis buku fotografi, dia nyaranin Nikon D5100. Layak gak tuh? Kira2 apa aja kekurangan yg banyak dikeluhkan? Coba2 browsing dari tengah hutan, kok gak ketemu fitur burst ya?
wkwkwkwkwk
ngakak guling2
OOT:
kalo cuman buat internetan dan fitur office, netbuk udah oke kok, yang harga 2jtan aja banyak merajalela, itu udah yang setara dualcore lho... apalagi yang cuman atom biasa, 1jt-an aja udah oke (kayak punya saya)
back to topic
sori um, saya awam banget, jadi nebeng gelar tiker di sini aja, ikutan blajar
...bersama kesusahan ada kemudahan...
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n
My Little Journey to India
Dilihat dari harga (8x harga kamera saku) berarti mestinya termasuk kamera Pro (DSLR). Jelas lebih bagus daripada kameraku.
Katanya termasuk entry level alias buat pemula.
Aku browsing, ada kok. Fitur burst pasti ada di DSLR dan memang ada. Kecepatannya 4 frame per second. Nama lain burst adalah continuous shooting.
Di Amazon ( http://www.amazon.com/Nikon-D5100-Di.../dp/B004V4IWHY ), malah ditampilkan hasil mode burst-nya.
Kalau mau tahu tentang fitur ini ada artikel sederhana, berbahasa Inggris (kalau buat grandpa Alip tidak perlu kuterjemahkan, kan?)
http://www.digital-photography-schoo...digital-camera
Aku dulu biasanya menggunakan itu di kamera lama cuma buat memfoto di tempat gelap karena gak ada pengatur kecepatan rana sementara kamera otomatis cenderung memperlambat bukaan rana kalau cahaya kurang. Dengan pakai burst, kamera lamaku tidak berlambat-lambat ria membuka-tutup bilik rana tetapi dengan kecepatan konstan. Jadi bisa dibilang, itu cara mengakali kamera murah yang gak punya fitur pengatur kecepatan rana.
Kemarin, waktu ada pertunjukkan siswa-siswi Jepang di Denpasar malam hari, aku udah gak menggunakan itu lagi karena kecepatan rana sudah bisa diatur. Tetapi sempat juga sih pakai burst karena pengen nangkap gerakan pas ngangkat tabuh genderang taikonya.
Dulu, waktu ada kelas gratis fotografi yang diselenggarakan UQISA (University of Queensland Indonesian Student Association), yang datang membawa berbagai macam kelas, dari yang sangat ecek-ecek, ecek-ecek agak atas dikit (kameraku), menengah, sampai bagus banget. Nah, ternyata, satu hal yang kami pelajari adalah, ternyata di dalam kamera ecek-ecek sendiri, banyak fitur-fitur yang belum pernah kami jelajahi.
Makanya, coba periksa menu di kamera dan sebagainya. Siapa tahu ada pilihan menarik seperti burst atau continuous shooting, white-balance.
Oh iya, aku lupa.
Di kamera itu sering nekan tombol jepret itu bisa ditahan setengah. Jadi coba aja tahan setengah dulu tombolnya, kemudian baru tekan penuh tombol jepret.
Biasanya berguna buat autofokus. Untuk beberapa kasus, juga untuk mengatur exposure (banyaknya cahaya masuk ke kamera).
Jadi misalnya kalau terlalu terang, coba arahkan ke yang agak terang dikit, tekan setengah (biasanya nanti akan menggelap) lalu arahkan lagi ke subyek yang mau difoto.
@kandalf : white-balance. <<< yang gimana ya ? gmn caranya dari ngulik dicameranya ? ada contoh putu hasilnya .
*maklum ya kandalf masi nubitol nih gw
thanks ya brah
Last edited by et dah; 25-06-2011 at 12:11 PM.
keknya musti nyeret smile ke sini,
tuw anak mesti pake kamera poket biasa, jepretannya bagus2,
gw sendiri termasuk yak gaptek fitur,
paling kalau mutu, banyakin jepretnya trus diperhatiin mana yang bagus,
kek kemarin sebel banget, pas ude dapat foto terbaik,
gilirannya sample stickernya dah jadi, eh jelek pas di gambar hasil foto gw
bagusan yang pake foto sebelumnya.
paling sebel kalau lagi ada yang keren , pas lagi moto lupa liat posisi matahari...keseeeeel![]()
Last edited by et dah; 25-06-2011 at 02:34 PM.
ada yang punya link ebook seputar hobi njepret ini ga?
mulai dari yang pemula gitu loh...
pingin banget belajar, tapi bingung mulai dari mana
...bersama kesusahan ada kemudahan...
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n
My Little Journey to India