Page 1 of 2 12 LastLast
Results 1 to 20 of 36

Thread: Agama Yang Terbaik

  1. #1
    pelanggan tetap
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    1,352

    Agama Yang Terbaik

    Intisari-Online.com - Dalam sebuah diskusi religi dan kebebasan, Leonardo Boff, tokoh Teologi Pembebasan Amerika Latin, duduk bersama Dalai Lama, peraih Nobel Perdamaian dan pemimpin agama Buddha. Saat diskusi rehat, Leonardo Boff berbicang-bincang dengan Dalai Lama.

    "Agama apa yg terbaik?" tanya Boff.

    Dalai Lama menjawab sambil tersenyum, menatap Boff secara langsung, yang mengejutkan Boff karena pertanyaan itu seperti terselip maksud jahat. Boff mengira bahwa jawabannya adalah Buddha atau agama oriental yang lebih tua dari Kristiani.

    "Agama yang paling baik adalah agama yang membawamu dalam jarak terdekat dengan Tuhan. Agama yang membuatmu menjadi orang yang lebih baik."

    Untuk menutupi perasaan malu karena jawaban yang sangat bijaksana, Boff bertanya, "Apa yang membuat saya menjadi lebih baik?"

    "Apa pun yang membuatmu lebih berwelas asih, lebih masuk akal, lebih terlepas, lebih mencintai, lebih memiliki rasa kemanusiaan, lebih bertanggung jawab, lebih etis. Agama yang melakukan semua itu terhadapmu adalah agama terbaik."

    Leonardo Boff seketika terdiam dan mengagumi jawaban itu. Sekarang ia lalu memikirkan jawaban yang bijaksana dan tak terbantahkan.

    Dalai Lama melanjutkan, "Temanku, saya tidak tertarik tentang agamamu atau apakah kamu beragama atau tidak. Apa yang penting untukku adalah tingkah lakumu di hadapan rekan, keluarga, pekerjaan, komunitas Anda, dan di hadapan dunia. Ingatlah, semesta adalah gema dari tindakan dan pikiran kita.

    "Hukum aksi dan reaksi tidaklah semata-mata untuk ilmu alam. Akan tetapi juga hubungan antarmanusia. Jika saya berbuat kebaikan, saya akan menerima kebaikan. Jika saya berbuat kejahatan maka saya akan mendapatkan kejahatan.

    "Apa yang kakek nenek ajarkan pada kita adalah murni kebenaran. Kamu akan selalu mendapatkan apa yang kamu inginkan untuk orang lain. Menjadi bahagia bukanlah takdir. Akan tetapi adalah masalah pilihan.

    "Berhati hatilah akan pikiranmu karena mereka akan menjadi perkataan. Berhati-hatilah pada perkataanmu karena mereka akan menjadi tindakan. Berhati-hatilah pada tindakanmu karena mereka akan menjadi kebiasaan. Berhati-hatilah pada kebiasaanmu karena mereka akan membentuk karaktermu. Berhati-hatilah pada karaktermu karena akan membentuk nasibmu, dan nasibmu adalah hidupmu."

    Dalai Lama kemudian mengakhiri perbincangan itu dengan berkata, "Tak ada agama yang lebih tinggi dari Kebenaran."

    Sumber

  2. #2
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,050
    Mengapa saya ragu bahwa pernah ada dialog ini. Ada satu kalimat yang membuatku ragu.
    "Agama yang paling baik adalah agama yang membawamu dalam jarak terdekat dengan Tuhan"

    Konsep Buddha itu cukup berbeda dengan konsep agama-agama Semit.
    Atau mungkin dialog ini ada dan Dalai Lama menggunakan frasa itu untuk menjelaskan ke Boff?
    Ataukah ini bentuk dari ucapan penceritaan kembali oleh Boff?
    Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
    Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013

  3. #3
    pelanggan tetap
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    1,352
    Quote Originally Posted by kandalf View Post
    Mengapa saya ragu bahwa pernah ada dialog ini. Ada satu kalimat yang membuatku ragu.
    "Agama yang paling baik adalah agama yang membawamu dalam jarak terdekat dengan Tuhan"

    Konsep Buddha itu cukup berbeda dengan konsep agama-agama Semit.
    Atau mungkin dialog ini ada dan Dalai Lama menggunakan frasa itu untuk menjelaskan ke Boff?
    Ataukah ini bentuk dari ucapan penceritaan kembali oleh Boff?
    Saya pernah ketemu sama seorang bhante, pernah ketemu dengan orang kejawen, ketemu sama sesepuh hindu.
    Mereka semua tidak ada satupun yg membanggakan agamanya, mereka menekankan kualitas hidup dan kualitas manusia dalam berketuhanan.
    Berdasarkan pengalaman itu saya PERCAYA bahwa manusia selevel Dalai Lama akan mengeluarkan pernyataan semacam ini. Pernyataan yg menggambarkan kualitas manusia yang sudah tidak kelekatan (unattached).

  4. #4
    gogon's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    earth
    Posts
    4,845
    [MENTION=41]kandalf[/MENTION]: mungkin gambar berikut ini bisa sedikit mencerahkan.

    Spoiler for abe:

  5. #5
    pelanggan setia
    Join Date
    May 2011
    Posts
    4,958
    Sebelum baca artikelnya saya punya jawaban serupa dengan Dalai Lama, yaitu in general agama yang membuat orang menjadi lebih baik. Tapi penekanan kandalf kan tentang jarak ke Tuhan, yang mungkin pada agama Budha pembicaraan tentang ketuhanan kurang terekspos ke luar, beda dengan agama-agama samawi.
    There is no comfort under the grow zone, and there is no grow under the comfort zone.

    Everyone wants happiness, no one wants pain.

    But you can't make a rainbow without a little rain.

  6. #6
    pelanggan setia porcupine's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Location
    Bintan
    Posts
    4,132
    Om [MENTION=203]sedgedjenar[/MENTION] Karena, kalau di Weda Hindu ada kutipan " Ekam sat wipra bahudha wadanti"

    yang kalau diterjemahkan kira kira artinya : Tuhan hanya satu, tapi orang-orang bijaksana menyebutnya dengan berbagai nama.
    ~Radio Kopimaya~

  7. #7
    pelanggan tetap
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    1,352
    Quote Originally Posted by porcupine View Post
    Om [MENTION=203]sedgedjenar[/MENTION] Karena, kalau di Weda Hindu ada kutipan " Ekam sat wipra bahudha wadanti"

    yang kalau diterjemahkan kira kira artinya : Tuhan hanya satu, tapi orang-orang bijaksana menyebutnya dengan berbagai nama.
    Ini yang pernah saya bilang, bahwa semua agama itu bertauhid. Termasuk hindu

    mangstaaabh...

    ---------- Post Merged at 04:53 PM ----------

    Quote Originally Posted by tuscany View Post
    Sebelum baca artikelnya saya punya jawaban serupa dengan Dalai Lama, yaitu in general agama yang membuat orang menjadi lebih baik. Tapi penekanan kandalf kan tentang jarak ke Tuhan, yang mungkin pada agama Budha pembicaraan tentang ketuhanan kurang terekspos ke luar, beda dengan agama-agama samawi.
    IMNO (in my ngawur opinion), itu cuma cara Dalai Lama menyesuaikan jawaban dengan kapasitas Leonardo Boff. Menjawab pertanyaan orang beragama samawi dengan koridor agama samawi.

  8. #8
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,050
    Benar seperti kata [MENTION=253]tuscany[/MENTION] : Kalimat itu membuatku agak sangsi apakah benar diucapkan oleh Dalai Lama.

    Ini saya kutip dari http://www.huffingtonpost.com/2013/0...n_2421553.html
    The Dalai Lama said, “I myself, I’m believer, I’m Buddhist monk. So for my own improvement, I utilize as much as I can Buddhist approach. But I never touch this when I talk with others. Buddhism is my business. Not business of other people. Frankly speaking”—he stole a glance at the archbishop and declared firmly—“when you and our brothers and sisters talk about God, creator, I’m nonbeliever.” He laughed, perhaps a little self-consciously.

    It seemed to me that the Dalai Lama’s feelings about God have changed over the years. In an early interview, when I asked him if he thought there was a God, he answered simply, “I don’t know.” He took the view of an agnostic: he understood that it’s not possible to know one way or another whether God exists.

    “In Buddhism no creator,” the Dalai Lama said at the Chan Centre. “But we also accept Buddha, bodhisattvas, these higher beings. However, if we only rely on these higher beings, we would just sit there, lazy.” He leaned into his chair, threw his head back, and rolled his eyes heavenward.


    “Won’t help, won’t help. So that’s my view,” the Dalai Lama concluded.
    Atau kalau yang ini agak meragukan sumbernya (sanad) tetapi isinya (matan) sesuai dengan apa yang selama ini kudengar dari kawan-kawanku yang Buddha
    Finally, at the end of his talk, questions were invited from the audience. A man said, "I understand Buddhism does not believe in God. What is your opinion about God? Does God exist or not?". His Holiness laughed, grabbed the hands of the two spiritual leaders on each side of him, lifted them in the air, fixed his gaze upon the audience, and said emphatically, "God exists or God does not exist. Leave it for us. Your task is to learn how to live peacefully."

    The audience was awestruck. Many appeared perplexed at his reply. But, many did get it. Think of this: the Buddha , 2,500 years ago, was a spiritually enlightened leader who refrained from speaking about God. India possessed thousands of scriptures which were believed to be living revelations that proclaimed God's existence, gave methods for reaching God and receiving his grace. Yet, India was torn by strife. People believed that God was one and all-pervading, yet that belief did not lead them to experience their underlying unity. People believed God was an embodiment of love and compassion, yet that belief did not stop them from their hatred and cruelty. It was clear then, and it is clear in today's times, that a mere belief in God does not automatically make us good, and that a lack of such beliefs do not make us bad. Mere belief does not take away doubts, fear, or destructive and negative behaviour.
    Atau ini agak resmi dikit:
    http://www.dalailama.com/news/post/9...d-day-in-delhi
    (berhubung agak malas menerjemahkan, aku tebalkan bagian yang penting)
    With respect to inter-religious harmony, His Holiness explained how around 5000 years ago, people began to develop religious ideas. They were prompted by feelings of danger to seek help from “higher powers.” This is something only human beings have the ability to think about. Gradually, the human mind moved from worshipping the sun, moon and fire to more refined ideas of god the creator.


    As those religious traditions that believe in god the creator developed they began to describe him in terms of infinite love and began to emulate him through the principle of loving-kindness. The opposite of loving-kindness is self-centredness and when you submit yourself to god, your sense of selfishness is naturally reduced.

    His Holiness remarked: “We see that maternal affection for the young is found amongst most mammals; this is not a function of religion but a biological factor. But in due course we find that all religions talk about the importance of concern for others.”

    Those spiritual traditions like part of the Samkhyas, the Jains and Buddhism that do not believe in a creator god explain our existence in terms of the law of causality and the workings of karma, which means action. Any action that brings pain to others is regarded as negative and action that brings pleasure is regarded as positive.

    “So, what happens to us depends on the quality of our actions, that’s why it’s wise to help others if you can, but, even if you can’t do that, not to harm them.”
    Tapi sekali lagi,
    bisa jadi memang pernah ada dialog itu.
    Entah itu bagaimana Dalai Lama menyesuaikan dengan kapasitas Leonardo Boff
    atau bagaimana Leonardo Boff menceritakan kembali.

    Setahuku, narator cerita tersebut Leonardo Boff, kan?
    Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
    Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013

  9. #9
    Chief Cook GiKu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    10,315
    Quote Originally Posted by sedgedjenar View Post
    Ini yang pernah saya bilang, bahwa semua agama itu bertauhid. Termasuk hindu

    mangstaaabh...

    ---------- Post Merged at 04:53 PM ----------
    tauhid rububiyah, bukan uluhiyah

  10. #10
    pelanggan setia porcupine's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Location
    Bintan
    Posts
    4,132
    ^ bahasa Indonesia nya apaan tuh Gik?
    ~Radio Kopimaya~

  11. #11
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,050
    [MENTION=301]porcupine[/MENTION]
    Rububiyah -> Rabb
    Rabb -> Tuhan dalam arti pencipta.
    Tauhid Rububiyah, dalam tafsiran bebas ibn ngaco, artinya hanya mengakui hanya satu pencipta, satu pelestari, satu penjaga alam semesta.

    Uluhiyah -> Ilah
    Ilah -> Tuhan dalam arti yang dipatuhi, yang disembah
    Tauhid Uluhiyah, dalam tafsiran bebas ibn ngaco, artinya hanya mengabdi pada satu tuhan.


    Tuhan dalam bahasa Indonesia/Melayu, seingatku dibuat oleh para misionaris sebagai padanan kata Lord. Berarti sebenarnya lebih merujuk pada 'Ilah' ya?
    Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
    Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013

  12. #12
    Banned
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    https://t.me/pump_upp
    Posts
    2,004
    ada satu satu lg tauhid asma' wa shifat....

  13. #13
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Kalo tauhid laa illahiyah, ada gak?

  14. #14
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Budha menekankan cinta pada sesama mahluk.

    Tapi cinta kepada Tuhan ? Rasanya tidak ada.

    Sebaliknya agama samawi banyak yg menekankan cinta pada Tuhan, atau seringnya ketaatan pada Tuhan, tapi lupa cinta pada sesama.

  15. #15
    pelanggan tetap red_pr!nce's Avatar
    Join Date
    Aug 2012
    Location
    BSD City
    Posts
    580
    Ada seorang kenalan berpindah agama dari Buddha ke Islam.

    Banyak saudaranya yang mencibirnya karena berpindah dari agama leluhurnya ke agama yang baru, tetapi dia memang menunjukkan perubahan sikap setelah berpindah agama. Dulunya dia suka minum-minum dan berjudi, tetapi sekarang dia hidupnya bersahaja. Akhirnya gw katakan kepada dia, "Lebih baik memang kamu masuk ke agama Islam tetapi hidupmu menjadi lebih baik, dibanding kamu tetap bertahan di agama Buddha tetapi hidupmu berantakan. Agama Islam memang jodohmu".

  16. #16
    pelanggan tetap
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    1,352
    Aslan, tiap agama punya cara dan metode masing2 dalam rangka membuat manusia closer to God.

    Kalo buddha gak menekankan cinta pada tuhan karena emang edisi ajarannya demikian. Tapi apapun metodenya, tujuan semua sama. Membuat manusia2 dibumi lebih welas asih in order to make world a better place kata kyai jackson.

  17. #17
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Kalo tauhid laa illahiyah, ada gak?
    ada
    dlm istilah lain disebut "dhariyun"
    mbregegeg ugeg-ugeg hemel-hemel sak dulito

  18. #18
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,050
    Quote Originally Posted by sedgedjenar View Post
    Aslan, tiap agama punya cara dan metode masing2 dalam rangka membuat manusia closer to God.
    .
    Um Sedge,
    dari awal aku meragukan pernyataan yang dicetak tebal untuk umat Buddha.

    Kukutip dari topik lain di KM
    http://www.kopimaya.com/forum/showth...an-Sang-Buddha
    Waktu itu memang di zaman Buddha ada yg bertanya kepada Buddha ttg pencipta. Buddha memang tidak memberikan jawaban siapa pencipta, tapi Buddha memberikan perumpamaan seperti ini:

    "Ibarat seseorang tertusuk panah beracun,
    orang itu bukannya mencabun panah beracun tersebut, justru meributkan:
    siapa pelakunya?
    dari mana dia memanah?
    panahnya terbuat dari apa?"

    Maksudnya gini, dalam filosofi Buddhis, pengetahuan mengenai ada atau tidak adanya pencipta tidak dipersoalkan. Bagi Buddha, pertanyaan2 ttg siapa pencipta dan dari mana asal pencipta itu adalah pertanyaan yg bermaksud untuk memuaskan rasa penasaran semata. Padahal filosofi buddhisme adalah tentang berbuat baik dan mengendalikan pikiran.

    Buddha memang tidak mengajarkan tentang penciptaan dan siapa itu pencipta, itu saya akui (entah ini kelebihan apa kekurangan buddhisme?), dengan alasan bahwa pengetahuan itu tidak membawa seseorang kepada moralitas dan pengendalian diri yang lebih baik. Tapi Buddha tidak pernah berkomentar sama sekali tentang pencipta, jadi tidak ada plin-plan seperti yang anda bilang. Beliau hanya mengatakan bahwa itu tidak perlu diketahui dan tidak ada statement2 lain yg kontradiktif dengan itu.
    [at]Kandalf:

    Buddha tidak pernah berkomentar sama sekali ttg pencipta.

    Tapi memang, soal cerita kamu bahwa ada orang Buddha mantan Kristen berkomentar ttg pencipta kemudian orang Buddha sejak lahir menolak... itu karena interpretasi masing2 saja.

    Karena tidak ada penjelasan sama sekali ttg pencipta, banyak orang melakukan interpretasi2 terhadap pandangan Buddha ttg pencipta. Salah satunya mungkin dari orang Buddha mantan Kristen ini (dalam pikiran saya muncul satu nama, mungkin orangnya sama?), yg berusaha melakukan interpretasi ttg pencipta dari sudut pandang Buddhisme. Orang tsb menggunakan cuplikan2 kitab Udana VII:8, tapi sebenarnya jika kitab itu dibaca utuh2, kitab itu sebenarnya berbicara tentang pencerahan (nibbana/nirvana), bukan ttg pencipta/tuhan .

    Apalagi di Indonesia yg kuat sekali nilai2 agama Kristen dan Islamnya yang mengenal sosok pencipta, jadi agama Buddha mungkin suka ditanya2i ttg penciptanya dan munculah interpretasi2 seperti itu .
    Jadi aku masih gak yakin istilah 'mendekatkan diri pada Tuhan' itu diterima oleh pengikut Buddha.
    Kecuali istilah 'mendekatkan diri pada Tuhan' ini punya makna lain, seperti.. ngutip senandung Kyai Jackson 'make a better world for you and for me'.
    Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
    Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013

  19. #19
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    ibarat seorang anak yg tinggal dirumah orang tuanya, ia punya ayah, ibu, kakak, adik dan binatang peliharaan.

    anak ini begitu baik pada saudara kandungnya dan peliharaannya.
    tapi ia tak peduli pada ayah ibu yg melahirkannya.

    begitulah orang yg baik pada sesamanya, juga baik pada binatang dan lingkungan, tapi tak peduli dengan Tuhan yg menjadikan semuanya itu.

    saya tetap pada pendirian, agama yg terbaik adalah agama yg membawa penganutnya untuk mengasihi Tuhan dan mengasihi sesamanya.

    ---------- Post Merged at 06:53 PM ----------

    eh baru sadar... ini bukan trit saya yg judulnya "agama yg sempurna"
    maaf..

  20. #20
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,050
    Kalau ayah ibunya selalu ngumpet? Trus ngasih kado pun juga diam-diam? Bukannya wajar kalau si anak tak perduli pada ayah ibu yang ia tidak memiliki pengetahuan tentangnya?
    Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
    Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013

Page 1 of 2 12 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •