lebih enak pake bloody bath, tuscie. Lebih nyeni. Lha darah kog dibuat mandi. *dibahas![]()
lebih enak pake bloody bath, tuscie. Lebih nyeni. Lha darah kog dibuat mandi. *dibahas![]()
Terserah deh si emak mo ngomong apa. Kaga masuk di gw. Lha dr awal aja faktanya sudah salah. Bilang AR berkoar krn ud duluan perjuangan mhs 98.
Trus bilang AR makar diluar negeri. Pdhal reality checknya AR justru aktif nulisnya dlm negeri sendiri.
Nah..ngapain nerusin diskusi geje sm org yg ngarang cerita fiktif?ketauan tuh org oon.
Mengingatkan aku..
Pada suatu thread jaman dulu kala..
Lupa threadnya...
Tp di thread itu..temannya si emak itu nyuruh gw ngaku salah ama rumus.
Ternyata stelah diselidiki lebih lanjut, faktanya si emak itu yg salah.
Alhmd ya. Untung aku blm mau ngaku salah waktu itu.
Tp smnjak itu, memang aku skip setiap komen dr org2 yg ngotot waktu itu nyruh aku ngaku salah.
Sorry, cuman amien rais dan jokowi idolaku.
Hehehe. Monggo dilanjut sewotnya. Mudah2an sewot truzz biar cepet tua. Hihihi.
Aku udahan ah. Aku mundur om ndableg.![]()
Last edited by spears; 27-09-2013 at 01:43 PM.
love came down and rescue me, i am yours, i am forever yours
kesempurnaan itu milik Allah, dan manusia tempatnya salah. Mudah2an kata2 itu bisa membuat kita sama2 intropeksi
kesempurnaan hanya milik Allah, beserta Jokowi dan Amin Rais
AR ini gw rasa udah menyia-nyiakan peluang emas di depan matanya. Klo di sepakbola itu ibaratnya Fernando Torres
Sewaktu berada di pucuk tertinggi kekuasaan, eh beliau malah pikirin gimana caranya ngebuang orang2 yg dianggapnya menghalangi jalannya. Malah sia-siain kesempatan utk mengabdi pada rakyat. Gw sih ngeliatnya ga ada hal2 signifikan dari beliau selama jadi ketua MPR. Sorry to say![]()
eh tapi emang PDIP mau ngusung jokowi nyapres? soalnya gwe liat mega kemana2 bawa puan maharani. Gwe curiganya si puan yang mau diajuin nyapres
PDIP sepertinya masih memikirkan yg namanya capres dari partainya haruslah sesuai dengan keturunan soekarno, bisa jadi ini yg membuat PDIP tak bergeming dengan tingkat popularitas jokowi yg selalu teratas
atau bisa jadi malah sebaliknya, ada yg bilang PDIP bersikap demikian supaya tidak terjebak dengan strategi politik lawan-lawannya, jika PDIP menjadikan jokowi sebagai capres sekarang-sekarang ini, keadaannya menjadi lebih jelas bagi para lawan politik
ada juga yg bilang tingginya popularitas jokowi justru karena dia belum mengambil sikap, justru ini yg malah membuat publik menjadi "semakin gemas"
CURE SUNSHINE WA KAKKOSUGIRU.
Bhihihihik
Gw curiga ini konspirasikemakmuranyanghudi untuk melakukan politik devide et impera untuk membuat barista saling cakar, jambak, tonjok, hajar, jebretttt! Meski entah motipasi nya apah. Lah si whistle blower [MENTION=1972]Callicebus[/MENTION] nya aja hilang entah kemana
Demikian hasil anal isis dari nudel si detektip RSJ, cukup sekian dan terima cewek seksih...
![]()
Jika menurutmu hidup ini tidak menarik, maka buatlah hidupmu semenarik mungkin - Shinsaku Takasugi
Impossible is nothing!
hahahaaa..si cellicebus kaga berani bikin thread pake nick asli kaliii, Del..
biarkanlah. dr struktur kata2nya juga ketauan itu siapa..
ok BTT.
Amien Rais itu dicap oportunis...tak mengapa.
emang knp klo jd oportunis??dosakah?mana hadisnya?
sama kayak Jokowi. yg klo nyapres dibilang oportunis?
trus kenapa???
apakah org2 merasa lebih baik punya citra "bukan oportunis" daripada menyelamatkan bangsa sendiri? duh logikanya....aneh2 aja
menurut gw. kita justru harus jadi oportunis. kan ada pepatah yg mengatakan "ambillah kesempatan yg ada..."
Amien Rais dibilang oportunis, paling sama bocah2 yg taun 98 masih SD (soalnya klo 98 dia udah bisa mikir, tp tetep menjudge AR oportunis, mungkin TVnya digondol org ..jadi ga pernah nnton tv)
taun 98 dulu, ini seinget gw yah...pas genting2nya jaman reformasi...Soeharto diturunkan rakyat, trus Habibie naik jadi presiden..sambil menunggu pemilu 1999...
semua mata tertuju pada Amien Rais..yg pada saat itu dianggap sebagai penggerak reformasi.
kaum cendekiawan semua bahkan sudah menyebut Amin Rais sebagai presiden. Yusril ihza mahendra, bahkan habibie sendiri (gw baca diberita) bahkan sudah memanggil AR sebagai bapak presiden, krn dulu harapan org2 memang ke Amien Rais.
kalau memang beliau oportunis..harusnya pada saat itu, dimana nggak ada org yg keberatan presidennya "tunjuk langsung" pasti dia akan ambil kesempatan itu. dan menjadi presiden.
tapi...apa yg terjadi????
disinilah gw kecewa sama amien rais.
dulu, gw amat sangat berharap Amien Rais itu mau naik sbg presiden.
gw berharap dia jadi org yg oportunis.
tapi, emang dasarnya AR ini orgnya bersih dan konsisten...beliau malah meminta semua harus jalan sesuai konstitusi negara! yaitu lewat pemilu!
mulai deh..dlm jangka waktu setahun menjelang pemilu 1999..mulai banyak muncul konflik kepentingan...tiba2 semua jadi kepengen jadi presiden.
dan sayangnya...memang AR kalah no 3 waktu itu ya klo ga salah.
ya sudah akhirnya kan mengerucut jadi tinggal Gus Dur dan Mega.
waktu itu klo disuruh pilih, jelas gw lebih pilih Gus Dur.
AR yg sudah kalah juga (tapi partainya kan waktu itu partai besar..pasti banyak yg melirik), pastinya mikirin langkah koalisi.
klo lo2 semua pada jadi ketua partai besar..masa iya sih lo ga akan kerjasama sama salah seorangnya??
kemudian..Gusdur menang..AMien Rais jadi ketua MPR'
(kerjaannya ketua MPR apa sih???kok anak2 SD disini bilang KEtua MPR ga ada peranannya??memangnya ketua MPR punya kekuasaan apa??terutama untuk ngetok palu kebijakan. klo MPR ga ada peranannya..ya karena memang ketua MPR hak nya itu nggak banyak)
Gusdur diturunkan oleh rakyat.
Amien Rais menaikkan Mega.
disini karakter AR dibunuh lagi.
dibilang "kemaren dukung Gusdur, sekarang deket2 Mega..dasar pengkhianat"
eh..buat yg ikutan berpikir kayak gitu..saya tanya nih.."really??"
itu namanya konstitusi.
bedakan sama plintat-plintut.
kalau presiden lengser, otomatis yg menggantikan adalah wakil presiden.
sebagai ketua MPR, amanah Amien Rais itu adalah berperilaku sesuai konstitusi.(which is melantik wapres sbg pres. suka tidak suka. mau tidak mau.)
mungkin mereka2 nih pengennya AR mendengung2kan "wanita tdk boleh jadi pemimpin" kali yaaa..
itulah ..pikiran kayak gitu dipelihara..makanya nih Indonesia ga bs lepas dr perilaku barbar.'
sesuai amanat konstitusi, Wapres adalah Pengganti Presiden yg di lengserkan, sampai pemilu berikutnya.
disinilah gw lihat lagi2 kehebatan seorang AR itu makin terlihat.
walopun ga sesuai hati nurani dia, walaupun dia jadi dibenci org banyak gara2 ini..dia tetep teguh berpegang pada "konstitusi".
ini negara konstitusi ya bukan negara agama. catet.
dimata gw, AR terbukti rasa nasionalismenya, negarawan sejati...dan bukannya "politikus sejati"
alhamdulillah, skrg sudah lahir seorang negarawan baru, yaitu Jokowi.'
negara kita nggak butuh seorang politikus, negara kita butuhnya seorang negarawan.
semoga Tuhan melindungi AMien Rais dan Jokowi
---------- Post Merged at 02:19 PM ----------
berperilaku sesuai konstitusi kok dibilang plintat-plintut en ga konsisten.
justru itu dia tuh konsisten bangeettt.
kepala kamu tuh yg letaknya ga konsisten
---------- Post Merged at 02:22 PM ----------
tapi yasudahlah..
Amien Rais emang skrg udah tua
sudah tidak cocok lagi jadi presiden.
plis..jangan calonkan Amien Rais.
tapi dalam hatiku, sampai kapanpun, AMien rais adalah Pahlawan Reformasi Sejati.
Last edited by spears; 27-09-2013 at 03:07 PM.
love came down and rescue me, i am yours, i am forever yours
tahun 99 itu cuma pemilu legislatif, Gus Dur dan mega itu dipilih berdasarkan pemungutan suara di MPR. AR ga pernah mencalonkan diri tahun 99 karena AR saat itu sudah ketum MPR dan mendukung gus dur. Setahun kemudian Gus Dur banyak masalah dari bruneigate, bulloggate sampe menyentil menteri2nya sendiri lewat media, Gus Dur diguncang. AR sebagai ketum MPR bisa berbuat kalau mau baca buku PKN, yaitu menarik mandat gus dur selaku presiden. AR ga berperan? Baca lagi urutannya, googling kalau perlu.
Lalu Mega sebagai wapres gus dur naik jadi presiden, hamzah haz jadi wapresnya
tahun 2004 baru ada pilpres. Amin ikut di periode ini yang dimana capresnya ada 5 orang AR, mega, SBY...2 lagi lupa. Yang katut putaran kedua SBY dan mega. di putaran pertama AR bilang, ikut nyoblos wajib. Begitu ga masup putaran kedua, bilang ikut nyoblos gak wajib.
Cuma mau koreksi...percuma debat sama orang yang maunya menang sendiri. Ini ga dibaca terserah...ga mau dilurusin juga terserah...cukup jadi bukti langsung report ke para chief aja
Last edited by BundaNa; 27-09-2013 at 02:41 PM.
lapor para chief??silakan. saya silahkan dengan tangan terbuka
Ohh..alhamdulillah. terima kasih koreksinya ya...siapa nama lu? Lupa.
Tp makasih bgt.
Seenggaknya dgn demikian anda berhasil tebus dosa dr memberitakan cerita bohong soal AR.
Anda smart dan cerdas!!!![]()
Last edited by spears; 27-09-2013 at 03:02 PM.
love came down and rescue me, i am yours, i am forever yours
Sedikit meluruskan sejarah, bantu memanggil memori yang mungkin sudah beberapa kali tertimpa tulis.
Habibie memutuskan diadakan pemilu 1999, pada saat itu Pemilu diadakan untuk memperoleh pengakuan
atau kepercayaan dari publik, termasuk dunia internasional, karena pemerintahan dan lembaga-lembaga lain
yang merupakan produk Pemilu 1997 sudah dianggap tidak dipercaya. Habibie sebetulnya bisa melanjutkan
masa jabatannya sampai 2003, tapi beliau sendiri yang memangkas masa jabatannya. Pemilu 1999 sendiri
cuma satu kali, yaitu pemilu legislatif. Pemilihan presiden dan wakil presiden yang baru dilakukan oleh MPR
melalui sidang umum. Jadi MPR di periode dahulu itu cukup berkuasa. Tokoh-tokoh reformasi itu pintar
berpolitik di MPR, Amien Rais bisa diangkat sebagai ketua MPR padahal PAN hanya menempati posisi 5 pada
saat pemilu dan saat sidang umum suara Gus Dur bisa melewati Megawati, padahal PDIP pemenang pemilu
1999 dan punya kursi mayoritas di MPR.
saya tidak mewek tapi postingan kamu sungguh2 membuat saya heran...kog bisa ya postingan gak sopan dan PA? Ngamuk ke [MENTION=194]Ronggolawe[/MENTION]...maki2 banyaka orang....sadar gak, kamu itu manusia,itu tempat orang saling diskusi dengan baik. Diingatkan banyaka orang tambah nyolot, gaka intropeksi blas.
Maaf ya, kamu mau bilang saya gak level sama kamu ya monggo...
Saya salah tentang AR yang mulai mengetuk orang buat berubah sebagai salah satu tokoh yang berjasa dalam reformasi ya saya salah disini.
Tapi bukana berarti AR lalu suci, Nabi saja tidak mau disucikan kog...
Ada kesalahan2 AR yang emang fatal dan harusnya jadi koreksi buat dia selaku bapaka bangsa. Bukannya dibenarkan tindak tanduknya seolah2 setelah jadi pahlawan reformasi dia boleh berbuat sesukanya.
Ohya kalau amnesia sebaiknya minggat darisegera. Fordis ini juga gak butuh orang yang cuma bisa flame tapi otaknya gak nyampe. Makasih kalau sudah sadar diri. Kalau kamu out kan otomatis juga terlupakan
bukannya lo yg mau minggat dr KM ini? udah 2x pula. ga jadi???gi dah...
ya klo AR banyak dosanya juga biarlah.
tapi, apa salah saya utk tetep menyukai AMien Rais dengan segala kelebihan dan kekurangannya???
nggak boleh???
Last edited by spears; 27-09-2013 at 03:28 PM.
love came down and rescue me, i am yours, i am forever yours
[MENTION=152]itsreza[/MENTION] : makasih sudah diluruskan.
iya saya lupa kalau habibie harusnya bisa sampe 2003, karena ingatnya MPR/DPR menolak laporan Habibie gitu apa ya gara2 habibie "melepaskan" Timor Timur
Lalu tentang AR, saat itu kan reformasi sedang hangat2nya sehingga kedudukan ketum MPR keliatan kinclong. Saat gus dur banyak masalah kan AR juga galang kekuatan untuk mencabut amanat Gus Dur sebagai presiden. Meski Gus Gur dibela orang banyak, Gus Dur memilih untuk keluar dari istana presiden lalu resmi ga jadi presiden (amanatnya sebagai presiden sudah dicabut sama amien rais kan?)
Last edited by BundaNa; 27-09-2013 at 03:03 PM.
terima kasih koreksinya itsreza.
iya harap maklum yah. sudah banyak ygb lupa2. maklum udah tua.
tp peristiwa yg signifikan mudah2an blm lupa.
begini nih cara mengoreksi yg saya suka.
bukan dengan menghina or ngetawain kayak bu chan n the gank.
soalnya klo diajakin pake cara itu, saya bakal ladenin dgn cara yg sama bahkan lebih parah lagi.
skali lg thanks![]()
love came down and rescue me, i am yours, i am forever yours
audzubillahiminassyatonirojiim
Omong kosong !
Baik Yusril maupun Habibie tidak pernah memanggil Amien Rais sebagai presiden.
Omong kosong lagi !
Gue dulu rajin kampanye Partai Keadilan (cikal bakal PKS).
Tanya ama @noodles_maniac kalau gak percaya.
Jadi gue rajin ngikutin berita politik walau gue cuma kelas dua SMU. Bahkan gue pernah nulis dua kali tentang politik ke salah tabloid partai, Tabloid Abadi milik Partai Bulan Bintang dan dimuat sebagai Surat Pembaca. Maklum anak SMU.. jadi kualitas tulisannya cuma kualitas Surat Pembaca.
Itu zaman sebelum gue mengenal internet.
Yup.
Begini deh,
gue jelasin waktu itu konstelasi politiknya.
Seperti yang dibilang BundaNa,
Pemilihan Umum 1999 itu hanya pemilihan legislatif. UUD 1945 belum diamandemen. Btw, Amandemen UUD 1945 terjadi pada masa Amien Rais. Itu hasil dia selamat jadi ketua MPR.
Kembali ke kronologis,
Pemilu 1999, yang waktu itu diawasi oleh banyak pihak termasuk oleh mantan presiden Amrik sendiri, Jimmy Carter, berjalan cukup lancar.
Hasil pemenangnya adalah:
1. PDIP 154 kursi
2. Golkar 120 kursi
3. PPP 59 kursi
4. PKB 51 kursi
5. PAN 35 kursi
6. PBB 16 kursi
7. Partai Keadilan 6 kursi
8. Partai Keadilan dan Persatuan 6 kursi
dan sisanya cuma 1-3 kursi.
Jadi PAN (partainya Amien Rais) ada di urutan kelima dan itupun njomplang banget pengaruhnya.
Presiden masih dipilih oleh MPR, jadi saat itu ada dua calon, Bu Mega dari PDIP dan Pak Habibie dari Partai Golkar.
PKB mendukung PDIP (Bu Mega) sementara PPP mendukung Golkar (Habibie).
Jadi posisinya cukup seimbang. Banyak partai-partai Islam seperti PNU, PBB, PK yang jadi bimbang karena
1. mereka tidak mau memilih Bu Mega karena wanita
2. mereka juga takut memilih Habibie karena takut dicap status quo. Hayoo.. masih ingat istilah status quo, gak?
Jangan salah, partai-partai seperti PAN, PBB, dan PK punya calon presiden sendiri. PAN punya capres Amien Rais, PBB punya capres Yusril Ihza Mahendra, PK punya calon Didin Hafidhudin. Waktu itu, Kang Didin cakep deh dengan jenggot tebalnya.. gak kalah macho dengan Bang Raden Haji Oma Irama.
Tapi kalau nekad mengajukan capres sendiri, percuma. Jadi dengan semangat "asalkan bukan Mega" (ABM), Amien Rais punya ide sangat brilian, yang ketika aku mendengarnya aku mau muntah-muntah, dan aku ngamuk di mushola Babul Jannah di depan kawan-kawan liqa. Ide briliannya adalah ... partai-partai Islam bersatu dan memilih musuh besar mereka sebagai capres... siapakah musuh besar partai-partai Islam saat itu? KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
Benar, brilian!
Dengan mengajukan nama Gus Dur, mau gak mau sekutu utama PDIP saat itu, PKB berpikir ulang dan menarik dukungan. Biar bagaimanapun Gus Dur adalah pendiri PKB.
Tapi juga MENJIJIKKAN!
Karena di kampanye-kampanye Partai Keadilan, di kampanye-kampanye Partai Bulan Bintang, selalu ada buku-buku berjudul Bahaya Pemikiran Gus Dur yang ditulis oleh Hartono Ahmad Jaiz.
Jadi sebenarnya sudah sangat bisa ditebak kalau Gus Dur pasti akan diturunkan di tengah-tengah masa jabatannya. Karena Gus Dur dulu dipilih oleh Amien Rais dan para pejabat partai-partai Islam untuk menghindari dilema Mega vs Habibie.
Jadilah ada tiga calon seimbang: Megawati, Gus Dur, Habibie.
Kemudian saat pidato pertanggungjawaban, baik pendukung Mega maupun pendukung Gus Dur sama-sama menolak pidato.
Habibie, kemudian memutuskan untuk TIDAK BERSEDIA DICALONKAN KEMBALI SEBAGAI PRESIDEN!
Dan malam itu juga, Akbar Tanjung, ketua Partai Golkar saat itu, dikeroyok, digebukin oleh kader-kader Golkar dari Indonesia Tengah dan Indonesia Timur.
Nah, ke manakah suara PPP dan Golkar pasca penolakan Habibie?
Sudah bisa ditebak.. ke Gus Dur.
Masih ingat, setiap kali nama Gus Dur atau Abdurrahman Wahid disebut dalam kertas voting, para anggota dewan terhormat, para partai Islam berteriak ALLAHU AKBAR.
Jijik.. sekarang pun jadi pengen muntah mengingatnya.
Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013
Sampai 2003 pun legitimate, Pemilu 1999 itu keputusan dia sebagai presiden.
Laporan pertanggungjawaban Habibie ditolak padahal Habibie digadang untuk
menjadi calon presiden dari Golkar pada Pemilu 1999. Di sidang istimewa laporan
Habibie dinyatakan ditolak, kalah suara, padahal Golkar punya kursi mayoritas
ini disebabkan adanya friksi di dalam Golkar. Nah penolakan pertanggungjawaban
itu yang membuat Habibie memutuskan untuk tidak mencalonkan diri kembali
sebagai presiden.
Amien Rais sendiri baru mencalonkan diri sebagai presiden pada Pemilu 2004.
Nah inget dong beliau pernah meminang SBY sebagai wakilnya namun ditolak.
Akhirnya SBY menang, benar menurut orang bijak doa orang dizalimi dikabul
--
Warga KM rasanya sudah cukup dewasa untuk dapat berdiskusi dengan
kepala dingin dan tutur kata yang baik, yuk kita kembali ke topik diskusi
Jokowi dan Estrada, mana yang lebih ganteng![]()