Page 7 of 10 FirstFirst ... 56789 ... LastLast
Results 121 to 140 of 189

Thread: The Perfect Relationship

  1. #121
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    aku juga ga ngerti joke nya.

    apapun... kebawa thread sebelah soal simple life. harus mulai ga usah mikirin detilnya, perfect kek, ngga kek yang penting enjoy saat menjalaninya.
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  2. #122
    pelanggan setia TheCursed's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    3,231
    apapun... yang penting enjoy saat menjalaninya.
    And, that, for many people is just Perfect.
    A proud SpaceBattler now.

  3. #123
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    Quote Originally Posted by TheCursed View Post
    And, that, for many people is just Perfect.
    *nyodorin tali dan cambuk dan leather suits*


  4. #124
    pelanggan setia serendipity's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Location
    Jakarta
    Posts
    4,775
    tulisan-tulisan disini keliatan banget ya, mana yg udah nikah dan belom nikah. Kebaca yg udah nikah, bisa menerapkan unconditional love dengan nyata
    tanpa tipu muslihat a.k.a Bullshi*... Menerima pasangan berikut kekurangan.

    Nih gw kasih contoh unconditional love yang real, gak pake tipu muslihat

    Dulu gue selalu, SELALU, menganggap, there’s no such thing as unconditional love. Even a mother’s love is not an unconditional love. Yes, a mother will always love their children. Tetapi, kasih seorang ibu pun bersyarat. Kita diharapkan, diwajibkan, diperintahkan untuk melakukan ini, itu, ina, inu, which we obeyed – kadang suka rela, kadang terpaksa. – Ibu mau kita menjadi manusia yang lebih manusia. Manusia yang bisa dia banggakan. Yang bisa dia ceritakan ke kolega, ke teman, ke sanak saudara, bahwa anaknya bisa begini, berprestasi begitu, menghasilkan ini, ina, inu. Dan hal ini wajar saja. Ibu mana yang tak bangga jika anaknya berprestasi dan mengharumkan nama keluarga?

    Ibu, akan menyayangi kita walau kita mengecewakan, walau kita menyebalkan, walau kita melanggar perintah dan permintaannya. Ibu tetap sayang walau kita lebih memilih menghabiskan waktu seharian untuk ngetwit, main sama teman, main game sampai lupa waktu lupa mandi, menonton film bareng teman atau malah pacaran ketimbang menghabiskan bersamanya. Ibu akan menelan kekecewaan, atau kadang menasihati, atau bahkan sedikit memaki. Despite all that, she will always love us. No matter what. Is this what they called an unconditional love? No. I don’t think so. Cinta tak bersyarat tak akan punya syarat apapun dari awal. Cinta tak bersyarat – unconditional love – menurut gue adalah cinta yang tak pernah menuntut sama sekali. Dalam bentuk apa pun. And it doesn’t exist. Unconditional love is just beyond any man’s reach. Or at least that’s what I used to think. Until my mother told me her love story…

    This is a story about how my mother met my step father. And no, I will not spend eight seasons telling it. *lirik judes ke Ted Mosby*

    Setelah papa meninggal, keluarga gue ceritanya kacau balau. Nggak ada kepala keluarga, nggak ada yang cari duit. Nah, Mama harus ambil alih tanggung jawab itu. Menghidupi kami semua. The five of us. Not an easy job. At all. Lalu, beberapa bulan kemudian datanglah tawaran dari saudara jauh dari pihak Mama: pekerjaan di Hong Kong. Mama ambil tawarannya itu. Tentunya, Mama nggak serta merta langsung mengambil tawaran pekerjaan di Hong Kong. Banyak yang beliau pertimbangkan. Sering gue lihat, beliau mondar-mandir ke telepon umum untuk menelepon saudara jauhnya, mendiskusikan pekerjaan tersebut. Diskusi tentang pekerjaan disambung dengan diskusi bagaimana nasib kami, anak-anaknya. Nggak mungkin kan, bawa lima orang anak ke Hong Kong? Semua risiko Mama pikirkan. Kerja di Pontianak, gajinya berapa? Hijrah ke Jakarta … ngapain? Mendingan ke Hong Kong sekalian. Ketahuan uangnya lebih banyak. Risiko terbesar dan terberat: Mama harus meninggalkan kami semua. Mama nggak akan bisa mengasuh, mengajar, menjaga, dan berada di dekat anak-anaknya. It was the hardest decision she had to make. I’m glad she took the risks.

    Jadilah gue diasuh Om di Malang, adik gue ikut nenek dari pihak Mama di Jakarta. Dan adik bungsu gue, Oliver, dibawa Mama ke Hong Kong karena dia masih terlalu kecil untuk ditinggal. Kedua kakak gue juga harus terpisah satu sama lain. Terpisah dari kami. Kakak pertama tetap tinggal di Pontianak, sambil bekerja. Kakak kedua, disekolahkan di Jakarta.. Berpisah dengan Mama, dengan adik-adik gue, dengan kakak-kakak gue, dan harus tinggal dengan Om yang tadinya hanya setahun sekali bertemu sangatlah berat. Berhari-hari, berbulan-bulan, bertahun-tahun, gue merindukan mereka. Gue marah ke Mama. Gue marah ke Tuhan. Gue marah ke keadaan. Gue marah ke kemiskinan kami. Gue marah ke diri gue sendiri.

    Setelah itu, selama bertahun-tahun lamanya gue nggak ketemu Mama. Dia harus bekerja keras. Dia harus menabung. Harus hidup irit. Bahkan untuk sekadar menelepon ke Indonesia pun jarang beliau lakukan dengan pertimbangan: mendingan uangnya disimpan untuk pulang. It was so hard for all of us. And it was even harder for my mother. She had to live in a strange land. With no relatives. No friends. Just her and her youngest son.

    Setelah beberapa tahun bekerja di HK, Mama ketemu seorang. Mereka lalu jadi dekat. Orang ini, – yang kemudian jadi papa tiri gue- baik banget. Sadar bahwa orang ini jatuh cinta kepadanya, Mama bilang terus terang sama orang ini, ‘i have no desire to love another man.’ to which he replied, ‘i will wait, until you are ready.’

    Mama nggak mau jadi PHP, nggak berminat nyari suami, pikiran dia cuma kerja ngumpulin uang untuk anak-anaknya. But that man won’t back down. Bahkan setelah ditolak berkali-kali, orang ini dengan setia nungguin Mama pulang kerja, setiap hari. Walk her home, buy her dinner. Never once tried to touch her. Dia hanya ingin ngobrol sama Mama. And that’s all he did. Cuma ngobrol. Tentang cuaca. Tentang kehidupan. Tentang Oliver. Tentang apa saja. Kecuali tentang cinta.

    Waktu berlalu. Orang ini masih saja tetap muncul di dekat tempat kerja Mama, setiap hari, pada waktu yang sama persis. Bahkan ketika Mama lembur, dia akan tetap menunggui Mama, walau pun sedang musim dingin. Mama pernah bertanya, ‘why do you do the things you do to me, almost everyday?’

    Orang ini menjawab, ‘because I need to do that. I need to make sure that you are safe. So, I need to walk you home. I have to.’

    ‘Don’t you have other things to do?’

    ‘Other things can wait. You matter more.’

    Mama nggak bisa ngomong apa-apa lagi.

    *Sampai bagian ini, cerita Mama sudah hampir membuat gue berkaca-kaca*

    Melihat orang ini makin serius, Mama agak luluh. But there is one big problem. Jadi, Mama ajak orang ini ketemuan. Sebelumnya, orang ini berkali-kali bilang ‘i will marry you. You’ll see.’ And my mom would said ‘No you won’t. Believe me.’ Begitu terus, berulang kali. Dan jawaban Mama selalu sama. Berkali-kali. Setelah ke sekian kalinya orang ini melamar Mama, di restoran kecil itu Mama bertanya,

    ‘why do you want to marry me?’

    Orang itu jawab dengan serius, ‘because i want to take care of you. Because i see your son as my son too…’

    Lalu hati perempuan mana yang tak akan luluh? Mama tentu saja terharu.

    Lalu, mama menjatuhkan bom: ‘saya sudah disteril. Nggak bisa punya anak lagi. Masih mau nikah?’ Orang itu mengangguk. Tegas.Tanpa mengalihkan matanya dari wajah Mama. Di wajah orang ini sama sekali tak ada keraguan setelah Mama bilang dia tak bisa punya anak. My mom told me, as the man nodded with no doubt, she cried. That night, she said yes.

    Mama masih penasaran, dan kembali bertanya, ‘Saya nggak bisa kasih kamu anak. Why do you still want to marry me?’
    Jawaban orang itu pendek, dan sederhana, ‘kita udah punya anak. Your son.’
    Sebelum Mama sempat menjawab, orang itu sudah berbicara lagi. ‘I want to marry you not because i want an offspring. But because i want to spend my life with you.’
    Mom cried again. This time, she shed happy tears.
    That man is not super rich nor super handsome. But he is so sincere and love my mother like he’s never loved anyone else. Setelah mereka menikah, adik gue, Oliver, diadopsi dengan resmi. Alasannya, supaya setelah papa tiri ‘pergi’, harta yang dia punya akan jatuh ke tangan Oliver. Papa tiri menyayangi Oliver selayaknya anaknya sendiri. Dia tak pernah sekali pun mengungkit bahwa adik gue bukan anak kandungnya. Si papa tiri ini nggak pernah anggap gue, kakak-kakak gue sebagai orang lain. Kami semua dianggap sebagai anak-anaknya sendiri.
    Hobi Papa tiri gue: jalan kaki berdua Mama. Seperti yang selalu mereka lakukan saat papa pedekate ke Mama. Papa bilang ke Mama, ’I will walk with you, beside you, until these legs give up. And that would be a long long time.’ Dan sampai sekarang, mereka berdua masih sangat hobi ke mana-mana jalan kaki. Dan setiap berjalan kaki bersama Mama, Papa akan menggandeng tangan Mama. Selalu. Di mana pun.

    sumber http://amrazing.com/unconditional-love/

    IMO ya
    Setiap Manusia punya kekurangan, ya. Setiap pasangan punya ego, ya pasti. Jadi cukup deh lo berteori dan menyebarkan bahwa hati tulus bla..bla.. bla tapi gak bisa menerima kekalahan dan kekurangan diri sendiri. Bukan berarti lo kalah atau cupu, hanya aja ego lo yang mengatakan less selfish adalah suatu kekalahan terbesar. Keluar rumah, buka wawasan itu bener. Tapi kalo gak bisa change attitude, gw rasa entah itu cewek atau cowok tetep aja akan memancarkan aura yang gak disukain. Sampe org2 yg dideketin merasa cukup dan jengah. Sorry gw hanya percaya teori unconditional love dalam hal love relationship, diterapkan utk orang yg udah menikah. Karna itu artinya mereka mau berkorban dan menyatakannya dalam pernikahan. Bukan sekedar bullshi* tak berujung

  5. #125
    pelanggan setia TheCursed's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    3,231
    ^
    Would you ? Apakah kamu sendiri mau mencintai orang lain Unconditionally, Seren ?
    A proud SpaceBattler now.

  6. #126
    pelanggan setia spears's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    6,733
    Serennnnnn co cwitt bangett cerita love story mama kamu. Ya ampuuunn...
    Seandainya lo mau ceritain selama 8 seasons..gw bakal tetep setia bacanya (*peluk ted mosby)

    Ya emang Seren..jawaban yg married ama yg blom pasti beda(halagh mentang2 baru nikah..gaya euuyy)
    Tapi emg itu yg gw rasain. Pas blm nikah..gw skeptic ama cinta. Bahkan sama org yg gw cintain juga skeptic. Knp itu bisa terjadi?gw rasa krn blm nemu org yg tepat...aka blm pernah ngerasain bener2 yg namanya jatuh cinta.
    Trus satu lagi Seren...imho yaa...ga tau berlaku buat org lain atau enggak...khuzus buat cewek...klo bisa pas msh pacaran ga usah terlalu cinta ama pacarnya..krn after married..ntah knapa rasa cinta lo ke si cowok bakal nambah2 berkali2 lipat...so..klo pas paacaran aja sudah tergila2..abis married bakal menghamba2 kali yaa.. not good..not good...

    ---------- Post Merged at 07:16 AM ----------

    @om sur : kayaknya klo gw baca2..(ga di thread ini aja ya...tp postingan om secara general)kayaknya..cmiiw..om sur akur terus nih sama istrinya? Kasih tips2nya dong om..gmn caranya buat menjaga cinta itu tetap menyala..(sorry for my bahasa yg sok puitis) after years of marriage...

    ---------- Post Merged at 07:19 AM ----------

    And last but not least..semoga gw dan semua cewek2 di KM ini bisa dicintain unconditionally juga. Amin.
    Wassalam

  7. #127
    pelanggan setia Alethia's Avatar
    Join Date
    Jan 2012
    Posts
    4,095
    kok wassalam bu spirs
    dirimu mau kemandang?

    kalau udha nikah apalagi udah pny anak, itungannya emang beda lah, soalnya predikatnya udah : suami, ayah, supir, tukang benerin lampu, tabungan berjalan
    eh
    Jangan kamu bilang dirimu kaya, bila tetanggamu memakan bangkai kucingnya.
    -Rendra

  8. #128
    pelanggan setia serendipity's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Location
    Jakarta
    Posts
    4,775
    @ cursed
    ya gw mau, dan itu harus terjadi saling. Bukan satu pihak aja

    @ spears..
    no hun... itu ada sumbernya, gw suka ama penulisnya. Awalnya gw juga skeptis, tapi setelah ngeliat idup pernikahan orang2, gak terlalu susah dan rumit kek yg diceritain.. cieeeeeh *gaya aja deh Ryan gosling mana* haha
    di cerita itu, lelaki tsb mau nikahin janda 5 anak, dan mau mencintai anak anaknya.. can u imagine, how sweet that guy? maybe his family were thinking of him is an idiot, but for me.. he is sweet and gentle

  9. #129
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    big hug for seren.
    salam sayang buat papa dan mamanya ya..
    ini alasannya kenapa quran bilang, perempuan baik itu untuk laki2 baik. begitu juga sebaliknya.
    mamanya seren sudah membuktikan diri jadi seseorang yang baik dan hebat. dia dipantaskan tuhan mendapat pasangan yang baik dan hebat pula
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  10. #130
    pelanggan setia serendipity's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Location
    Jakarta
    Posts
    4,775
    haduuuh cha_n itu bukan mamaku.. coba di baca cha_n... itu kisah seseorang yg menurutku too sweet

  11. #131
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    ups ini kisah orang ya. thanks for share
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  12. #132
    pelanggan setia Alethia's Avatar
    Join Date
    Jan 2012
    Posts
    4,095
    gw juga mengira ini kisahnya seren, sampai pada kalimat : setelah papa meninggal
    and i was..scroll down ke bawah dan oh..ada penulisnya

    soalnya, ada yang ngaku suka ama papanya seren kan disini ya..
    Jangan kamu bilang dirimu kaya, bila tetanggamu memakan bangkai kucingnya.
    -Rendra

  13. #133
    pelanggan tetap ga_genah's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    1,661
    bukan hubungan yang sempurna
    tp menyempurnakan hubungan....

  14. #134
    pelanggan setia TheCursed's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    3,231
    Quote Originally Posted by serendipity View Post
    @ cursed
    ya gw mau, dan itu harus terjadi saling. Bukan satu pihak aja
    Great. Excellent.
    Kamu mengharapkan seperti itu dari pasanganmu karena kamu sendiri juga seperti itu. Reasonable.

    But, still, that's your perfect and happiness.
    A proud SpaceBattler now.

  15. #135
    pelanggan setia Alethia's Avatar
    Join Date
    Jan 2012
    Posts
    4,095
    berdoa buat neng seren biar terkobul keinginannya.
    u worth deh neng seren, jangan sama yg bisanya teroi BS doank ya neng. U deserve MORE! fightingggg
    Jangan kamu bilang dirimu kaya, bila tetanggamu memakan bangkai kucingnya.
    -Rendra

  16. #136
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,636
    I don't believe in unconditional love, saya percaya pada keputusan untuk menyintai. Akan ada saatnya ketika perasaan cinta dihadapkan pada ujian, dan pada saat itu bukan perasaan cinta yang berguna tapi tindakan untuk menyintai.

    Unconditional love menyaratkan perasaan cinta yang tidak akan goncang atau hilang, impian para putri Cinderella, tapi percayalah bahwa pada suatu saat perasaan cinta itu akan tergoncang. Hanya tekad untuk menyintai yang ada di bawah kendali kita dan bisa selalu dihidupkan dan dipupuk.
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

  17. #137
    pelanggan tetap jojox's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Jekardah
    Posts
    1,169
    Gw gak ngerti mana yg married dan yang belom.

    Yang jelas itupun juga BUKAN Serendipity.

    Gwe nulis bukan dlm konteks mariage pd dasarnya. Loe salah ngerti Seren. Misconstrued.

    Like I said, ndak ada standr baku kudu ini itu caranya menyikapi hubungan. Yg gw usulkan kalo dimentahkan yha mongo, kl diterima yho alhamdulilah Puji Tuhan. Kan gw cuman konsultan. Decision is owned by client2 sendiri.ha ha ha ha
    Any views or opinions presented above are solely those of the author. Thus the author may disclaim accuracy on warranties and liabilities they may cause including loss of intellectual properties, economical benefit, and coordinated mental responses.

  18. #138
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    Quote Originally Posted by Alip View Post
    I don't believe in unconditional love, saya percaya pada keputusan untuk menyintai. Akan ada saatnya ketika perasaan cinta dihadapkan pada ujian, dan pada saat itu bukan perasaan cinta yang berguna tapi tindakan untuk menyintai.

    Unconditional love menyaratkan perasaan cinta yang tidak akan goncang atau hilang, impian para putri Cinderella, tapi percayalah bahwa pada suatu saat perasaan cinta itu akan tergoncang. Hanya tekad untuk menyintai yang ada di bawah kendali kita dan bisa selalu dihidupkan dan dipupuk.
    ya gpp tho om punya impian gitu. toh nyatanya ada juga yang coba membangun mimpi itu jadi kenyataan dan berhasil.
    Walo bagi yang nggak berhasil, ya sabar aja akhirnya jadi pembelajaran.dunia nyata sama dunia cinderella beda.
    pada akhirnya bakal menyadari cinta itu adalah proses bukan hasil akhir.

    dalam kasus cerita yang seren bawa juga bukan berarti dia tiba2 dapet cowo baik. dia sendiri aku yakin sudah jadi pribadi yang pantas untuk dicintai. ditempa oleh kehidupan sekian lama. punya anak 5 dan harus dibiayai sendiri tanpa suami.
    bukan cerita putri di kerajaan yang tiap hri meni pedi, atau cinderella yang ujug2 didatangi peri trus ke pesta tiba2 pangeran jatuh cinta.

    dalam kasus cerita diatas juga, si cowo ga lalu diam saja ketika menikah. dia tetap pupuk cinta mereka dengan selalu bersama sang istri berpegangan tangan kemana mana.
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  19. #139
    pelanggan setia spears's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    6,733
    Amiinnn..buat doanya Alethia buat Seren. Iya seren..inget kt orang tua "loyal girl deserved a real man...not a little boy pretending to be one"

    love came down and rescue me, i am yours, i am forever yours

  20. #140
    dokter RSJ - KM ancuur's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Location
    RSJ - KM Jabatan:____ Dokter Jiwa
    Posts
    15,694
    The Perfect Relationship



    KIsah Nyata, Ada Monyet Jatuh cinta dengan Ayam

    Lumajang - Cinta ternyata milik siapa saja.
    Perasaan mencintai dan dicintai ternyata tak hanya milik manusia antar manusia.
    Binatang atau hewan pun ternyata bisa jatuh cinta.

    Seperti yang terjadi di Desa/Kecamatan Pasirian, Lumajang.
    Monyet dan ayam betina menjalin percintaan. Percintaan antara kedua jenis binatang
    yang berbeda ini tampak mesra.
    Sang monyet terlihat memeluk dan mencium ayam kampung kesayangannya.

    Kisah cinta unik antara monyet dan ayam kampung dengan bulu hitam ini menurut pemiliknya
    terjadi setahun lalu. "Kejadian unik ini terjadi sekitar satu tahunan mas," kata Pemilik Monyet
    dan Ayam, Ali Murtadi (40) ditemui di rumahnya kepada detiksurabaya.com.

    Menurut Ali, monyet miliknya didapat dari kawasan lereng Gunung Semeru di Kecamatan Senduro
    setahun lalu. Monyet itu dipelihara dan dibuatkan kandang di bawah pohon mangga dekat rumahnya.
    Awalnya, monyet itu liar namun setelah sebulan dirawat, monyet pun jinak dan bisa menyesuaikan diri
    dengan lingkungan sekitar. Bahkan dengan ayam peliharaannya.

    "Saya kaget melihat ayam milik saya sering tidur bersama monyet.
    Tapi sampai sekarang tidak ada masalah," tuturnya.

    Pantauan detiksurabaya.com, sang monyet terkadang memperlihatkan kebolehannya menari.
    Monyet itu bergoyang-goyang dan membuat ayam betina mendatanginya. Seperti layaknya
    sepasang kekasih, ketika ayam datang, sang monyet langsung menyambut dengan pelukan dan
    ciuman mesra.

    Aksi dari kedua binatang berbeda jenis ini mendapat perhatian masyarakat.
    Mereka berbondong-bondong menyaksikan 'percintaan' kedua binatang itu.
    Saat kedua binatang itu menunjukkan kemesraan, warga yang menonton tertawa.

    "Saya tahu ada monyet 'nikah' dengan ayam dari mulut ke mulut," tutur Suhartono (50) warga
    Desa Tempeh Tengah, Kecamatan Tempeh yang datang bersama istri dan anaknya karena penasaran.

    sambel monggo di klik

Page 7 of 10 FirstFirst ... 56789 ... LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •