lagi nyari foto lu ya jox ?
lagi nyari foto lu ya jox ?
...bersama kesusahan ada kemudahan...
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n
My Little Journey to India
cuma beda di warna kulit ya jox.. tapi itu hal yang cukup besar sik perbedaan antara lo dan bang brad pit
btt soal aborsi, kalo yang dipost jojox bagaimana jika si ibu ga tau kalo dia hamil dan mengkonsumsi obat2an? ya itu namanya bukan aborsi
nyokap gw juga pernah gak tau dia lagi hamil, pas itu hamilnya memasuki bulan ke 3 dan nyokap gw lagi sibuk-sibuknya ngurus ini itu, ternyata nyokap gw keguguran.. U got it bro? perbedaan antara keguguran dan aborsi![]()
You were born with the ability to change someone's life - don't ever waste it.
![]()
Mantep sambungannya
Makanya nonton pelemnya donk li.![]()
gak ada yang harus diapa-apain.. gw cuma menjelaskan aja, disitu jelas kan bro![]()
You were born with the ability to change someone's life - don't ever waste it.
gw baru baca2 ternyata ada penelitian bahwa anak yg dibesarkan oleh ibu angkat yg sangat tidak kompeten, bisa menjadi anak2 yg berprestasi lebih tinggi daripada anak2 yg dididik dalam institusi massal seperti panti asuhan atau sekolah berasrama.
article ini gw baca di wiki tentang homeschooling...
During this time, the American educational professionals Raymond and Dorothy Moore began to research the academic validity of the rapidly growing Early Childhood Education movement. This research included independent studies by other researchers and a review of over 8,000 studies bearing on Early Childhood Education and the physical and mental development of children.
They asserted that formal schooling before ages 8–12 not only lacked the anticipated effectiveness, but was actually harmful to children. The Moores began to publish their view that formal schooling was damaging young children academically, socially, mentally, and even physiologically. They presented evidence that childhood problems such as juvenile delinquency, nearsightedness, increased enrollment of students in special education classes, and behavioral problems were the result of increasingly earlier enrollment of students.[8] The Moores cited studies demonstrating that orphans who were given surrogate mothers were measurably more intelligent, with superior long term effects – even though the mothers were "mentally retarded teenagers" – and that illiterate tribal mothers in Africa produced children who were socially and emotionally more advanced than typical western children, "by western standards of measurement."[8]
Their primary assertion was that the bonds and emotional development made at home with parents during these years produced critical long term results that were cut short by enrollment in schools, and could neither be replaced nor afterward corrected in an institutional setting.
jadi ingat ada temen gw udah merit punya anak 4 cowo semua paling kecil udah SMA, maen gila sama staff nya, trus staffnya bunting anak cewe, temen gw sampe minta cere sama bininya dan rela semua hartanya diambil sama bininya dia cuma minta duit 250jt plus 1 mobil avanza gitu aja untuk mulai bisnis lagi, bini sahnya tetap ga mau kasih dan anak2nya juga minta papanya ga mau pegi, akhirnya staff dibeliin rumah en mobil dikampungnya tus dikasih uang jajan.
ada 1 lagi managernya klien gw, nah yg ini ******* nih dia buntingin staff dia, trus dia paksa aborsi, staff yg bunting kaga mau lari ke surabaya, tetap diudak2 mau dipisahkan sama anaknya kalo gak mau aborsi (mungkin dipaksa sama bini sah managernya) ketahuannya sama temen gw kebetulan owner nya ditendang trus dijelek2in sama gw orang akhirnya tuh manager pulang ke jakarta..
Tapi tetap aja intinya sang ibu ga pengen aborsi walo dipaksa![]()
you meet someone
you two get close
its all great for awhile
then someone stops trying
Talk less, awkward conversations, the drifting
No communication whatsoever
Memories start to fade
Then the person you know become the person u knew
That how it goes. Sad isn't it?
Kong Sur , itu pengalaman pribadi Kong Sur kan benernya ?
---------- Post Merged at 01:55 PM ----------
soalnya mendidiknya dengan kasih ya ?
---------- Post Merged at 02:09 PM ----------
om saya ga ngerti yang ini , maksudnya gimana ?
btw jadi case pertama , tetep ada kan anaknya , cuma ceweknya jadi single parent ?
sometimes saya berpikir , kenapa ya udah tau yang laki punya keluarga , punya anak , masi aja ada yang berusaha masuk di tengah keluarganya... what for... apa yang dicari ? kebahagiaan ga bakal didapet kan , lha cuma orang ketiga...
- I'm such a very lucky woman and have a very lucky life -
link artikelnya donk slan
mungkin pandangan ini juga lah yang mendasari konsep foster homes/famiy dibandingkan panti asuhan. setau saya amrik sudah ngga ada yang namanya panti asuhan. anak2 yatim piatu ato anak2 yang memperlukan penanganan khusus biasa ditaro di rumah keluarga biasa.
tapi dari cuplikan artikel ini sih kedengarannya lebih ke masalah formal schooling prematur ya, ngga harus bermaksud panti asuhan ato asrama.
om saya ga ngerti yang ini , maksudnya gimana ?
btw jadi case pertama , tetep ada kan anaknya , cuma ceweknya jadi single parent ?
sometimes saya berpikir , kenapa ya udah tau yang laki punya keluarga , punya anak , masi aja ada yang berusaha masuk di tengah keluarganya... what for... apa yang dicari ? kebahagiaan ga bakal didapet kan , lha cuma orang ketiga...[/QUOTE]
dua2 nya anaknya dipertahankan, yg pertama anaknya tetap dikasih uang jajan, sedang yg kedua kasusnya manager (yg cowo) dipecat secara tidak hormat karna berusaha memaksa si cewe untuk aborsi, dan kebetulan batam kan bukan kota yg besar, yah kebetulan presiden direktur nya dengar kayak gitu, dikeluarkan dengan tuduhan pelecehan seksual, dimasukin koran lokal gede, nah trus sama kita orang dijelek2an gitulah sampe pindah ke jakarta managernya, sedang sicewe pulang kampung ke surabaya
kalo mengenai pertanyaannya kamu jawabannya kayaknya simple aja, cinta itu buta, sering menjadi obsesi![]()
you meet someone
you two get close
its all great for awhile
then someone stops trying
Talk less, awkward conversations, the drifting
No communication whatsoever
Memories start to fade
Then the person you know become the person u knew
That how it goes. Sad isn't it?
Biasa kalo di US, mau jadi foster parent atau orang tua asuh tuh prosedurnya lama banget. Diliat latar belakang keluarga itu sendiri, lingkungan, kondisi finansial, mental calon orang tua asuh, dll. Habis itu mereka harus ambil kelas mengasuh anak lagi. Generally, orang tua asuh care banget sama anak asuh sendiri. Mungkin karena itu, anak2nya merasa ada yang sayang mereka (kadang lebih dari orang tua mereka sendiri) makanya mereka bisa lebih sukses
bener, proses itu disebut home-study, jadi pekerja sosial biasa dateng untuk melihat kondisi hidup calon ortu asuh. kupikir proses ini memang diperlukan untuk memastikan tempat hidup anak asuh nanti terjamin. dan biasa proses ini lebih lama untuk kasus pertama aja, setelah udah ada berkas dan sejarah beserta pengalaman pengasuhan, maka lebih gampang nantinya. proses home study masih akan terus dilakukan secara berkala, tapi tidak seribet pertama kali.
saya pernah menghadiri acara info event mengenai proses pengadopsian anak, di situ saya baru belajar sedikit lebih dalem mengenai sistem fostering di amrik (dulu sering denger, tapi kurang ngerti cara kerjanya). sistem fostering ini menggantikan sistem panti asuhan, jadi di amrik sudah tidak ada lagi panti asuhan. the idea behind munculnya konsep fostering memang untuk memberikan anak kesempatan untuk dibesarkan dalam keluarga biasa, dan diharapkan juga mendapatkan perhatian yang lebih terfokus dibandingkan panti asuhan. foster parents statusnya cuman seperti guardian, bukan ortu secara legal. tapi ada juga kasus2 di mana foster parents yang kemudian mengadopsi anak asuhannya menjadi legal.
tapi kenyataannya, saya juga sering mendengar kasus2 di mana anak asuhan sering kepingpong sana sini, pindah dari satu foster home to foster home laen. ntah lah apa alasannya, mungkin ga cocok, ato gimana. dan juga ada kasus2 di mana anak asuh yang terlantar di foster homenya - ini yang saya ga tau kok bisa sampe begitu padahal ada proses home study. ada pula anak2 bersodara yang harus terpisahkan karena mungkin foster homenya ada batas jumlah anak yang bisa ditampung/asuh. and i would imagine the logistic dan management involved dalam children social services ini pasti sangat rumit.
there are definitely some pros and cons. sehingga pekerja sosial di event info itu mengatakan, di kasus anak2 yang kepingpong from home to home, kadang justru ngga ada 'sense of attachment' ke suatu tempat. mereka tidak ada satu tempat yang bisa mereka panggil home. so ide berniat baik itu dalam prakteknya kadang ngga seindah yang dikonsepkan.
buat aslan,
http://shine.yahoo.com/parenting/one...193600740.html
kemaren saya ketemu artikel menarik juga. ceritanya sebenarnya udah belasan taon yang lalu, mengenai bayi yang baru lahir (masih mentah, baru bbrp jam) yang ditemukan oleh seorang pemuda di stasiun kereta di amrik. akhirnya diselamatkan, dan social services mengirimkannya ke foster home. bbrp bulan kemudian cowo itu dipanggil ke pengadilan untuk menjadi saksi mengenai kasus ini, ternyata ibu kandungnya ditemukan dan ngga menginginkannya. dan di tengah proses pengadilan, cowo itu ditanyain oleh hakim apa mau mengadopsi anak ini. dia jawab iya. now, cowo ini adalah gay, dan sudah mempunyai pasangan juga, they are gay couple. long story short, akhirnya anak itu diadopsi, thanks to hakim itu juga yang mempermudah proses pengadopsian. saat bayi baru datang, ternyata ditemukan bayinya mempunyai banyak masalah, sepertinya tidak ditaken care of secara baik saat berada di foster home yang dulu. pelan2 baru disembuhkan. stelah 12 taon kemudian, gay couple itu masih bersama, dan masih dengan anaknya yang diadopsi itu. kebetulan taon itu di negri bagian itu juga baru melegalkan pernikahan gay, dan anak ini menyarankan untuk meminta hakim yang dulu memproseskan kasusnya dan pengadopsiannya, untuk menikahkan kedua papanya. saat mereka cari kembali hakim itu, ternyata hakimnya ga keberatan and was delighted ngeliat update anak hasil placementnya dulu ke pasangan gay ini.
there you go.
your feel-good success story![]()
karena ga semua anak asuh itu anak yatim piatu. anak asuh juga termasuk anak2 yang orang-tuanya untuk sementara ga bisa ngasuh mereka (seperti dipenjara, koma di rumah sakit, dan sebagainya) dan mereka ga punya keluarga lain selain ortu mereka. bahkan ada beberapa remaja yang di give-up sama ortu mereka karena mereka ga tahan sama tingkah anaknya sendiri. anak2 yang diabuse sama ortunya kebanyakan memberontak dan banyak bikin masalah bahkan dibawah orang tua asuh mereka. dan banyak juga ortu asuh yang mengambil lebih dari satu anak asuh sekaligus, dan mungkin mereka punya anak kandung sendiri. jadi mungkin salah satu alesan mereka sering si ping-pong karena alesan ini.
bener, anak asuh ga harus yang yatim piatu aja. kan ada juga yang justru dicabut dari ortu asli kalo orang social service ato family court memutuskan ortu asli tidak dalam keadaan kondusif untuk membesarkan anak sendiri, ato berbagai faktor2 laen lagi seperti yang kamu sebutkan. maka ujung2nya yang jadi korban ya tetep anak. dipisahin dari ortu, dilempar ke foster home.
im sure ngga semua foster home jelek, dan pasti ada juga yang terbuka menerima banyak anak asuhan. tetanggaku ada yang jadi foster parent, udah ada anak kendung bbrp sih, dan satu anak asuh tinggal sama mereka, sudah 4-5 taon kayanya. ato sapa tuh, sala satu kandidat presiden amrik kemaren (lupa namanya), yang katanya sampe ada 6 ato 7 foster kids. tapi kan tidak semua rumah seterbuka itu ya. social servis pun harus cocok2in antara anak dengan foster family, seperti matchmaker. kupikir logistiknya ribet tuh kalo dibegituin. saya kebetulan kenel suatu organisasi yang bergerak di bidang ini, (klien di kantor saya dulu), sala satu kerjaan mereka ya plecement anak2 asuh ke foster homes.
Last edited by ndugu; 03-03-2013 at 12:00 PM.
@Serend, kl gw bisa milih foster parents,
gw milih Brad Pitt. but yeah....idea was ABORTED.
gagal maning kop
Any views or opinions presented above are solely those of the author. Thus the author may disclaim accuracy on warranties and liabilities they may cause including loss of intellectual properties, economical benefit, and coordinated mental responses.
http://www.cnn.com/2013/03/04/health...html?hpt=hp_c1
baru2 ini ada kasus yang cukup menarik kupikirbukan hanya dari segi medis ato boleh ngganya aborsi dari segi prinsipil, tapi juga kompleksitas dari sisi legal dalam masalah surrogate, aborsi, adopsi, kegenetikan ortu. bener2 good legal case to study tuh.
so critanya sepasang suami istri (yang sudah ada 3 ato 4 anak kandung), menginginkan satu anak lagi, dan melakukan in vitro dan meminta surrogate mother untuk bantu kandungin. surrogate ditemukan, semua setuju, maka pregnancy pun dilakukan.
sampe bulan kesekian, akhirnya ditemukan bayinya bermasalah saat ultrasound
Spoiler for cuplikan:
lip cleft menurutku cukup minor ya, tapi kayanya ini bisa diperbaiki semua. cleft palate memang lebih parah, ini mungkin juga bisa diperbaiki.
yang menurutku lebih serius itu cyst di otak, masalah jantung abnormal yang kompleks. bahkan bbrp hari sebelumnya malah tidak ditemukan perut dan spleen (limpa?). dokter mengatakan kemungkinan 25% untuk si anak hidup normal.
ortu kandung ingin mengabort, surrogate ngga. panjang urusan legalnya, saling ngancem, saling tawar, saling tuntut. singkatnya, surrogate mother ini kabur ke negri bagian yang lebih mendukung kasusnya, dan melahirkan di situ, dan ketemu keluarga laen yang mau adopsi.
Spoiler for cuplikan:
setelah lahir, ditemukan bayi ini mempunyai masalah medis jauh lebih kompleks dari yang diasumsikan saat ultrasound. masalah otak, jantung abnormal kompleks, posisi2 organ internal yang pada ga beres, spleen, clefts, dll. dia udah menjalani operasi jantung. taon depan masih perlu melakukan bbrp operasi jantung. trus juga operasi memperbaiki cleft lip and palate. trus nanti2nya saat lebih gedean dikit, perlu operasi ini itu lagi. semua ini prosedur berbahaya. masalah abnormalitas otak juga dikatakan berkemungkinan membuatnya mati prematur. 50% dia ga bisa jalan, ngomong, dan menggunakan tangan dengan normal.
apa yang akan kalian lakukan kalo berada di posisi ibu saat mengandungi anak ini?![]()
Last edited by ndugu; 09-03-2013 at 05:11 AM.
Umur kandungan menjadi pertimbangan gak sihj?
Katanya kan bulan 5 baru ditiupkan nyawa ke janin...
Jika kandungannya baru berumur beberapa hari, dibawah satu minggu usia kehamilan lah, jika digugurin, misal dengan obat, ytermasuk abortus gak sih?
Percayai apa yang ingin kau percayai
Dan hiduplah seperti apa yang kau inginkan….