Mempertanyakan Asal Usul Ayam![]()
Mempertanyakan Asal Usul Ayam![]()
أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)
klo dengan filsafat tsb, bisa ketemu gak asal usul ayam dari mana![]()
أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)
maka sebelum itu kita tahu dulu apa itu "asal-usul"...
Barangsawijine purwo marang kawitan, Bandar sejatining wujud. Yuk lakone.. BUTHO CAKIL sido NGEMUTTT PEN.....THUNG!!
Kalau asal, ndak boleh usul,
kalau usul ndan boleh asal
Bisa jadi tidak menemukan asal-usul ayam pada akhirnya. Tapi saya sendiri akan mengdorong pertanyaan seperti itu karena dalam peroses mempertanyakan hal tesebut banyak hal lain yang mungkin didapat sebagai outputnya -- misalnya mungkin nemu bakteri yang membunuh ayam, dll. Itulah ini berfilsafat menurut saya.
Kupikir filsafat itu lebih kepada prosesnya.
mempertanyakan, memikirkan, menyusun ide dll, itu uda berfilsafat. Tidak harus berakhir dengan jawaban.
Berarti asal-usul ayam, dimana yang sering jadi guyon adalah pertanyaan : Mana duluan yang ada ? Ayam apa telur ? <<< apakah bisa dijawab dengan filsafat ?
Lalu dimana kita mendudukan filsafat, dimana dikatakan ada proses :
Dan bagaimana menjabarkan filsafat sebagai "seni mempertanyakan" tsb ?mempertanyakan, memikirkan, menyusun ide dll
![]()
أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)
أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)
Artinya, untuk kasus pertanyaan : Mana yang duluan ada, ayam apa telur ? <<<< filsafat tidak dapat menjawabnya.
Terus terang, saya masih meraba-raba soal filsafat ini (karena tidak pernah mendalami bidang ini), selain informasi dari beberapa situs semisal : http://id.wikipedia.org/wiki/Filsafat
Dari yang saya garis bawahi ini, apakah bisa filsafat menjawab pertanyaan saya di atas ? Atau apakah ternyata jawabannya sulit dan sampai sekarang belum ditemukan (belum terjawab)Filsafat adalah studi tentang seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis dan dijabarkan dalam konsep mendasar.[1] Filsafat tidak didalami dengan melakukan eksperimen-eksperimen dan percobaan-percobaan, tetapi dengan mengutarakan masalah secara persis, mencari solusi untuk itu, memberikan argumentasi dan alasan yang tepat untuk solusi tertentu.![]()
أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)
Saya juga nggak terlalu mendalami apa itu filsafat. Tapi sepengetahuan saya Filsafat memang tidak punya (atau belum punya) jawaban untuk semua persoalan. Tapi setidaknya dengan filsafat orang mulai terpacu mencari jawaban. Kalo tidak salah angka nol itu dulu dari hasil ber-filsafat -- tapi ini kalo tidak salah ya, soale agak lupa-lupa inget juga.
mungkin yng dimaksud bro Asum tuh ttg mana yng duluan antara telur dan ayam
circular interference? (muter gak ada ujung pangkal), itukah maksudnya?![]()
mbregegeg ugeg-ugeg hemel-hemel sak dulito
Kurang lebih seperti itu, karena dikatakan bahwa filsafat itu seni berfikir <<< maka saya ingin mengetahuinya, dan sesuai mbah wiki katakan di atas
Nampanya, memang filsafat tidak menyentuh hal-hal teknis yang terkait dengan eksperimen, angka2 matematis dan semisalnya, namun sekedar "mengutarakan masalah secara persis, mencari solusi untuk itu, memberikan argumentasi dan alasan yang tepat untuk solusi tertentu."Filsafat tidak didalami dengan melakukan eksperimen-eksperimen dan percobaan-percobaan, tetapi dengan mengutarakan masalah secara persis, mencari solusi untuk itu, memberikan argumentasi dan alasan yang tepat untuk solusi tertentu.
Lah solusi yang bagaimana yang harus ditempuh jika TIDAK dengan melakukan eksperimen-eksperimen dan percobaan-percobaan, atau kalkulasi hitungan, dll ? <<< nampaknya tidak semua bidang disentuh dengan filsafat, atau memang beanr filsafat HANYA SEKEDAR "seni mempertanyakan" semata ?![]()
أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)
Saya juga tidak tahu persis apakah setiap bertanya dapat diartikan sudah berfilsafat. Kalo dari arti yang dari wikipedia itu sepertinya berfilsafat itu mengajukan suatu masalah -- dan bukan sembarang mengajukan masalah melainkan mengajukan secara persis dst.
Nah, saya kurang mengerti apa maksud dari secara persis ini. Dan oleh sebab itu saya juga belum bisa menjawab apa pertanyaan: "Ayam duluan atau telur?" itu adalah termasuk mengajukan masalah secara persis.
tidak sesimpel itu dong penjabarannya
faktanya, filsafat jg bersandar pada aturan logika.
Ilmu alam, matematika dsbnya kadang jg dijadikan
perangkat untuk mendemonstrasikan argumen2 falsafi![]()
mbregegeg ugeg-ugeg hemel-hemel sak dulito
dalam berfilsafat jangan harap bisa menemukan jawaban mutlak. Karena tidak ada prinsip tunggal. Bro Asum, maaf, saya merasa anda agak terlalu otoriter dan diktator terhadap filsafat. Anda seakan memaksakan semua pertanyaan terjawab dengan berfilsafat. Saya rasa itu perlu sedikit dikendorkan. Berawal dari tak tahu. Lalu bertanya. Ada jawaban a, b, c dst. Lalu sintesis disimpulkan tesis 1. Tapi ada anti tesis 1. Jadi tesis vs antitesis. Sintesis lagi.. Seperti itu lah filsafat. Yang aku tahu dan rasakan.
@Agitho,
Bukan saya otoriter (walau kata ini tidak tepat ditujukan ke saya), tetapi kita sendiri sering mengunggul-unggulkan filsafat seolah ia merupakan bapak dari segala ilmu.
Dari definisi mbah wiki yang saya kutip
nyatanya filsafat tidak bermain di wilayah yang berbau empirik (rumus-rumus/kalkulasi dari percobaan).Filsafat tidak didalami dengan melakukan eksperimen-eksperimen dan percobaan-percobaan,
Maka yang tersisa adalah :
Dimana, mencari solusi untuk itu <<<<< nampaknya tidak dilakukan dengan "melakukan eksperimen-eksperimen dan percobaan-percobaan" atau hal-hal yang berbau empirik.Filsafat didalami dengan mengutarakan masalah secara persis, mencari solusi untuk itu, memberikan argumentasi dan alasan yang tepat untuk solusi tertentu.
Lalu masalah seperti apa yang dimaksud dalam term filsafat tsb ?
Oleh karena itu di awal saya tanya : Apakah bertanya "Mana yang duluan ada, ayam apa telur ? " termasuk filsafat ?
Dan bagaimana filsafat "mencari solusi untuk itu, memberikan argumentasi dan alasan yang tepat untuk solusi tertentu."![]()
أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)
أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)
أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)