Page 1 of 5 123 ... LastLast
Results 1 to 20 of 87

Thread: Termasuk Filsafat kah ?

  1. #1
    pelanggan tetap Asum's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    1,217

    Termasuk Filsafat kah ?

    Mempertanyakan Asal Usul Ayam
    أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ
    ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)

  2. #2
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    menurutku termasuk

  3. #3
    pelanggan tetap Asum's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    1,217
    klo dengan filsafat tsb, bisa ketemu gak asal usul ayam dari mana
    أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ
    ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)

  4. #4
    pelanggan setia Agitho_Ryuki's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    mBantul, Ngayogyokarto, Hadiningrat
    Posts
    2,517
    maka sebelum itu kita tahu dulu apa itu "asal-usul"...
    Barangsawijine purwo marang kawitan, Bandar sejatining wujud. Yuk lakone.. BUTHO CAKIL sido NGEMUTTT PEN.....THUNG!!

  5. #5
    pelanggan tetap PERMANDYAN's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    denpasar - bali
    Posts
    1,790
    Kalau asal, ndak boleh usul,
    kalau usul ndan boleh asal

  6. #6
    Bisa jadi tidak menemukan asal-usul ayam pada akhirnya. Tapi saya sendiri akan mengdorong pertanyaan seperti itu karena dalam peroses mempertanyakan hal tesebut banyak hal lain yang mungkin didapat sebagai outputnya -- misalnya mungkin nemu bakteri yang membunuh ayam, dll. Itulah ini berfilsafat menurut saya.

  7. #7
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    Kupikir filsafat itu lebih kepada prosesnya.

    mempertanyakan, memikirkan, menyusun ide dll, itu uda berfilsafat. Tidak harus berakhir dengan jawaban.

  8. #8
    pelanggan tetap Asum's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    1,217
    Berarti asal-usul ayam, dimana yang sering jadi guyon adalah pertanyaan : Mana duluan yang ada ? Ayam apa telur ? <<< apakah bisa dijawab dengan filsafat ?

    Lalu dimana kita mendudukan filsafat, dimana dikatakan ada proses :
    mempertanyakan, memikirkan, menyusun ide dll
    Dan bagaimana menjabarkan filsafat sebagai "seni mempertanyakan" tsb ?


    أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ
    ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)

  9. #9
    pelanggan tetap Asum's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    1,217
    Quote Originally Posted by danalingga View Post
    Bisa jadi tidak menemukan asal-usul ayam pada akhirnya. Tapi saya sendiri akan mengdorong pertanyaan seperti itu karena dalam peroses mempertanyakan hal tesebut banyak hal lain yang mungkin didapat sebagai outputnya -- misalnya mungkin nemu bakteri yang membunuh ayam, dll. Itulah ini berfilsafat menurut saya.
    Apakah ini masuk dalam kategori filsafat sebagai "seni mempertanyakan" ?

    Coba dijawab : Mana yang duluan ada, ayam apa telur ?

    Kira2 dari "seni mempertanyakan" itu akan nemu bakteri yang membunuh ayam atau tidak ?
    أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ
    ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)

  10. #10
    Quote Originally Posted by Asum View Post
    Apakah ini masuk dalam kategori filsafat sebagai "seni mempertanyakan" ?

    Coba dijawab : Mana yang duluan ada, ayam apa telur ?

    Kira2 dari "seni mempertanyakan" itu akan nemu bakteri yang membunuh ayam atau tidak ?
    Mungkin bisa menemukan bahwa ternyata pertanyaan seperti itu sia-sia lalu pindah ke pertanyaan lain yang lebih berguna -- semisalnya apa sih yang menyebabkan ayam-ayam pada mati hingga tidak bisa bertelur.

  11. #11
    pelanggan tetap Asum's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    1,217
    Artinya, untuk kasus pertanyaan : Mana yang duluan ada, ayam apa telur ? <<<< filsafat tidak dapat menjawabnya.

    Terus terang, saya masih meraba-raba soal filsafat ini (karena tidak pernah mendalami bidang ini), selain informasi dari beberapa situs semisal : http://id.wikipedia.org/wiki/Filsafat
    Filsafat adalah studi tentang seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis dan dijabarkan dalam konsep mendasar.[1] Filsafat tidak didalami dengan melakukan eksperimen-eksperimen dan percobaan-percobaan, tetapi dengan mengutarakan masalah secara persis, mencari solusi untuk itu, memberikan argumentasi dan alasan yang tepat untuk solusi tertentu.
    Dari yang saya garis bawahi ini, apakah bisa filsafat menjawab pertanyaan saya di atas ? Atau apakah ternyata jawabannya sulit dan sampai sekarang belum ditemukan (belum terjawab)
    أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ
    ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)

  12. #12
    Saya juga nggak terlalu mendalami apa itu filsafat. Tapi sepengetahuan saya Filsafat memang tidak punya (atau belum punya) jawaban untuk semua persoalan. Tapi setidaknya dengan filsafat orang mulai terpacu mencari jawaban. Kalo tidak salah angka nol itu dulu dari hasil ber-filsafat -- tapi ini kalo tidak salah ya, soale agak lupa-lupa inget juga.

  13. #13
    mungkin yng dimaksud bro Asum tuh ttg mana yng duluan antara telur dan ayam

    circular interference? (muter gak ada ujung pangkal), itukah maksudnya?
    mbregegeg ugeg-ugeg hemel-hemel sak dulito

  14. #14
    pelanggan tetap Asum's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    1,217
    Quote Originally Posted by pasingsingan View Post
    mungkin yng dimaksud bro Asum tuh ttg mana yng duluan antara telur dan ayam

    circular interference? (muter gak ada ujung pangkal), itukah maksudnya?
    Kurang lebih seperti itu, karena dikatakan bahwa filsafat itu seni berfikir <<< maka saya ingin mengetahuinya, dan sesuai mbah wiki katakan di atas
    Filsafat tidak didalami dengan melakukan eksperimen-eksperimen dan percobaan-percobaan, tetapi dengan mengutarakan masalah secara persis, mencari solusi untuk itu, memberikan argumentasi dan alasan yang tepat untuk solusi tertentu.
    Nampanya, memang filsafat tidak menyentuh hal-hal teknis yang terkait dengan eksperimen, angka2 matematis dan semisalnya, namun sekedar "mengutarakan masalah secara persis, mencari solusi untuk itu, memberikan argumentasi dan alasan yang tepat untuk solusi tertentu."


    Lah solusi yang bagaimana yang harus ditempuh jika TIDAK dengan melakukan eksperimen-eksperimen dan percobaan-percobaan, atau kalkulasi hitungan, dll ? <<< nampaknya tidak semua bidang disentuh dengan filsafat, atau memang beanr filsafat HANYA SEKEDAR "seni mempertanyakan" semata ?
    أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ
    ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)

  15. #15
    Saya juga tidak tahu persis apakah setiap bertanya dapat diartikan sudah berfilsafat. Kalo dari arti yang dari wikipedia itu sepertinya berfilsafat itu mengajukan suatu masalah -- dan bukan sembarang mengajukan masalah melainkan mengajukan secara persis dst.

    Nah, saya kurang mengerti apa maksud dari secara persis ini. Dan oleh sebab itu saya juga belum bisa menjawab apa pertanyaan: "Ayam duluan atau telur?" itu adalah termasuk mengajukan masalah secara persis.

  16. #16
    tidak sesimpel itu dong penjabarannya
    faktanya, filsafat jg bersandar pada aturan logika.
    Ilmu alam, matematika dsbnya kadang jg dijadikan
    perangkat untuk mendemonstrasikan argumen2 falsafi
    mbregegeg ugeg-ugeg hemel-hemel sak dulito

  17. #17
    pelanggan setia Agitho_Ryuki's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    mBantul, Ngayogyokarto, Hadiningrat
    Posts
    2,517
    dalam berfilsafat jangan harap bisa menemukan jawaban mutlak. Karena tidak ada prinsip tunggal. Bro Asum, maaf, saya merasa anda agak terlalu otoriter dan diktator terhadap filsafat. Anda seakan memaksakan semua pertanyaan terjawab dengan berfilsafat. Saya rasa itu perlu sedikit dikendorkan. Berawal dari tak tahu. Lalu bertanya. Ada jawaban a, b, c dst. Lalu sintesis disimpulkan tesis 1. Tapi ada anti tesis 1. Jadi tesis vs antitesis. Sintesis lagi.. Seperti itu lah filsafat. Yang aku tahu dan rasakan.

  18. #18
    pelanggan tetap Asum's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    1,217
    @Agitho,

    Bukan saya otoriter (walau kata ini tidak tepat ditujukan ke saya), tetapi kita sendiri sering mengunggul-unggulkan filsafat seolah ia merupakan bapak dari segala ilmu.

    Dari definisi mbah wiki yang saya kutip
    Filsafat tidak didalami dengan melakukan eksperimen-eksperimen dan percobaan-percobaan,
    nyatanya filsafat tidak bermain di wilayah yang berbau empirik (rumus-rumus/kalkulasi dari percobaan).

    Maka yang tersisa adalah :

    Filsafat didalami dengan mengutarakan masalah secara persis, mencari solusi untuk itu, memberikan argumentasi dan alasan yang tepat untuk solusi tertentu.
    Dimana, mencari solusi untuk itu <<<<< nampaknya tidak dilakukan dengan "melakukan eksperimen-eksperimen dan percobaan-percobaan" atau hal-hal yang berbau empirik.

    Lalu masalah seperti apa yang dimaksud dalam term filsafat tsb ?


    Oleh karena itu di awal saya tanya : Apakah bertanya "Mana yang duluan ada, ayam apa telur ? " termasuk filsafat ?


    Dan bagaimana filsafat "mencari solusi untuk itu, memberikan argumentasi dan alasan yang tepat untuk solusi tertentu."
    أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ
    ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)

  19. #19
    pelanggan tetap Asum's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    1,217
    Quote Originally Posted by Agitho_Ryuki View Post
    dalam berfilsafat jangan harap bisa menemukan jawaban mutlak.
    ic, jadi filsafat bukan ilmu pasti, katanya menjiwai semua ilmu

    Lalu bagaimana dikatakan bahwa filsafat adalah seni berfikir jika tidak ada jawaban mutlaq yang dapat dijadikan pegangan ?
    أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ
    ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)

  20. #20
    pelanggan tetap Asum's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    1,217
    Quote Originally Posted by pasingsingan View Post
    tidak sesimpel itu dong penjabarannya
    faktanya, filsafat jg bersandar pada aturan logika.
    Ilmu alam, matematika dsbnya kadang jg dijadikan
    perangkat untuk mendemonstrasikan argumen2 falsafi
    Fakta atau hanya sekedar yang diklaim sebagai fakta ?

    jadi mbah wiki salah besar ketika memberikan definisi filsafat ya boss
    أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ
    ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)

Page 1 of 5 123 ... LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •