Solihin seorang pemuda Betawi yang punya kelebihan sedang jalan-jalan keliling kampung menunggu bedug magrib.
Kemudian dia mendekati mas Karyo yang sedang menyiapkan gerobak baksonya.
Solihin: "Mas Karyo, kalo kita sedang berdua begini, ada berapa biji yang kita punya?"
Karyo: "Ah sampeyan kayak anak es ed saja.. ya ada 4 tho mas..."
Solihin: "Salah!!"
Karyo: "Lho emangnya ada berapa?"
Solihin: "Ada 5, mas!!"
Karyo: "Uedhan tenan!! Sampeyan punya 3 tho..."
Solihin pun berlalu sambil senyum-senyum meninggalkan mas Karyo yang masih terbengong-bengong.
Kemudian dia mendekati bang Poltak yang sedang menghitung uang setoran Metromini-nya.
Solihin: "Bang Poltak, kalo kita berdua begini, ada berapa biji di dalam celana kita?"
Poltak: "Bah.. macam mana kau Zolihin... Ya ada 4 lah..."
Solihin: "Salah!! Ada 5, bang..."
Poltak: "Alamak!! Hebat kali kau Zolihin!! Zadi bizi kau ada 3..."
Solihin pun terkekeh-kekeh meninggalkan Poltak yang masih terheran-heran.
Akhirnya dia mendekati wan Ali yang sedang membereskan kios minyak wanginya dan mulai menyombongkan kelebihannya.
Solihin: "Wan Ali tau gak, kalo kita berdua begini, biji kita ada 5..."
Mendengar hal tersebut, bukan main kagetnya wan Ali.
Ali: "Astaghfirullah!! Ente kagak punya biji..?"
Solihin: ""
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)

"
Reply With Quote






