knapa yg PTN nya nggak di bahas ama Marzuki Alie malah bangga?artinya mengakui klo omongan Marzuki Alie adalah tolak ukur benar atau nggaknya suatu statistik?
okay, back to topic
simpel aja krn dua universitas besar tersebut puluhan atau mungkin ratusan ribu lulusannya memang terserap di pemerintahan
sebenarnya ada juga omongan Marzuki Alie yg bener. cmn bahasanya emang rawan dipelintir.
love came down and rescue me, i am yours, i am forever yours
^
udah kadung gedek ama dia, apapun yg keluar akan selalu berbau busuk
mending dia puasa bicara selama 10 tahun
CURE SUNSHINE WA KAKKOSUGIRU.
di instansi pemerintahan pusat, beberapa tempat terasa sangat kental
itu yang namanya almamater diluar dua universitas yang disebutkan,
cuma memang omongan juki itu sering ga terstruktur dan mudah diputar
balikkan oleh wartawan, macam kutipan detik dan tempo yang berbeda
dan si juki demen kasih statement yg kontroversial![]()
yoi, saya rasa ini cuman faktor bpk.Marzuki nya saja yang kurang bisa menata omongan
klo IMHO nggak ada hubunganya antara PT dan lulusannya, PT cuman menyediakan fasilitas dan guidance, setelah lulus ? nah itu terserah anak nya
masuk ke PT kan udah pada gede, bukan anak kecil lagi
gw jadi pengen tahu nih.. emangnya di PT lain kaga gitu?
soalnya di jurusan gw ada mata kuliah Agama I, Agama II, Etika Teknik (karena gw jurusan teknik)
Korupsi Bukan Soal Kampus, Tapi Godaan Lingkungan Kerja
Jakarta Pernyataan Ketua DPR Marzuki Alie soal kaitan korupsi dan almunus universitas tertentu dianggap tak relevan. Kampus bukan penyebab seseorang untuk korup, tapi lingkungan setelahnya yang masih rawan godaan.
"Yang jelas semua perguruan tinggi mengajarkan ilum baik, baik itu teknik, kedokteran. Tinggal orang menggunakan ilmu itu untuk apa," kata Irjen Kemendikbud, Haryono Umar, saat berbincang dengan detikcom, Senin (7/5/2012).
Menurut mantan wakil ketua KPK ini, pendidikan di universitas pada dasarnya baik. Tak ada ilmu di kampus tertentu yang mengajarkan kejahatan korupsi.
Justru di lingkungan kerja, kata Haryono, potensi godaan korupsi itu muncul. Sistem yang korup kadang dan himpitan ekonomi, kadang membuat orang terlena dengan uang haram.
"Mereka relatif orang baik, tapi mereka tidak dibekali dengan kesiapan untuk menolak kalau diming-imingi atau menolak umpamanya perintah dari bos. Karena dia pintar dia akan lebih lihai dari seniornya," papar pria asal Palembang ini.
Karena itu, Haryono menilai perlu ada pendidikan antikorupsi di universitas guna memberi pembekalan pada mahasiswanya ketika di lingkungan kerja nanti. Bila itu terlaksana, maka ucapan Marzuki dijamin tak terbukti.
"Jadi begitu dia turun ke lapangan, dia siap untuk mengatakan tidak terhadap hal-hal seperti itu," terangnya.
saus
Ck, pendidikan antikorupsi itu perlunya dari esde euy esde!
Itu lulusan sma jg klo masup lingkungan korup ya sami mawon
@etca di kuliahku s1 kmrn ga ada ca, seingatku cmn kuliah pancasila sama kewarganegaraan.
kayaknya pendidikan sd-sma malah yang rawan membentuk jiwa korupsi
coba aja lihat UN, guru2nya malah ngusahain anak muridnya berbuat curang, kayak gitu yang ditanamkan ke anak2?
...bersama kesusahan ada kemudahan...
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n
My Little Journey to India
kantin kejujuran aja bangkrutPPKN mestinya diajarin anti korupsi. masuk sekolah bs nyogok juga
![]()
itu dia, pendidikan usia dini plus sd-smp-sma udah kacau balau.
dan paling mirisnya, rata.....................
...bersama kesusahan ada kemudahan...
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n
My Little Journey to India
masuk UII aja![]()
R*y Sury* Ditunjuk Presiden SBY Jadi Menpora
atao emang beritanya yg sengaja di buat seperti itu???
beberapa waktu yg lalu seorang teman di wawancara oleh wartawan media lokal yg cukup berpengaruh di tingkat lokal
keesokan harinya aq tanya, "apakah beritanya sesuai dengan yang dibicarakan?"
dijawabnya sesuai, tp hanya yg bagian negatif2nya aja yg sesuai, sedangkan sisi positif dan solusinya tidak diuraikan sama sekali
padahal waktu wawancara di tanya kelemahan, kelebihan dan solusi dari sebuah kebijakan
berarti skrg tergantung wartawan maunya nulis atau memberitakan apa
dan kita tinggal memilah dan memilih...
BTT
ga ada hubungannya ama almamater yg gini2
seperti katanya bang napi "kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat, tapi bisa terjadi karna ada kesempatan"
tapi emang mental yg diurus. biar gaji dinaikin mulu kalo mentalnya ga beres, akan byk alasan buat korup
juki dituntut mahasiswa ui, ugw sm kagama, dan dikomentari oleh anis baswedan sbg, "komentar tidak cerdas"