tapi butuh kenikmatan, kenyamanan, kebahagiaan .... dlsb kan?
beruntunglah jika udah menemukan kenikmatan/kebahagiaan dlm hidup yng sedang dijalaninya
klo merasa blom mendapatkan?, tentu maseh dlm proses alias mengejar apa yng menjadi angan2nya kan?
itulah perlunya berkhayal, agar ada cita2 atau tujuan atau sesuatu yng memotivasi tuk menggapainya![]()
Last edited by pasingsingan; 19-04-2011 at 06:55 PM.
mbregegeg ugeg-ugeg hemel-hemel sak dulito
Mungkin.
Karena konsep ke-agama-an sendiri itu absurd.
Menyasar ke etimologi-nya, religion sering dikatakan berasal dari bahasa latin religare (re: back, and ligare: to bind), yang diartikan "being bound." atau "menjadi terikat".a : the state of a religious <a nun in her 20th year of religion> b
(1) : the service and worship of God or the supernatural
(2) : commitment or devotion to religious faith or observance
2: a personal set or institutionalized system of religious attitudes, beliefs, and practices
3archaic : scrupulous conformity : conscientiousness
4: a cause, principle, or system of beliefs held to with ardor and faith
Namun arti dari sebuah Agama sendiri masih belum jelas, karena telah menyasar jauh dari arti harfiahnya, yaitu "menjadi terikat" yang tidak secara gamblang didefinisikan, terikat dengan apa atau siapa.
Apakah "being bound" dengan another entity, higher being, divine thing atau dengan apa saja.
Scientology, Thee Temple ov Psychick Youth, Nation of Yahweh, Nuwaubianism, Aetherius Society, Rastafari movement, dll. Adalah contoh dari beberapa agama minor, yang oleh sebagian orang lain dianggap aneh, menggelikan ataupun sebuah kesalahan.
Jadi, Agama itu bisa saja salah.
saya hanya dedaunan di perkebunan
Selama yang ngajar 'manusia', sesuatu yang terdiri dari badaniah yang lemah, ditunggangi nafsu sudah pasti MUNGKIN banget salah. Beberapa agama sudah jelas2 menyimpang dari jalur. seperti sebuah pemahaman di alkitab yang jika dibaca berulang2 oleh sekian orang bisa menimbulkan pemahaman yang berbeda2. Dan mereka tinggal mengait2kan saja untuk kepentingan mereka.
Gimanapun ajaran yang mengajarkan cara hidup & tingkah laku yang benar jauh lebih baik, ketimbang ajaran untuk mempercayai sesuatu dan mengikuti semua kehendaknya. Kita gak tau kehendak siapa itu yang sebenarnya....
Aku, hanyalah budak kata-kata.
Setuju.
Entah mengapa gw merasa agama malah membuat manusia terkotak-kotakan.
Gw kristen, lu yang gak percaya Yesus bakal masuk neraka.
Gw muslim, lu yang gak percaya sama Allah bakal disiksa di neraka.
Gw bla bla bla, lu yang gak percaya sama xxx bakal disiksa.
Intinya gak percaya agamanya = disiksa.
Agama harusnya menebar rasa cinta dan perdamaian, bukan menebar horor (kalau gak percaya = disiksa selamanya) dan permusuhan (bukan pengikut xxx = sesat)
gw masih di tokyo tuh.. inget banget !!!Originally Posted by E = mc²
Aum Shinrikyo.. parah ini orang, hampir kyk NII ...
di dalem kereta dia taruh racun "sharin" banyak orang yg pingsan...
untung gw gak naik kereta yg ini.. gw naik setelah kereta yg ini...
alhamdulillah.. Allah SWT masih lindungi gw..
info by.. You Tube
ya agama memang berisi ajaran cinta dan perdamaian.. tapi juga agama berisi ancaman bagi mereka yang melanggar... jadi agama berisi ancaman akan dosa dan penghargaan akan pahala.. ya jadi tinggal pilih aja mau dosa ato mau pahala.... pan manusia di berikan kemampuan untuk memilihAgama harusnya menebar rasa cinta dan perdamaian, bukan menebar horor (kalau gak percaya = disiksa selamanya) dan permusuhan (bukan pengikut xxx = sesat)
yang pasti agama yang gw anut tu bener. gak tau dah ama agama yang lain
yang saling menghujat kan pemeluknya yang radikal dan tidak menerapkan kedamaian yang justru ditekankan pada masing2 kitab suci di agama itu. Yang salah bukan Tuhan lah, tapi manusia yang suka membawa emosi dan nafsu.
Buat yang atheis, gak mengakui Tuhan dan hidup di dunia, abis mati lu ngapain? Ketemu Tuhan pas lu mati mau bilang apa?....
"wah Engkau ada Ya Tuhan, salah dong gue...balikin gue ke dunia dunk, nti gue percaya Engkau ada deh."
---------- Post added at 08:17 AM ---------- Previous post was at 08:16 AM ----------
yang saling menghujat kan pemeluknya yang radikal dan tidak menerapkan kedamaian yang justru ditekankan pada masing2 kitab suci di agama itu. Yang salah bukan Tuhan lah, tapi manusia yang suka membawa emosi dan nafsu.
Buat yang atheis, gak mengakui Tuhan dan hidup di dunia, abis mati lu ngapain? Ketemu Tuhan pas lu mati mau bilang apa?....
"wah Engkau ada Ya Tuhan, salah dong gue...balikin gue ke dunia dunk, nti gue percaya Engkau ada deh."![]()
Ya bu.. namanya ud ga percaya ya ga percaya lah. Mana lah kepikir bakal ketemu tuhan.. Apalagi mau bilang apa..
agama muncul sebagai obat ketika umat manusia sakit
nah, namanya obat kudu ada dosisnya
kalo dosisnya kebanyakan, jadinya keracunan agama (terdoktrin)
sama halnya dengan yg sakit dan blm tersentuh obat
makanya kalo dua jenis kelompok ini bertemu, sama rame dan ngototnya
@sedge:
trus yng diperdebatkan (baca diperebutkan)
hal yng gak jelas keberadaannya pulak![]()
mbregegeg ugeg-ugeg hemel-hemel sak dulito
iya bunda na mereka yang tidak percaya akan Tuhan mana bisa ketemu ama Tuhan ntar di akhirat.. mereka cuman akan ketemu dengan azabnya doank.....
@jime:
klo dah gak percaya tuhan n sebangsanya
konsekwensinya tentu ya gak adalah urgensinya tuk ketemuan ama tuhan
apa lagi pandangan sorga neraka versi sadis yng sering difatwakan oleh
agamawan level tanggung![]()
mbregegeg ugeg-ugeg hemel-hemel sak dulito
duuuh...![]()
![]()
ketemu tuhan koq nunggu diakhirat
iya kalo ketemu, kalo gak ketemu mau ngapain ente di akhirat
ketemu tuhan ya di dunia, kalo didunia aja blm ketemu tuhan diakhirat gimana mau ketemu ??
---------- Post added at 11:39 AM ---------- Previous post was at 11:36 AM ----------
salim sungkem dulu ah sama mbah sepuh
![]()
@Sedge:
Kalo nggak ketemu di-akhirat, anggap jalan-jalan saja.![]()