Hahaha...
ketertarikan saya pada ROTK cuma sebatas saya pernah belajar menggunakan Guan Dao, jadi sedikit banyak coba menghayati karakter yang diwakilinya. Dalam hal ini tidak penting apakah karakter itu betul-betul nyata atau tidak, asli atau fiksi, tapi bagaimana karakter itu bisa kita jadikan sebagai lambaran dalam berlatih.
Berangkat dari situ, kalau ditanya mana yang benar antara versi-versi Zhang Fei atau Lubu, pastinya nggak ada yang tau. Kita cuma bisa membandingkan literatur yang ada. Percaya nggak bahwa salah satu literatur menyebutkan bahwa Lie Bei adalah seorang berangasan, bermuka monyet, dan bertangan panjang sampai ke lutut? Yang penting adalah apa arti karakter tersebut bagi imajinasi kita.
Karakter semacam Zhang Fei atau Lubu adalah gambaran dari imajinasi masyarakat kelas bawah tentang tokoh-tokoh besar yang berangkat dari keadaan yang tidak jauh dari diri mereka sendiri, kasar, tidak terdidik, tapi berani dan setia, dan memang tidak mustahil kalau pernah ada jendral-jendral semacam itu. Bila ada pula karakter Zhang Fei dan Lubu yang tampan, cerdas, dan taktis, bisa kita tebak dari mana datangnya penerjemahan itu dan mengapa.
Bisa kita analogikan misalnya di negeri kita sendiri. Jaman saya kecil dulu, ketika negara ini masih diperintah Pak Harto, karakter pahlawan revolusi selalu berupa manusia mulia yang tanpa cacat cela. Film-film perjuangan 45 pastilah dibintangi sosok ganteng semacam Barry Prima yang digambarkan sangat patriotik, berakhlak mulia, dan gagah berani. Tapi setelah manusia Indonesia lebih dewasa, muncullah tokoh semacam Nagabonar yang berawal dari tukang copet tapi bisa jadi jendral revolusi, itupun dengan segala kekurangannya sebagai manusia.
Jadi menjawab pertanyaan tentang versi mana yang benar, tentu kita tidak tahu. Tapi kita tahu dari mana munculnya versi-versi tersebut.
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)




Reply With Quote