Tulisan mereka memang tidak simple, Mbah... Malah mumet...
Kita sebagai individu memiliki banyak peran, misalnya sebagai orang tua, sebagai anak, sebagai atasan, sebagai bawahan, sebagai warga negara, sebagai umat beragama (bertuhan), dsb. Banyaknya peran ini bisa dijadikan parameter utk menentukan simple tidaknya hidup seseorang. Secara logis, makin banyak peran yg dimiliki, maka makin tidak simple hidup orang tersebut. Sesuai dgn logika ini, maka tidak percaya tuhan adalah satu cara utk membuat hidup lebih simple.
Tapi kadang yg kita maksud dengan simple mungkin adalah enjoy. Ada orang yg enjoy dgn banyak peran yg dimilikinya dalam hidupnya. Tapi tidak sedikit juga yg justru enjoy dgn sedikit peran yg dimilikinya. Jika simple life maksudnya adalah suatu kenyamanan dlm menjalankan hidup maka memang menjadi subyektif atau relatif. Bagi si A, hidupnya adalah simple, tapi tidak bagi si B, dan begitu juga sebaliknya.
![]()
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)







Reply With Quote