Quote Originally Posted by Neptunus View Post
Kejauhan ah mikirnya sampe kekinian. Gw lebih ngeliatnya sih lo terlalu care ama diri sendiri, then merambat ke aset2 yg lo gunakan utk memuaskan diri. Simply, you can start from reveal your anonimity in this forum. Lebih enak kalo ngerti lo itu siapa dan gimana lingkungan lo. Mungkin aja lo SBY jadi gw bisa mengubah "lo-gw" jadi "saya-anda".
Then, by not thinking what you use and wear. Contohnya klo pake sepatu, yaudah pake aja yg ada tanpa mikir, "ini matching ama kemeja ga ya?", "sepatu gw keliatan kuno ga ya?, dsb. Nikmati apa yg lo pake tanpa mikir ini itu, coz ga semua orang bisa sekedar icip2 apa yg lo pake. Banyak orang yg lebih ga beruntung dari lo, banyak orang yg beli Playboy London EDT aja mikir berpuluh kali (contohnya gw )

People created to be loved. Things created to be used. Why the world in chaos is because things are being loved and people are being used.
Manteb!

Sepertinya pada suatu masa, Aslan merasa dituntut untuk memikirkan apakah parfumnya EDT atau EDP, sepatunya kuno atau matching dengan kemejanya, entah itu karena pekerjaannya, pergaulan sosialita-nya atau cewek incerannya. Dari yang tadinya cuma 10 menit di kamar mandi, sekarang jadi 30 menit. Tadinya cuma pakai sepatu hitam, sekarang harus warna-warni. Tadinya kalem, sekarang bling-bling.

Mbok cuma mau tanya, Aslan bilang hal-hal itu dulu ndak penting, lalu kenapa sekarang jadi penting?