Sebetulnya pertanyaan Purba bagus untuk instropeksi para Theis.

Apakah kita percaya Tuhan hanya karena mengejar manfaat ?
Kalau Tuhan tidak memberi janji surga dan neraka apakah para Theis ini masih mau percaya atau mencintai Tuhan ?

Saya rasa, percaya Tuhan, taat pada Tuhan, mengasihi Tuhan, mengenal Tuhan dsb itu bukan atas dasar mengejar manfaat.