saya dulu sering juga kepikiran seperti mbok
banyak "grand" ideas, mo ini mo itu kalo balik ke kampung, yang intinya giving back to the community.
niatnya sih bagus. tapi jangan kecewa ntar sama realitanya, dan harus bisa lapang menerima kekecewaan kalo ternyata realita tidak sesuai dengan rencana2 'grand' tadinya. jadi harus bisa fleksibel untuk terus tweak formulanya, dan adaptasi. first of all, mentalitas dan cara berpikir akan sangat berbeda. sometimes it's not about right or wrong, tapi beda aja, antara 'orang kota' dan 'orang kampung'. dan saya sangat setuju dengan yuki, jangan menganggap orang kampung itu polos2 dan bisa diini itu.

kalo mbok serius tertarik dengan ini, kupikir ada bagusnya membaca2 buku mengenai social studies, khususnya tentang berbagai macam organisasi non-profit, model2nya, dan struktur2nya. melakukan hal seperti ini kupikir sedikit sebanyak seperti entrepreneurship, but with a twist. so it's always good belajar dari yang sudah ada, yang terkadang akan memberikan ide


on another note,
bbrp waktu yang lalu saya sempat baca berita dari AP news mengenai peternakan sapi di indonesia, sepertinya masih blom begitu mateng. mungkin bisa ikut membantu

http://bigstory.ap.org/article/indon...ficiency-drive