Terus-terang mbok agak takut membayangkan ke kampung with a white man standing next to me. I don't know what to expect tapi mbok juga ndak mau menua dan membusuk di kota, hanya menunggu malaikat maut, ndak memberi manfaat apa-apa bagi orang lain.

Pernah ingin ke Bukittinggi karena sudah beberapa kali ke sana dan rasanya damai banget. Kalau Chan ingin di mana?
kebetulan tante gw tinggal dikampung, semua tanah
warisan HPT keluarga dikelola oleh beliau bersama su
aminya, nyokap gw tinggal dapat jatah sekian setiap
kali habis panen

sejak menikah 20 tahun silam, Tante gw dengan Sua
minya berkomitmen untuk bertani, berkebun dan beter
nak. Saat ini yang menjadi fokus beliau dan suaminya
adalah beternak sayur-mayur dan palawija. Seiring de
ngan membaiknya transportasi di kampung gw, kini be
liau mensuplai sayuran di beberapa rumah makan dise
kitar Maninjau, Lawang, Sungai Landir, Matur.

dalam bisnis ini, Tante gw ngga mengandalkan dari ke
bon sendiri, tapi juga membeli dari tetangga-tetangga
sekampung, dan mengambil komisi 3-5 hasilnya sih
lumayan....

untuk kondisi Mbo Jamu, gw yakin akan lebih menarik,
apalagi kalau disertai idealisme membangun perekono
mian kampung vs para tengkulak