hmmm...
ini maksudnya, Idealisme itu bisa makin luntur, atau tetep persisten sampai umur tertentu, gitu ya?
well, Seren, I dont mean to burst ur bubbles, but...
gw malah sering lihat banyak polisi muda (<30) yg justru banyak gaya, tingkah dan sok2an banget, jutek/ketus. Makin tua itu justru makin ramah2, humoris, sante bgt tapi berwibawa. Antara 30-40 th, mulai maen aktif politik internal guna mengamankan jabatan dan network. 40-50 th baru menikmati upeti2 dan bunga dari 'investasi'. 50-60, nunggu panggilan Kapolri sebelum kena serangan jantung/stroke.... ha ha ha ha.
Idealisme itu kan aslinya hanya berorientasi pada proses, asal cara dan metode-nya itu bener, demokratis-lah, jujur lah, transparan lah, etc. Hasil/keluarannya kan dipandang tidak penting dan bukan prioritas. It is more or less, "Good Governance".
Padahal, kl menyangkut pelayanan publik, justru output/outcome konkrit yg jadi bahan perang di Dewan/legislatif. Idealisme tidak membantu fokus ke goal yg faktual, sukanya yg dreamy, yg paling gampang diimajinasikan, penuh glitter and glory, pokoknya kudu WAH.
Sementara, ngerjainnya, yho....WADUH susahnya.
gw kira Seren ndak idealis, cuman skeptis, karena belum ngelihat hasil nyata, blood, sweat, tears, and what nots.
Lumrah, gw taruhan 2 tahun, kita akan melihat the-other-Serendipity. Anyone game?
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)



...
Reply With Quote