Page 3 of 4 FirstFirst 1234 LastLast
Results 41 to 60 of 61

Thread: Umur VS Idealisme

  1. #41
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,636
    Saya punya temen nih, seniman tulen yang idealis mengabdi pada jiwa seninya dan menolak komersialisasi. Saat ini dia masih single dan hanya bisa menghidupi diri sendiri secara mepet, sekian banyak calon mertua yang dia sambangi menolak punya menantu yang model dia. Ada yang punya pandangan...???


    Cara saya idealis?
    Windows saya original, Kaspersky saya tiap tahun bayar $48, DVD saya original... termasuk idealis gak ya?
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

  2. #42
    pelanggan setia spears's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    6,733
    Saya idealis.
    Prinsip saya adalah : tdk akan menjadi idealis.

    Idealis utk slalu tdk idealis.

    love came down and rescue me, i am yours, i am forever yours

  3. #43
    pelanggan setia mbok jamu's Avatar
    Join Date
    Oct 2012
    Posts
    3,417
    Quote Originally Posted by Alip View Post
    Saya punya temen nih, seniman tulen yang idealis mengabdi pada jiwa seninya dan menolak komersialisasi. Saat ini dia masih single dan hanya bisa menghidupi diri sendiri secara mepet, sekian banyak calon mertua yang dia sambangi menolak punya menantu yang model dia. Ada yang punya pandangan...???
    Cari cewek yang idealis juga dong, yang ndak perlu persetujuan orangtuanya, yang rebellious, yang sama-sama berani memperjuangkan cinta.

  4. #44
    pelanggan setia
    Join Date
    May 2011
    Posts
    4,958
    Yang disambangin camernya pasti komersil semua makanya ditolak. Temennya disuruh cari yang nggak komersil, opa alip, seperti kata mbok jamu.
    There is no comfort under the grow zone, and there is no grow under the comfort zone.

    Everyone wants happiness, no one wants pain.

    But you can't make a rainbow without a little rain.

  5. #45
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    Quote Originally Posted by jojox View Post
    @chan. Gwe gak bilang good governance menentukan manfaat dri proses. Scope nya jg sngt luas. Tidak hnya IT. Ujian it governance nggak mutlak relevan disini sprti yg kumaksud. Sorry.

    Poin idealisme sesuai definisi 234 secara KBBi yha itu. Dreamy. Citacita tinggi.

    Loe bukan idealist kl cara yg dipake utk mencapai sesuatu itu praktis.

    Dunia kerja sgt tidak mendukung idealism. Asumsinya thread ini kan gtiu. Fenomena asli sehari hari adalah loe perlu jd realis dan sngt pragmatis apalagi di IT kudu potong kompas bnyak sesuai keinginan user yg notabene tidak standar. Upaya standarisasi itu susah. Bikin format database lah. Gak bisa demokratis. Lebih baik 1 otak bnyak tngan. Cpat selesai. Dripada 5 otak 1 tgn yg sama.
    Lama. Bnyak konsep n design n planning. Malah lama action nya.

    Gw kl jdi customer.milih manfaat yg langsung kerasa. Yaitu realis. Output / goal oriented. Securing results. Not washa wishy.
    ini yang lu bilang, dengan mengganti idealisme = good governance
    Idealisme tidak membantu fokus ke goal yg faktual, sukanya yg dreamy, yg paling gampang diimajinasikan, penuh glitter and glory, pokoknya kudu WAH.
    gw ga maksud menjadikan ujian it governanve buat menjelaskan tata kelola secara keseluruhan, tapi minimal gw mau jelaskan bahwa dalam it governance bisa mengelola investasi supaya output terukur.

    dan gw ga pernah bilang mencapai good governance itu bisa pake potong kompas, praktis. ga! yang dibuat itu malah sistemnya, aturan proses dan prosedurnya.
    dan buat itu emang ga gampang, harus ada komitmen dari semua stakeholder, pengubahan budaya, macam2 lah syaratnya. semua butuh waktu, ga mungkin mendadak.
    gw bukan it yang larinya ke teknis ya, jadi ga ngurusin detil teknis kayak bikin software begituan, tapi lebih gmana it bisa menjadi enebler dalam bisnis/kegiatan pada institusi

    kalau cara pikir customernya model lu sih, berarti dia cuma berada di sisi teknis, bukan yang memiliki posisi strategis.

    gw perlu jadi orang yang pragmatis dan realis yaitu saat gw jadi pekerja yang berada di posisi teknis. dalam posisi strategis, maka gw harus bisa menarik idealisme dan mewujudkannya, ga sekedar dalam dunia mimpi, tapi jadi kenyataan, karena kalau gw dalam posisi strategis, gw punya power untuk itu. maka yang harus dilakukan ya design planning dan menetapkan konsep itu.

    Kementerian, punya tupoksi untuk membuat Norma Standar Prosedur dan Kriteria, apaan tuh? regulasi, ya disitu musti punya pemikiran strategis, bukan sekedar teknis.

    gw yakin lu lebih paham dari pada gw, kan lu konsultan mengenai good governance.
    --

    itu idealisme, yang benernya ya mustinya gitu. dan mudah2an gw masih terus berada pada posisi memegang idealisme gw.

    kalau di lapangannya, dengan sistem sekarang yang ga jelas, ya bisa dibayangkanlah. idealisme? temen gw anak baru ada juga tuh yang mengembalikan uang rapat dan honor ga jelas (anak jilbab lebar)
    langsung jadi bulan2an di kantor.
    akhirnya aku panggil tuh anak
    miss X "mba, gimana nih aku nerima uang ga jelas. harus gimana mba?"
    aku "menurutmu itu uang posisinya gimana?"
    miss X "haram"
    aku "kalau menurutmu begitu, ya sudah mulai sekarang kamu buat rekening khusus, masukkan uangnya ke rekening itu, pada waktu yang kamu mau, donasikan aja ke LAZ selesai. "

    dari pada dia frontal, mending selesaikan masalah semacam ini dengan elegan, jangan cari musuhlah. tanpa harus cari musuh, bisa kok tetap pegang idealisme.

    gimana nasib si miss X sekarang? kalau ada DL dan rapat dia paling heboh duluan minta diajak wkwkwwk...
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  6. #46
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    Quote Originally Posted by Alip View Post
    Saya punya temen nih, seniman tulen yang idealis mengabdi pada jiwa seninya dan menolak komersialisasi. Saat ini dia masih single dan hanya bisa menghidupi diri sendiri secara mepet, sekian banyak calon mertua yang dia sambangi menolak punya menantu yang model dia. Ada yang punya pandangan...???


    Cara saya idealis?
    Windows saya original, Kaspersky saya tiap tahun bayar $48, DVD saya original... termasuk idealis gak ya?
    suamiku termasuk idealis, dari awal dia ga mau disuruh masuk pemerintahan. kenapa? dengan jaringan yang dia punya, dia malah takut ntar bakal ga bener di birokrasi, ga tahan godaan. gitu katanya
    cara paling jitu, seperti temen om yang idealismenya di dunia seni, ya jadilah bos bagi diri sendiri.
    kalau teman om alip jadi seniman, suamiku jadi wirausahawan.

    sekarang kendala teman om sehingga harus hidup secara pas2an apa? apakah idealis itu harus berarti hidup secara pas2an sehingga ga bisa memenuhi kebutuhannya sendiri (apalagi kebutuhan orang lain)?
    kalau memang pengertian idealis dia seperti itu, berarti dia memang belum siap bertanggung jawab pada hidup orang lain.
    idealis kan ga sekedar masalah pekerjaan (misal di bidang seni) kalau punya istri dan anak masa dia ga punya idealisme yang lain, misal idealnya istri dan anak hidup secara layak, pendidikan diperhatikan, kebutuhan pokok terjaga dst
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  7. #47
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,636
    Simply karena memang apa yang kita sebut pas-pasan itu buat dia sudah berlebih, cuma saja memang para calon mertua punya pendapat lain

    ---------- Post Merged at 09:07 PM ----------

    Waktu lulus dulu saya menolak tawaran sebuah perusahaan nasional yang kala itu memang dikenal sebagai sarang koruptor, walaupun sudah diterima di program management trainee dan langsung sekolah S2, semata-mata karena saya gak mau maju karena kemampuan berpolitik. Saya akhirnya join perusahaan kecil di industri yang dama tapi punya komitmen untuk berbisnis secara etis. Orang tua saya sampai geleng2 kepala.

    Masih termasuk idealisme gak kalau kita menghindar tempat yang gak idealis?
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

  8. #48
    pelanggan sejati surjadi05's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    9,355
    Quote Originally Posted by Alip View Post
    Masih termasuk idealisme gak kalau kita menghindar tempat yang gak idealis?
    yup, kalo menurut gw langkah pertama seorang idealis justru harus begitu
    you meet someone
    you two get close
    its all great for awhile
    then someone stops trying
    Talk less, awkward conversations, the drifting
    No communication whatsoever
    Memories start to fade
    Then the person you know become the person u knew
    That how it goes. Sad isn't it?

  9. #49
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,050
    Na'ah.
    menghindari tempat yang berpotensi mengubah dirinya menjadi gak idealis berarti seorang idealis lemah.

    Tidak ada yang salah dengan itu tetapi idealisme tidak ada artinya kalau dia tidak bisa mengaplikasikan sikap idealisnya. Dia harus mencari tempat lain untuk memberi wadah idealismenya. Kalau dia cuma nganggur dan ngedumel, itu namanya bukan idealis.

  10. #50
    gogon's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    earth
    Posts
    4,845
    Quote Originally Posted by tuscany View Post
    Yang disambangin camernya pasti komersil semua makanya ditolak. Temennya disuruh cari yang nggak komersil, opa alip, seperti kata mbok jamu.
    belum tentu.
    siapa tau camernya seniman juga
    tapi alirannya "realism"

  11. #51
    pelanggan sejati surjadi05's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    9,355
    Quote Originally Posted by kandalf View Post
    Na'ah.
    menghindari tempat yang berpotensi mengubah dirinya menjadi gak idealis berarti seorang idealis lemah.

    Tidak ada yang salah dengan itu tetapi idealisme tidak ada artinya kalau dia tidak bisa mengaplikasikan sikap idealisnya. Dia harus mencari tempat lain untuk memberi wadah idealismenya. Kalau dia cuma nganggur dan ngedumel, itu namanya bukan idealis.
    menurut gw itu langkah pertama, soalnya situasi kerja berbeda dengan sekolah, sering kita "dipaksa" dengan keadaan, mis : elu anti korupsi, menurut lu kalo boss suruh kita menjemput/mengambil duit korupsi apakah kita bisa berkata tidak walo kita tidak turut menikmati "hasil korupsi"kecuali kalo elu menganggap kalo kita cuma mengambil duit korupsi itu tidak melanggar idealisme elu yg anti korupsi
    you meet someone
    you two get close
    its all great for awhile
    then someone stops trying
    Talk less, awkward conversations, the drifting
    No communication whatsoever
    Memories start to fade
    Then the person you know become the person u knew
    That how it goes. Sad isn't it?

  12. #52
    pelanggan tetap jojox's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Jekardah
    Posts
    1,169
    orang idealis tuh cuman di-permainkan, dimanfaatkan, dan senantiasa di-perdayakan, ama orang realist.

    aslinya kan gitu,

    2-2nya diperlukan supaya 'system' itu jalan. Gw baru liat ini pas kemaren workshop ama org Akademisi dan makelaar Bisnis ttg innovasi.

    Sekedar sharing, Innovasi membutuhkan ide2 baru dan segar untuk mencipta, improve process, ataupun produk baru.
    Ini biasanya ditelorkan di R&D, tapi di universitas/politeknik itu anggaran dan skema penelitian dan pengembangan gak cocok dg market demand. Kenapa?
    karena budaya, karakter peneliti tuh spesific sekali sesuai minatnya, bukan market driven-market oriented. Jadi apa yg dia suka, dia teliti sampe botak. Hasilnya apakah bisa diterima industri untuk di mass-produce/terapkan? Belum tentu. Jiwa entrepeneurship doktor/ilmuwan peneliti cenderung sekedar gimana caranya dapat 'funding' dari Dikti/donor/investor untuk suatu penelitian dg output journal yg insya Alloh ter-index-kan.

    Betul, ada ungkapan dari doktor LPPM-UGM yg bilang bahwasanya Peneliti itu mirip dengan Seniman. (makanya sa jd inget Alip punya teman).

    Sementara, realist macam makelaar bisnis mikir gimana caranya inovasi itu jalan, investor/industri mana aja yg kira2 bisa mengadopsi/menerapkan inovasi dari Universitas/Politeknik itu. Sehingga ada kerjasama/MoU yg menelorkan 'business deals'/contract/partnership. Dengan nilai rupiah sekian.
    Intinya, gimana bikin duit/capital gain disini. Dr pengalaman, Tidak gampang kl coba urusan dengan akademisi, banyak teori dan diksi nya, kerjaan suka lelet dan bertele-tele. Dg prinsip time is money, gimana dong mau realisasikan profit semaksimal mungkin?

    cekidot bentuk2 inovasi terbaru disini: http://bic.web.id/

    Nah gw rasa, benang merah bedanya realis dan idealis kelihatan jelas disitu. Dan memang butuh proses lama untuk sampe 1 persepsi antara stakeholder akademisi dan business community.
    Any views or opinions presented above are solely those of the author. Thus the author may disclaim accuracy on warranties and liabilities they may cause including loss of intellectual properties, economical benefit, and coordinated mental responses.

  13. #53
    pelanggan tetap 234's Avatar
    Join Date
    Jun 2012
    Posts
    737
    Jadi semuanya positif yak? Kok ndak ada yg singgung2 soal kebalikan dari 'idealis' itu 'oportunis' yak?

    ***
    BTW, kalo pake sebuah analogi...

    Saya memilih untuk selalu berada dlm sebuah perahu yag bernama 'pragmatisme'. Saya ndak tertarik untuk berada diatas mercusuar yag bernama 'idealisme'. Bagaimanapun, saya tetap membutuhkan mercusuar tsb supaya saya ndak salah arah masuk kedalam sebuah perahu lain yg bernama 'oportunisme'.

    Saya juga punya dua perahu cadangan yg bernama 'kompromistis' dan 'akomodatif'. Kedua perahu ini letaknya menempel/dekat dgn perahu pragmatisme, pada sisi arah jauh ke perahu oportunisme.

    ***
    Realis(tis)?

    Kalo ini kayaknya saya termasuk so-so, kadang realistis tapi kadang ndak realistis. Ada saatnya realistis tapi ada saatnya pake gaya bonek pokoke tabrak dulu soal resiko belakangan. Disini rasio(nalitas) dan emosi(onal) paling berperan, kadang saling dukung tapi tidak jarang saling tolak.

    Gusti iku dumunung ing atine wong kang becik, mulo iku diarani Gusti... Bagusing Ati.

  14. #54
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    om jojox bantuin aku dong ngerjain tugas.
    butuh bs2 yang banyak nih.

    @234
    analoginya berat um
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  15. #55
    pelanggan tetap 234's Avatar
    Join Date
    Jun 2012
    Posts
    737
    Lha kalo saya lihat di topik ini pada awalnya pada bagian2 depan, persoalan idealis(me) banyak di-kait2kan dgn persoalan/budaya korup(si/tor).

    Tapi yg saya lihat kemudian kok pembahasannya jadinya selalu ndak jauh2 dari persoalan antara 'idealis vs realis'...

    Apakah itu artinya bahwa koruptor itu termasuk orang yg realistis? Ato malah idealis? Ato dua2nya, idealis yg realistis? Ato gimana gitu?

    Gusti iku dumunung ing atine wong kang becik, mulo iku diarani Gusti... Bagusing Ati.

  16. #56
    pelanggan sejati surjadi05's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    9,355
    Quote Originally Posted by 234 View Post
    Apakah itu artinya bahwa koruptor itu termasuk orang yg realistis? Ato malah idealis? Ato dua2nya, idealis yg realistis? Ato gimana gitu?

    gw rasa bisa jadi, idealis itu kan pada prinsipnya percaya pada "sesuatu" dan melakukan segalanya demi kepercayaannya itu, dan rela menderita daripada melakukan larangan dari kepercayaannya itu

    idealis : belum tentu percaya pada yg baik ataupun yg buruk


    contoh gw: gw percaya sesuatu yg ideal bagi gw, kalo gw berbini dua
    padahal berbini dua belum tentu sesuatu yg baik ataupun buruk
    you meet someone
    you two get close
    its all great for awhile
    then someone stops trying
    Talk less, awkward conversations, the drifting
    No communication whatsoever
    Memories start to fade
    Then the person you know become the person u knew
    That how it goes. Sad isn't it?

  17. #57
    pelanggan tetap 234's Avatar
    Join Date
    Jun 2012
    Posts
    737
    Sip, berarti bisa jadi koruptor itu termasuk orang idealis yg "pada prinsipnya percaya pada sesuatu" dan korupsi itu "belum tentu sesuatu yg baik ataupun buruk"?

    Bisa jadi juga koruptor termasuk orang yg mau "melakukan segalanya demi kepercayaannya itu, dan rela menderita daripada melakukan larangan dari kepercayaannya itu"?

    Artinya bisa jadi koruptor rela menderita (digantung di Monas misalnya) daripada tidak korupsi?

    Btw ada yg punya kontak AU ndak? Kayaknya doi perlu diundang join ke KM nih buat konfirmasi pernyataan2 diatas.

    Gusti iku dumunung ing atine wong kang becik, mulo iku diarani Gusti... Bagusing Ati.

  18. #58
    Banned
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    https://t.me/pump_upp
    Posts
    2,004
    Quote Originally Posted by surjadi05 View Post
    gw rasa bisa jadi, idealis itu kan pada prinsipnya percaya pada "sesuatu" dan melakukan segalanya demi kepercayaannya itu, dan rela menderita daripada melakukan larangan dari kepercayaannya itu

    idealis : belum tentu percaya pada yg baik ataupun yg buruk


    contoh gw: gw percaya sesuatu yg ideal bagi gw, kalo gw berbini dua
    padahal berbini dua belum tentu sesuatu yg baik ataupun buruk
    kalo om ngasih contoh slalu gak jauh2 dari beristri dua... jgn2 bener2 cita2 ne om.....

    kalo liat dari perbincangan dari page one.. memang untuk di birokrasi pemerintahan akan susah seseorang untuk mempertahankan idealismenya....... bahkan ada anekdot yang berbunyi "anak2 IPDN waktu pertama kali masuk bertugas dipemerintahan setempat tampil tegap dan gagah, namun setelah kenal dan akrab ama yang namanya SPJ maka mereka berubah jadi suram dan jalannya gak tegap lg"

  19. #59
    pelanggan tetap jojox's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Jekardah
    Posts
    1,169
    Quote Originally Posted by cha_n View Post
    om jojox bantuin aku dong ngerjain tugas.
    butuh bs2 yang banyak nih.
    neh 1 ilmu lagi, I'm sure you all have heard it before:

    Idealisme : "DOING THE RIGHT THING"

    Realisme : "DOING IT RIGHT"
    Any views or opinions presented above are solely those of the author. Thus the author may disclaim accuracy on warranties and liabilities they may cause including loss of intellectual properties, economical benefit, and coordinated mental responses.

  20. #60
    pelanggan sejati surjadi05's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    9,355
    Quote Originally Posted by hajime_saitoh View Post
    kalo om ngasih contoh slalu gak jauh2 dari beristri dua... jgn2 bener2 cita2 ne om.....
    Quote Originally Posted by serendipity View Post

    kong... itu mimpi kalee dah
    udah diklarifikasi sama seren, itu cuma mimpi, jadi kemungkinan berhasilnya ga sampe 1 %
    you meet someone
    you two get close
    its all great for awhile
    then someone stops trying
    Talk less, awkward conversations, the drifting
    No communication whatsoever
    Memories start to fade
    Then the person you know become the person u knew
    That how it goes. Sad isn't it?

Page 3 of 4 FirstFirst 1234 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •