@bunda,
Betul, akhirnya pintar-pintarnya orang tua memilih sekolah yang sevisi, dan sayangnya dari yang saya kunjungi belum ada yang satu visi dengan sayamisalnya ketika saya tanya, boleh gak anak saya gak pakai jilbab, jawab mereka itu adalah bagian dari seragam dan pembiasaan untuk anak...jadi deh sekolah itu saya coret.
Saya tidak berusaha membela sekolah katolik, tapi saya paham bahwa waktu itu mereka kesulitan memasukkan kurikulum agama Islam karena struktur manajemen yang terpusat, sedangkan sekolah non-katolik yang saya tahu sudah punya guru agama Islam. Saya sendiri belajar di salah satu sekolah itu dan sama sekali tidak ada kebingungan, cuma toleransi saja. Akibatnya saya sendiri tidak keberatan memasukkan anak ke sekolah kristiani, tapi kenapa tidak yang sekuler saja sekalian?
Saya tidak menggeneralisir sekolah agama, jadi tidak sembarang sekolah yang memasang embel-embel SDIT langsung saya coret. Saya kunjungi mereka baik-baik dan setelah nyata kami tidak sejalan, baru saya coret. Sayangnya di sekitar rumah semuanya tidak sejalan... padahal elit dan mahal![]()
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)



misalnya ketika saya tanya, boleh gak anak saya gak pakai jilbab, jawab mereka itu adalah bagian dari seragam dan pembiasaan untuk anak...jadi deh sekolah itu saya coret.
Reply With Quote