btw ndugu apa yg gw tulis disini berdasarkan kisah nyata kok, bukan berdasarkan pilem hollywood*penting diperjelas
dan yang gw tulis juga ada beberapa dari buku![]()
btw ndugu apa yg gw tulis disini berdasarkan kisah nyata kok, bukan berdasarkan pilem hollywood*penting diperjelas
dan yang gw tulis juga ada beberapa dari buku![]()
Dan kalo boleh bagi pengalaman soal jujur2an...
Pernah sambil nyetir tiba2 dia nanya: "You watched porn ?"
Gue jawab: "Well, I'm a guy... Yes."
Dia jawab: "Hmm. Me too. So, you're jerking off to that ?"
Gue jawab: "Ehhh.. yeah."
Die bales: "Heh. Me too."
Gue langsung panik: "Damn it, Dude ! Driving here ! Do you want me to crash the car because I'm not thinking with my big brain ?! "
A proud SpaceBattler now.
Last edited by TheCursed; 12-03-2013 at 12:32 AM.
A proud SpaceBattler now.
Don't let her go, dong..
Kalau cowok atau cewek ingin variasi jadi jajan ke mana-mana, well.. mungkin karena mereka belum atau ndak punya seseorang yang special. So if you have found one, hang on to her.
Would you rather have 99 trophies, those plastic and cheap ones, than an Oscar? Kalau mereka suka yang plastik dan murah, well.. it just explains their taste, nothing else.
Bwahahahahahaha dasar pe'a :Originally Posted by jojox
: jojox
Tuhkannnn gw kate juga ape, gw pernahbilang di thread buatannya si mbok elu cucok jadi agent MulderOriginally Posted by TheCursed
So pasti lah mbok, gw bersyukur kokOriginally Posted by mbok jamu
Originally Posted by ndugu
Nikmati aja diskusinya, guOriginally Posted by ndugu
Just like you said, tiap-tiap pasangan punya peraturan dan ekspetansinya sendiri-sendiri, nah yang dipermasalahkan oleh lily selaku TS adalah... kenapa sih cowok sampe tega dan mau servis klakson, apa karena salah ceweknya? salah cowoknya? ato kenapa? seren-ale dari kubu cewek tentu gak mo disalahin... dan jojox selaku pemimpin kaum cowok dengan kitab BS nya juga tentu gak mo disalahin...
Nah yang belom ngasih pendapat disini adalah kaum swinger... yang si cewek/istri gak mempermasalahkan bahkan mengizinkan si cowok/suami servis klakson selain sama si cewek/istrinya and vice versa.![]()
Jika menurutmu hidup ini tidak menarik, maka buatlah hidupmu semenarik mungkin - Shinsaku Takasugi
Impossible is nothing!
apa yang dianggap plastik oleh seseorang blom tentu plastik buat orang laen loh
kalo begini, apakah those 99 plastics nasibnya sial ga pernah akan menjadi oscar buat orang laen![]()
maksudmu saya kali.. prasaan kamu yang nuduh saya agen scully
trus si sapa yang bilang saya agent M-nya james bond
emangnya saya kaya detektif apa
serasa jadi undercovernya KM aja![]()
jadi biangnya si seren dan jojox are the two extremists yaNikmati aja diskusinya, gu
Just like you said, tiap-tiap pasangan punya peraturan dan ekspetansinya sendiri-sendiri, nah yang dipermasalahkan oleh lily selaku TS adalah... kenapa sih cowok sampe tega dan mau servis klakson, apa karena salah ceweknya? salah cowoknya? ato kenapa? seren-ale dari kubu cewek tentu gak mo disalahin... dan jojox selaku pemimpin kaum cowok dengan kitab BS nya juga tentu gak mo disalahin...
Nah yang belom ngasih pendapat disini adalah kaum swinger... yang si cewek/istri gak mempermasalahkan bahkan mengizinkan si cowok/suami servis klakson selain sama si cewek/istrinya and vice versa.![]()
kok saya liat si seren dan jojox ini kaya mempunyai love-hate relationship ya
aw..
---------- Post Merged at 07:01 PM ----------
unfortunately i have bills to pay![]()
Gak jadi servis. Seperti biasa kalau ibu mereka habis lama keluar rumah, anak-anak pasti berisik banget ngerubungi. Begitu anak-anak udah tidur, dianya udah kelewat capek. Jadi deh akhirnya saya cuma jadi tukang pijit...
I married Xena the Warrior Princess.
Dia baru pulang dari proyek di perkebunan di Kalimantan Barat yang isinya cowok semua... tapi masih galakan dia...
Regardless, Seren. Pertanyaan yang salah menghasilkan jawaban yang salah meskipun menggunakan referensi yang benar. Karena pertanyaannya fokus pada 'dosa' yang dilakukan oleh laki-laki, maka jadilah jawabannya berputar di perseteruan antara laki-laki dan perempuan. Jika pertanyaannya tentang bagaimana menciptakan komitmen diantara pasangan, maka jawabannya akan lebih produktif.
Pull over to the nearest hotel jam-jaman and get it settled, brother. That's what I always do in such condition (which is quite often). They're not that expensive.
... or in emergency case, a dark parking lane will do...
Oppss...
Uno,
Laki-laki yang punya kehormatan itu jumlahnya banyak sekali, sebanyak pasir di lautan. Ketakutan dalam pikiran perempuanlah yang menyebabkan mereka tidak ditemukan. Again, ask the right question so you got the right answer.
Duo,
Saya benci dengan kata 'setia', karena 'setia' hanya untuk anjing dan budak belian. Saya bukan suami setia seperti istri saya juga bukan istri setia, kami hanya manusia bebas yang dengan kesadaran penuh mengikatkan diri pada pasangan tercinta.
Tigo,
Uno itu bahasa latin dari Ciek...
Next time ketemu lagi sama Plato, titip pertanyaan dari saya, "terus gimana?" Mengetahui what tidak pernah lengkap tanpa how, dan sekedar membagi manusia dalam tiga tingkatan tidak membantu samasekali untuk mengatasi masalah servis burung ini.
Salah satu ujaran Plato "Marriage is beneficial to man all the way. If he got a good wife, he'll be happy man. If he didn't, he'll be philosopher."
I won't trust that man to tell me anything about marriage
![]()
"Mille millions de mille milliards de mille sabords!"
wah... saya pengen banget highlight point ini
---------- Post Merged at 08:13 PM ----------
ada benernya juga ya, i didnt think of it that way
i guess, mungkin ini juga yang membuatku agak bingung tadi, on what to make out of this discussion![]()
abis yang saya liat cuman debat kusir antara tim cewe sama tim cowotrus sesama anggota tim saling membela komradnya
ini kan dilema buat saya yang genderless![]()
Last edited by ndugu; 12-03-2013 at 08:10 AM.
Iya elu agent Scully dan si terkutuk jadi agent Muldernya...Originally Posted by ndugu
Originally Posted by me
Originally Posted by Alip
Wohooooo bagus-bagus...Originally Posted by Alip
![]()
Jika menurutmu hidup ini tidak menarik, maka buatlah hidupmu semenarik mungkin - Shinsaku Takasugi
Impossible is nothing!
Regardless Om alip, saya gak pernah benci dengan kata setia. Itulah kenapa kita berbeda paham.Ibaratnya saya bisa melihat ada pasir di mata saya, dan om Alip bisa melihat balok di mata saya. u know what i mean. But, I like the way you think that your wife have a rights to cheat.. CMIIW
Saya cuma pengen tau apakah para lelaki disini mempunyai win-win solution jika mereka menetapkan prinsip boleh jajan di luar. Bukan hanya sekedar membuat wanita penunggu rumah yg gak boleh ngapa-ngapain. Saya salut jika anda penganut kebebasan, sehingga istri anda juga gak merasa bersalah jika bisa jajan di luar sana. Thats amazing family.
yang saya permasalahkan adalah lelaki disini yg kebanyakan mengiyakan jajan dengan senang hati menebarkan semua hormonnya, sedangkan para istri harus di rumah menunggu dengan cemas dan kawatir.
Last edited by serendipity; 12-03-2013 at 11:37 AM.
wakakakakkkk... masak sih kebanyakan mengiyakan... yuk kita lihat...
Para cowok disini yang setuju servis burung di luar angkat tangaaaaaaannnnnnnnn.....
Yuk kita lihat, Seren, apakah memang sebagian besar cowok di sini adalah kaum servis atau itu hanya ada di pikiran Seren.
***
Adapun soal pertanyaan di utasan ini,
Laki-laki punya alasan masing-masing untuk melakukan servis di luar, jadi sebenarnya pertanyaannya harus lebih spesifik, "kenapa si anu suka servis burung di luar?".
Kalau melihat kasus yang diungkap di utasan ini, terjadi di RRC, bisa saja kita stereotip-kan bahwa budaya di Asia Tengah sana pernah permisif, perhatikan bagaimana rumah prostitusi merupakan bagian penting dari kota-kota besar di Cina di masa lalu, atau bahwa Jepang merekrut "Comfort Batalion", para Jugun Ianfu untuk memenuhi "kebutuhan" prajurit mereka (lepas dari perasaan para perempuan pada saat itu). Rumah prostitusi juga banyak ditemukan di daerah pecinan betawi lama, jadi budaya itu memang di bawa sampai ke sini.
Stereotip, tidak etis, dan tidak ada landasan ilmiahnya... what do we get from it?
Jadi, saya sendiri punya pandangan lain;
Laki-laki mengalami pubertas sekitar usia 12 atau 13 tahun, yang berbeda dengan perempuan, pubertas pada laki-laki membuat mereka mengalami orgasme (mimpi basah). Pada perempuan, pubertas tidak secara langsung berhubungan dengan pengalaman seksual, banyak sekali perempuan yang baru merasakan orgasme setelah mereka menikah (dan ada penelitian yang menunjukkan bahwa banyak wanita menikah yang belum pernah mengalami orgasme sama sekali seumur hidupnya).
Dengan hadirnya pengalaman orgasme di kehidupan mereka, anak laki-laki akan terdorong untuk ingin mengalaminya lagi (tentu sajah), apalagi didorong oleh tampilan media yang lebih terbuka belakangan ini. Jadilah anak laki-laki lebih eksploratif dan banyak membawa topik ini dalam interaksi mereka, sedangkan anak perempuan cenderung menjauhi topik macam ini. Apalagi di bawah pendidikan yang tradisional banget, banyak anak perempuan menganggap topik seks sebagai bahan tabu yang menjijikan.
Terjadilah gap antara anak laki-laki dan perempuan. Anak perempuan akan menganggap anak laki-laki (dan kelak, pria dewasa) hanya berpikir soal seks semata dan harus dijauhi. Sedangkan anak laki-laki akan merasa perilaku ini sebagai penolakan yang menghinakan.
Istri saya pernah bertanya, "kenapa anak laki-laki tersinggung kalau anak perempuan menolak berbicara soal seks?"
Jawab saya, "Ya bayangin aja. Kami melawan dorongan kuat yang pada umur-umur itu sulit sekali untuk ditahan. Bisa dibilang dari hari ke hari kami itu berjuang untuk melawan dorongan itu supaya tetap bisa jadi laki-laki baik-baik dan tidak melanggar kehormatan perempuan, tapi para perempuan cuma melecehkan dan menyebut kami sebagai budak seks. Gimana nggak kepengen ngamuk cobak? Memangnya kalian perempuan pikir kalian itu apa?"
Anak laki-laki membutuhkan mentor yang bisa membawa mereka ke arah yang benar dalam hal seks, yang seharusnya peran ini dilakukan oleh ayah-ayah mereka. Kemudian dilanjutkan oleh ibu mereka mewakili pihak perempuan. Pembicaraan antar laki-laki yang terbuka dan setara, lalu kemampuan untuk memahami (sehingga menghormati) sudut pandang perempuan. I considered myself lucky, tapi tidak semua anak laki-laki seberuntung saya. Banyak yang mengembangkan insecurity dan akhirnya melampiaskannya pada nilai "kejantanan" yang bodoh. Bahkan buat saya (yang terbukti laki-laki tulen), laki-laki yang suka servis di luar adalah laki-laki yang minder terhadap hubungannya dengan perempuan, tidak punya rasa percaya diri terhadap perempuan (apalagi yang suka memaki-maki istri sendiri dengan kata makian yang disebut di atas tuh...
- imagine saying such things to your wife?
)
Nah sekarang bayangkan bertanya pada seorang laki-laki, "kenapa sih ente suka servis burung di luaran, emangnya gak puas ama yang di rumah ape? gak punya moral ape? gak pernah diajarin ape?"
Kemana pertanyaan ini akan berakhir? Bukankah lebih baik menjembatani gap yang ada diantara perkembangan kedua jenis manusia ini?
***
Woooo.... need to take five here....guess you got it wrong, Seren...
Soal setia,
Ini mungkin hanya masalah bahasa, tapi saya mempunyai persepsi bahwa kesetiaan merupakan bentuk paling tinggi dari kepatuhan, dan buat saya bukan itu landasan hubungan antara suami dan istri. Kebersamaan, saling membutuhkan dan ketergantungan, tapi bukan kepatuhan. Sekali lagi, kepatuhan hanya bagi hamba sahaya.
Jika saya mengantar dan menjemput istri ke dan dari kantor melalui empat jam macet setiap hari, itu bukan kesetiaan. Saya bisa saja tidak melakukan itu, karena saya tidak diperintahkan untuk melakukan itu, tapi saya mau melakukannya. Istri saya sering bilang "nggak usah deh, Mas... ntar ngerepotin dan bikin capek loh" yang saya jawab "memang ngerepotin dan bikin capek tapi aku mau melakukannya. I want to do it! So get into the car!!!" (saya sudah list beberapa hotel jam-jam-an sepanjang rute rumah-kantor)
Saya menikah bukan karena patuh terhadap orang tua, calon mertua, atau norma sosial, tapi karena saya mau melakukannya. Saya melayani dan membantu istri juga bukan karena diperintah oleh dia, tapi karena saya mau melakukannya. Saya menjaga diri untuk tidak servis di luar meski kesempatannya banyak, ya juga karena saya memilih untuk tidak melakukannya. Bukan karena takut pada sangsi sosial atau "apa kata orang" (khususnya perempuan).
Lalu kenapa saya mau?
Sederhana saja, karena istri saya adalah perempuan yang layak mendapatkan semua itu. Titik.
***
Ups... sorry, keliru murid sama gurunya...Originally Posted by Aslan
![]()
"Mille millions de mille milliards de mille sabords!"
you meet someone
you two get close
its all great for awhile
then someone stops trying
Talk less, awkward conversations, the drifting
No communication whatsoever
Memories start to fade
Then the person you know become the person u knew
That how it goes. Sad isn't it?
And then there's this. 'Mengiyakan'.
Ada bedanya antara 'mengiyakan' dan 'membenarkan'.
Mangatakan 'That is True' dan 'That is (The) Right (Thing to Do)'.
BTW, makasih buat bang Alip yang sudah dengan sangat eloquent menjabarkan isi pikiran saya.
Saya langsung gagal total untuk ber-eloquent-ria, saat liat komen dengan nada
... I see red, and everything in my brain went blue screen."kenapa sih ente suka servis burung di luaran, emangnya gak puas ama yang di rumah ape? gak punya moral ape? gak pernah diajarin ape?"
Alip pasangannya engineer, yah ?
Man, gotta love those Wrench Wench. They are a really rare breed.![]()
A proud SpaceBattler now.
percayalah lilly, juga seren.. ga semua laki2 kayak gitu.
kenapa lily ketemunya laki2 yang macam gitu? karena memang cari-nya dan ketemu di komunitas esek2.
coba cari di tempat2 yang baik, saya yakin akan ketemu lebih banyak dengan yang baik2 juga
aku nanya suamiku, kenapa ga servis di luaran, jawabannya servis resminya bagus dan memuaskan, ngapain service di tempat yang ga jelas, ntar bukannya dapat hasil bagus malah mobilnya tambah ringsek *lho*
...bersama kesusahan ada kemudahan...
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n
My Little Journey to India
aniwey gw males mengquote satu persatu tulisan disini (cowok2) yg kebanyakan berpendapat mengiyakan servis. Gw bilang mengiyakan, soal prakteknya bener disana apa enggak ya gak tau ya.![]()
bisa aja kan banyak yg nge BS
Aniwey bahasanya om Alip agak ambigu, yang di reply buat cursed gw bacanya seakan-akan udah sering melakukan itu. Ya masalah Om Alip bener apa enggak suka servis disana, its your choice.
dan sepertinya tulisan kesini malah bilang mainnya di hotel jam-jam'an ama istrinya? gitu kan? entar gw salah lagi![]()
oh oke deh my mistake, honestly bahasamu terlalu ambigu menurutku loh ya![]()
Selamat jd suami yg baik, btw suka ama kalimat yg ta besarin itu fontnya
@ cha_n
yup i believe it, dari awal aku konsisten kok bilang jenis lelaki setia masih ada di dunia inidan ya nyarinya bukan di internet agak random biasanya hasilnya
kayaknya rata2 cowok di KM gak suka jajan, sukanya baca buku dan nonton film.
kalopun ada yg suka jajan juga gak bakal ngaku disini, forum yg dikuasai kaum ibu2... mau benjol apa ?![]()