Results 1 to 14 of 14

Thread: [Cerbung] The Gathering : Blusukan

  1. #1
    Chief Cook etca's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    aarde
    Posts
    11,045

    [Cerbung] The Gathering : Blusukan

    [Cerbung] The Gathering : Blusukan



    Selalu ada BS, dalam setiap kesempatan.
    Kau tak akan pernah menyangka, semua kejadian penuh konspirasi.
    It's all about art. How to speak and what your body language says. - jojox




    : I see what you don't want to see
    Sebuah keindahan apa yang tak pernah terlihat di ruang maya bernama kopimaya.
    Kau hanya akan menjumpainya kala kopi darat, gathering, dengan gelitik bumbu kejutankejutan.
    Di sebuah pertemuan Rendezvous dan kau harus menyimpannya.
    Sebab akan ada yang tak tampak, pada tulisan yang dituliskan secara spontan ini.






    Sebelum kisah diteruskan.
    Ambillah dadu. Kau akan memerlukannya.
    Mendedah, kisah mana yang akan kau pilih.





    Chapter 1. Kedatangan
    Chapter 2. Opsi
    Chapter 3. Are You Ready?
    Chapter 4. Persimpangan
    Chapter 5. -
    Chapter 6. -
    dst.

  2. #2
    pelanggan tetap RAP's Avatar
    Join Date
    Jun 2012
    Location
    Jakarta
    Posts
    920
    Chapter 3 tca

  3. #3
    Chief Cook etca's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    aarde
    Posts
    11,045


    Chapter 1. Kedatangan

    Roda baja itu telah membawa seorang perempuan dari kotanya yang bernama Yogyakarta menuju sebuah kota yang penuh dengan kehingaran, Jakarta. red>,<hair, jangan salahkan nicknya yang sudah terlanjur meracuni otak kita mengirimkan pesan pada mata untuk segera menemukan perempuan berambut merah membara. Akankah konspirasi pertama terjadi? Berbicara tentang pewarnaan rambut milik red>,<hair. Seakan memaksa otak etca untuk mengembalikan ingatan ke dalam memori yang sudah terkubur tiga tahun silam.

    Yogyakarta, 26 Desember 2009.
    Natal telah usai. Maksudku tanggal 25 telah berlalu, kini saatnya berlarilarian bebas mengitari kota sebelah. 65 kilometer dari kota tempatku berada sekarang ini. Sialnya aku tak memiliki ayam. Tak ada kokok ayam yang membangunkanku. Kereta pertama yang harusnya kutumpangi harus ikut dalam mimpiku pagi tadi. Aku harus mengejar kereta kedua.

    "Ca, sampai di mana?"
    Kubaca pesan singkat itu di layar kaca ponselku. Segera kubalas, "Lagi di kereta, bangun kesiangan euy?!!"

    Perempuan yang kukenal di Dear Diary itu adalah salah satu dari beberapa orang yang hendak kutemui hari itu. Hanya sekedar singgah. Melepas kepenatan hidup. "Halagh.. sudah selelah apakah kau memanggul hidupmu, Ca?!!" Sering kali monologmonolog sumbang yang tibatiba keluar tanpa permisi itu membuatku tertawa geli.

    Pertamatama tiba di stasiun Tugu, kontak seorang kawan lama. Kawan kampus yang hendak menjemputku.
    "Sido ra?" pesan singkat padat dengan logat Jawa yang kental. Aku bisa membayangkan bagaimana katakata singkat itu keluar dari mulutnya.
    "Sudah di stasiun. Mana dirimu?"
    "Sik tunggu bentar."

    Pasti dia langsung melarikan sepeda motor ke arah stasiun. Dan benar, tidak sampai 15 menit ku menunggu. Tampang jahil itu senyam senyum mengajak tanganku pingin mampir ke kepalanya untuk sekedar menjitak gemas.

    "Mau kemana rencana hari ini?" tanya dia tanpa membuka helm putihnya.
    "Cuma nemuin kamu, lalu anak Mekatronika, dan satu lagi kawan baru," jawabku sambil membonceng dia.
    "Siapa namanya? Lanang atau Wedhok? Ayu ra mbak?" pertanyaan yang berentetan itu membuatku tertawa.
    "Hayahhh.. ayo kuajakin ke Gereja Kemetiran."
    "Lhaaa... mosok nyampe Yogya langsung ke gereja.. apa masih kurang natalan kemarin?"
    "Siyaalll... " selorohku sambil tertawa ngakak.

    Di sanalah aku bertemu dengan red>,<hair. Memasuki pelataran Gereja Kemetiran. Titik temu yang kami pilih, tempat terkenal antara rumah red>,<hair dengan rumah kawanku yang juga di sekitaran Malioboro itu. Pelanpelan sepeda motor milik kawanku masuk halaman berpaving itu. Seingatku halaman gereja itu sepi. Hanya ada seorang perempuan di atas sepeda motor merahnya. Aku langsung mendatanginya dan mengulurkan tangan mengajak bersalaman,
    "red>,<hair?" sambil mata menggelitik ke arah rambut,
    "Yup" lalu balik bertanya, "etca?"
    "Hehehhe iya, kok ga merah rambutnya? lebih merah punyaku deh."
    "Iyaaa ini sudah lama ngecatnya."
    "Halagh ngeles..."
    "Mbak.. mbak.. aku ga dikenalin nih?" temanku protes dari atas sepeda motornya.

    Yah, itulah awal mula percakapan kami, dan langsung lumer seperti coklat kesukaan red>,<hair yang kepanasan. Aku sendiri sudah lebih dari tiga tahun tidak berjumpa kawanku, ditambah pertemuan pertama dengan red>,<hair tanpa ada nada canggung sedikitpun. Pertemuan kami pun berpindah ke sebuah warung soto di kawasan malioboro yang panas suasananya. Terik matahari bercampur uap panas dari anglo besar si penjual soto. Siang itu bertambah lagi teman obrolan, kawanku sekampus yang lain. Jadi kami berempat tertawa terbahakbahak bersama. Kalau orang lain yang melihat, sepertinya kami adalah kawan lama. Meski yang berambut paling merah justru diriku, bukan red>,<hair

    ***

    Teleponku berdering, aku mengerjabkan mata. Ternyata lamunan tadi memakan sepuluh menit waktuku. red>,<hair yang dulu kutemui di Yogyakarta kini sedang berada di Jakarta, sekalian gathering COD Cangkir Kopimaya. Merchandise pertama yang sempat membuat pening red>,<hair.

  4. #4
    Chief Cook etca's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    aarde
    Posts
    11,045
    Quote Originally Posted by RAP View Post
    Chapter 3 tca
    Sabarrr, ini baru ketulis secara spontan yang Chapter 1

  5. #5
    Chief Cook etca's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    aarde
    Posts
    11,045


    Chapter 2. Opsi

    Entah berapa kali pertemuan dengan red>,<hair selama di Jakarta. Mungkin seharusnya dari awal aku menandai penanggalanku dengan lokasi titik temu itu dan jam kepergian kami. Kebetulan atasanku juga sedang berada di luar kota. Klop sudah suasananya. Alam semesta sepertinya mendukung red>,<hair untuk perjalanannya di Jakarta.

    "Ada jam malamkah selama di Jakarta?"
    "Santai aja, Ca. Kan jarang-jarang ke sini." jawab reddo, panggilan akrab dari red>,<hair di forum.

    Sebetulnya aku memiliki nama panggilan yang lain untuk dia, tapi rasanya kurang elok untuk disebutkan di sini menyebutkan poin-poin dari dunia nyata yang sifatnya prinsipil. Pertanyaan yang kuajukan itu, sempat beberapa kali terlontar dari mulutku. Tumben. Tak biasanya seperti ini, dan pada akhirnya nanti aku akan menyadari mengapa pertanyaan biasa ini sampai kuajukan berulang kali.

    Aku menemui dia di jam sepulang kerja. Bisa dibayangkan jarak Cakung - Kuningan/Tebet adalah lumayan untuk tempuhan waktu. Jakarta itu yang memuakkan adalah waktu tempuh. Bukan jarak tempuh. Jarak tempuh tak akan berubah, tapi waktu tempuh bisa seketika itu juga disulap lebih panjang beberapa kali sekalipun kamu hanya selisih lima menit saja. Sepertinya hari itu adalah Selasa. Aku ingat, sempat menemuinya sepulang kerja. Malammalam. Padahal hari Minggu sebelumnya kami bertemu di Blok M Plaza. Pertemuan ini pun nyaris gagal karena reddo baru berkabar pukul 16.40an dia masih di kawasan Grogol. Faktor X penyebab pesan Whatsapp-nya pending tanpa dia sadari.

    Glodakkkk!!! Otakku seperti tertimpa piring.
    Itu jam sepulang kerja, mau kena macet? sementara aku pulang lebih cepat dari jam kantor biasanya.

    Ini opsinya :
    1. Batal
    2. Naik ojek.
    Kalau ga berani naik ojek mendingan ga usah deh.

    Uji nyali pertama diberikan pada reddo. Agak keras memang, mau gimana lagi. Kalau batal, segera kabari. Setidaknya aku tak perlu harus sampai di Kampung Melayu. Kabar harus segera ku dapat. Apalagi dalam perjalanan sejak ponsel pemberian itu didonasikan kepada copet gadungan, maka aku agak enggan mengeluarkan ponsel selama di perjalanan. Reddo memilih opsi : Naik ojek!

    Aku tertawa saat melihat dia benarbenar tiba di hadapanku.
    "Beneran berani naik ojek?" tanyaku sambil tertawa.
    "Aku enjoy kok... sambil lihatlihat gedung tinggi."
    "Kok sempatsempatnya nanya ama mbakmbak kalau udah sampai di kebon jahe?, di perempatan lampu merah gitu nanyanya? colek2 mbak2 di samping?"
    aku tak mampu menahan tawa.

    "Ya enggakkk yhooo, tadi kan di pom bensin nanyanya.."
    "Woalaahh pantesan.." aku manggut manggut.

    Untung teman yang satu ini nyantai dan manutan plus punya nyali. Yaiyalah sudah kadung sampai Jakarta masak naik ojek di sore hari ga berani?. Segera kusodorkan HDD portabel warna merah padanya. Tadi selagi menunggu dia, aku mencoba mencarikan HDD eksternal untuknya, setidaknya waktu tidak terbuang percuma. Setelah itu kami berjalan ke Mall sebelahnya. Kuningan City. Untuk menonton film Mama.

    ***


    to be continued

  6. #6
    pelanggan tetap jojox's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Jekardah
    Posts
    1,169
    di Chapter 6, etca called my bluff. ..krik krik krik.
    Any views or opinions presented above are solely those of the author. Thus the author may disclaim accuracy on warranties and liabilities they may cause including loss of intellectual properties, economical benefit, and coordinated mental responses.

  7. #7
    pelanggan setia red>,<hair's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Location
    kanatakara
    Posts
    2,824
    Ca ... bukannya kita nyoto d deket stasiun yak sekalian nitip motor d sono trus k malioboro - eh iya kan???

    Anugurihiitusomi

  8. #8
    pelanggan setia
    Join Date
    May 2011
    Posts
    4,890
    Ini kok nggak ada kelanjutannya?
    There is no comfort under the grow zone, and there is no grow under the comfort zone.

    Everyone wants happiness, no one wants pain.

    But you can't make a rainbow without a little rain.

  9. #9
    dokter RSJ - KM ancuur's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Location
    RSJ - KM Jabatan:____ Dokter Jiwa
    Posts
    15,694



    : I see what you don't want to see
    Sebuah keindahan apa yang tak pernah terlihat di ruang maya bernama kopimaya.
    Kau hanya akan menjumpainya kala kopi darat, gathering, dengan gelitik bumbu kejutankejutan.
    Di sebuah pertemuan Rendezvous dan kau harus menyimpannya.
    Sebab akan ada yang tak tampak, pada tulisan yang dituliskan secara spontan ini.






    Sebelum kisah diteruskan.
    Ambillah dadu. Kau akan memerlukannya.
    Mendedah, kisah mana yang akan kau pilih.




    TOP tca, bagian yg ini gue suka banget

  10. #10
    Chief Cook etca's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    aarde
    Posts
    11,045
    Krik krik krik...
    Sampe lupa pernah bikin thread ini

    kehidupan nyata sekarang ini sudah jauh menyita waktu.
    Maap.

  11. #11
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,653
    ini apakah ceritanya dibikin kepanjangan makanya ga ada lanjutannya ya

  12. #12
    pelanggan setia
    Join Date
    May 2011
    Posts
    4,890
    Judulnya bisa diganti nih jadi Reportase Tiada Akhir
    There is no comfort under the grow zone, and there is no grow under the comfort zone.

    Everyone wants happiness, no one wants pain.

    But you can't make a rainbow without a little rain.

  13. #13
    Chief Cook etca's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    aarde
    Posts
    11,045
    ^
    hush pamali..
    itu mah terlalu skeptis..
    jadi orang yg optimis dunkk

  14. #14
    pelanggan setia
    Join Date
    May 2011
    Posts
    4,890
    Sebagai penyemangat aja kok supaya ntar dilanjutkan
    There is no comfort under the grow zone, and there is no grow under the comfort zone.

    Everyone wants happiness, no one wants pain.

    But you can't make a rainbow without a little rain.

Tags for this Thread

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •