^Sepanjang itu hanya berupa PR sih menurutku ndak masalah, toh di rumah masih ada orang tua, ato kakak2nya kalo ada, yg bisa membantu. Asal jgn orang tuanya aja yg malah jadi stress!

Dan kalo dilihat dari materi soalnya, itu lebih ke persoalan logika berpikir, bukan persoalan rumus2 matematika yg kompleks. Hal ini sangat bagus untuk mengasah logika si anak.

Tapi kalo itu dijadikan materi soal didalam kelas untuk anak SD sih menurutku memang gurunya yg kebangetan.

Belumlah cukup side knowledges yg dimiliki untuk ukuran anak setingkat SD kelas 6 untuk dapat dgn mudah menemukan "clue" dalam puzzle tsb. Ada unsur "guessing and probing" disitu, bak seorang detektif dalam memecahkan sebuah persoalan, butuh kemampuan analitical thinking memadai yg hanya bisa lebih terasah melalui "jam terbang". Menurutku, anak SD masih terlalu "mentah" untuk aspek ini, sehebat apapun IQ mereka.

Kalo saya sebelumnya sempat meng-hubung2-kan puzzle ini dgn permainan bridge, kenapa bukan catur misalnya, itu ada dasarnya... (Kebetulan saya dulu pernah menekuni dua cabang permainan tsb.)

Banyak anak2 yg jago main catur, seumuran anak SD pun bisa jadi udah dapat gelar Master. Rekor Grandmaster International termuda saat ini adalah 12thn. Ini artinya, pemain berusia 12 thn pun sudah bisa jadi expert dan mampu bertanding di tingkat umum, bukan lagi masuk kategori kelompok umur.

Bagaimana dgn permainan bridge? Dalam aturan resmi, pemain bridge berusia dibawah 25 thn dimasukkan dlm kategori...kelompok YUNIOR! Artinya, anak umur 15thn pun, misalnya, ndak bakalan bisa mahir bermain bridge, paling2 hanya bisa tahu aturan mainnya dan bermainnya cuman standard2 aja.

Tanya kenapa? (Padahal, permainan catur jauuuhhh lebih kompleks dan njelimet dibandingkan bridge.)

*Haiyah ngelantur lagi...

-> Yuki

Saya hanya bilang soal angka lho. Saya ndak pernah sebut2 soal mata uang. (Kalo 5 jeti dollar saya jelas ndak mampu.)