Page 4 of 7 FirstFirst ... 23456 ... LastLast
Results 61 to 80 of 121

Thread: - Punya Anak Ato Enggak ? Ato Aborsi ? -

  1. #61
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    Quote Originally Posted by lily
    OK soal Richard , saya emang salah , ga melaporkan. Saya ga berani. Waktu saya jadi K 1 teacher. Saya baru lulus high school
    saya bahkan tidak tau apa kamu yang lebih bersalah ato ortunya richard yang lebih bersalah. jangan berpikir serendah itu akan dirimu sendiri (it's ironic that i should say this to you soalnya saya sering dinasehatin dengan kalimat yang sama. nasib orang minder. that's me, not you btw ).

    dan kalo kamu ingin mempertahankan janin di kandungan, that's all the better. yang terpenting kan si ibu memang harus mau dan mampu. bukan brarti setiap orang yang mengalami unexpected pregnancy harus diaborsi. menurutku setiap wanita mempunyai pilihan what to do with her body. that's what choice is all about, aborsi maupun melahirkan.

  2. #62
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Pertanyaannya, apakah semua anak yg tidak dikasihi oleh orang tuanya pasti jadi rusak dan menderita selamanya sehingga layak untuk dibunuh ?

    Pertanyaan kedua, apakah anak yg sejak lahir disayang orang tuanya pasti akan hidup bahagia sehingga layak untuk hidup ?

    Dulu gw pernah lihat video tentang proses aborsi...

    Jadi dokter memasukkan semacam alat medis seperti bor atau gergaji kedalam rahim untuk memotong2 janin yg masih hidup.
    janin ini bisa merasa sakit dan bergerak2 berupaya menjauhi alat bor tersebut, tapi apa daya satu persatu tubuhnya dipotong dan dikeluarkan.

    ada juga aborsi dengan obat, janin yg terkena obat ini mulai melepuh dan terbakar pelan2, saat mati tubuhnya menghitam.

    pembunuhan anak2 di sandy hook mungkin lebih manusiawi daripada pengaborsian, anak2 ditembak peluru di dada atau di kepala mungkin cuma membutuhkan waktu 1-5 menit untuk mati.

    dari persepsi si pembunuh mungkin sama dengan ibu yg mengaborsi, daripada anak2 ini tumbuh didunia yg kejam dan penuh resiko penderitaan lebih baik mati sekarang juga, beres.

    padahal hidup itu penuh kemungkinan.

    selain itu, penderitaan biasanya juga diikuti dengan kekuatan.

    bagi beberapa orang, kelaparan 1 hari saja sudah merupakan penderitaan yg luar biasa, bagi orang lain hal itu biasa saja karena sudah biasa, jiwanya sudah kuat.

    so, kemungkinan untuk mengalami penderitaan dimasa depan, bukan alasan untuk membunuh seorang anak.

  3. #63
    Barista lily's Avatar
    Join Date
    May 2012
    Location
    a place called home
    Posts
    12,753
    Saya ga pernah liat sih. Takut.

    Tapi saya juga tau ceritanya , karena saya pernah post di sebelah , thread yang tentang seandainya janin bisa bicara. Menyedihkan.

    Hidup penuh perjuangan...
    - I'm such a very lucky woman and have a very lucky life -

  4. #64
    pelanggan tetap hundreddaya's Avatar
    Join Date
    Feb 2013
    Posts
    1,501
    wahahahahah suram amat aborsi ,, yahh ,, memang bukan hal mudah kalo nantinya punya anak ,, tapi mendingan sabar aja bro ,, nanti pasti ada hikmahnya

  5. #65
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    indra rasa pait kita berbeda kalo gitu slan

  6. #66
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Keinginan untuk melakukan aborsi adalah hal nyata yg terjadi di dunia kita.

    Maka ada sebagian orang yg berusaha mencari solusi win-win, misalnya dengan adopsi.
    anak bisa diserahkan pada pasangan suami istri lain yg bersedia memelihara si anak, atau ke panti asuhan.

    jadi tidak harus aborsi.

  7. #67
    pelanggan setia opi77's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    3,601
    Salah satu solusi supaya gak aborsi...dan mungkin salah satu solusi buat temennya om aslan yang hamil itu..hehehehehe..

  8. #68
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    temen gw diback up penuh oleh keluarganya.

  9. #69
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Keinginan untuk melakukan aborsi adalah hal nyata yg terjadi di dunia kita.

    Maka ada sebagian orang yg berusaha mencari solusi win-win, misalnya dengan adopsi.
    anak bisa diserahkan pada pasangan suami istri lain yg bersedia memelihara si anak, atau ke panti asuhan.

    jadi tidak harus aborsi.
    oh, saya sih sangat setuju banget sekali dengan solusi adopsi i'm a big supporter dalam hal adopsi pengadopsian.

    hanya realitanya, mayoritas manusia pada umumnya mau mempunyai anak kandung sendiri. ide untuk mengadopsi biasa belakangan ato di dasar prioritas. it would be ideal kalo manusia mempertimbangkan opsi adopsi dulu sebelum mengambil jalan punya anak sendiri

    opini mengenai itu udah pernah saya post di thread adopsi laen
    http://www.kopimaya.com/forum/showth...hp/5270-Adopsi

  10. #70
    pelanggan tetap jojox's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Jekardah
    Posts
    1,169
    Gw pro choice seh, jangan terlalu nge-judge lah...

    Abortion is real bad news, dan gimana pun caranya jangan sampe deh tindakan medis atau para-klinis, ataupun jampi2 dukun dilakukan.
    be smart, you can prevent rather than cure, put on gloves and please USE contraception.
    Note: gw gak support free se.x karena itu salah kaprah, tpi gw kampanye safe se.x karena kalo gak bisa parah.
    Ini bedanya womanizer/player dengan penjahat kelamin btw. hahahah.... hi Serendipity, Neptunus, Etca, Tuscany, .

    ........ so kalo Mr. BS mau bilang, gini neh:

    Kurang lebih gw suka rasionale nya Ndugu. It makes a lot of sense. banyak hal yg kudu diperhatikan dan berkaca dari kenyataan untuk
    membuat keputusan penting (bahkan sangatlah amatlah, terlalu penting) seperti aborsi. true that, all depends on the female side. Betul, harus mau (berarti siap mental) dan mampu (berarti siap fisik). Kalao ndak siap 2-2nya, sprtinya jauh lebih baik di-keep aja. Apapun decision si perempuan, kudu diterima ikhlas aja dan harusnya kita support2 aja. Gw setuju, Tidak ada yg benar/salah dlm hal ini, cuman pilihan dan konsekuensi yg ada.

    gw gak pengin terlalu filosofis, nyinggung prinsip ethos dan Tuhan dalam isue aborsi. Itu keyakinan lain yg juga mendapatkan ruang untuk dimaklumin bila ada yg terjebak dalam 'conscience' kl melakukan aborsi. Definisi manusia hidup itu secara sudah variatif dan tidak pasti, tergantung perspektif yang kawan-kawan pake disini, mo dari kacamata budaya/kultur, dan medis jg bisa. Ada yg bilang umur sekian bulan/minggu itu udah janin maka sudah memiliki nyawa. Padahal organ-organ vital blm ada.

    Faktanya juga, banyak kejadian orang hamil itu tidak sadar diri kalau dia hamil. Ini common sring banget terjadi. Serius.
    kalao dia nggak tahu dan menkonsumsi obat/minuman/asupan yg membahayakan diri dan apapun yg didalam dirinya,
    dan tahu-tahu keguguran, itu gimana? bukankah bisa diterima/dipersepsikan dia melakukan aborsi?

    Terkait aborsi tuh, fokus kudu tetep pada keselamatan, kelanjutan hidup dan kesejahteraan, terutama, si perempuan yang menghadapi situasi kompleks ini. Dan gw rasa betul tuh, tindakan medis yg proper, benar, dan hati-hati itu memang alternatif terbaik untuk miscarriage/abortion/etc (terserah istilahnya apa)..

    Yang perlu diketahui itu resiko2 yg ada, implikasi ke dampak kesehatan (pengaruh nggak ke kesuburan, dinding rahim, bahaya kanker,etc).
    Terus juga dicari tahu yg bener, siapa sih yg bisa melakukan prosedur ini dengan clear conscience? Tempat klinik/dokter mana yg dg profesional melakukan ini dan berhasil? ini berhubungan dengan beaya juga. gw pernah singgung di thread sebelah.
    Any views or opinions presented above are solely those of the author. Thus the author may disclaim accuracy on warranties and liabilities they may cause including loss of intellectual properties, economical benefit, and coordinated mental responses.

  11. #71
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Kenapa cuma cuma si wanita doang yg dipikirin?
    Anak juga punya jiwa yg nilainya equal dengan ibunya.

    Kenapa ibunya ga dibunuh sekalian?
    Daripada nantinya dia berkali2 membunuh bayi.

    apa sih yg membuat nyawa si perempuan itu lebih bernilai dari nyawa bayinya?

    ---------- Post Merged at 12:14 PM ----------

    Kenapa cuma cuma si wanita doang yg dipikirin?
    Anak juga punya jiwa yg nilainya equal dengan ibunya.

    Kenapa ibunya ga dibunuh sekalian?
    Daripada nantinya dia berkali2 membunuh bayi.

    apa sih yg membuat nyawa si perempuan itu lebih bernilai dari nyawa bayinya?

  12. #72
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,050
    Si perempuan sudah bisa diwajibkan bayar pajak.
    Si bayi belum bisa.

  13. #73
    pelanggan tetap jojox's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Jekardah
    Posts
    1,169
    hmm btul juga yho, gw gak tau jawabannya. blank. asli.

    mungkin karena memang terbiasa/dibiasakan mendengar dari infotainment, gosip arisan, dan National Geographic, bahwa menyelamatkan si ibu itu prioritas utama?
    Any views or opinions presented above are solely those of the author. Thus the author may disclaim accuracy on warranties and liabilities they may cause including loss of intellectual properties, economical benefit, and coordinated mental responses.

  14. #74
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    kok cuman mikirin anak ama ibunya? si donor sperma gimana? diaborsi duluan aja tuh, mau enaknya doang
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  15. #75
    pelanggan tetap jojox's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Jekardah
    Posts
    1,169
    situasional dan kontekstual dong,
    kalo donor spermanya suami loe gimana? dan loe harus melakukan aborsi karena suatu hal ?
    Any views or opinions presented above are solely those of the author. Thus the author may disclaim accuracy on warranties and liabilities they may cause including loss of intellectual properties, economical benefit, and coordinated mental responses.

  16. #76
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    ups salah thread. kalau suami pasti tanggung jawab lah.
    aborsi kenapa? suatu hal apa?

  17. #77
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,050
    Quote Originally Posted by cha_n View Post
    ups salah thread. kalau suami pasti tanggung jawab lah.
    Nggak juga.
    Aborsi karena desakan suami akibat kondisi ekonomi juga ada.

    *damn, I've just spoiled the ending*

  18. #78
    pelanggan setia opi77's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    3,601
    cownya juga di bumi hanguskan juga kalod ia gak mo tanggungjawab...jangan cuma mau enaknya doank...

  19. #79
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    Quote Originally Posted by kandalf View Post
    Nggak juga.
    Aborsi karena desakan suami akibat kondisi ekonomi juga ada.

    *damn, I've just spoiled the ending*
    si jojox kan personal attack ke gw dalf, nanya kalau donor spermanya suami gw. kalau mendonorkan ke gw pasti lah tgg jawab. sekarang aja ada 2 anak kan dibesarkan semua.

    maka itu gw tanya kenapa harus aborsi?
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  20. #80
    pelanggan tetap jojox's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Jekardah
    Posts
    1,169
    ah apaan seh personal attack? ...gw bilang "kalo", what-if, that's merely an attack, or?
    wong gw juga bilang, lihat kasusnya, konteksnya apa? di luar nikah? di dalam nikah? atau yg lain?.
    Yang kedua, lihat situasinya, apakah memang emergency, menyangkut hidup/mati, masa depan, atau hitungan ekonomi kayak Kandalf jg.
    Nobody threw an attack here, Cha_n. katanya loe gak selalu sependapat ma gw, tapi suka gaya gw. gimana seh ah, gw tungguin di Semanggi, kagak muncul wkwkkwkwkw

    kenapa suami bukan merupakan prioritas utama, sederhana toh, karena bukan subjek calon pasien aborsi. atau?

    Peran suami/laki-laki itu sebatas kasih support, motivasi dan tentunya pendanaan prosedur medis, biar dibenarkan publik bahwa dia bertanggungjawab. Selebihnya, itu adalah pengalaman yg mungkin, sangat pahit dan mengerikan, untuk si perempuan.
    gw pernah lihat dan ngurusin anak kos yg kek gini. 2-2nya, cewek, cowok neh, sama-sama pucat.

    Makanya gw bilang, lebih baik jangan sampe lah. Kalapun sampe, amit-amit, harus aborsi, yha lakukan dengan benar; persiapannya, pelaksanaannya, SDMnya, duitnya, mentalnya, fisiknya, semua lah. Itu situasi yg sulit ya, isinya, kegalauan, kesakitan, pahit banget lah. Ada dampak besar disini yg kudu disiasatin gimana cara ngelola-nya. at least, itu juga poinnya Ndugu diatas.
    Any views or opinions presented above are solely those of the author. Thus the author may disclaim accuracy on warranties and liabilities they may cause including loss of intellectual properties, economical benefit, and coordinated mental responses.

Page 4 of 7 FirstFirst ... 23456 ... LastLast

Tags for this Thread

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •