tentu saja. any time

i am a long time pro-choice supporter when it comes to abortion
ini
andaikan saya ada di posisi begitu ya. even untuk orang dewasa, mempunyai anak itu bukan hal yang mudah. let alone teenage mom, single parent lagi. saya tau saya ngga akan siap, ntah mentally, financially, waktu, tenaga, and perhaps lingkungan. dan realistis aja, si remaja itu juga mungkin masih mempunyai potensi2 laen yang bisa dia realisasikan. untuk apa saya ngotot melahirkan dan membesarkan anak kalau anaknya itu tidak bisa ditaken-care of secara baik? saya ngga akan ingin anak yang jadi terlantar ato jadi anak jalanan, ato malnutrisi, ato ngga terpelajar ato ngga terdidik. sure, aborsi sounds cruel, tapi menurutku membesarkan anak dengan keadaan seperti itu, is more cruel.
saya tentu tidak tau background hidup cewe yang diceritakan TS, barangkali dia ada keluarga yang bisa support anak, kondisi finance bagus, lingkungan hidup mendukung, dll. dan kalo cewe itu ingin keep the baby, then itu laen cerita. dan tentu aja silakan aja kalo dia siap.