Page 4 of 5 FirstFirst ... 2345 LastLast
Results 61 to 80 of 89

Thread: Merantau

  1. #61
    pelanggan setia opi77's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    3,601
    Quote Originally Posted by kandalf View Post
    di Indonesia, biasanya memang ada tiga harga, harga turis luar negeri, harga turis domestik, dan harga orang lokal. Jadi kalau ingin dapat harga murah, kuasai Bahasa Indonesia. Kalau ingin lebih murah lagi, kuasai bahasa lokalnya.
    totally agree....ini termasuk mengambil kesempatan dalam kesempitan...

  2. #62
    pelanggan sejati surjadi05's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    9,355
    Quote Originally Posted by opi77 View Post
    biasanya kalo ditempat2 wisata emank biasa bukan harganya jadi selangit buat wisatawan..kaya dibali banyak tuch harganya dibedain antara wisatawan lokal dan asing...
    jadi termasuk rasis gak
    atau cuma "politik kotor" dagang aja

    Quote Originally Posted by ndugu View Post
    well, rasis ngga ya.. agak2 sih..
    yang pasti it isn't exactly politically correct

    dulu juga pas travel ke bali, apalagi pas lagi jalan dengan orang asing, kan di jalanan brarti kita ngobrol pake bahasa asing. nah, jadi sering dikirain turis, disamperin dan disodorin ini itu mulu, dan kalo lagi nego, pasti bener2 dipalak. tapi setelah saya keluarin jurus bahasa indonesia, biasa orangnya langsung double-take "wah, orang indo toh, ga bisa ditipu kalo gitu" waktu itu juga ke tanah lot, masa waktu mo masuk lewat tiket kounternya pake ditanya 'domestik ato ngga". weleh. untung jawab domestik, ternyata bener harganya beda, separo harga. in fact, saya cek tanda harga di masing2 pos tiket counternya, ga ada satupun yang harganya sama! daftarnya beda semua. buset. ini gimana sih critanya, ga ada harga standar ya ? kalo saya jadi orang asing juga pasti bakal kesel dicharge dengan harga beda gitu. yang pasti foreigner whom i was travelling with juga mikirnya kok ada peraturan ridiculous gini, cuman berhubung saya yang ngurus tiketnya, jadi dia kecipratan diskonnya juga sih
    iya di bali malah banyak tempat wisata yg jelas2 terpampang harga resmi, "foreigner" ama "lokal", tapi kalo gini kan bisa dibilang "versi resmi", sama kalo di batam naek ferry ke spore, passport indo sama passport luar harganya beda tapi kan resmi, jadi menurut gw sih ini trick dagang
    Quote Originally Posted by jojox View Post
    lho mas Sur, ngapain makan disitu? aq aja yg asli disitu ndak pernah makan di kaki lima atau lesehan malioboro. sama2 di-penthung.
    Daerah turis mas, targetnya pendatang, lokal, manca, keriting, blonde, asal gak keliatan jawa, ngomong jawa, dapat pukul rata.
    Mending ngebir di Sosrowijayan, 30K dpat cuci mata. ...oh wait, mas Sur bawa bojo.
    enggeh mas, mau dibedil opo? bawa bini mau cuci mata

    Quote Originally Posted by opi77 View Post
    totally agree....ini termasuk mengambil kesempatan dalam kesempitan...
    berarti masih tergolong "salah" yah belum sampe "kriminal"( "rasis")
    you meet someone
    you two get close
    its all great for awhile
    then someone stops trying
    Talk less, awkward conversations, the drifting
    No communication whatsoever
    Memories start to fade
    Then the person you know become the person u knew
    That how it goes. Sad isn't it?

  3. #63
    juragan kopi noodles maniac's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Noodle Cafe
    Posts
    15,927
    Kalo menurut gw apa yang dibilang dalfie...

    Quote Originally Posted by kandalf
    Aku pernah ditanyai turis Jepang soal harga-harga mahal di Indonesia. Aku bilang, di Indonesia, biasanya memang ada tiga harga, harga turis luar negeri, harga turis domestik, dan harga orang lokal. Jadi kalau ingin dapat harga murah, kuasai Bahasa Indonesia. Kalau ingin lebih murah lagi, kuasai bahasa lokalnya.
    Ini termasup rasis untuk kepentingan bisnis, kong
    Jika menurutmu hidup ini tidak menarik, maka buatlah hidupmu semenarik mungkin - Shinsaku Takasugi

    Impossible is nothing!

  4. #64
    pelanggan sejati surjadi05's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    9,355
    Quote Originally Posted by noodles maniac View Post
    Kalo menurut gw apa yang dibilang dalfie...



    Ini termasup rasis untuk kepentingan bisnis, kong

    yoi, menurut gw juga "rasis/kriminal" dalam dagang del
    you meet someone
    you two get close
    its all great for awhile
    then someone stops trying
    Talk less, awkward conversations, the drifting
    No communication whatsoever
    Memories start to fade
    Then the person you know become the person u knew
    That how it goes. Sad isn't it?

  5. #65
    pelanggan setia serendipity's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Location
    Jakarta
    Posts
    4,775
    oooh pantesan kalo gw ke jogja harganya pada sama kek di jakarta...

    Gw bingung dengan org yg bilang jogja murah,,, ah sami mawon ama jakarta gitu
    You were born with the ability to change someone's life - don't ever waste it.

  6. #66
    Barista kupo's Avatar
    Join Date
    Dec 2012
    Location
    Jog Ja karta
    Posts
    3,850
    asal ga makan di pinggir jalan malioboro, rata2 murah kok.. apalagi kalau tahu tempat makanan mahasiswa..

  7. #67
    pelanggan setia mbok jamu's Avatar
    Join Date
    Oct 2012
    Posts
    3,417
    Sejak lahir mbok sudah dibawa merantau, baru pulang ke kotaku 37 tahun kemudian. Melihat rumah yang dulu, melewati rumah sakit tempat mbok dilahirkan. Mengenalkan filosofi cicak kepada pak mbok, bahwa setiap etnis Batak harus dapat bergaul dengan siapa saja tanpa memandang perbedaan-perbedaan yang ada dalam suatu lingkungan.

    Filosofi yang ditanamkan orangtua kepada anak-anaknya yang akan merantau, anak-anak tersebut harus dapat beradaptasi dengan pemukiman barunya dan orang-orang di sekitarnya, seperti halnya cicak yang dapat menempel di dinding bangunan apa saja tanpa harus takut dan tertutup dari lingkungan sekitarnya.

    Go cicak!

  8. #68
    pelanggan tetap Hai_Lee's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    830
    saya pertama kali merantau waktu umur 16 ke malaysia. pertama2 sih mau langsung cabut ke amerika, cuma sama bapak emak ga dikasih. mungkin was2 juga anak bungsu sama perempuan satu2nya langsung pergi jauh2. jujur, lega juga sih ga langsung jauh2, seengaknya masih bisa pulang sering2.

    mungkin karena aku udah ngeliat kakak2ku pergi sekolah ke luar, aku udah siap mental punya. udah tau susahnya tinggal sendiri di negeri orang. jadi ya waktu nyampe have fun aja. tapi yang paling nyebelin sambelnya itu loh. ga ada greget2nya. akhirnya pas balik ke malaysia lagi bawa sambel botol berbiji2

    setengah taon lagi bakal cabut lagi ke amerika. dulu seneng, sekarang malah was2. apalagi denger cerita bapak emak tentang musim dingin disana bikin idung mau copot makin deket rasanya makin takut. takut kangen makanan indo ataupun makan asia yang autentik, soalnya denger2 dari sepupu walopun banyak makanan asia tapi disesuaikan sama lidah orang2 amerika. apalagi kalo aku masuk sekolah yang orang indo-nya cuma sebagian kecil atau ga ada sama sekali kakak-ku bilang, ngapain sekolah jauh2 kalo maennya akhirnya sama orang indo lagi, temenanlah sama orang2 dari negara laen. Yaelaah, iya sih mau punya banyak temen dari banyak negara, tapi kan kalo ga ada orang indo rasanya gimana gitu. ga ada yang bisa diajak kangen2an makanan sama budaya indo. apalagi kalo akhirnya balik lagi ke indo, mau men sama siapa?

  9. #69
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    Quote Originally Posted by Hai_Lee View Post
    kakak-ku bilang, ngapain sekolah jauh2 kalo maennya akhirnya sama orang indo lagi, temenanlah sama orang2 dari negara laen. Yaelaah, iya sih mau punya banyak temen dari banyak negara, tapi kan kalo ga ada orang indo rasanya gimana gitu. ga ada yang bisa diajak kangen2an makanan sama budaya indo. apalagi kalo akhirnya balik lagi ke indo, mau men sama siapa?
    untuk hal ini sebenarnya saya setuju dengan kakakmu
    berteman dengan orang2 asing, kenali budaya mereka, buka wawasan mengenai manusia2 laen dengan latar belakang berbeda, bangun network, dll. pasti akan ada sedikit kecanggungan, tapi inget selalu untuk keep an open mind aja.

    di jaman sekarang dengan kemajuan teknologi, kamu bisa keep in touch dengan temen2 indomu yang dulu, maupun nyari yang baru, ato maen2 di forum seperti ini untuk at least keep in touch barang sedikit dengan ke-indo-anmu. untuk urusan makanan, seingatku ada website2 online sekarang yang menjual produk2 indonesia yang berbasis dari amrik. jadi paling ngga masih bisa mendapatkannya, walo mungkin dengan harga sedikit lebih mahal

  10. #70
    pelanggan tetap Hai_Lee's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    830
    ^ndugu

    iya, aku juga setuju sama berteman dengan orang dari lain2 negara, bisa tambah wawasan dan bisa belajar tentang latar belakang, siapa tau pas kerja diharuskan untuk kerja sama dengan orang2 dari negara lain jadi ga bengong doang. aku pun ga mau cuma temenan tok sama orang2 dari indonesia. cuma kalo bener2 ga ada aku juga ragu juga.

    kalo untuk dapetin makanan indo disana sih pasti berasa mahalnya apalagi kalo dibandingin sama harga di indonesianya sendiri

  11. #71
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,050
    Makanan Indonesia? Murah kok. Aku beli Indomie dulu cuma 25 sen Australia.

  12. #72
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    loh, dan indomie di indonesia sendiri harganya brapa dalf?

    hailee - wah, jangan pernah bandingin harga produk indo (ato yang eksotis2 in general) di LN dengan harga di indo. pasti donk lebih mahal kalo dibandingin terus, kamu ga akan pernah belanja apa2

  13. #73
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,050
    Quote Originally Posted by ndugu View Post
    loh, dan indomie di indonesia sendiri harganya brapa dalf?
    Antara 1500 hingga 2000 rupiah. Lupa2 ingat.

    Waktu di Florida (Miramar.. dekat2 Miami) mencari Chinatown gak nemu. Nemu toko Cina juga gak ketemu. Padahal tujuannya mencari Indomie. Akhirnya nemu Indomie di.. toko Filipina.

  14. #74
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    chinatown blom tentu jual indomie. chinese grocery stores pun blom tentu ada

    biasa harus ke grocery stores yang jual produk2 asia tenggara, baik toko thai ato filipin ato malaysia. kadang bisa ketemu kerupuk ato emping ato kue lapis juga tapi skarang udah ada kok toko2 online yang jual indomie dan berbasis di amrik (jadi shipped out from amrik juga). bisa beli per kardus, jadi bisa sedikit lebih murah, tapi blom termasuk shipping cost ya

  15. #75
    pelanggan tetap Hai_Lee's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    830
    ndugu & kandalf: saya ga makan indomie disana ada jual sambel botolan ga yah? ga afdol kalo makan ga pake sambel botol

  16. #76
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    *gasp!*


    OMG, where have you been? are you even indonesian? how is that even possible? kamu penganut hidup makanan sehat ya? *nuduh*

    sambel botolan ada kok. kecap manis juga ada. seingatku juga ada dijual online. sejauh ini saya ketemu satu produk laen bernama sriracha, juga sambel botolan yang menurutku cukup cocok buat lidah indo. produk thailand sih, tapi cukup gampang dicari, bahkan di supermarket2 umum. selama ini saya pake sambel yang ini sebagai pengganti sambel botolan indo (abis lebih susah dicari comparatively)

  17. #77
    pelanggan setia mbok jamu's Avatar
    Join Date
    Oct 2012
    Posts
    3,417
    Indomie makanan Indonesia? Itu cemilan! Teman-teman di kantor paling doyan Indomie goreng karena porsinya cukup imut.

    Pernah mbok iseng nanya, "Kenapa suka Indomie?"
    "Enak"
    Mbok tanya lagi, "Indomie itu buatan (negara) mana?"
    "Uh.. Korea?"
    "Enak aja, itu buatan Indonesia, tauk! Makanya namanya Indo-mie = Indonesian mie, mie is noodle. And that's where I'm from and it's tasty because our food is tasty!"

    I feel better now, seminggu ini rantangan makanan Indonesia. Tadi malam menu Pepes Ikan dan Acar Kuning. Lekker. Untung pak mbok ndak doyan.

  18. #78
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    wow, di tempat mbok ada servis rantangan? wah, saya mungkin harus cari juga ya servis itu *malesmasak.com* ntah ada ngga, apalagi tempat tinggalku ngga deket2 banget dengan neighborhood komunitas indo di situ sistemnya gimana sih? mahal ga tuh servis rantangan gitu?

    dulu saya waktu masih kuliah, juga berhasil membuat banyak orang asing yang beralih ke mie instant indomie saya kasi sample barang 1-2 bungkus, eh suka mereka. sampe mereka sendiri yang ke supermarket borong indomie

  19. #79
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,050
    mBok Jamu di kota B, bukan?
    Yang ada Fortitude Valley?

    Di kota itu kan banyak orang Indonesianya terutama mahasiswa, dari dekat universitas pinggir Botany Garden sampai universitas agak minggir di pinggir kali. Jadi pasti ada servis rantangan lah.. buat mahasiswa malas masak.

  20. #80
    pelanggan setia mbok jamu's Avatar
    Join Date
    Oct 2012
    Posts
    3,417
    @Ndugu
    Iya, rantangan dari teman yang pinter masak. Sebelumnya dia kerja kantoran juga tapi anak-anaknya butuh dia as a fulltime mum, jadi akhirnya kita semua support dia untuk bisnis rantangan. Ordernya per minggu untuk menu 5 hari, $20 per menu isinya 3 porsi. Kalau beli di luar makanan Thai misalnya, 1 porsi sekitar $10. For me it's very convenient, ndak repot belanja/masak dan dijamin enak. Tapi mbok ndak tiap minggu rantangan, paling 2x dalam sebulan, selebihnya masak European food untuk pak mbok yang kadang juga homesick.


    @Kandalf
    Iya, mbok di kota B. Di Valley memang ada supermarket Asia dan range-nya lumayan lengkap, mbok sekali-sekali ke sana kalau butuh ingredient langka seperti kencur atau lengkuas. Kadang nemu duren juga untuk bikin kolak tapi pak mbok ndak tahan dengan baunya. Katanya seperti bau orang mati.
    Di kota ini memang ibu-ibu RT suka usaha rantangan, buat menambah teman dan penghasilan. Ada juga warung Indonesia yang buka tiap weekend. So really it ain't that bad here.

Page 4 of 5 FirstFirst ... 2345 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •