saya ada bbrp sepupu yang lahir dan gede di australia, mereka generasi kedua, kedua ortunya dari indo. bahkan saya sendiri menganggap mereka sebagai orang australia daripada orang indo. saya sendiri juga merasa lebih indo than who i am ethnically (walo itu juga bukan brarti saya men-deny who i am ethnically juga), karena porsi exposure saya lebih gede dengan budaya indo aja. heck, dulu di sd/smp, saya ada temen sekelas orang jawa yang ngotot dia orang kalimantan karena dia lahir gede di situ, ortunya yang perantau. waktu dituding guru kalo dia orang jawa, protes dia, padahal nama belakangnya jelas2 jawaPenasaran juga, anaknya mBok Jamu merasa sebagai orang Indonesia atau orang Australia ya?
Tapi setahuku generasi kedua yang gak merasa sebagai orang Australia itu keturunan Lebanon. Sering bikin masalah di Sydney. Masih kah sekarang?
Dulu kawan India cerita, kalau ke Sydney dia paling takut kalau ketemu orang Lebanon.kupikir setiap imigran / perantau akan melewati fase2 ini, saya cukup sering melihat internal struggle mengenai ini juga dari kaum imigran 2nd generation di amrik. dan tidak akan aneh kalo seandainya orang itu merasa mempunyai dua identitas.
orang kulit item yang turunan afrika, memang jarang2 ditemukan di asia tenggara / timur yaWaktu di Amerika di Florida,
aku terkejut melihat wanita-wanita Indonesia, merasa jijik dengan orang-orang kulit hitam. Salah satunya bahkan membenci Obama karena dia kulit hitam. Sementara yang satu lagi, mendukung Obama tetapi ketika ketemu orang kulit hitam asli di jalan, dia langsung ketakutan.saya inget waktu pertama kali melihat orang afrika, memang agak mencengangkan juga. bukannya jijik ato gimana, tapi lebih ke fascination, karena fisik yang sangat berbeda dengan kita. dan saya yakin buat orang2 asing yang jarang ngeliat orang asia, juga mempunyai fascination yang sama. cuman mungkin it doesnt help untuk orang indo ato asia timur, yang cenderung menyukai kulit terang daripada gelap, sehingga waktu ketemu orang berkulit hitam udah mempunyai persepsi gimana dulu.
the irony is, bad experiences yang pernah kualami justru lebih sering didapet dari orang kulit item d sini. you would think kaum yang 'pernah tertindas' mungkin akan lebih mempunyai rasa toleransi yang lebih tinggi, well, not necessarily sopernah juga ngeliat berita2 mengenai orang kulit hitam yang meng-attack kaum imigran laen. again, bukan brarti setiap orang kulit item jahat2 ya, secara umum pengalamanku dengan orang kulit item masih banyakan baiknya daripada jeleknya. kurasa segelintir pengalaman buruk yang pernah kualami itu lebih ke faktor masalah sosial daripada ras.
dan kuingat pengalaman laen lagi. sama halnya dulu pernah ketemu bapak2 perantau dari indo juga di sini, yang nge-bash ini itu mengenai orang item amrik, memanggil orang kulit item dengan nama2 ga enak. pokoknya rasis abis. oleh orang indo ini padahal. i mean, kita sesama perantau, kenapa harus begitu ya. kadang saya heran juga sih.
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)



kupikir setiap imigran / perantau akan melewati fase2 ini, saya cukup sering melihat internal struggle mengenai ini juga dari kaum imigran 2nd generation di amrik. dan tidak akan aneh kalo seandainya orang itu merasa mempunyai dua identitas. 
Reply With Quote