Quote Originally Posted by mbok
Sentimen kebangsaan di sini akhirnya terasa kuat, orang Indonesia gaulnya dengan indonesia lagi, Irish dengan Irish lagi, India dengan India lagi. Rasis? Entah lah.
aussie bukannya banyak orang indonya ya, pasti lumayan banyak supermarket ato resto2 yang jualan produk indo dan mengenai kebangsaan, di mana2 juga kupikir sama aja ya. buatku sih itu bukan termasuk rasis. manusia ada kecenderungan mempunyai relationship lebih spesial dengan orang yang mempunyai common background, ntah sekampung ato senegara. lebih gampang aja gaulnya kalo mempunyai bahasa dan budaya yang sama. saya juga ada banyak sodara2 di aussie, rata2 gaulnya juga masih sama2 orang indo, malah sekampung lagi. buat yang lagi dalam misi belajar bahasa inggris, gaul berkelompok2 begini ya tidak membantu improve bahasa asing


Quote Originally Posted by jojox View Post
merantau yupe, asik. bukan untuk sembarang orang, anak mami dan sejenisnya need not apply.
justru anak mami ato anak manja yang perlu dikasi pengalaman merantau kaya gini biar belajar mandiri

umur 26, tembak Jerman. ternyata yho beda banget ma indo/amrik sekalipun. Keras, idup lebih keras, and it's all about mental and self-reliance. Kerjaan dikit, kuliah jarang-jarang, party setiap hari.
untung gw lulus, soalnya tingkat kelulusan anak-anak indo di Jerman rendah, Habibie aje ampir kena DO.
kenapa hidup lebih keras di sana? apa karena you are the stage of life di mana itu umur2nya harus hidup sebagai adult? hidup sebagai teenager (yang keliatannya kamu habiskan di amrik) kan masih bisa agak santai dengan hidup.

Tipsnya; kl anda punya sejarah panjang dengan tanah kelahiran. bawa segenggam tanah dari tempat itu, kemanapun anda pergi merantau. Niscaya mereduksi sindrom homesick dan kangen rumah. Biasanya, rata-rata orang indo punya semacam guardian angel dari tempat masing2, ntah dari keluarga, nenek moyang, etc.
well, cara bawa2 tanah ato tanaman gini, saya ngga rekomendasikan buat yang laen kalo ngga ingin ditahan sama custom di bagian imigrasi