I'm a bit mellow today coz I'm homesick. Gara-gara mendengar Pagi-nya Chrisye, ada alunan saluang yang membuatku ingin pulang.

Ketemu tulisan bagus http://amahrizal.wordpress.com/2012/...asil-merantau/ while I was feeling sorry for myself.
Berikut beberapa penggalannya:

Segala sesuatu perlu ilmu, termasuk merantau. Merantau adalah pergi dan menetap di daerah yang bukan tempat kita. Bisa jadi untuk keperluan belajar misal sekolah atau kuliah atau pula karena urusan bekerja semisal di daerah sendiri lahan pekerjaan di daerah sendiri kurang sehingga perlu pergi mencari kerja di kota, itu juga disebut merantau.

Siapapun orangnya, kemanapun tempatnya dan apapun tujuannya untuk menjadi berhasil merantau setidaknya ada 3 hal yang harus diperhatikan jika orang itu ingin berhasil.

1. Kerja keras dan pantang menyerah

Ini adalah inti dari merantau, kerja keras. “Gajian itu ibarat menstruasi, datangnya sebulan sekali dan bertahannya hanya seminggu”. Kalau gaji kita tidak cukup kenapa kita tidak mencari kerja sampingan? Tidak perlu malu untuk mencari sampingan, yang penting tidak mengganggu waktu kerja kita itu sah sah saja.

2. Investasikan ke pendidikan

Pendidikan bukanlah segalanya, namun segalanya berawal dari pendidikan. Sebagai orang perantauan yang benar-benar berdiri sendiri akan lebih baik jika menginvestasikan ke pendidikan. semisal contoh adalah melanjutkan kuliah. Buat apakah kuliah? Apakah buat ijazah? Bisa jadi iya atau buat gelar? Bisa jadi iya tapi bukan itu permasalahan intinya. Inti dari pendidikan menurutku adalah perbaikan pola pikir. Percuma punya ijazah dan gelar kalau pola pikirnya tidak berubah, setidaknya yang tadinya kita berpikir sempit menjadi luas yang tadinya semrawut menjadi sistematis.

3. Berakhlak yang baik

Point ketiga ini adalah pondasi, rumah yang kokoh perlu pondasi yang kuat. Sama hal nya orang merantau. Akhlak adalah pondasi yang memegang peranan penting dalam berbagai hal. Orang perantauan adalah pendatang. Orang pendatang harusnya punya sikap dan etika yang baik kepada siapapun baik sesama pendatang maupun warga pribumi. Kita tentu ingin kedatangan kita diterima. Bahasa Islam mengatakan : “Barang Siapa yang tidak ada adab maka dia seperti lalat”.

Beruntunglah kalian yang tidak perlu merantau, berat tauk. Buat sesama perantau, silahkan curcol. Tetap semangat!