Page 1 of 5 123 ... LastLast
Results 1 to 20 of 89

Thread: Merantau

  1. #1
    pelanggan setia mbok jamu's Avatar
    Join Date
    Oct 2012
    Posts
    3,417

    Merantau

    I'm a bit mellow today coz I'm homesick. Gara-gara mendengar Pagi-nya Chrisye, ada alunan saluang yang membuatku ingin pulang.

    Ketemu tulisan bagus http://amahrizal.wordpress.com/2012/...asil-merantau/ while I was feeling sorry for myself.
    Berikut beberapa penggalannya:

    Segala sesuatu perlu ilmu, termasuk merantau. Merantau adalah pergi dan menetap di daerah yang bukan tempat kita. Bisa jadi untuk keperluan belajar misal sekolah atau kuliah atau pula karena urusan bekerja semisal di daerah sendiri lahan pekerjaan di daerah sendiri kurang sehingga perlu pergi mencari kerja di kota, itu juga disebut merantau.

    Siapapun orangnya, kemanapun tempatnya dan apapun tujuannya untuk menjadi berhasil merantau setidaknya ada 3 hal yang harus diperhatikan jika orang itu ingin berhasil.

    1. Kerja keras dan pantang menyerah

    Ini adalah inti dari merantau, kerja keras. “Gajian itu ibarat menstruasi, datangnya sebulan sekali dan bertahannya hanya seminggu”. Kalau gaji kita tidak cukup kenapa kita tidak mencari kerja sampingan? Tidak perlu malu untuk mencari sampingan, yang penting tidak mengganggu waktu kerja kita itu sah sah saja.

    2. Investasikan ke pendidikan

    Pendidikan bukanlah segalanya, namun segalanya berawal dari pendidikan. Sebagai orang perantauan yang benar-benar berdiri sendiri akan lebih baik jika menginvestasikan ke pendidikan. semisal contoh adalah melanjutkan kuliah. Buat apakah kuliah? Apakah buat ijazah? Bisa jadi iya atau buat gelar? Bisa jadi iya tapi bukan itu permasalahan intinya. Inti dari pendidikan menurutku adalah perbaikan pola pikir. Percuma punya ijazah dan gelar kalau pola pikirnya tidak berubah, setidaknya yang tadinya kita berpikir sempit menjadi luas yang tadinya semrawut menjadi sistematis.

    3. Berakhlak yang baik

    Point ketiga ini adalah pondasi, rumah yang kokoh perlu pondasi yang kuat. Sama hal nya orang merantau. Akhlak adalah pondasi yang memegang peranan penting dalam berbagai hal. Orang perantauan adalah pendatang. Orang pendatang harusnya punya sikap dan etika yang baik kepada siapapun baik sesama pendatang maupun warga pribumi. Kita tentu ingin kedatangan kita diterima. Bahasa Islam mengatakan : “Barang Siapa yang tidak ada adab maka dia seperti lalat”.

    Beruntunglah kalian yang tidak perlu merantau, berat tauk. Buat sesama perantau, silahkan curcol. Tetap semangat!

  2. #2
    pelanggan setia Porcelain Doll's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    6,347
    g beberapa kali pindah kota sejak masih SD
    dan sempat dua kali pindah di saat2 kritis
    pernah juga pindah ke daerah yg bahasanya g ga ngerti sama sekali
    bener2 belajar dari nol...termasuk kebudayaannya

    sebenernya ga sejelek itu juga sih merantau ke mana2
    setidaknya jadi tahu berbagai macam sifat orang, dan pikiran juga jadi lebih luas
    Popo Nest

  3. #3
    Barista lily's Avatar
    Join Date
    May 2012
    Location
    a place called home
    Posts
    12,753
    Dulu pernah merantau di Bali , Singapore , ama Melbourne. Jaman masi sekolah.

    Tapi mungkin waktu itu jiwa berpetualang masi tinggi ya , jadi ga terlalu kangen ama rumah.

    Lagian disana banyak teman dari Indo (kebanyakan dari Surabaya dan Jakarta) , jadi ya asik - asik aja.

    Sekarang ga bisa merantau , ada anak.
    - I'm such a very lucky woman and have a very lucky life -

  4. #4
    pelanggan tetap ga_genah's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    1,661
    klo posisinya spt mbok, emang beda dengan hanya merantau di wilayah Indonesia
    pola dan kebudayaannya memang beda
    kalo pergi keluar spt mbok. yg bikin kangen adalah suhu yg adem, makanan indo yg enak, dan budaya yg asyik....

  5. #5
    Barista kupo's Avatar
    Join Date
    Dec 2012
    Location
    Jog Ja karta
    Posts
    3,850
    saya punya teman yg merantau ke amerika dan tinggal disana sampai sekarang, dia paling kehilangan makan tradisional macam warteg dan masakan padang yang susah dicari disana ..

  6. #6
    pelanggan setia mbok jamu's Avatar
    Join Date
    Oct 2012
    Posts
    3,417
    Makanan Indonesia.. Oh yes! Mbok bela-belain belajar masak sambel hati dan kentang, tapi kurang nikmat, apa karena ndak pakai pete yho.. Dan mencari lengkuas segar, good lord, seperti mencari jarum dalam jerami. Kalau mau santan segar untuk bikin rendang harus parut kelapa sendiri. Aku rindu pasar bechek..

    Tapi pernah lihat beberapa student Indonesia di sini, lagi pada curcol transfer dari ortu belum sampai, akhirnya cuma makan kentang dicocol sambel. Ingin mbok belikan burger tapi takut mereka tersinggung. Mbok dengar banyak yang tinggal di apartemen tak berdapur.

  7. #7
    pelanggan tetap ga_genah's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    1,661
    saya pernah mbok, nunggu sebulan untuk mendapatkan 3 buah cabe segar....
    dan rasanya enak bangat sop ikan yg dibikin dengan cabe segar di bandingkan dengan cabe bubuk...

  8. #8
    Barista kupo's Avatar
    Join Date
    Dec 2012
    Location
    Jog Ja karta
    Posts
    3,850
    sekarang di jogja ada yang jual gudeg dalam kaleng, tahan setahun dan rasanya lumayan enak... saya pernah kirim ke teman saya di amerika.. dan berhasil dengan sukses

  9. #9
    pelanggan setia mbok jamu's Avatar
    Join Date
    Oct 2012
    Posts
    3,417
    @Kupo

    Beneran? Di kampung sini soalnya ada Gudeg Fans Club, banyak wong Solo & Jogja. Ada yang manis pedes, ndak?

    ---------- Post Merged at 02:36 PM ----------

    Quote Originally Posted by ga_genah View Post
    saya pernah mbok, nunggu sebulan untuk mendapatkan 3 buah cabe segar....
    dan rasanya enak bangat sop ikan yg dibikin dengan cabe segar di bandingkan dengan cabe bubuk...
    Cabenya dari bulan, ya? Iya, yang segar memang jauh lebih nikmat. Bagi resep sop ikannya dong..

  10. #10
    Barista kupo's Avatar
    Join Date
    Dec 2012
    Location
    Jog Ja karta
    Posts
    3,850
    iya beneran.. 1 kaleng kalau ga salah harganya 20rb sekian... isinya ada gudeg telur dan tahu nya..
    kalau ga salah cuma 1 macam... ga ada pilihan asin manis dan biasanya tahan 1 tahun

  11. #11
    pelanggan setia mbok jamu's Avatar
    Join Date
    Oct 2012
    Posts
    3,417
    Quote Originally Posted by Porcelain Doll View Post
    g beberapa kali pindah kota sejak masih SD
    dan sempat dua kali pindah di saat2 kritis
    pernah juga pindah ke daerah yg bahasanya g ga ngerti sama sekali
    bener2 belajar dari nol...termasuk kebudayaannya

    sebenernya ga sejelek itu juga sih merantau ke mana2
    setidaknya jadi tahu berbagai macam sifat orang, dan pikiran juga jadi lebih luas
    Daerah mana, Po? Belajar sendiri? Pernah clash ndak sama orang asli sana?

    ---------- Post Merged at 02:50 PM ----------

    Quote Originally Posted by lily View Post
    Dulu pernah merantau di Bali , Singapore , ama Melbourne. Jaman masi sekolah.

    Tapi mungkin waktu itu jiwa berpetualang masi tinggi ya , jadi ga terlalu kangen ama rumah.

    Lagian disana banyak teman dari Indo (kebanyakan dari Surabaya dan Jakarta) , jadi ya asik - asik aja.

    Sekarang ga bisa merantau , ada anak.
    Katanya Melbourne yang paling besar komunitas student Indo ya? Mbok cuma sekali-sekali tugas ke sana. Banyak teman yang asalnya sama memang asik, you have a lot of things in common.

    Rada ribet kalau ketemu orang yang baru ke LN, suka serba salah.

  12. #12
    Barista lily's Avatar
    Join Date
    May 2012
    Location
    a place called home
    Posts
    12,753
    Namanya Gudeg Kaleng Bu Tjitro mbok.

    Kayanya sekarang dimana - mana banyak orang Indonesia belajar mbok.

    Di LA , juga ada perkumpulan pelajar Indonesia yang belajar disana. Buanyak banget.

    Saya sekolah sambil kerja part time , jadi waitress

    Koko saya jadi bagian masak , pernah kejadian , dia goreng ikan , ekornya putus pas mbalik ikannya , disuruh ganti 200 dolar.

    Tapi di Melbourne , karena kerja sambil kuliah , Koko saya bisa beli mobil , soalnya disana mobil ga semahal di Indo.

    Disana teman saya kebanyakan gila - gilaan , kaya - kaya banget. Mereka ga kerja , cuma dikirim uang ama ortunya. Tiap hari party , gonta - ganti di club ato di apartment.

    Saya dibatesin uang ama ortu , jadi mau ga mau , saya harus kerja.

    Teman - teman saya yang cewek , tiap hang out gonta - ganti tas Hermes original , tas LV , dll. Kalo pegi , gayanya udah kayak Marylin Monroe.

    Haduh rasanya saya sampe merasa ga bisa ngikutin lifestyle mereka. Soalnya saya hidup disana , pas - pas an.

    Terus di Melbourne juga banyak orang Korea ama Jepang , seksi - seksi bajunya , kalo party sampe susunya keluar - keluar. Suka mabuk , cium - ciuman di dalem apartment.

    Kadang saya mikir...

    Ortu sekolahin anaknya jauh - jauh gini , mana tau kelakuan anaknya di luar kayak gimana rusaknya.
    - I'm such a very lucky woman and have a very lucky life -

  13. #13
    Chief Cook etca's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    aarde
    Posts
    11,168
    wkwkkwkw ada perantau2 yg hanya lurking2 di thread ini
    btw makasih mbok ude diingatkan 3 poin di atas,

    ok cerita ttg gw,
    semasa kuliah pernah merantau meski cuma deket banget, naik kereta api sejam juga ude nyampe.
    dulu ama babe diwajibkan pulang 2 minggu sekali, "biar inget rumah", kata beliau.

    trus pas awal2 gawe boleh dibilang rajin banget pulang yho, (ikutan logatnya jojox)
    minimal setahun 3x (paskah, lebaran, natal)
    plus kalau ada libur tanggal merah di hari jumat/senin pasti deh kabur ke rumah ortu.
    konteks berpikir gw, selagi ortu masih komplit.. gw cuma bisa nyenengin ortu dengan bawa badan sering2 jengukin ortu.
    padahal seminggu sekali pasti nelp ortu selama sejam curcol macem2
    *keinget banget sebelum merantau, ortu pernah bilang meski sembari bcanda kalau beneran di Jekardah seminggu skali nelpon yho.

    udah 3 tahun terakhir, mudiknya mulai direm karena ada somethin' prioritas.
    mungkin karena sering terbiasa ngerayain hari raya di rumah ortu.
    makanya pas Paskah tahun lalu kudu di Jakarta, berasa banget.
    dan bisa jadi karena pertama kali hari raya di sini.
    ibadah hari raya 4 hari berturut2 di hari ke-3 ude berasa sepiiiii. sempat mellow banget.
    *keknya sempat gw tulis di dear diary 2013 d.. lebaaaiii akut nih

    pas lebaran tahun lalu juga ga pulang. dan feelnya ga sesepi waktu di Paskah.
    Mungkin udah mulai tahan mental.
    Akhir tahun lalu balas dendam 9 hari di rumah ortu. sengaja ga banyak ke manamana.
    Niatnya emang nemenin ortu, udah gitu mereka teuteup aja bilang masih kangen
    Tahun ini Paskah keknya ga bisa pulang lagi.

    *curcol chief cook yg masih anak papi mami

    bicara soal makanan awal2 di Jakarta bela2in nyari makanan khas kota asal sampe ke Tangerang
    dan hasilnya kuciwaaaa berat ama rasanyoo

  14. #14
    pelanggan setia Alethia's Avatar
    Join Date
    Jan 2012
    Posts
    4,095
    betah sih dirumah, bisa masak2, ngobrol sama abang...yang ga betah itu ehm ehm ehm ehm ehm
    rindu masakan rumah? lah, dirumah yang masak gw... klo pulang pasti ditodong abang, bahkan bikin dadar telur aja dia minta dibikinin...
    paling kangen sama empang ikan, bisa bikin pindang nila, bikin sop gurame sendiri..mhhhhh

    ---------- Post Merged at 01:01 PM ----------

    pgn sih demi dedaunan kering, pengen stay di rumah, tapi si ehm ehm itu tadi yang bikin ga bisa
    klo dateng ke rmh kakak juga, dia suruh masakin...gw ngerasa gw yang dikangenin orang rumah
    apalagi kalau ponakan dateng, pada ngelendot semua..waktu masih kecil2, tak mandiin, abis itu dipijet kakinya pake baby oil, terus di gendong-gendong di pundak...
    maen jungkit2an di kaki
    kangen ..skrg duah pada gede..Beraat
    Jangan kamu bilang dirimu kaya, bila tetanggamu memakan bangkai kucingnya.
    -Rendra

  15. #15
    pelanggan tetap ga_genah's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    1,661
    Quote Originally Posted by mbok jamu View Post
    Cabenya dari bulan, ya? Iya, yang segar memang jauh lebih nikmat. Bagi resep sop ikannya dong..
    hehehe... harus mesan baru bisa ada
    klo sup ikannya bahannya cuman ikan, tomat, kunyit, asam, cabe, ama sedikit garam, kalo ada kemangi ama serei lebih wangi lagi....

    Quote Originally Posted by etca View Post
    wkwkkwkw ada perantau2 yg hanya lurking2 di thread ini
    btw makasih mbok ude diingatkan 3 poin di atas,
    mantab, dewa danh mulai mantau

  16. #16
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    ga pernah dizinkan merantau jauh2. paling jauh bogor itupun harus pulang tiap weekend
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  17. #17
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    Saran saya buat orang yang merantau sih biasanya - jangan mikirin rumah.
    Serius, karena itu yang membuatmu qsemakin homesick. Dulu jaman saya baru pertama kuliah, ketemu seorang pemuda dari indo juga, yang baru pertama kali merantau. Saya waktu itu udah pengalaman hidup jauh dari rumah lah. Sedangkan dia karena masih baru, bener2 fresh dateng, dikenalin sama staff kampus ke saya karena dipikir sesama orang indo. Dan dia curhat terus mengenai homesicknya. (prasaan dulu saya pertama kali keluar rumah ngga sampe segitunya deh). Dan di bbrp bulan pertama dia memang lumayan nempel ke saya. So saya cuman saranin aja, jangan mikirin rumah, enjoy apa yang sudah aja, and learn from it. Setelah beberapa bulan, dia mulai memunyai temen2 laen, udah mulai punya kegiatan ini itu, dan saat kita ketemu lagi dan ngobrol2, katanya saran saya manjur, sambil ngacungin jempol karena bener jangan mikirin rumah terus, yang ada justru makin homesick.

    ---------- Post Merged at 11:03 AM ----------

    Karena saya mulai merantau sejak dari cukup muda, akibatnya saya merasa seperti bunglon, sangat gampang adaptasi dengan tempat baru. Tapi dulu mantaunya masih deket2, jadi banyak yang masih mirip2. Yang paling dikangenin memang kemudahan mencari makan di warung, ini bener2 convenience yang tidak bisa digantiin, karena saya males masak udah enak, murah, mudah nyarinya, available di mana2, praktis, sering sampe malem2 juga masih ada, kalian yang di indo bener2 perlu bersyukur mengenai itu. Selama dulu saya tinggal di situ, i took it for granted, dan baru merasa kehilangan saat bener2 kehilangan.

    Yang repot itu saat hidup di kota kecil yang makanan indonya minim. Saya sendiri males masak dan ga sampe segitunya belajar masakan2 indo yang cenderung ribet dengan bumbu2nya tapi ada kalanya, memang susah banget nyari bahan. Dulu saya kangen makan kuetiau goreng, harus naik bis 3 jam ke kota laen untuk ke restoran malaysia nyarinya. Di kota kecilku dulu, ga ada resto malaysia (yang lebih umum dibandingkan indo), boro2 indo. Yng paling deket cuman thai ato vietnam. Jadi kalo ke resto vietnam, makan sup mie pho sebagai pengganti bakso deh but that was years ago. Untung sekarang saya tinggal di kota lebih besar yang bahan2 eksotis gitu relatif gampang dicari, bahkan ada juga resto2 indo termasuk resto padang yang bisa kukunjungi, walo ga deket2 amat

    Yang paling saya sesali dari hidup merantau gini cuman jauh dari ortu. (ada pro dan con tentunya). Karena sejak dari kecil udah hidup jauh dari ortu, saya ngerasa apa yang bisa dan sudah kulakukan buat ortu sangat minim dan terbatas selama ini. Ketemunya juga ntah brapa taon sekali. Saya ga ingin menunggu sampe it's too late (misalnya mereka sudah ga ada), dan baru nyesel kemudian. I havent done alot for them selama ini, ngga hanya karena jarak , tapi saat itu kemampuanku juga masih terbatas. Sekarang saya ngerasa udah sedikit lebih makmur dan bisa support diri, im trying to make it a point untuk ketemu mereka dan do things for them.

    Gitu aja sih curhatku

  18. #18
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    Quote Originally Posted by lily View Post
    Namanya Gudeg Kaleng Bu Tjitro mbok.

    Kayanya sekarang dimana - mana banyak orang Indonesia belajar mbok.

    Di LA , juga ada perkumpulan pelajar Indonesia yang belajar disana. Buanyak banget.

    Saya sekolah sambil kerja part time , jadi waitress

    Koko saya jadi bagian masak , pernah kejadian , dia goreng ikan , ekornya putus pas mbalik ikannya , disuruh ganti 200 dolar.

    Tapi di Melbourne , karena kerja sambil kuliah , Koko saya bisa beli mobil , soalnya disana mobil ga semahal di Indo.

    Disana teman saya kebanyakan gila - gilaan , kaya - kaya banget. Mereka ga kerja , cuma dikirim uang ama ortunya. Tiap hari party , gonta - ganti di club ato di apartment.

    Saya dibatesin uang ama ortu , jadi mau ga mau , saya harus kerja.

    Teman - teman saya yang cewek , tiap hang out gonta - ganti tas Hermes original , tas LV , dll. Kalo pegi , gayanya udah kayak Marylin Monroe.

    Haduh rasanya saya sampe merasa ga bisa ngikutin lifestyle mereka. Soalnya saya hidup disana , pas - pas an.

    Terus di Melbourne juga banyak orang Korea ama Jepang , seksi - seksi bajunya , kalo party sampe susunya keluar - keluar. Suka mabuk , cium - ciuman di dalem apartment.

    Kadang saya mikir...

    Ortu sekolahin anaknya jauh - jauh gini , mana tau kelakuan anaknya di luar kayak gimana rusaknya.
    Saya pernah ketemu anak2 indo yang persis anak orang kaya gini juga. Ini yang saking kayanya bisa beli mobil baru puluhan ribu us dolar dalam bentuk cash. Car dealer ada yang sampe bengong waktu disodorin cash kaya gitu, apalagi mereka masih anak muda kuliahan, unexpected aja. Memang mereka itu spesies berbeda saya sendiri bukan anak orang kaya, dan beda aja mindsetnya, jelas ga bisa ngikutin dan ga tertarik untuk ngikutin. Justru dulu susah banget untuk hidup karena resources yang terbatas, mau ke supermarket buat beli Bahan makanan aja susah banget, naik bis ato jalan kaki, dan ini jaraknya sekian kilometer, padahal lagi dingin2 bersalju, ato nebeng. Ah sengsara lah hidup jaman itu. Sedangkan ada pula anak orang kaya yang bisa dengan gampangnya mo beli mobil baru langsung bisa. Ato party2 ato beli barang2 branded ga jelas. Kadang saya heran aja, yang jadi ortu mereka pasti bakal sakit hati banget ngeliat anaknya hambur2in duit ga penting, atas nama kuliah di ln.

    Saya sejak kuliah juga udah kerja sampingan sih, paling ngga buat bayar kos lah, ringanin biaya ortu dikit, dan macem2 kerjaannya, dari warnet, waitress, kerjaan ini itu di kampus, mcdonalds, dll. Banyak cerita2 seru tersendiri tentunya dari pengalaman2 itu. Justru kuliahku sempat ambruk gara2 keasikan kerja, sampe sempat ditegur dosen something about the sense of independence aja saat kerja sendiri. Kalo bukan karena rasa tanggung jawab ke ortu, mungkin saya udah drop out

  19. #19
    pelanggan setia opi77's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    3,601
    Pengen banget merantau....

    Dulu waktu sd pernah merantau keluar tapi gak jauh2...trus pas kuliah merantau lagi keluar juga sama waktu sd...tapi yah karena bandel disana agak2 nakal akhirnya cuma setaun abis itu disuruh pulank..hehehehhe...

    Sekarang pengen banget mo merantau lagi..

  20. #20
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    wah cerita2 lagi dong...
    inspiring banget. suka sama orang2 pekerja keras dan bangun hidup dari bawah, orang2 yang mapan secara mental.
    dan ternyata merantau ini bisa bangun mentalitas baja ya (kalau dilakukan dengan benar)
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

Page 1 of 5 123 ... LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •