Sinopsis cerita gw copas aja yak dari FB Pagelaran KONSERTA GEMA GITA MAHARDHIKA

Sinopsis

Alkisah di desa Nusa Makmur hiduplah warganya yang dikenal rukun dan damai. Meski pun kehidupan petani di desa Nusa Makmur tidak semakmur namanya, namun mereka memiliki semangat gotong royong yang tinggi. Semangat itu pula yang menjadikan kehidupan desa Nusa Makmur nampak harmonis. Bukan hanya saat panen raya, bahkan saat panen gagal pun para petani masih bisa saling menghibur, saling membantu.

Namun keharmonisan itu mulai terusik dengan hadirnya warga baru, keluarga Bu Onlen dan Pak Tekno dengan kebiasaannya membuka lebar-lebar rumahnya untuk tempat bermain anak-anak. Setiap hari anak-anak desa pun memilih menghabiskan waktunya untuk bermain-main di rumah Bu Onlen. Sejak itu para orang tua, terutama ibu-ibu tani merasa kewalahan menghadapi perubahan perilaku anak-anak mereka yang tak lagi mau belajar, malas membantu bekerja di sawah. Para petani mulai khawatir pengaruh Bu Onlen dan Pak Tekno akan membuat anak-anak semakin tidak peduli dengan adat istiadat desa dan tidak sudi melanggengkan pekerjaan di sawah.

Di antara warga desa yang mulai gelisah, masih ada Ibu Kita, seorang ibu tani tua yang dengan kearifannya menyoba mengajak warga untuk tetap optimis bisa menghadapi perubahan yang sedang terjadi di desa




Konserta Musikita
“Gema Gita Mahardhika”
Produksi XIX Sanggar Anak Akar


Konsep

Konserta merupakan salah satu jenis seni pertunjukkan produksi Sanggar Anak Akar selain Operet. Unsur seni pada keduanya sebenarnya sama. Perbedaan terletak pada tekanan unsur-unsurnya. Konserta lebih menyuguhkan kekuatan rangkaian komposisi musik tematik yang dirangkai dalam satu alur cerita. Pengadegan dibutuhkan sebagai unsur penguat tema. Karena itu di Sanggar Anak Akar Konserta juga sering disebut Musik Teatrikal untuk membedakan Teater Musikal yang lebih dekat dengan Operet.

Proses produksi Konserta tidak jauh berbeda dengan proses produksi operet, yakni hasil dari proses kreatif yang dilakukan secara kolektif antara anak-anak otonom yang intensif belajar di Sanggar, para alumni (termasuk pengurus Sanggar), dan Sahabat Akar. Dalam kaitan dengan keberadaan Sanggar sebagai komunitas pendidikan, produksi seni pertunjukkan merupakan sebuah momen yang diposisikan sebagai proses pembelajaran. Semua pihak yang terlibat, terutama anak-anak otonom, di samping belajar menyelami sebuah proses kreatif juga belajar manajemen produksi sebuah pertunjukkan.

Musik dalam konserta “Gema Gita Mahardhika” sepenuhnya digarap oleh para alumni Sanggar Anak Akar dan diperkuat penggarapannya oleh para sahabat akar. Untuk Konserta kali ini belum ada anak-anak otonom yang dilibatkan dalam musik. Semua anak otonom lebih dikonsentrasikan untuk belajar gerak di bawah arahan koreografis seorang Sahabat.

Konserta Musikita “Gema Gita Mahardhika” merupakan sebuah karya yang diangkat dari keprihatinan terhadap kenyataan semakin pudarnya musik dan lagu anak-anak serta lagu-lagu tradisional di tengah menguatnya arus musik industri dan industri pertunjukkan pop.