Ah...

Entah dari mana harus memulai cerita ini...

Sebut saja namaku Hime. Biasa sahabatku memanggilku Hime - artinya princess dalam bahasa Jepang.

Aku seorang wanita usia kurang dari 30 tahun. Wanita muda yang penuh semangat dalam hidup , dan sepertinya aku punya 2 sisi dalam hidup , seperti sebuah koin. Di kotaku , aku adalah anak yang baik untuk orang tuaku , sodara yang baik untuk saudaraku , dan sahabat yang baik untuk teman dan sahabatku.

Tapi... Begitu aku ada di kota lain , seperti burung yang dilepaskan ke udara. Aku bebaaaaasssss... Aku bisa melakukan apapun bersama pacarku.

Akhir Desember 2011 , aku mengenal seorang pria yang awalnya hanyalah seorang Koko buatku.

Seiring berjalannya waktu , aku dan dia semakin dekat , dan lebih dari sodara. Kami memutuskan berpacaran.

Tidak ada yang salah , semua biasa saja , seperti pasangan LDR pada umumnya. Aku menjaga perasaannya , begitupun dia. Aku menyayangi dia , mencintainya sebagaimana seharusnya.

Bulan April 2012 , aku pergi ke kotanya. Ada hal yang berkesan , dan ada juga yang membuatku menangis , karena sikap dinginnya.

5 hari setelah itu , aku pulang ke kotaku.

Yang ada , dia terus bersikap dingin. Dan akhirnya kami memutuskan berpisah di bulan Mei 2012.

Sedih ? Banget...

Aku merayakan hari ulang tahun dengan air mata. Menangis di dalam hati.

Hari berlalu... Bulan berganti...

Aku semakin kuat dalam menjalani hidup.

Walaupun... Ternyata ada sisi rapuh dalam diriku , saat aku tahu dia tidak berubah.

Sempat aku bertanya kepada dia , "Kenapa kamu begitu ?"

Jawabnya , "Kan aku udah gak ada apa - apa ama kamu."

Kututup telepon sambil menangis.

4 bulan setelahnya...

Aku tidak pernah datang bulan.

Aku SMS mantan pacarku...

Dia menyuruhku test pack dan bilang...

Ah tidak perlu ditulis... Sudah coba kulupakan , tapi terus terngiang di telingaku.

Setelahnya , beberapa hari kemudian , aku beli 4 test pack.

Aku bangun subuh , test pack negatif. OK kesimpulanku... Aku hanya terlambat datang bulan , mungkin karena aku sakit , dan mungkin karena stres.

Awal bulan Oktober 2012 , aku akan pergi lagi ke kotanya.

Aku SMS mantan pacarku...

Awalnya , aku berharap bisa bertemu dia. Tapi di SMS terakhir , dia bilang , "Jangan ganggu aku lagi."

Dan aku cukup terluka dengan SMS itu.

Dan aku tidak pernah bertemu dia disana , sampai aku pulang ke kotaku.

Akhir Desember 2012 , aku sempat sakit , dan di celana dalamku , ada flek darah setetes.

Aku curhat ke teman dan sepupuku , mereka menyarankan aku ke dokter kandungan.

Aku pergi ke dokter kandungan. Aku duduk sendirian disana. Yang lain , didampingi suami , atau keluarga mereka.

Sedih ? Enggak juga... Aku terbiasa ke RS sendiri.

Giliranku tiba. Dokter tanya , ada keluhan apa ? Bla bla bla... Aku USG , dan ternyata aku hamil 8 bulan.

WHAT !?

Aku mulai cerita ke dokter , kalo sebelumnya , aku pernah test pack dan negatif. Dan aku pikir , negatif ya negatif. Tapi dokter bilang , test pack bisa salah , dan USG tentu lebi akurat.

Aku bisa melihat bayiku di layar USG di depanku , aku bisa mendengar detak jantungnya.

Terharu ? Banget... Buatku , ini sesuatu yang ajaib.

Aku tidak pernah tahu bahwa ada seorang bayi di dalamku. Dan tiba - tiba , aku melihatnya di layar USG di depanku.

Dokter memberiku sejumlah vitamin. Dan setiap 2 minggu , aku kembali ke dokter untuk memeriksakan kandungan.

Tentang dia ? Dia sempat hadir dalam mimpiku , tapi buatku ah... Itu cuma bunga tidur , itu cuma keinginan bawah sadarku...

Pernahkah dia bertanya kabarku ? Tidak.

Pernahkah dia bertanya bagaimana hasil test pack ? Tidak.

Satu yang selalu aku ingat. Dia memintaku tidak mengganggunya lagi. Aku tidak akan mengganggunya , sesuai permintaannya.

Apa keluargaku marah ? Tidak.

Aku pernah melakukan kesalahan , mungkin aku terlalu bebas dalam menjalani hidup , tapi aku berjanji aku akan menebus kesalahan itu. Aku akan menjadi sosok ibu yang baik untuk anak - anakku.