Bergantung tuhan dan otoritas yang diberikan tuhan kepada utusannya. Ada yng harus disampaikan apa adanya, ada yang boleh disampaikan berdasarkan maknanya saja dengan redaksi yang bebas selama tidak merubah makna firman tuhan tsb.
Selama itu memang diyakini berasal dari tuhan, kenapa harus ragu ? apakah tuhan tidak bisa dan tidak boleh bersyair dan berlebihan memuji dirinya ?
Oh kalau ada yang berdo'a kemudian berhasil mendengar suara tuhan, maka dia adalah penerima berita dari tuhan (nabi). Dan berdo'a itu kan tidak selalu harus bersya'ir, namanya do'a kan memohon ... boleh2 saja tanpa sya'ir.
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)





Reply With Quote