tuh kan kan, kek gw pernah bilang. Kasus kekerasan perlu visum. tanpa visum = hoax. dengan visum ada kasus kuat.
kenapa gak dilanjutkan karena memang dasar buktinya kuat dan bisa kena pidana tuh guru, minimal mutasi, mungkin berlapis pake UU Perlindungan anak.

Apa yha anak2 SD mau dipidana karena telaat ? gak mungkin kan?
Secara TKP di institusi akademis. Bukannya dibina ma unit BP. Hukuman fisik membuktikan ndak efektif, tidak mendidik dan minim efek jera.
Guru bahasa ingris Romli itu bisa kasih hukuman PR ekstra, ketik ulang kamus Webster kek atau ringkasin Harry Potter. Selesai masa hukuman,
malah bisa kirim2 anak2 nakal itu ke kontes spelling bee. kreatif man, tuntutan guru itu, bukan IQ.