gw pikir karena franchise dengan "ATPM" ini sudah
mengkalkulasi kerugian akibat sewa tinggi di Banda
ra dikompensasi/disubsidi dari cabang lain, yang pen
ting produknya bisa menjangkau konsumen di Banda
ra.

Kalau baso, rawon dan macam-macam makanan tra
disional memang mahal, karena biasanya mereka be
lum ada cabang, atau cabangnya masih sedikit.