Page 14 of 22 FirstFirst ... 41213141516 ... LastLast
Results 261 to 280 of 435

Thread: Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014

  1. #261
    pelanggan setia
    Join Date
    May 2011
    Posts
    4,910
    Quote Originally Posted by Alip View Post
    Lagi reses rapat nih, istirahat sholat ashar... dan topik debat semalam-pun keluarlah (untung... kalau soal bola saya bisa kalap )... ternyata semua pilih Prabowo kecuali satu orang yang memang apolitis. Rupanya karena kerja di tempat yang sama dan punya pengalaman yang relatif seragam, kami punya persepsi yang sama. Jokowi adalah seorang manajer, rata-rata pada bilang "I could use him for my team"... Sedangkan Prabowo dianggap punya karakter kepemimpinan dan berani tampil sebagai dirinya sendiri.

    Beda kepala beda penilaian
    Baru dianggap toh, belum dibuktikan
    There is no comfort under the grow zone, and there is no grow under the comfort zone.

    Everyone wants happiness, no one wants pain.

    But you can't make a rainbow without a little rain.

  2. #262
    pelanggan setia
    Join Date
    May 2011
    Posts
    4,910
    nyomot dari FB...





    There is no comfort under the grow zone, and there is no grow under the comfort zone.

    Everyone wants happiness, no one wants pain.

    But you can't make a rainbow without a little rain.

  3. #263
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by ndableg View Post
    Manager itu pemimpin apa bukan? Kenapa ga bilang prabowo adalah seorang jenderal?
    Jokoi tidak tampil sbg dirinya sendiri? Kalo gitu seharusnya di akting spt prabowo dong.. Karena aktingnya yg itu terlalu kalem dan ga punya karakter pemarah.
    Orang berpihak tergantung mana yg menguntungkan dirinya.

    Apolitis kalo logikanya jalan, ya boleh lah.
    Manager beda dgn leader. Kalo Jokowi, tukang jual mebel dari pasar Klewer. Yg ada nanti aset Indonesia dijualin lagi kayak jaman Megawati jadi presiden. Gak kapok-kapok. Sipadan-Ligitan lepas begitu saja oleh Megawati.


  4. #264
    Nyanyi dulu yuk. Salam dua jari!


  5. #265
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Manager beda dgn leader. Kalo Jokowi, tukang jual mebel dari pasar Klewer. Yg ada nanti aset Indonesia dijualin lagi kayak jaman Megawati jadi presiden. Gak kapok-kapok. Sipadan-Ligitan lepas begitu saja oleh Megawati.

    klo ente tdk sependapat dng pilihan/opini bbrp warga KM, mengapa JKW-JK
    ente juga harus bisa beberkan, apa kelebihan/kehebatan PS-HR dong
    itu klo emang ente mendukung pasangan capres PS-HR lho ya

    tp klo ente ngakunya netral (calon golput)
    mestinya membeberkan kelebihan/kekurang kedua pasangan secara imbang
    mbregegeg ugeg-ugeg hemel-hemel sak dulito

  6. #266
    pelanggan setia mbok jamu's Avatar
    Join Date
    Oct 2012
    Posts
    3,398
    Lepasnya pulau Sipadan - Ligitan, gampangnya memang menyalahkan Megawati. Tapi kan sengketa itu sudah ada sejak tahun 1967. Mosok yang berkuasa selama 31 tahun ndak bisa menyelesaikan sengketa tsb?? Get real..

  7. #267
    pelanggan tetap jojox's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Jekardah
    Posts
    1,169
    kl debat kyk gini terus,

    Jokowi bisa menangin pilpres, tapi yg disumpah jadi RI-1 tetep Prabowo.
    Any views or opinions presented above are solely those of the author. Thus the author may disclaim accuracy on warranties and liabilities they may cause including loss of intellectual properties, economical benefit, and coordinated mental responses.

  8. #268
    pelanggan setia porcupine's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Location
    Bintan
    Posts
    4,132


    keren
    ~Radio Kopimaya~

  9. #269
    pelanggan setia
    Join Date
    May 2011
    Posts
    4,910
    Share untuk urusan politik sampe 9000an jumlahnya di FB lazim nggak sih?

    Spoiler for 9343 shares:




    Temen FB gw nulis status begini:

    "Please ya, jd presiden itu gak cuma mikirin pedagang kaki lima, buruh cuci atau tukang parkir aja....pikirin juga bagaimana dunia memandang negara kita...*gak terima protes!!yg comment yg setuju aja, aku gak mau debat kusir gara2 si blusukan ini."

    Berhubung gw ga diperbolehkan protes lewat komen, mending gw nulis di wall gw aja. Lebih bebas.

    Sebenernya sih gw gak mau protes. Ya sah-sah aja kok kalau ada temen yang lebih memilih capres yang berbeda dengan pilihan gw.

    Hal yang bikin gw jadi pengen senyum-tapi-agak-ketahan-karena-takut-dikira-nyindir adalah soal BAGAIMANA DUNIA MEMANDANG NEGARA KITA kalau pemimpinnya se-"ndeso" Jokowi.

    Mungkin temen gw gak pernah baca Globe Asia, The Economist atau Fortune kali ya. Tapi ya gapapa sih. Gw maklum. Soalnya, majalah-majalah model begitu kan agak susah dicari di Indonesia. Namanya juga majalah luar negeri. Bisa sih dicari. Tapi yang jelas bakal kesusahan dicari di tumpukan kios-kios yang jualan tabloid-tabloid gosip atau majalah yang isinya formulir cover girl cover boy gitu.

    Tapi, agaknya temen gw kuatir banget kalau citra negara kita bakal runtuh kalo punya pemimpin yang demen mikirin kaum marjinal. Maksud gw: orang pinggiran (kali aja temen gw gak tau arti kata "marjinal" ).

    Mungkin juga temen gw ini ga tega kalo pemimpin kita kelak bakal diketawain dunia karena demen masuk ke got atau gorong-gorong.

    Atau, mungkin temen gw gak bisa bahasa inggris, entahlah. Gw juga gak pinter-pinter amat kok bahasa inggrisnya.

    Tapi, setidaknya, gw tau arti MAN OF THE YEAR yang ditulis di Globe Asia. Gw juga tau arti WORLD's 50 GREATEST LEADERS, yang ditulis di Fortune untuk Jokowi.

    Mungkin sebagian dari kita MALU punya pemimpin yang demen BLUSUKAN. Tapi, bahkan TV5 Prancis punya liputan khusus untuk menyoroti gaya blusukan Jokowi. Apa sih yang menarik minat TV Prancis itu? Mungkin seperti yang ditulis majalah The Economist: NO ORDINARY JOKOWI.

    Atau, bahkan harian negara tetangga kita, New Straits Times sampe nulis: REFLECTIONS ON THE JOKOWI PHENOMENON.

    Temen gw ini mungkin gak kenal siapa itu Julian Mengual. Gapapa sih. Gw juga gak kenal. FYI, doi adalah Deputy CEO PT Asuransi Cigna Indonesia yang kantor utamanya berpusat di Bloomfiled, Connecticut, Amerika Serikat.

    Menurutnya, Jokowi memiliki konsep yang bagus dalam memimpin rakyatnya. Salah satunya adalah gaya Jokowi “blusukan”, yakni dengan mendatangi langsung warga untuk berdialog dan berbagi ide.

    Oh, apa kata dunia? Oh, ternyata Dunia terinspirasi gaya Pakde kita loh...

    Masih kurang?

    Temen gw ini mungkin malu kalau kelak punya pemimpin yang demen blusukan, yang tangannya kotor karena sibuk bergelut di lingkungan miskin dan sering ikut masuk ke got buat bersihin sampah.

    Tapi, kalau masih kurang bukti betapa membanggakannya fenomena blusukan ini, agaknya sesekali sempatin waktu baca arsip BBC, deh. BBC sampai mengeluarkan satu artikel berjudul “Flooding Tests 'Jakarta's Obama'”

    Tapi kok temen gw ini masih malu yah? BBC loh yang nyebut Jokowi sebagai Obama-nya Jakarta.

    Atau, mungkin temen gw ini ga tau kalau gaya blusukan Jokowi sangat dipuji di Malaysia. Seorang kolumnis Malaysia, Syed Nadzri Syed Harun, dalam tulisan yang berjudul, “Wanted Badly: A Malaysian Jokowi”, mengatakan, Jokowi lebih menekankan kerja nyata ketimbang sibuk dengan urusan politik. "Jokowi bahkan mau masuk ke gorong-gorong dan mengunjungi daerah kumuh serta berbicara dengan rakyat miskin tentang akses kesehatan dan pendidikan," tulis Nadzri.

    Tapi ya gitu deh. Mungkin masih banyak masyarakat di Indonesia yang lebih memilih menjalani hidup di dalam tempurung.

    Gw sih ga akan protes atau kritik. Sah-sah aja kalau elo mau tinggal di mana aja atau ngga setuju sama gw.

    Cuma, ya gitu deh. Gw baru sadar kalau ternyata sebagian dari kita masih malu dengan kepemimpinan pro rakyat. Mata gw sampe melotot saking ga percaya membaca apa yang gw liat. Gw sih lebih memilih pemimpin yang bisa menstabilkan ekonomi dan membuat birokrasi di Indonesia jadi serba lancar. Soalnya gw gak punya bakat korup. Dan gw paling males nyogok aparat buat ngurus macem-macem di negara ini.

    Lucunya, kritikan terhadap kerja Jokowi justru paling lantang diserukan oleh orang yang berada di luar Jakarta atau Solo.

    Kritiknya selalu: blusukan, Jakarta masih banjir, Jakarta masih macet...

    Pernah kunjungi kampung deret gak?
    Pernah ke taman waduk Pluit gak?
    Pernah ngurus KTP di Jakarta sebelum dan setelah ada Jokowi, gak?
    Pernah ke RSU di Jakarta gak?

    Lah, trus, kok..., ah, sudahlah. Ngga tega nerusin omongan gw...
    saus kacang
    There is no comfort under the grow zone, and there is no grow under the comfort zone.

    Everyone wants happiness, no one wants pain.

    But you can't make a rainbow without a little rain.

  10. #270
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Manager beda dgn leader.
    Jelas leader berbeda dgn manager, karena leader bisa leadernya tukang becak, leadernya para tukang ketoprak, leadernya pramuka, leadernya upacara bendera, leadernya geng motor, dll.

  11. #271
    pelanggan tetap jojox's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Jekardah
    Posts
    1,169
    ya, setuju beda nilai dan kualitas leadership Jokowi dan Prabowo.

    Jokowi bukan leader yg rally dan berkampanye praktis dengan menggunakan kharisma dan ketegasan komunikasi aktif.
    Prabowo lebih menonjol di body language-nya disini. Bisa diprediksi muncul besok pas ditanya pandangan politik dan kebijakan luar negerinya yg dikombinasikan dengan isu strategis hankam.

    Selama ini strateginya Prabowo kan rally-around-the-flag. Dia akan pake bendera NKRI against geopolitik luar negeri. Packaging a la Soekarno kan pengin menostalgiakan 190 juta voter ke masa revolusi 45 dengan musuh cuman 1; asing.
    Seolah-olah RI tuh musuh dan kompetitor utamanya adalah pengaruh "asing" yang mempengaruhi peta perekonomian dalam negeri. Persis ama strategi Bush W waktu perang terrorisme 2001. Jargon2 yang muncul, seputar nasionalisme, merah-putih, penguatan perbatasan, modernisasi alutsista, me-redefinisi kata KEDAULATAN, etc. Intinya, kita diajak melihat musuh yang sama yaitu asing dengan segudang external 'unknown' factor and characteristics. Maklumlah, kan lulusan militer seskoad, di-didik untuk mengidentifikasi potensi bahaya dan mempersiapkan whatever-it-takes-to-anticipate, all #sticksandstones. Taktik ini bahaya dan beresiko, tapi bisa efektif menggiring banyak suara, buktinya kelompok2 militan dan patriot baik asli dan palsu merapat ke Polonia.

    Kontrasnya dengan Jokowi, kemungkinan akan menyinggung ASEAN Community di th 2015, kemudian Free-Trade dengan China (ACFTA), konsolidasi perbankan daerah utk meningkatkan akses finansial ke UKM2 lokal sehingga naik produktifitas dan nilai kompetitifnya. Tendensi mengarah ke faktor internal yaitu bioregionalism; menguatkan kapasitas daerah, dengan segudang SDA dan SDM yg ada untuk menghadapi persaingan regional/global. Entah, feeling gw bilang, kyaknya Jokowi punya ambisi/mimpi untuk mengubah pelaku pasar lokal itu jadi exportir2 dan manager barang dan jasa berkelas dunia.

    Mungkin implikasinya, Jokowi menawarkan renegosiasi reciprocal agreement, reformasi kebijakan impor/expor, renegosiasi tariff keluar, penguatan sistem inovasi daerah, R&D, genjot marketing internasional, dan Standarisasi produk yg lebih rapi dan baik. Udah khatam kali dengan penampakan capital overflow dan hot money di pasar bebas kita dan sangatlah terlalu paham upaya2 proteksionisme selama ini gak terlalu efektif, soalnya gak fokus ke peningkatan kapasitas sistem dan SDM sendiri. Plus pointnya, Jokowi jauh lebih disukai asing. Orang2 luar pengin ketemu, duduk dan ngobrol dengannya daripada ma Prabowo.

    kl gw jadi Jokowi, kepilih jadi RI-1, gw angkat Prabowo jadi Menteri Luar Negeri. Keep him out of indo, give him chance to repair his international image.
    Any views or opinions presented above are solely those of the author. Thus the author may disclaim accuracy on warranties and liabilities they may cause including loss of intellectual properties, economical benefit, and coordinated mental responses.

  12. #272
    good job jox

    paparan yng apik dan seimbang
    berbasis kompetensi serta latar belakang masing2


    moga hal tsb kian ter-explore disesi debat capres mendatang
    sehingga menjadi semakin menarik,mencerdaskan dan menghibur

    [MENTION=199]jojox[/MENTION]
    Last edited by pasingsingan; 18-06-2014 at 07:28 AM.
    mbregegeg ugeg-ugeg hemel-hemel sak dulito

  13. #273
    Denger dari orang yang mengadakan investor roadshow ke luar negri.
    Investor asing demen ke Jokowi karena mereka menganggap
    jika Jokowi jadi presiden maka akan terjadi percepatan pembangunan
    infrastruktur. Infrastruktur inilah salah satu yang membuat
    para investor asing agak enggan menanamkan modal di Indonesia.

  14. #274
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Prabowo setipe dengan Habibie ataupun Gus Dur: Mudah dipatahkan. Perpolitikan di Indonesia (Asia Tenggara umumnya) sifatnya kenarokian, menikam dari belakang. Jika Prabowo jadi presiden, bisa jadi tidak sampai tuntas, malah diturunkan di tengah jalan. Tapi kebanyakan orang takut duluan dg gaya Prabowo yg kesannya otoriter. Padahal, Jokowi adalah seorang otoriter sejati (orang Jawa bilangnya 'ndableg'). Jokowi seorang politikus ulung. Kalo orang menilai Jokowi lebih bisnisian dibandingkan Prabowo, itu silap mata. Mereka berdua adalah pebisnis. Blusukan Jokowi ke kampung-kampung bukan utk mendengar tetapi utk meredam. Meskipun berapi-api, Prabowo lebih bisa mendengarkan dari pada Jokowi.


  15. #275
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Kalo adu bisnisan, ya adeknya prabowo lah yg handal. Prabowo kan diajarin.

    Kalo bisa jokowi-prabowo jadi capres cawapres, boleh jg.
    Last edited by ndableg; 19-06-2014 at 03:55 AM.

  16. #276
    Kalo bagi gue kurangnya Prabowo itu adalah dia bukan seorang demokrat.
    Jadi mungkin, kalo dah bosan pada demokrasi, Prabowolah pilihannya.
    Sayangnya, gue masih betah di jaman Demokrasi ini. Maka Jokowilah
    pilihannya. Wong pilihan yg tersedia cuma dua itu.

  17. #277
    Quote Originally Posted by purba
    Prabowo setipe dengan Habibie ataupun Gus Dur: Mudah dipatahkan. Perpolitikan di Indonesia (Asia Tenggara umumnya) sifatnya kenarokian, menikam dari belakang. Jika Prabowo jadi presiden, bisa jadi tidak sampai tuntas, malah diturunkan di tengah jalan. Tapi kebanyakan orang takut duluan dg gaya Prabowo yg kesannya otoriter. Padahal, Jokowi adalah seorang otoriter sejati (orang Jawa bilangnya 'ndableg'). Jokowi seorang politikus ulung. Kalo orang menilai Jokowi lebih bisnisian dibandingkan Prabowo, itu silap mata. Mereka berdua adalah pebisnis. Blusukan Jokowi ke kampung-kampung bukan utk mendengar tetapi utk meredam. Meskipun berapi-api, Prabowo lebih bisa mendengarkan dari pada Jokowi.
    Bukan hanya pak Jokowi aja yng harus ente sebut sbg "politikus" dong pur
    pak Prabowo jg politikus, krn faktanya dia berpolitik melalui partai gerindra
    meski dlm debat kemarin beliau mengaku bukan politikus yng .......

    mirip dng istilah yng dibangun oleh elite golkar saat berjaya (baca jaman orba)
    bahwa, golkar itu bukan parpol, tapi "Golongan Karya", padahal esensinya?
    ya parpol jugalah, wong peserta pemilu jg kok?
    nah klo KOSGORO atu SOKSI itu asli bukan parpol

    Soal blusukan
    orang boleh menanggapi/menafsirkan apa saja
    yng jelas, kenapa belakangan ini perilaku tsb jadi ngetrend/marak dibicarakan?
    bahkan makin banyak dilakukan oleh pejabat publik?
    Last edited by pasingsingan; 19-06-2014 at 11:20 AM.
    mbregegeg ugeg-ugeg hemel-hemel sak dulito

  18. #278
    pelanggan tetap jojox's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Jekardah
    Posts
    1,169
    yha, well..bedanya politikus ma policymaker apa hayoo?

    1. Politikus flirt-and-flair kanan-kiri; berkarakter lobbyist sejati, hang-out ma kelas menengah ke atas, corporate conglomerates, jagoan konsep idealis dan visi manis nan seksi, ideology (meritokrasi, anyone?), prestasi akademis eksklusif, persuasif dengan publik dan media. Tipikal kayak konsultan banyak ngemeng tapi jarang bisa melaksanakan yg dikotbahkannya. Soekarno at best lah. Ini kl di Harry Potter masuk : Slytherin.

    2. Policymaker; Orientasi ke hasil/bukti pembangunan, kinerja dan portfolio, produk2 kartu asuransi misalnya. Setiap kebijakan publik itu pada dasarnya adalah suatu sistem pembangunan. Dia akan kampanye minta dukungan supaya system itu bekerja gak cuman konsep naskah akademis aja. Dia kudu Memastikan adanya partisipasi publik, manfaat langsung, dan dikelola dengan efisien. Good governance lah prinsipnya. Ini dah baku birokratis dan normatif. Semua ada aturan, dasar hukum dan pelaksanaanya. Rata2 bukan orang yg neko2. Kl di naskah wayang Harry potter, Gryffindor lah.

    nah, adek-adek sekarang mau milih mana ?
    Any views or opinions presented above are solely those of the author. Thus the author may disclaim accuracy on warranties and liabilities they may cause including loss of intellectual properties, economical benefit, and coordinated mental responses.

  19. #279
    pelanggan setia serendipity's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Location
    Jakarta
    Posts
    4,769
    duh jox.... perumpamaan masuk ke slytherin atau gryfindor itu sesuatu banget
    jelas milih nomer 2
    #eaaaaaaaaaaaaa
    youli eksis banget deh kampanye

  20. #280
    pelanggan setia et dah's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Location
    Land Between Solar Systems
    Posts
    3,911
    belom selesai juga pemilu? Tsk!

Page 14 of 22 FirstFirst ... 41213141516 ... LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •